Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peranan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Jagung Hibrida Di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar Muh Yasin; Jumriani Dambe; Aulia Nurul Hikmah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6115

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting di Indonesia, karena berfungsi sebagai sumber pangan utama, pakan ternak, dan bahan baku industri. Permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok tani antara lain kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah, seperti kurangnya subsidi pupuk bagi petani dan longgarnya kelompok tani yang berpartisipasi. Di Desa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peranan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Jagung Hibrida Di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa kelompok tani memiliki peran dalam wahana belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi, namun hasil analisis Chi square menunjukkan bahwa peran kelompok tani tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas jagung hibrida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai X2 Hitung (1,5) < X2 Tabel (2,47), yang berarti bahwa peranan kelompok tani tidak signifikan terhadap peningkatan produksi jagung hibrida di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar.
Analisis Kelayakan Home Industry Tempe di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Wahyu Prasetio; Jumriani Dambe; Hamsah
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 1 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i1.180

Abstract

Home industry tempe merupakan usaha pembuatan tempe dengan skala rumah tangga baik kecil maupun menengah yang akan di kelola baik oleh pemilik usaha maupun karyawan. Di kecamatan Wonomulyo hampir setiap desa ada home industry tempe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan home industry tempe di kecamatan Wonomulyo dari sisi finansial dan dari sisi sosial budaya apakah home industry tempe ini layak untuk diusahakan serta limbah yang dihasilkan apakah akan mempengaruhi sosial budaya di masyarakat. Jumlah populasi home industry tempe di kecamatan wonomulyo sabanyak 105 home industry dengan menggunakan metode slovin maka penentuan sampel apabila populasi di bawah seratus maka semua pupulasi akan menjadi sampel dan jika populasi lebih dari seratus maka sampel yang digunakan 10%-30% dari populasi, yaitu jumlah populasi 105 dikali 30% adalah 30 sampel maka Sampling purposive dalam penelitian ini adalah pelaku rumah tangga yang melakukan usaha home industry tempe di Kecamatan Wonomulyo yaitu 30 pelaku home industry tempe. Dengan mengunakan analisis kelayakan B/C Ratio, Net Peresent Value dan Internal Rate Of Retrun serta metode wawancara kepada masyarakat sekitar home industry tentang kelayakan home industry tempe dari sosial buadaya.
Analisis Kelayakan Usahatani Kakao di Desa Ratte Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar St. Aisya; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha tani kakao di Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar. Kakao merupakan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di desa tersebut. Namun, belakangan ini produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama dan usia tanaman yang sudah tua. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) terhadap 43 petani kakao. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan alat ukur kelayakan finansial seperti Return Cost Ratio (R/C), Produktivitas Modal (π/C), dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani mencapai Rp15.354.419 per hektar per tahun, dengan total biaya produksi sebesar Rp3.753.209. Nilai R/C Ratio sebesar 4,1 dan π/C Ratio sebesar 3,1 menandakan bahwa usahatani kakao di wilayah ini layak secara ekonomi. Meski demikian, petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya tingkat pendidikan, serta serangan hama yang mengganggu hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta keberlanjutan usaha tani kakao di daerah tersebut.
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cabai Di Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar Indah Lestari; Jumriani Dambe; Salmawati
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mnetahui peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan hasil usahatani cabai di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 17 petani cabai setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran yang signifikan dalam peningkatan pendapatan usahatani cabai di Desa Alu Kecamatan Alu Kabuaten Polewali Mandar petani yaitu sebagai peran sebagai fasilitator dengan skor 2,10, peran sebagai motivator dengan skor 2,04, peran sebagai inovator dengan skor 2,16, dan peran sebagai edukator dengan skor 2,16, dengan demikian rata-rata skor peran penyuluh pertanian di desa Alu adalah kategori sedang. Pelaksanaan penyuluhan pertanian di Desa Alu dalam upaya meningkatkan pendapatan usahatani cabai didukung oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: keberadaan penyuluh yang kompeten dan memahami kondisi lokal, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai seperti balai penyuluhan dan transportasi, partisipasi aktif petani dalam kegiatan penyuluhan, serta kesesuaian materi penyuluhan dengan kebutuhan dan permasalahan petani cabai. Keempat faktor ini secara sinergis berperan penting dalam mendukung efektivitas penyuluhan dan peningkatan hasil usahatani. Meskipun peran penyuluh pertanian sangat penting, terdapat faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, seperti keterbatasan jumlah penyuluh, sulitnya akses ke lokasi petani, dan sikap sebagian petani yang kurang terbuka terhadap inovasi. Namun, hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui pendekatan partisipatif dan komunikasi yang intensif.