Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa di SMK Negeri 1 Umbunasi Novetrianus Tafonao; Yulisman Zega
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.361

Abstract

The problem in learning mathematics is the assumption that most students perceive mathematics as a boring subject, so that many students do not like mathematics. The method used in this research was descriptive qualitative which was carried out at SMK Negeri 1 Umbunasi class X, Department of Office Management Automation, with a total of 31 students as subjects. The instruments used were 5 test questions and unstructured interview questions. Based on the results obtained, the percentage of students with very high scores was 3.22%, the percentage of students in the high category was 25.81%, the percentage of students in the medium category was 54.84% and the percentage of students in the low category was 16.13%.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Juni Yanto Zebua; Yulisman Zega; Yakin Niat Telaumbanua
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1212

Abstract

Matematika sebagai suatu disiplin ilmu yang lebih mengutamakan proses berpikir, dan di dalamnya terkandung aspek-aspek substansial yang menuntun siswa untuk berpikir logis menurut pola dan aturan yang telah tersusun baku. Kemampuan berpikir kritis adalah proses dalam kognitif murid untuk menganalisa permasalahan yang ditemui, mengidentifikasi serta menelaah informasi untuk menyusun strategi dari permasalahan itu sendiri. Permasalahan utama yang diperoleh bahwa siswa tidak senang belajar matematika, apalagi mengerjakan soal-soal yang jauh berbeda dengan materi yang dipelajari. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen tes kemampuan berpikir kritis ini berupa tiga soal uraian dan wawancara terpisah kepada siswa. Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil tes yang diberikan kepada responden sebanyak 28 siswa diperoleh fakta bahwa kemampuan berpikir kritis siswa rata-rata tergolong rendah dengan rata-rata sebesar 42.95. berdasarkan wawancara siswa mengaku jawaban yang diberikan hanya berupa perkiraan saja tanpa diikuti alasan yang kuat pada jawaban yang telah ditulis/dipilih.
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Self-Efficacy Siswa Gulo, Devi Ratna Sari; Mendrofa, Netti Kariani; Zega, Yulisman; Lase, Sadiana
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2003

Abstract

Studi awal menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran didalam kelas kurang bervariasi, (2) kurangnya kemampuan berpikir Kritis siswa dan (3) Kurangnya keyakinan diri siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap kemampuan berpikir kritis dan (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap self-efficacy siswa. Kami menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri 1 Mandrehe dengan mengambil dua sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu VIII-C sebagai kelas eksperimen dan VIII-D sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan angket. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung nilai akhir siswa, menghitung rata-rata nilai, dan menghitung simpangan baku. Setelah data dianalisis, untuk hasil tes dilakukan uji normalitas (Uji Liliefors), uji homogenitas (Uji Fisher) dan pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t. Sedangkan untuk hasil angket, pengujian hipotesis menggunakan uji Z dua sampel. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa (1) Ada pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap kemampuan berpikir kritis, (2) Ada pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap self-efficacy siswa. Model pembelajaran Realistik Mathematic Education dapat diimplikasikan bagi guru matematika untuk melaksanakan proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih aktif dan mampu memahami materi dengan tepat serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy siswa menjadi lebih baik
Pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap Minat Belajar Siswa pada Pelajaran Matematika Ndraha, Mei Tri Murni; Zega, Yulisman; Mendrofa, Ratna Natalia; Telaumbanua, Yakin Niat
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2015

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intelektual yang bermacam dimana tujuannya lebih optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Pembelajaran kurikulum merdeka sangat berkontribusi dalam pengembangan minat dan kreativitas siswa melalui berbagai metode, pola interaksi, dan pengalaman selama belajar mengajar. Minat merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu proses pendidikan. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Gido. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Dalam penelitian ini mengunakan angket untuk menggumpulkan data, dengan terknis analisis data: Karegorisasi, uji normalitas, uji linearitas dn uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Pada kategori kurikulum merdeka pada kategori rendah dengan kurikulum merdeka berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada pelajaran matematika di SMA Negeri 1 Gido. Hal ini dapat diartikan bahwa rendah tingginya minat belajar siswa dipengaruhi oleh kurikulum yang diterapkan. Kurikulum merdeka memberikan kontribusi sebesar 61,5% pada minat belajar siswa dan 38,5% dipengaruhi oleh faktor lain.
Analisis Efektifitas Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Minat Belajar Matematis Siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua Telaumbanua, Nobuala; Harefa, Amin Otoni; Zega, Yulisman; Lase, Sadiana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1035

Abstract

Dalam pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi karena minat belajar matematis siswa masih tergolong rendah, kurangnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, kurangnya keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa, dan model pembelajaran yang digunakan guru masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektifitas model pembelajaran Project Based Learning terhadap minat belajar matematis siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tuhemberua dengan jumlah siswa sebanya 107 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Angket minat belajar, dan (2) Lembar observasi efektifitas model pembelajaran Project Based Learning. Topik materi pelajaran yaitu Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Hasil penelitian: Efektifitas model pembelajaran Project Based Learning dalam proses pembelajaran diperoleh rata-rata persentasenya sebesar 83,18% dengan kriteria baik. Selanjutnya minat belajar matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning di SMA Negeri 1 Tuhemberua mengalami peningkatan, hasil angket minat belajar siswa sebelum ada tindakan sebesar 53,39% dengan kriteria rendah, dan hasil angket minat belajar siswa setelah ada tindakan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning sebesar 86,74% dengan kriteria tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking dalam Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 1 Hiliserangkai Waruwu, Nofati; Harefa, Amin Otoni; Telaumbanua, Yakin Niat; Zega, Yulisman
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1036

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Hiliserangkai. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking untuk lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pelajaran konvensional di SMP Negeri 1 Hiliserangkai. Sampel penelitian yaitu kelas VII-B dengan jumlah siswa 28 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII-C dengan jumlah siswa 29 orang sebagai kelas Kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Topik materi pelajaran yang diajarkan yaitu konsep himpunan dan penyajian himpunan. Hasil penelitian: Ada pengaruh model pembelajaran Deep Dialogue Critical Thinking terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Hiliserangkai. Hasil ini sesuai dengan uji hipotesis yang memperoleh nilai thitung = 6,538 dan nilai ttabel = 1,674 karena nilai thitung = 6,538 ≥ dan nilai ttabel = 1,674 maka terima Ha dan tolak H0.
Analisis Tracer Study Alumni Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Nias Gea, Alfandy; Zega, Yulisman; Telaumbanua, Yakin Niat; Mendrofa, Ratna Natalia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1692

Abstract

Tracer study di program studi pendidikan matematika, Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias memiliki peran yang sangat penting dalam mengukur dan mengevaluasi efektivitas pendidikan perguruan tinggi terhadap perkembangan karir dan kehidupan pribadi para alumni. Instrumen yang digunakan adalah angket (kuesioner) yang terdiri dari beberapa pertanyaan bersifat tertutup dan terbuka. Jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 96 orang dalam pengisian kuisioner tracer study. Hasil penelitian: (1) Persentase lulusan program studi pendidikan matematika yang terserap pada dunia pekerjaan yaitu sebesar 90,63% dan lulusan yang belum bekerja sebesar 9,37%. (2) Waktu yang dibutuhkan alumni prodi pendidikan matematika untuk mendapatkan pekerjaan pertama kurang dari 3 bulan sebanyak 16 orang dengan persentase 18,39%, responden yang memperoleh pekerjaan pertama antara 3-6 bulan sebanyak 23 orang dengan persentase 26,44%, responden yang memperoleh pekerjaan pertama antara 6-12 bulan sebanyak 37 orang dengan persentase 42,53%, dan responden yang memperoleh pekerjaan pertama lebih 12 bulan sebanyak 11 orang dengan persentase 12,64%. (3) Relevansi kurikulum yang diterapkan prodi pendidikan matematika dengan kesesuaian bidang pekerjaan saat mendapatkan pekerjaan pertama sebesar 90,80% yang “sangat sesuai” dengan bidang pekerjaannya, sebanyak 5,75% yang “sesuai” dengan bidang pekerjaannya, sebanyak 2,30% yang “tidak sesuai” dengan pekerjaannya, dan sebanyak 1,15% yang “sangat tidak sesuai” dengan bidang pekerjaannya.
Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa di SMK Negeri 1 Umbunasi Novetrianus Tafonao; Yulisman Zega
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.361

Abstract

The problem in learning mathematics is the assumption that most students perceive mathematics as a boring subject, so that many students do not like mathematics. The method used in this research was descriptive qualitative which was carried out at SMK Negeri 1 Umbunasi class X, Department of Office Management Automation, with a total of 31 students as subjects. The instruments used were 5 test questions and unstructured interview questions. Based on the results obtained, the percentage of students with very high scores was 3.22%, the percentage of students in the high category was 25.81%, the percentage of students in the medium category was 54.84% and the percentage of students in the low category was 16.13%.
ANALISIS KESIAPAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGADOPSI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA GUNUNGSITOLI Telaumbanua, Ovitarni; Telaumbanua, Yakin Niat; Zega, Yulisman; Mendrofa, Ratna Natalia
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.15781

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Implementasi kurikulum ini diharapkan dapat memberikan kebebasan kepada guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Latar belakang penelitian ini yakni penerapan Kurikulum Merdeka di SMA di Kota Gunungsitoli yang sudah mulai diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023 khusus kelas X dan tahun ajaran 2023/2024 untuk kelas XI. Guru dalam hal ini meski sudah mengadopsi Kurikulum Merdeka namun sistem pembelajaran masih membutuhkan penyesuaian agar dapat menjalankan kegiatan pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Gunungsitoli dalam mengadopsi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Deskriptif, dengan menggunakan angket dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari guru matematika di 5 SMA di Kota Gunungsitoli yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka dengan jumlah informan 11 orang guru matematika, 5 orang kepala sekolah 1 orang wakil kepala sekolah. Hasil menunjukkan bahwa kesiapan guru matematika dalam mengadopsi Kurikulum Merdeka yaitu 86,18% berada pada rentang 76%-90% dengan kategori siap. Untuk meningkatkan kesiapan guru matematika dalam mengadopsi Kurikulum Merdeka, diperlukan upaya yang terkoordinasi dan pelatihan yang berkelanjutan.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Halawa, Sahabat; Mendrofa, Ratna Natalia; Zega, Yulisman; Telaumbanua, Yakin Niat
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.1466

Abstract

The factors causing students' learning difficulties are highly varied, including in mathematics education. Learning difficulties refer to the various challenges or barriers individuals face in the learning process, which can impact their ability to acquire, process, and apply knowledge and skills. Due to their diverse nature, these difficulties affect various aspects of the learning process. This study aims to describe the learning difficulties students face, particularly in mathematics education. The sample for this study comprises 25 students, specifically all students in class VIII-B. The data collection methods include tests, interviews, and documentation as supplementary data. The analysis reveals that 48% of the students fall into the "moderate" category of mathematics learning difficulties, while 40% are categorized as experiencing "difficult" challenges in learning mathematics. Specifically, in the topic of exponentiation, these learning difficulties stem from challenges in mastering and understanding the concepts, particularly in solving mathematical problems, and difficulties in number operations or lacking operational skills, leading to incorrect problem-solving. Interview results further support that students continue to experience significant difficulties in learning mathematics, especially in the topic of exponentiation.