Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INJECTION: Nursing Journal

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS ARGAMAKMUR Febrianti, Erlinda; Sari, Fadillah; Hermawati, Dwi
INJECTION : Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Berat badan merupakan antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau berat badan lahir rendah (BBLR). Dikatakan BBLR apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian Cross sectional sampel dalam penelitian ini adalah ibu melahirkan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Argamakmur yang berjumlah 66 responden dan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (ρ-value 0,043), pendidikan (ρ-value 0,028), umur ibu (0,028) dan kekurangan energi kronik (KEK) (ρ-value 0,001) berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Simpulan : dalam penelitian ini diharapkan ibu meningkatkan pemeriksaan kehamilan setidaknya empat kali selama kehamilan dan untuk ibu hamil dianjurkan untuk lebih memperhatikan kandungan gizi yang dimakan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan janinnya untuk mencegah terjadinya bayi berat badan lahir rendah (BBLR)Kata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Umur Ibu, KEK,BBLR  ABSTRACTBackground : Body weight is the most important anthropometry and is most often used in newborns (neonates). Body weight is used to diagnose normal or low birth weight (LBW) babies. It is said to be LBW if the baby's birth weight is below 2500 grams.Methods : This research uses a quantitative analytical approach with a cross sectional research type. The sample in this research is mothers giving birth who are in the working area of the Perumnas Argamakmur Health Center, totaling 66 respondents and data analysis uses univariate and bivariate analysis.Results : The results of the analysis using the chi-square test showed that knowledge (ρ- value 0.043), education (ρ-value 0.028), maternal age (0.028) and chronic energy deficiency (KEK) (ρ-value 0.001) were related to the incidence of birth weight. Low (LBW).Conclusion : The conclusion of this study is that it is hoped that mothers will increase their prenatal check-ups at least four times during pregnancy and pregnant women are advised to pay more attention to the nutritional content of what they eat which is useful for meeting the nutritional needs of pregnant women and their fetuses to prevent the occurrence of low birth weight (LBW) babies.Keywords: Knowledge, Education, Mother's Age, KEK, LBW
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MPASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARGA MAKMUR TAHUN 2023 Rahayu, Shinta; Sari, Fadillah; Ikhsan, Ikhsan
INJECTION : Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMakanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman tambahan selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi setelah bayi berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analitik kuantitatif dengan jenis penelitian crosssectional, sampel dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Arga Makmur  yang berjumlah 85 responden, dan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase responden yang memberikan MPASI secara tepat sebesar 50,5%, sedangkan yang tidak tepat sebesar 49,4%.  Hasil uji Statistik faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI di dapatkan variabel Pengetahuan Ibu (ρ= 0,951), variabel Budaya/tradisi (ρ= 0,111), variabel Pekerjaan Ibu (ρ= 0,946), dan variabel Pendapatan Orang Tua   (ρ= 0,420). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu, Budaya/tradisi, Pekerjaan Ibu, Pendapatan Orang Tua  dengan pemberian MPASI, maka dari itu disarankan kepada orang tua anak tetap selalu memperhatikan makanan anaknya dan selalu mengikuti kegiatan terkait penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat agar pemberian MPASI selalu tepat. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Budaya/Tradisi, Pekerjaan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Pemberian MPASI. AbstractComplementary breast milk food (MP-ASI) is additional food or drink other than breast milk that contains nutrients given to babies after the baby is 6 months old until the baby is 24 months old. This research aims to determine the factors related to giving MPASI. This research uses a quantitative analytical approach method with a cross-sectional research type, the sample in this research is children aged 6-24 months in the working area of the Arga Makmur Health Center, totaling 85 respondents, and data analysis uses univariate and bivariate analysis. The results of this research show that the percentage of respondents who provided MPASI correctly was 50.5%, while those who gave MPASI correctly was 49.4%. The results of statistical tests on factors related to giving MPASI were obtained by the Mother's Knowledge variable (ρ= 0.951), the Culture/tradition variable (ρ= 0.111), the Mother's Occupation variable (ρ= 0.946), and the Parent's Income variable (ρ= 0.420 ). The conclusion of this research is that there is no relationship between mother's knowledge, culture/tradition, mother's job, parent's income and MPASI provision, therefore it is recommended that parents of children always pay attention to their child's food and always take part in activities related to counseling carried out by staff. local health so that MPASI is always given appropriately. Keywords: Mother's Knowledge, Culture/Tradition, Mother's Occupation, Parent's Income, Giving MPASI.