Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Respons Psikologis Masyarakat Terhadap Proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Kekhawatiran Ekspansi Lahan Dan Kehilangan Air Permukaan pada PLTP Unit 5 & 6 (2×20 MW), Kecamatan Tompaso, Minahasa Hendra Riogilang; Tiny Mananoma; Steenie E. Walah
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67916

Abstract

Dalam konteks pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 5 dan 6 (2×20 MW) di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, telah muncul dampak psikologis berupa kekhawatiran masyarakat terkait potensi perluasan penggunaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan instalasi pipa. Kekhawatiran signifikan lainnya adalah kemungkinan berkurangnya debit air permukaan yang berasal dari mata air alami, yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tonsewer Selatan untuk kegiatan pertanian hortikultura. Sektor hortikultura merupakan sumber utama mata pencaharian masyarakat Tonsewer Selatan. Oleh karena itu, sumber daya air dan lahan merupakan aset vital yang harus dijaga kelestarian dan keberlanjutannya. Berdasarkan kekhawatiran tersebut, masyarakat Tonsewer Selatan menyatakan penolakan terhadap proyek pengembangan panas bumi yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Menanggapi permasalahan tersebut serta untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Asisten II Pemerintah Kabupaten Minahasa menginisiasi suatu kajian ilmiah. Kajian ini meliputi: (i) identifikasi asal-usul air mata air, (ii) evaluasi potensi dampak proyek pengembangan panas bumi Unit 5 dan 6 (2×20 MW), dan (iii) identifikasi daerah imbuhan (recharge area) baik untuk mata air maupun reservoir panas bumi. Melalui kajian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai keberlanjutan mata air dalam kaitannya dengan keseluruhan proses pengembangan panas bumi. Selain itu, melalui diseminasi dalam bentuk seminar, diharapkan tercapai solusi optimal antara masyarakat dan PT PGE sebagai pengembang, sehingga pembangunan Unit 5 dan 6 dapat berjalan secara efektif tanpa memberikan dampak negatif terhadap sumber daya air alami yang menjadi tumpuan masyarakat Tonsewer Selatan. Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, keberlanjutan sumber daya air, hidrogeologi, persepsi masyarakat, win win solutions
Hydrogeochemical Characterization and Subsurface Flow Analysis of Volcanic Hot Springs Hendra Riogilang; Octovian Berty Alexander Sompie; Herawaty Riogilang
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.1818

Abstract

Understanding of the hydrogeochemical system of volcanic hot springs in Tompaso, Minahasa, is still limited, especially regarding the origin of water and subsurface flow patterns. This study aims to classify geothermal water types and analyze groundwater flow systems in volcanic environments. A total of 15 hot spring samples were analyzed using field measurements (temperature, pH, electrical conductivity), ion chromatography, titration, and spectrophotometry. Data validation was done with ion balance, and water classification using Piper diagrams. The results showed four main types of water, namely Mg-SO₄, H-SO₄, Na-Cl, and Na-SO₄. Most of the samples are from meteoric water directly heated by the geothermal system, while two samples (HT-11A and HT-11B) were heated by steam. These findings provide a scientific basis for sustainable geothermal exploration and groundwater conservation in volcanic areas with variable geothermal systems at the study site