Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menguatkan identitas budaya lokal Jawa Timur, khususnya Tari Remo Gagrak Anyar, kepada generasi muda melalui sosialisasi dan pelatihan tari bagi siswa Sekolah Dasar. Permasalahan maraknya budaya populer di tengah generasi muda membuat pengenalan identitas Budaya menjadi sangat penting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hibah Bima Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang diinisiasi oleh dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas bekerja sama dengan Sanggar Tari Omah Ndhuwur, dengan SDN 1 Dupak Surabaya sebagai mitra pelaksana. Metode yang digunakan adalah partisipatif dan kolaboratif dengan menghadirkan langsung Sariono selaku pencipta Tari Remo Gagrak Anyar sebagai narasumber utama, didampingi Wening selaku pelatih tari, untuk menyampaikan filosofi, sejarah, dan makna tarian sekaligus melatih gerakan dasar kepada siswa. Sebagai penunjang, tim pengabdi turut mengenalkan game edukasi berbasis pengenalan pose melalui kamera webcam untuk mengevaluasi ketepatan gerak tari siswa secara interaktif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test berupa praktik pose dasar dan post-test kolaboratif berupa menari bersama dari awal hingga akhir, dengan indikator keberhasilan berupa ketepatan siswa membunyikan kencring lonceng dan menggunakan selendang (sampur) pada gerakan sampur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih mudah menguasai gerakan tari ketika dilakukan secara bersama-sama, dan kehadiran narasumber ahli meningkatkan akurasi gerak serta pemahaman makna tarian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengenalan budaya lokal yang aplikatif bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.