Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Dalam Membangun Tim Unggul: Rekrutmen Sumber Daya Manusia Di Pesantren Rintisan Mohammad Fadol Ilahi; Eka Diana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam membentuk proses rekrutmen tenaga pendidik pada pesantren rintisan, serta mengidentifikasi dinamika dan permasalahan yang muncul dalam praktik tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi bahwa banyak pesantren rintisan belum memiliki sistem rekrutmen yang terstruktur, sehingga proses seleksi tenaga pendidik cenderung bersifat informal dan belum berbasis pada standar profesional yang jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di Pesantren Rintisan Darul Fawaid Ilmiyah Besuk Probolinggo. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran yang sangat dominan dalam menentukan arah rekrutmen tenaga pendidik. Proses seleksi tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, tetapi lebih menekankan pada aspek komitmen, kesiapan mental, serta kemampuan adaptasi terhadap budaya pesantren. Selain itu, rekrutmen dilakukan secara fleksibel dan informal melalui diskusi kolektif, tanpa didukung oleh sistem administratif yang terstruktur. Kondisi ini menunjukkan bahwa praktik rekrutmen lebih bersifat berbasis nilai daripada berbasis sistem. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa rekrutmen tenaga pendidik di pesantren rintisan didasarkan pada “ketahanan ideologis dan adaptasi kultural”, yang menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan tenaga pendidik dalam lingkungan pesantren. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya berfungsi sebagai strategi peningkatan kinerja, tetapi juga sebagai mekanisme seleksi kultural dalam membentuk identitas organisasi.
Manajemen Strategik Pemasaran Lembaga Pendidikan Islam dalam Menarik Minat Calon Peserta Didik di Era Digital Eka Diana; Hizamul Fikri Aditama
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 1 (2025): November
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify and analyze marketing management strategies implemented by Islamic educational institutions in the digital era to attract prospective students, as well as to examine the challenges and opportunities that arise. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical literature study, this research examines various relevant sources such as scientific journals, books, and proceedings. The findings indicate that the management of Islamic educational institutions actively utilizes digital marketing strategies, including the use of social media, engaging visual content, leveraging testimonials, and implementing the 7P marketing mix. These strategies have proven effective in increasing institutional visibility, expanding information reach, and directly contributing to an increase in student enrollment. However, their implementation faces significant challenges related to digital ethics, content quality and authenticity, potential distractions, and digital competency and infrastructure gaps. This study highlights the emergence of "Islamic value marketing" as a holistic approach that integrates digital strategies with Islamic ethical principles, creating a unique appeal and building trust beyond mere commercial aspects. The implications of this research emphasize the need for continuous digital literacy training and the development of clear digital ethical guidelines, as well as the development of a more comprehensive Islamic education marketing management model that considers adaptive leadership and multi-stakeholder collaboration.
Conflict Management in the School Environment: Mediation Appoach to Improve Organisational Climate Ahmad Irwan Ardiansyah Irwan; Eka Diana
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i4.6279

Abstract

This research is driven by the dynamics of conflict in the school environment, which, if not managed properly, can damage the quality of working relationships, hinder organisational coordination, and weaken the organisational climate in educational institutions. This study aims to analyse conflict management thru a mediation approach to improve the organisational climate. This research uses a qualitative, case-study approach. The research location was chosen because MA Nurul Jadid is an educational institution with distinctive organisational characteristics within a pesantren environment, as well as dynamics in the relationships between leaders, teachers, educational staff, and students that have the potential to cause organisational conflicts. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants are five individuals: the head of the madrasah, the deputy head of the madrasah responsible for the curriculum, a teacher, an educational staff member, and a student. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña thru the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that conflicts generally arise from differences in perception, misunderstandings, discrepancies in task execution, and differences in communication styles among school members. The conflict was managed thru a mediation approach that emphasised dialog, deliberation, clarification, and joint problem-solving. The implementation of mediation has proven capable of maintaining harmonious working relationships, enhancing communication openness, encouraging mutual respect, and creating a more conducive work atmosphere.
PKM Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI untuk Mahasiswa MPI Universitas Nurul Jadid Eka Diana; Imroatun Dilla Mufidah; Lulus Ariska; Deli Wulandari; Nur Putri Dewi; Ruhanatul Hasanah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wfvjwe76

Abstract

Pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis AI untuk mahasiswa MPI Universitas Nurul Jadid bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah menggunakan tool AI. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan penulisan artikel ilmiah di kalangan mahasiswa, yang semakin relevan di era teknologi informasi saat ini. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi penyampaian materi secara teori, demonstrasi praktis, dan latihan mandiri. Pelatihan dilaksanakan melalui metode interaktif yang mengintegrasikan teori penulisan akademik dan praktik langsung menggunakan tools berbasis AI seperti ChatGPT, Grammarly, Quillbot, dan Mendeley. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur penulisan artikel ilmiah, kemampuan menyusun gagasan, serta keterampilan menggunakan AI untuk mendukung proses penulisan. Selain menghasilkan draft artikel, mahasiswa juga menunjukkan antusiasme dalam menjadikan artikel tersebut sebagai bahan publikasi akademik. Tantangan yang ditemukan antara lain adalah variasi kemampuan awal mahasiswa dan kurangnya pemahaman etika penggunaan AI. Sebagai tindak lanjut, dibentuk komunitas menulis, integrasi pelatihan dalam kurikulum, dan pendampingan publikasi. Kegiatan ini berhasil membangun fondasi penting dalam penguatan budaya literasi akademik digital, serta mendorong mahasiswa menjadi kontributor aktif dalam produksi pengetahuan ilmiah.
Pendampingan Mahasiswi dalam Mengonversi Laporan Penelitian Tindakan Sekolah menjadi Artikel Ilmiah Moh Rofiki; Eka Diana; Lulus Ariska; Saadul Latifah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kfee3n19

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademik mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Nurul Jadid dalam mengonversi laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal nasional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan menulis artikel ilmiah, khususnya dalam melakukan reduksi data, penajaman kontribusi penelitian, serta penyesuaian naskah dengan standar dan gaya selingkung jurnal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode pendampingan akademik partisipatif yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan dan pemetaan awal, pendampingan pemahaman struktur dan substansi artikel ilmiah, pendampingan penulisan dan penyuntingan naskah, serta evaluasi dan refleksi. Solusi yang ditawarkan berupa pendampingan intensif berbasis praktik yang menekankan pada transformasi laporan PTS menjadi artikel ilmiah yang ringkas, analitis, dan argumentatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendampingan terstruktur mampu meningkatkan pemahaman mahasiswi terhadap sistematika artikel ilmiah, kualitas argumentasi, serta kesiapan naskah untuk diajukan ke jurnal. Selain menghasilkan artikel ilmiah siap kirim, pengabdian ini juga menumbuhkan kesadaran akademik dan budaya publikasi ilmiah di kalangan mahasiswi MPI. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi secara nyata dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi metodologis dan kompetensi akademik mahasiswa, serta mendukung penguatan mutu lulusan dan luaran akademik perguruan tinggi.
PKM Pendampingan Optimalisasi SciSpace AI untuk Mencari Referensi Paper yang Berkualitas Eka Diana; Muhammad Ainul Yaqin; Moh. Rofiki
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/snwhj489

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan efektivitas pencarian dan pemanfaatan referensi ilmiah. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan kata kunci, menyeleksi paper yang relevan, menilai kredibilitas sumber, dan memahami artikel berbahasa asing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Nurul Jadid dalam mengoptimalkan SciSpace AI untuk mencari referensi paper yang berkualitas. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung yang meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan SciSpace AI, praktik pencarian paper, pendampingan, serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah kurang dari 20 mahasiswa. Tim mengevaluasi kegiatan melalui pretest, posttest, dan observasi selama proses pendampingan. Materi kegiatan mencakup pengenalan fitur SciSpace AI, penyusunan kata kunci, penggunaan istilah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, penyeleksian paper berdasarkan judul, abstrak, tahun publikasi, metode penelitian, identitas jurnal, serta etika penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan akademik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil observasi juga memperlihatkan bahwa peserta menjadi lebih mampu menyusun kata kunci, menggunakan fitur pencarian, membandingkan beberapa artikel, memahami isi awal paper, dan menentukan referensi yang sesuai dengan topik akademik. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi praktik, meskipun beberapa peserta masih mengalami kendala terkait kemampuan digital, akses fitur, perangkat, dan kestabilan jaringan internet. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan penggunaan SciSpace AI dapat meningkatkan literasi digital dan literasi informasi mahasiswa. Pemanfaatannya tetap harus disertai verifikasi sumber, pembacaan kritis, penulisan sitasi yang tepat, dan kepatuhan terhadap etika akademik.
The Existential Burden of Quality Assurance: Academic Stress and Resilience Among Lecturers in an Indonesian Islamic University Eka Diana; Holifah Holifah; Hasan Baharun; Zamroni Zamroni
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol. 14 No. 1 (2026): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v14i1.11773

Abstract

The quality assurance requirement of academic qualification to lecturers is gaining more and more eminent dynamics in the dynamics of higher education in Indonesia. The research will focus on the definition of pressure on the qualification of education and how the same can affect the mental health of lecturers and what the schools can do to balance the quality and their mental health. A qualitative approach was used to collect data in which a case study method was utilized. In-depth interviews, observation and documentation were used to gather the data. The findings of the research reveal that the stress of persisting to be productive in the writing industry, publication of scientific articles and higher level studies is likely to cause an endless cycle of academic anxiety. The institutional and social expectations are usually too much to bear and can lead to emotional burnout, loss of self-confidence and lack of motivation to work. This pressure appears not only as an administrative burden but also as an existential burden that threatens lecturers' mental balance and professionalism. Nevertheless, universities have taken strategic steps by strengthening the role of internal institutional units that control academic quality, as well as full support from university leaders through affirmative policies and tuition assistance. Another solution developed is an academic mentoring program and training to help lecturers upgrade their skills and increase their psychological resilience. This research confirms that higher education quality assurance relies not only on academic achievement but also on the balanced mental health of lecturers.
The Existential Burden of Quality Assurance: Academic Stress and Resilience Among Lecturers in an Indonesian Islamic University Eka Diana; Holifah Holifah; Hasan Baharun; Zamroni Zamroni
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol. 14 No. 1 (2026): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v14i1.11773

Abstract

The quality assurance requirement of academic qualification to lecturers is gaining more and more eminent dynamics in the dynamics of higher education in Indonesia. The research will focus on the definition of pressure on the qualification of education and how the same can affect the mental health of lecturers and what the schools can do to balance the quality and their mental health. A qualitative approach was used to collect data in which a case study method was utilized. In-depth interviews, observation and documentation were used to gather the data. The findings of the research reveal that the stress of persisting to be productive in the writing industry, publication of scientific articles and higher level studies is likely to cause an endless cycle of academic anxiety. The institutional and social expectations are usually too much to bear and can lead to emotional burnout, loss of self-confidence and lack of motivation to work. This pressure appears not only as an administrative burden but also as an existential burden that threatens lecturers' mental balance and professionalism. Nevertheless, universities have taken strategic steps by strengthening the role of internal institutional units that control academic quality, as well as full support from university leaders through affirmative policies and tuition assistance. Another solution developed is an academic mentoring program and training to help lecturers upgrade their skills and increase their psychological resilience. This research confirms that higher education quality assurance relies not only on academic achievement but also on the balanced mental health of lecturers.