Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAGING KURBAN Christijanti, Wulan; Susanti, R.; Marianti, Aditya; Mubarok, Ibnul; Istiklaili, Fifti; Sriyadi, Sriyadi; Hammam, Bagus; Aulia, Maliqa; Nissa, Ma’isyatun
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging hewan yang disembelih pada saat hari Raya Idul Kurban harus aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Terutama sekarang banyak penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis). Pemeriksaan kesehatan hewan baik sebelum (antemortem) dan sesudah (postmortem) perlu dilakukan untuk menjamin bahwa hewan sehat dan dagingnya layak dikonsumsi. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat dalam mengelola daging kurban. Kegiatan ini dilaksankan dalam 2 tahap yaitu pembekalan materi dan praktik pemeriksaan kesehatan hewan. Peserta kegiatan 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan perwakilan takmir masjid di RW 05 Desa Banaran Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang terlibat bervariasi dalam umur dan tingkat pendidikan, hampir 70% peserta bertambah pengetahuan tentang penyakit zoonosis, keterlibatan dalam praktek antemortem sebesar 40%, 35% saat postmortem dan 50% mengiris dan mengemas daging. Peserta antusias dalam diskusi materi dan aktif ikut berpartisipasi dalam praktik pemeriksaan awal dan akhir. Simpulan kegiatan adalah bahwa peningkatan pemahaman dan ketrampilan pemeriksaan hewan menjamin kesehatan hewan dan kualitas daging kurban.
PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIOLOGI DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING BERBASIS TIK MELALUI PELATIHAN TERPROGRAM Sukaesih, Sri; Marianti, Aditya; Saptono, Sigit; Sriyadi, Sriyadi; Lemmuela, Litania Hephzibah; Zahra, Siti Nur Fathimatuz; Ulhaq, Hasnaa’ Dhiya’; Pangastuti, Aulia Tirani; Mandaya, Yusuf Wisnu; Masrikhah, Ririn
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan pendidik profesional yang perlu meningkatkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Guru profesional diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi pendekatan pembelajaran inovatif yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Hasil analisis permasalahan dan kebutuhan dengan Guru Biologi SMA Kota Semarang menunjukkan belum ada sosialisasi yang terprogram dari pemerintah terkait pembelajaran deep learning, guru belum memahami kerangka kerja dan penerapan deep learning dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan implementasinya dalam pembelajaran. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru MGMP Biologi SMA dalam merancang pembelajaran deep learning berbasis TIK dan implementasinya di pembelajaran biologi untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Metode kegiatan melalui Pelatihan Terprogram dengan tahapan: analisis kebutuhan di MGMP Biologi SMA, merumuskan solusi, pelaksanaan kegiatan, monitoring, dan evaluasi hasil program. Kegiatan IHT diikuti 50 orang guru Biologi. Hasil program menunjukkan guru biologi memiliki pemahaman yang baik dan sangat baik terkait pembelajaran deep learning, serta 90% guru terampil merancang pembelajaran dengan pendekatan deep learning berbasis TIK. Hasil monitoring menunjukkan guru mampu mengimplementasikan pembelajaran deep learning dalam praktik pembelajaran di kelas. Berdasarkan evaluasi dan tanggapan guru, program yang dilaksanakan sangat bermanfaat, memberi dampak positif bagi kreativitas dan inovasi pembelajaran biologi di kelas yang lebih mendalam, serta mendorong peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan.
Peran Partisipasi Perempuan dan Keberhasilan Program Pemberdayaan Agribisnis Jamur Tiram di Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran Wonosobo: The Role of Women's Participation and the Success of the Oyster Mushroom Agribusiness Empowerment Program in Karangsari Village, Sapuran District, Wonosobo Widodo, Aris Slamet; Sriyadi, Sriyadi; Wibisana, Dharend Lingga; Amirullah, Gufron; Qomariyah, Puji; Suseno, Ari; Ulum, Bahrul; Togubu, Randy; Arintoko, Tri Ragil; Saifan, Erik
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 12 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i12.10866

Abstract

This study aims to analyze women's participation in the oyster mushroom agribusiness empowerment program and assess the program's success in the Waste Donation Group and Village-Owned Enterprises (BUMDes) of Karangsari Village, Wonosobo. The research method used a case study with a population of 78 members and data were analyzed using a Likert-Richert scale and correlation techniques. The results showed that women's participation was high (total average score of 90.45) with the highest scores in the implementation (24.42) and evaluation (24.38) stages. The program successfully increased members' knowledge, skills, and income (total average score of 26.74), and there was a significant positive relationship between women's participation and program success (r = 0.775; p = 0.00). These findings confirm the role of women as a determinant factor in the success of the community-based agribusiness empowerment program.
Farmers' Behavior Towards the Risks of Cabbage and Chicory Farming in Plaosan District, Magetan Regency, East Java Sriyadi, Sriyadi; Isnawan, Bambang
Tropical Plantation Journal Vol 5, No 1 (2026): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v5i1.86

Abstract

Vegetable horticultural goods like chicory and cabbage often face production and income risks. Rational farmers tend to be risk averse. Disparities in decision-making can result from individual differences in risk aversion. This study aims to (1) analyze the level of risk of costs, production, and income of cabbage and chicory farming; (2) analyze farmers' behavior towards the cost risk, production, and income of cabbage and chicory farming; and (3) analyze social factors that affect farmers' behavior on the risks of cabbage and chicory farming. A descriptive analytical method was used in the study. Observation and structured interviews with 100 farmers of cabbage and 100 farmers of chicory utilizing questionnaires were used to gather data. The findings indicate that growing cabbage is riskier than growing chicory. Regarding both commodities, the majority of farmers behave in a risk-averse manner. Risk aversion falls with better education, more years of agricultural experience, larger households, and higher farm revenue, but rises with larger acreage, older age, and more frequent crop failure. In general, farmers who grow cabbage are less willing to take risks than those who grow chicory. In order to lower farming hazards and increase revenue stability, extension programs are crucial for enhancing farmers' knowledge of the best times to grow chicory and cabbage.