Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Role Of Msmes Digitalization In Increasing The Income Of Bahari Indah In Tonyaman Village, Binuang District Nurfadila , Siti; Dambe , Jumriani; Salmawati , Salmawati
Jurnal Economic Resource Vol. 8 No. 1 (2025): March-August
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v8i1.1702

Abstract

The Digitalization of MSMEs is the process of utilizing digital technology across various aspects of business operations and management. This includes the use of the internet, software, hardware, and other digital platforms. According to data from the Ministry of Trade (Kemendag) in 2023, the total value of digital or e-commerce transactions reached IDR 533 trillion. This figure marks a sharp increase compared to the previous year's value of IDR 476 trillion. This significant growth underscores the importance of digitalizing businesses in the current era. This study aims to examine the role of digital technology in maximizing the products of the Micro, Small, and Medium Enterprise (MSMEs) Bahari Indah. This research employs a field research approach, using both primary and secondary data sources. The methods used for data collection include interviews and documentation. The data obtained are presented descriptively and analyzed using an inductive reasoning approach. The findings of this study conclude that digital technology plays a significant role in maximizing the products of Bahari Indah MSMEs, contributing to an increase in sales volume. Bahari Indah MSMEs has begun implementing e-marketing by utilizing digital technology to optimally achieve marketing objectives and to develop or adapt marketing concepts in order to promote products more broadly and communicate within a global scope. The form of digital technology primarily used is social networking. In this context, Bahari Indah focuses on using Facebook as the main platform for promoting its products to the wider public. This strategy has proven effective in attracting consumer interest and encouraging purchases.
Analisis Kelayakan Usahatani Kakao di Desa Ratte Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar St. Aisya; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha tani kakao di Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar. Kakao merupakan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di desa tersebut. Namun, belakangan ini produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama dan usia tanaman yang sudah tua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) terhadap 43 petani kakao. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat ukur kelayakan finansial seperti Return Cost Ratio (R/C), Produktivitas Modal (π/C), dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani mencapai Rp15.354.419 per hektar per tahun, dengan total biaya produksi sebesar Rp3.753.209. Nilai R/C Ratio sebesar 4,1 dan π/C Ratio sebesar 3,1 menandakan bahwa usahatani kakao di wilayah ini layak secara ekonomi. Meski demikian, petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya tingkat pendidikan, serta serangan hama yang mengganggu hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan usaha tani kakao di daerah tersebut.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cabai Di Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar Lestari, Indah; Jumriani Dambe; Salmawati
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mnetahui peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan hasil usahatani cabai di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 17 petani cabai setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran yang signifikan dalam peningkatan pendapatan usahatani cabai di Desa Alu Kecamatan Alu Kabuaten Polewali Mandar petani yaitu sebagai peran sebagai fasilitator dengan skor 2,10, peran sebagai motivator dengan skor 2,04, peran sebagai inovator dengan skor 2,16, dan peran sebagai edukator dengan skor 2,16, dengan demikian rata-rata skor peran penyuluh pertanian di desa Alu adalah kategori sedang. Pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Alu dalam upaya meningkatkan pendapatan usahatani cabai didukung oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: keberadaan penyuluh yang kompeten dan memahami kondisi lokal, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai seperti balai penyuluhan dan transportasi, partisipasi aktif petani dalam kegiatan penyuluhan, serta kesesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan dan permasalahan petani cabai. Keempat faktor ini secara sinergis berperan penting dalam mendukung efektivitas penyuluhan dan peningkatan hasil usahatani. Meskipun peran penyuluh pertanian sangat penting, terdapat faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti keterbatasan jumlah penyuluh, sulitnya akses ke lokasi petani, dan sikap sebagian petani yang kurang terbuka terhadap inovasi. Namun, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi yang intensif.
Income Analiysis of Langsat Farmers Yerike, Yerike; Dambe, Jumriani; Hamsah, Hamsah
Journal La Lifesci Vol. 7 No. 2 (2026): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v7i2.3122

Abstract

The purpose of this study was to analyze the income of farmers who grow langsat in Sulewatang village and evaluate the feasibility of their agricultural activities using profit ratio (R/C) analysis. The primary data used were obtained from direct interviews with farmers who grow langsat, as well as secondary data collected from related institutions. The analysis method includes calculating total income (TR = P × Q), total costs (TC = FC + VC), and profit ratio (R/C = TR ÷ TC). The results showed that the average income of farmers who grow langsat reached 2,241,190 Indonesian rupiah, with a total production cost of 360,769 Indonesian rupiah. Thus, the farmer's net income was 1,880,421 Indonesian rupiah. The profitability coefficient (R/C) value of 6.21 indicates that R/C > 1, which means that langsat cultivation in Sulewatang village is profitable and feasible to be further developed.