Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Preventif Journal

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAMA ASETAT) PADA WANITA USIA SUBUR DI RW 003 KELURAHAN ANDUONOHU KOTA KENDARI Sabilu, Yusuf; Lisnawaty, Lisnawaty; Pratiwi, Arum Dian
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.451 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.5215

Abstract

Salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian kanker serviks disebabkan oleh kesadaranperempuan yang sudah menikah masih rendah untuk melakukan skrinng kanker serviks baik dengan IVA maupunpaps smear. Setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual mempunyai risiko menderita kankerserviks. Sehingga diperlukan pemeriksaan skrining secara berkala hingga perempuan berusia 70 tahun.Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa wanita usia subur (ibu) yang berada di RW 003 KelurahanAnduonohu didapatkan inrformasi bahwa sebagian besar wanita usia subur (ibu) tidak pernah melakukanpemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran ibu untukmelakukan pemeriksaaan kesehatan yang dipengaruhi oleh kurangnya informasi yang didapatkan oleh ibu baiktentang bahaya kanker serviks dan cara mendeteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh penyuluhan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA terhadap pengetahuan ibu sertauntuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan IVA pada WUS di Kelurahan Anduonohu Kota Kendari. Jenispenelitian ini adalah penelitian analitik observasional. Sampel penelitian ini adalah 20 ibu WUS di KelurahanAnduonohu Kota Kendari. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh p value = 0,000, sehinggadapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian penyuluhan dengan peningkatann pengetahuan ibu.Berdasarkan hasil pemeriksaan IVA test, semua wanita usia subur yang menjadi mitra hasilnya adalah negat ive.Selain itu, melalui kegiatan pengabdian ini mampu membangun motivasi wanita usia subur untuk selalumemeriksa kesehatannya termasuk deteksi kanker serviks.Kunci: Pemeriksaan IVA, Kanker Serviks
ANALISIS PROFIL HEMATOLOGI AKIBAT RADIASI PADA PETUGAS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BAHTERAMAS, KENDARI Pratiwi, Arum Dian; Lisnawaty, Lisnawaty; Jumakil, Jumakil; Nirmala, Fifi; Nurmaladewi, Nurmaladewi
Preventif Journal Vol 4, No 2 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.733 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i2.12477

Abstract

AbstractSalah satu penerapan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan atau medik adalah pelayanan radiologi. UnitPelayanan Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medik, menggunakan sumber radiasi pengion(sinar-X) untuk mendiagnosis adanya suatu penyakit dalam bentuk gambaran anatomi tubuh yang ditampilkandalam film radiografi. Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit yang memiliki instalasiradiologi dan unit CT-scan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dosis radiasi yang diterimaoleh pekerja instalasi radiologi dan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, leukosit, dan trombositpada pekerja instalasi radiologi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum BahteramasKendari, Sulawesi Tenggara. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, dosis radiasi, kadarhemoglobin, leukosit, dan trombosit. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden. Penelitian inimenggunakan analisis data secara deskriptif dan secara analitik (uji beda). Hasil Penelitian menunjukkan bahwadosis radiasi yang diterima oleh petugas (dari hasil TLD badge) dalam kurun waktu 3 bulan masih jauh di bawahNilai Batas Dosis yang diperkenankan. Rata-rata dosis radiasi yang diterima adalah 0,2766 mSv dengan nilaimin-max = 0,2399 – 0,3525 mSv. Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (p-value = 0,894), kadar leukosit(p-value = 0144), dan kadar trombosit (p-value = 0,506) yang bermakna pada pekerja instalasi radiologi baikyang kontak langsung maupun yang tidak kontak langsung di RSUD Bahteramas Kendari.Kata kunci: Dosis Radiasi, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Umur, Masa Kerja, RSUD Bahteramas 
STUDI SANITASI LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR DI KELURAHAN NAMBO KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Nurmaladewi, Nurmaladewi; Nirmala G, Fifi; Lisnawaty, Lisnawaty; Pratiwi, Arum Dian; Jumakil, Jumakil
Preventif Journal Vol 5, No 1 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i1.15587

Abstract

AbstrakSanitasi merupakan upaya dasar dalam menjaga kesehatan manusia dengan cara penyediaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan. Penyediaan sarana sanitasi akan memberikan dampak positif namun faktanya penyediaan sarana sanitasi masih belum memadai karena masyarakat yang belum menyadari pentingnya sarana sanitasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga angka kesakitan akibat buruknya fasilitas sanitasi masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan fasilitas sanitasi pemukiman di wilayah pesisir masyarakat Kelurahan Nambo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik simple random sampling. Populasi adalah semua kepala keluarga di Kelurahan Nambo Kota Kendari berjumlah 321 kepala keluarga dan jumlah sampel adalah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari kepemilikan kategori sarana penyediaan air bersih masyarakat yang memenuhi syarat sebanyak 29 orang (59,2%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 20 orang (40,8%). Saluran pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 67 orang (95,7%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 3 orang (4,3%). Kepemilikan jamban yang memenuhi syarat sebanyak 46 orang (51,1%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 44 orang (48,9%). Kepemilikan tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 42 orang (52,5%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 38 orang (47,5%). Dapat disimpulkan bahwa dari sisi kepemilikan fasilitas sanitasi, masyarakat Kelurahan Nambo sudah masuk dalam kategori baik namun yang perlu menjadi perhatian ialah masih banyak fasilitas sanitasi yang belum memenuhi syarat. Kepemilikan dan kualitas sanitasi ialah dua hal yang harus tercapai dalam menciptakan kondisi lingkungan yang baik sehingga derajat kesehatan masyarakat juga baik. Rekomendasi yang diberikan perlunya pemicuan motivasi untuk jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah. Kata kunci: sanitasi; lingkungan; wilayah; pesisir