Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Mutasi Fisik Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaman Genetik dan Penampilan Coleus blumei Eny Rolenti Togatorop; Syarifah Iis Aisyah; M. Rizal M. Damanik
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.593 KB) | DOI: 10.29244/jhi.7.3.187-194

Abstract

ABSTRACTMutation breeding such as gamma ray irradiation is one of strategy to increase genetic variability. The aim of this research was to indentify genetic variability, performance changes and to obtain putative mutant of Coleus blumei purple/green through gamma ray irradiation. The experiment design used was Randomized Complete Block with single factor and three replications. The gamma ray irradiation was given to shoot cuttings of C. blumei by fractionated irradiation dose: 0 Gy (control), 20+20 Gy, 22.5+22.5 Gy, 25+25 Gy and 27.5+27.5 Gy. The irradiated shoot cuttings were planted in field until MV3 generation. The result of this research showed that gamma ray irradiation on C.blumei purple/green produced the high genetic variability on number of leaves and number of branches i.e. 58.48% and 74.02% by 25+25 Gy dose and number of branches by 20+20 Gy and 22.5+22.5 Gy dose i.e. 53.47% and 68.97% respectively. Physically induced mutation by gamma ray irradiation produced 5 putative mutants respectively on colour and pattern of leaf changes in the following plants: 20+20.5, 20+20.7, 22.5+22.5.8, 25+25.5 and 25+25.8.Keywords: fractionated irradiation, mutagen, ornamental plant, putative mutan, shoot cuttingABSTRAKPemuliaan mutasi dengan iradiasi sinar gamma merupakan salah satu cara dalam meningkatkan keragaman genetik tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keragaman genetik, perubahan penampilan dan mendapatkan mutan putatif pada tanaman Coleus blumei ungu/hijau melalui iradiasi sinar gamma. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 3 ulangan. Iradiasi sinar gamma diberikan terhadap stek pucuk C. blumei ungu/hijau dengan dosis terbagi yaitu: 0 Gy (kontrol), 20+20 Gy, 22.5+22.5 Gy, 25+25 Gy dan 27.5+27.5 Gy. Semua tanaman hasil iradiasi ditanam di lapangan sampai generasi MV3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian iradiasi sinar gamma pada C. blumei ungu/hijau menghasilkan keragaman genetik yang cukup tinggi pada karakter jumlah daun dan jumlah cabang dengan nilai KKG masing-masing 58.48% dan 74.02% pada dosis 25+25 Gy serta karakter jumlah cabang dengan nilai KKG 53.47% dan 68.97% masing-masing pada dosis 20+20 gy dan 22.5+22.5 Gy. Mutasi induksi fisik dengan iradiasi sinar gamma pada C. blumei ungu/hijaumenghasilkan 5 mutan putatif berdasarkan perubahan warna dan corak daun yaitu pada tanaman: 20+20.5, 20+20.7, 22.5+22.5.8, 25+25.5 dan 25+25.8.Kata kunci: iradiasi terbagi, mutagen, mutan putatif, stek pucuk, tanaman hias
Hubungan Antar Karakter Pertumbuhan dan Komponen Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) di Lahan Gambut Dia Novita Sari; Andreani Kinata; Edi Susilo; Eny Rolenti Togatorop; Parwito Parwito
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.379-383

Abstract

Pemanfaatan lahan gambut dapat meningkatkan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.). Selain itu, juga melakukan perakitan varietas untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif dan berproduksi tinggi di lahan gambut. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antar karakter pertumbuhan dan komponen hasil tanaman terung. Penelitian dilakukan di Medan Baru Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dan diulang sebanyak tiga ulangan. Faktor yang digunakan adalah varietas terung lokal Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter tinggi tanaman berkorelasi dan sangat nyata terhadap karakter tinggi dikotomus dan diameter batang. Umur berbunga berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap umur panen dan berkorelasi negatif sangat nyata pada bobot buah per tanaman. Umur panen berkorelasi negatif sangat nyata terhadap bobot buah per tanaman. Bobot per buah berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap panjang buah dan bobot buah per tanaman. Panjang buah berkorelasi negatif terhadap diameter buah maksimal dan berkorelasi positif sangat nyata terhadap bobot buah per tanaman.
MENGISI PEKARANGAN DARI SISA BAHAN SAYUR DAN BUMBU DAPUR DI KELOMPOK TANI PERINTIS II KELURAHAN PEMATANG GUBERNUR KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU Parwito Parwito; Edi Susilo; Eny Rolenti Togatorop
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.463 KB) | DOI: 10.58222/pakdemas.v1i1.13

Abstract

Kelompok Tani Perintis 2 adalah perkumpulan anggota masyarakat yang memiliki kegiatan di bidang pertanian terutama tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Selain kedua kelompok tanaman tersebut, kegiatan kelompok ini juga meliputi bidang pertanian lainnya seperti intensifikasi pekarangan, ketrampilan olahan hasil pertanian dan ketrampilan lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi edukasi pemanfaatan pekarangan dengan sisa sayuran maupun bumbu dapur yang berguna membantu kecukupan kebutuhan sayuran di rumah tangga masing-masing. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan berupa penyampaian materi pengabdian kepada masyarakat sasaran. Hasil kegiatan pengabdian berupa 1). peserta mampu meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan pekarangan dengan menanam tanaman sayuran dan bumbu dapur dari bahan – bahan limbah bahan masakan. 2). peserta penyuluhan memiliki antusiasme dan keinginan yang tinggi untuk berkembang melalui kegiatan penyuluhan atau praktek pertanian secara rutin.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN LIMBAH KULIT KOPI Zul Fadli; Parwito Parwito; Eny Rolenti Togatorop
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3154.142 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i1.3

Abstract

This study aims to examine the effect of several types of liquid organic fertilizers and coffee husk waste on soybean growth and yield. The study used a factorial randomized block design, where the differences in the dosage of coffee fruit skin waste (L) as the first factor were: L0 control, L1 50 g, L2 100 g, and L3 150 g. Liquid organic fertilizer as the second factor, namely: P1 200 ml cow urine, 200 ml rice washing water P2, and P3 200 ml Moringa leaves. The results showed that the treatment of coffee fruit skin waste at a dose of 150 g per plant had a very significant effect on plant height at all ages, leaf number 14 DAS, and flowering age. In the liquid organic fertilizer treatment, it showed that the liquid organic fertilizer, washing water, rice, dose 200 ml per plant, had a significant effect on the number of productive branches. The waste of 150 g of coffee fruit skin and liquid organic fertilizer from washing rice produced the best growth rates and yields in soybean plants. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa jenis pupuk organik cair dan limbah kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak kelompok, dimana perbedaan dosis limbah kulit buah kopi (L) sebagai faktor pertama yaitu : L0 kontrol, L1 50 g, L2 100 g, dan L3 150 g. Pupuk organik cair sebagai faktor kedua yaitu : P1 urin sapi 200 ml, P2 air cucian beras 200 ml, dan P3 daun kelor 200 ml. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan limbah kulit buah kopi dengan dosis 150 g per tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur, jumlah daun 14 HST, dan umur berbunga. Pada perlakuan pupuk organik cair menunjukkan pupuk organik cair air cucian beras dosis 200 ml per tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif. Limbah kulit buah kopi 150 g dan pupuk organik cair berasal dari cucian beras menghasilkan rata-rata pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kedelai.
PERTUMBUHAN DAN HASIL SORGUM (Sorghum bicolour L.) DENGAN PERBAIKAN MEDIA TANAM MENGGUNAKAN AMELIORAN TULANG IKAN Dwi Setya Candra; Eny Rolenti Togatorop; Edi Susilo
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2930.373 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i1.4

Abstract

Sorgum merupakan jenis tanaman serealia yang menempati urutan nomor lima dunia setelah beras, gandum, jagung, dan kedelai. Di Indonesia, sorgum merupakan tanaman pangan ketiga setelah padi dan jagung. Penelitan ini bertujuan untuk: (1). Untuk mendapatkan varietas sorgum dengan pertumbuhan dan hasil yang terbaik.(2). Untuk mendapatkan dosis amelioran tulang ikan dengan pertumbuhan dan hasil yang terbaik.(3). Untuk mengetahui interaksi antara varietas sorgum dan dosis amelioran tulang ikan terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum yang terbaik.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni 2020 di Desa Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara.penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan terdapat 15 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali jadi terdapat 90 unit percobaan, dan menggunakan dua faktor : dan faktor pertama adalah varietas sorgum, faktor kedua : amelioran tulang ikan, tanpa amelioran, 15 g, 25 g, 35 g, 50 g. Kesamaan ragam antara perlakuan diuji dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan Secara umum varietas sorgum yang terbaik dicapai oleh varietas Numbu pada fase vegetatif dan generatif.dosis amelioran tulang ikan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman semua umur, jumlah daun semua umur, lebar daun 40 HST, diameter batang 40 HST, luas daun 40 HST, dan bobot 1000 biji. Secara umum dosis amelioran tulang ikan terbaik dicapai oleh 35 g pertanaman pada fase vegetatif dan generatif.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK SP-36 TERHADAP JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.) VARIETAS BONANZA F1 Andreani Kinata; Hesti Pujiwati; Dia Novita Sari; Eny Rolenti Togatorop; Ilham Murdani
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 2 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v2i1.35

Abstract

Abstrak Jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang disukai masyarakat. Tingginya minat masyarakat akan jagung manis menyebabkan optimalisasi dalam pembudidayaan jagung manis perlu ditingkatkan. Untuk mencapai hasil tanaman jagung yang tinggi maka diperlukan dosis pemupukan phosfor yang juga tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis SP-36 terbaik pada jagung manis varietas Bonanza F1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Sampai Mei 2019. Bertempat di Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih jagung varietas Bonanza F1, pupuk anorganik padat SP-36 yang merupakan salah satu pupuk padat yang di produksi oleh PT. Petrokimia Gresik, pupuk urea, pupuk KCl. Penelitian ini dianalisis menggunakan RAK dengan satu faktor yaitu varietas Bonanza F1, dengan berbagai perlakuan dosis pupuk SP-36 yaitu 100 kg/ha = 36 g/petak, 150 kg/ha = 54 g/petak, 200 kg/ha = 72 g/petak, 250 kg/ha = 90 g/petak. Selanjutnya data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjutan polinomial ortogonal pada taraf uji 5%. Pemberian pupuk pada tanaman dilakukan saat penanaman dengan dosis yang ada pada perlakuan dan diaplikasikan per petak. Hasil penelitian ini adalah berbagai dosis pupuk SP-36 tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis varietas Bonanza F1. Kata Kunci : Jagung Manis, Varietas BONANZA F1, Pupuk SP-36
SOSIALISASI, PRAKTEK, DAN APLIKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN DAUN BAWANG DI DESA KALI PADANG KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG Dia Novita Sari; Eny Rolenti Togatorop; Edi Susilo; Parwito Parwito; Andreani Kinata; Susi Handayani; Tatik Raisawati
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i1.90

Abstract

ABSTRAK Desa Kali Padang adalah salah satu Desa penghasil sayuran. Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok tani disampaikan bahwa melonjaknya harga pupuk menyebabkan petani tidak mampu untuk membeli. Dampak dari hal itu adalah menyebabkan produksi tanaman menurun dan pendapatan petani juga menurun. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi dalam menekan harga pupuk dengan mengenalkan dan mempraktekkan cara pembuatan serta aplikasi pupuk organik cair ke tanaman (bawang daun). Metode kagiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan praktek. Sosialisasi dilakukan dengan berdiskusi tentang pemanfaatan limbah pertanian yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Selanjutnya dalah Kegiatan praktek pembuatan pupuk organik cair. Wadah pembuatan pupuk organik cair menggunakan gentong ukuran 50 liter. Bahan utama pembuatan pupuk organik cair adalah babandotan (2,5 kg), paitan (2,5kg), vermikompos (10 kg), tanah (2,5 kg), urin sapi (10 liter), EMP dan air. Pupuk diaplikasikan ke tanaman daun bawang pada saat 5 minggu setelah pembuatan. Pupuk organik cair mengandung N sebesar 3,36%, P 146 ppm dan K 0,0325%.
Opportunities of Water Extracts of Sorghum Main and Ratoon Plants with Their Organs as Bioherbicides Edi Susilo; Parwito; Dia Novita; Eny Rolenti Togatorop; Tatik Raisawati; Susi Handayani; Andreani Kinata; Hesti Pujiwati
International Journal of Integrative Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v1i4.3621

Abstract

Sorghum is a multipurpose crop used as food, feed, organic fertilizer, and bioherbicide. Water extracts from main and ratoon plants with leaf, stem, and root organs produced in swamplands as bioherbicides are interesting topics to research. The research aims to determine the potential of water extracts from main and ratoon plants with leaf, stem, and root organs produced in swamplands as bioherbicides. The research was conducted from November 2020 to May 2021 (stalk preparation) and October 2022 (bioassay test) in Bentiring Permai, Muara Bangkahulu, Bengkulu City. This research applied a randomized group design. The bioassay experiment was arranged factorially with two factors. The first factor is the type of plant, with two levels, namely the main plant and the ratoon plant. The second factor is the source of the extract, with three levels: leaves, stems, and roots. The experiment was repeated four times, and the experimental unit was a petri dish. Each petri dish was given 10 ml of water extract, planted 25 sorghum seeds of the Suri 3 variety were incubated for four days. The results showed a diversity of plant species and organs in producing allelopathy. Water extracts derived from ratoon plant stems and main plant roots produce good inhibition, so they have the potential to be the best bioherbicide
SOSIALISASI GEJALA SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TERHADAP TANAMAN PADI SERTA CARA PENGENDALIANNYA DI DESA PEMATANG BALAM, KECAMATAN HULU PALIK, KABUPATEN BENGKULU UTARA Andreani Andreani Kinata; Eny Rolenti Togatorop; Dia Novita Sari; Parwito Parwito; Edi Susilo; Novita Hamron
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i2.139

Abstract

The cultivation of rice (Oryza sativa) cannot be separated from the threat of major pests and diseases that often attack these plants. If the pest attack is not properly controlled, it can reduce the productivity of the rice plant. The purpose of this community service activity is to provide socialization or counseling to farmers in Pematang Balam Village, Hulu Palik District, North Bengkulu Regency to be able to recognize the symptoms of pest attacks and the main diseases of rice plants and then apply appropriate, fast and accurate controls. The method used is a form of counseling. This counseling activity was given to 30 farmer members in the village of Pematang Balam. The results obtained during the community service activities were 1) the participants were enthusiastic about the material provided, seen from the many questions asked by the participants both in the form of the characteristics of pests and how the symptoms were caused by these pests and diseases, 2) in general the participants already knew chemical pest control methods. The conclusions of this community service activity are 1) the service participants and all Pematang Balam Village officials welcomed this service program. 2). the implementation of the service program went quite well and smoothly and the participants were quite enthusiastic. 3). The farmers and village officials of Pematang Balam hope that there will be a follow-up service program with another theme to add to and open up scientific knowledge in the community.
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG (Solanum tuberosum) DI DATARAN TINGGI Eny Rolenti Togatorop; Dia Novita Sari; Susi Handayani; Parwito Parwito; Edi Susilo; Andreani Kinata
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v2i2.89

Abstract

Salah satu kendala budidaya kentang di dataran tinggi adalah suhu yang cukup rendah. Suhu yang terlalu rendah akan menghambat pembentukan umbi kentang. Penggunaan mulsa dapat menjadi solusi untuk memodifikasi suhu dan lingkungan tumbuh agar sesuai bagi perkembangan tanaman kentang. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil kentang terhadap pemberian mulsa. Penelitian dilakukan di dataran tinggi Bengkulu dengan ketinggian 1000 m dpl menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga ulangan. Penelitian menggunakan umbi kentang dengan perlakuan mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami padi dan tanpa mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, diameter batang, dan diameter umbi. Penggunaan mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan tanpa mulsa pada jumlah cabang, jumlah daun, panjang umbi, jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman. Kata kunci: kentang, modifikasi, produksi, tanah, umbi