Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT SANTA ANNA KENDARI 2017 Asfian, Pitrah; Mawansyah, L M Tony; Saptaputra, Syawal K
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.983 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.5444

Abstract

Patient-safety menjadi masalah besar di rumah sakit seluruh dunia dan memerlukan perhatian utama . Datamenunjukkan bahwa di negara berkembang , satu dari sepuluh pasien dirugikan/mendapatkan cidera saatmendapatkan perawatan di rumah sakit. Penyebab cidera tersebut adalah berasal dari berbagai kesalahanatau kejadian yang tidak diinginkan. Patient Safety rumah sakit merupakan suatu sistem yang mencegahterjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) akibat tindakan yang dilakukan atau bahkan tidak dilakukan olehtenaga medis maupun non medis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Desain yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analitic cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengetahuan, sikap dan motivasi kerja perawat tentang pelaksanaan pati ent safety di Rumah Sakit SantaAnna Kendari tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit SantaAnna yang berjumlah 45 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang dan teknik pengambilansampel menggunakan Total sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-squre pada tingkat kepercayaan95% ( =0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (ρ value = 0,004) denganpelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa Anna Kendari. Sedangkan pengetahuan (ρ value = 1,000) danmotivasi (ρ value = 0,254) tidak berhubungan dengan pelaksanaan patient safety di Rumah Sakit Santa AnnaKendari.Kata kunci: patient safety, pengetahuan, sikap dan motivasi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Asfian, Pitrah; fitriana, fitriana
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.923 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.5445

Abstract

Motivasi adalah sebuah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang yang akan mengarahkan tindakanseseorang dengan tujuan mencapai suatu hasil yang diinginkannya. Variabel motivasi kerja ini secara operasionaldiukur dengan menggunakan beberapa indikator meliputi kebutuhan, keinginan/harapan, dan lingkungan kerja.Motivasi penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusiasupaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisi kerja dan gaji dengan motivasi kerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatancross sectional, jumlah sampel 45 responden yang berstatus PNS dan Non PNS yang diperoleh dari populasi 116dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dataprimer dari kuesioner yang disebarkan kepada perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 34responden (75,6% perawat) memiliki motivasi kerja tinggi dan 11 responden (24,4% perawat) memiliki motivasikerja rendah. Dari analisis bivariat antar variabel ditemukan bahwa tidak ada yang memiliki hubungan signifikandengan motivasi kerja perawat terhadap status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisi kerja dan gaji. Saranbagi yang berwenang tinggi dalam Rumah Sakit Jiwa untuk memperhatikan perawat yang bekerja di setiapruangan, tidak hanya terpaku pada satu ruangan saja dan berlaku PNS maupun Non PNS sehingga ketepatanwaktu bekerja selalu terjaga.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Perawat
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA PEKERJA PENGGILINGAN PADI DI DESA WONONGGERE KECAMATAN POLINGGONA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2016 Asfian, Pitrah; Lantong, Jein Frilly
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.403 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.5447

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi saluran nafas yang secara anatomi dibedakan atas saluran nafas atas mulaidari hidung sampai dengan faring dan saluran nafas bawah mulai dari laring sampai dengan alveoli besertaadneksanya yang terjadi akibat invasi infecting agents yang mengakibatkan reaksi inflamasi saluran nafas yangterlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada pekerjapenggilingan padi di Desa Wononggere, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kola ka, Sulawesi Tenggara2016. Jenis penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan penelitian menggunakan desaincross sectional study. Lokasi pada penelitian ini dilakukan di Desa Wononggere Kecamatan polingggonaKabupaten Kolaka. Sampel dalam penelitian ini adalah 48 pekerja penggilingan padi. Pengumpulan datadengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang berisi daftar pertanyaan tentang faktor yangberhubungan dengan kejadian ISPA pada pekerja penggilingan padi. Faktor -faktor yang berhubungan dengankejadian ISPA dianalisis dengan uji statistik Chi -Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antarakebiasan merokok dengan kejadian ISPA (p = 0,019), ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadianISPA (p = 0,000), ada hubungan antara masa kerja dengan kejadian ISPA (p = 0,000) dan ada hubungan antarapaparan debu dengan kejadian ISPA (p = 0,039). Saran untuk pekerja penggilingan padi di Desa Wononggereadalah agar dapat mengubah perilaku mereka seperti mengurangi mengisap rokok dan selalu menggunakan APDsaat bekerja agar terhindar dari paparan debu.Kata Kunci: ISPA, Kebiassan Merokok, Penggunaan APD, Masa Kerja,Paparan Debu Dan Pekerja PenggilinganPadi.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE, ALAT PELINDUNG DIRI, DAN LAMA PAPARAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEDAGANG IKAN DI PASAR MANDONGA DAN PASAR ANDUONOHU KOTA KENDARI TAHUN 2019 Ahmad, Annisa Febrianti; Asfian, Pitrah; Pratiwi, Arum Dian
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i1.12238

Abstract

Penyakit kulit yang paling relevan dalam kaitannya dengan populasi umum adalah dermatitis. Dermatitis yang muncul akibat dari kekuatan sensitisasi allergen maupun senyawa sejenis mengakibatkan reaksi hipersensitivitas tipe lambat pada paparan berulang. Dermatitis kontak pada pedagang ikan diakibatkan oleh paparan air rendaman ikan pekerjaan basah yang diberi bahan pengawet. Penelitian ini bertujuan agar dapat melihat hubungan hygiene personal, Alat Pelindung Diri dan Lama Paparan pada keluhan subjektif gejala dermatitis kontak pada pedagang ikan di Pasar Mandonga dan Pasar Anduonohu Kota Kendari. Pada penelitian ini mengenakan salah satu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan salah satu pendekatan cross sectional study. Populasi pedagang ikan berjumlah 80 orang. Uji statistic menggunakan uji Chi square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara personal hygiene dengan keluhan subjektif gejala dermatitis (nilai p value = 0,000), ada hubungan antara Lama Paparan dengan keluhan subjektif gejala dermatitis (nilai p value = 0,00), ada hubungan antara pemakaian Alat Pelingung Diri dengan keluhan subjektif gejala dermatitis (nilai p value = 0.001). Diharapkan agar pedagang ikan Perlu diperhatikan lagi masalah Alat Pelindung Diri pada penjual ikan sebagai salah satu bentuk pencegahan dari kejadian gangguan kulit seperti dermatitis kontak
HUBUNGAN TINGGI HAK SEPATU, TIPE HAK SEPATU DAN POSISI KERJA BERDIRI DENGAN KELUHAN NYERI KAKI PADA KARYAWAN WANITA MATAHARI DEPARTMENT STORE BRYLIAN PLAZA KENDARI Mustafa, Indah Chairunnisa; Asfian, Pitrah; Yunawati, Irma
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i1.12239

Abstract

Nyeri pada kaki merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Bekerja dengan posisi berdiri dalam waktu yang lama dengan menggunakan heels akan berdampak negatif pada kesehatan wanita, karena pada posisi berdiri semua pembebanan terjadi pada kaki. Karyawan Matahari Department Store adalah pekerja yang sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan dengan sikap tubuh berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi hak sepatu, tipe hak sepatu dan posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan wanita Matahari Department Store Brylian Plaza Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi karyawan wanita berjumlah 110 orang, dengan besar sampel 87 orang, uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada hubungan antara tinggi hak sepatu dengan keluhan nyeri kaki (Pvalue= 0,001), ada hubungan antara tipe hak sepatu dengan keluhan nyeri kaki (Pvalue= 0,000), ada hubungan antara posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki (Pvalue= 0,001). Saran untuk penelitian ini yaitu karyawan dapat memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin, melakukan kegiatan olah raga sebagai sarana relaksasi, penguatan dan penguluran otot-otot kaki ketika tidak sedang bekerja
PENGARUH TOOLBOXTALK TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI X KOTA KENDARI TAHUN 2019 Herlina, Herlina; Asfian, Pitrah; Prasetya, Fikki
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i1.12614

Abstract

Toolbox talk upaya atau usaha untuk mengingatkan para pekerja bahwa kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting pada setiap pekerjaan dimana dilakukan selama beberapa menit. Proyek konstruksi X Kendari adalah salah satu proyek yang melaksanakan toolbox talk.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh toolbox talk  terhadap perilaku penggunaan  alat  pelindung diri (APD) pada pekerja proyek Konstruksi X Kota   Kendari.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi pekerja berjumlah 105 orang, dengan besar sampel 83 orang, uji statistik menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada pengaruh yang signifikan antara variabel  toolbox talk  terhadap pengetahuan penggunaan APD dengan nilai sig. (0,001) < 0,05, tidak  ada pengaruh yang signifikan antara variabel  toolbox talk  terhadap sikap penggunaan APD dimana dalam nilai sig. (0,433) > 0,05 dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel  toolbox talk terhadap tindakan penggunaan APD dengan nilai sig. (0,373) > 0,05. Rekomendasi dalam penelitian ini bagi proyek adalah diperlukan rapat untuk mengevaluasi pelaksanaan toolbox talk setiap minggu sekali dimana diskusi dilakukan dengan mengajak perwakilan pekerja mandor untuk mendapatkan informasi berupa saran dan kritik yang berguna agar toolbox talk lebih efektif dan efisien
HUBUNGAN PENGGUNAAN APD, TOOL BOX MEETING DAN HOUSEKEEPING DENGAN KEJADIAN MINOR INJURY PADA PEKERJA KONSTRUKSI PEMBANGUNAN BANK INDONESIA KENDARI 2019 Asfian, Pitrah; Sapitri, Haspianti; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i2.16588

Abstract

 Minor injury merupakan kecelakaan ringan yang dialami pekerja yang mengakibatkan cidera namun tidak menyebabkan hilangnya jam kerja dan Orang yang terluka tetap melanjutkan pekerjaan sesuai yang telah dijadwalkan. Jenis kejadian minor injury yang sering dialami pekerja di tempat kerja seperti terjepit oleh benda, terluka akibat material, tertusuk material, dan tertumbuk atau terkena benda-benda yang menyebabkan seperti luka/sobek, luka lecet sehingga perlu penanganan menggunakan alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  penggunaan APD, tool box meeting dan housekeeping dengan kejadian minor injury pada pekerja konstruksi pembangunan Bank Indonesia Kendari 2019. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan Accidental Sampling berjumlah 83 orang, Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi, uji statistik menggunakan uji Chi square. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Ada hubungan antara penggunaan APD  (Pvalue=0,000), dan housekeeping (Pvalue=0,003) dengan kejadian minor injury. Tidak ada hubungan antara tool box meeting (Pvalue=0,159) dengan kejadian minor injury Untuk mengurangi kejadian minor injury pada pekerja, manajemen diharapkan meningkatkan kualitas pekerja dengan cara pelatihan penggunaan APD yang aman dan benar, pengoptimalan Tool box meeting dan housekeeping di jaga
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF FOTOKERATITIS PADA PEKERJA PENGELASAN DI KOTA KENDARI TAHUN 2020 Hastin, Hastin; Asfian, Pitrah; Prasetya, Fikki
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i3.16817

Abstract

Fotokeratitis adalah kerusakan pada kornea mata akibat cahaya, yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan atau sumber sinar UV buatan lainnya. Sinar UV yang ditangkap oleh mata akan di serap oleh lapisan jaringan terluar kornea dan konjungtiva. Adapun gejala yang ditimbulkan berupa memerahnya bola mata, rasa sakit pada mata, mata terasa berpasir, banyak mengeluarkan air mata, dan penglihatan terasa kabur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara lama paparan, jarak pengelasan, getaran dan penggunaan APD  pada pekerja pengelasan Kota Kendari tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 52 orang dan sampel yang diambil menggunakan stratified random sampling. Hasil uji statistik pada tingkat signifikan α = 0,05 diperoleh hasil, ada hubungan yang bermakna antara lama paparan (ρvalue = 0,005), jarak pengelasan (ρvalue = 0,008), dan penggunaan APD (ρvalue = 0,044) dengan keluhan subjektif fotokeratitis. Tidak ada hubungan yang bermakna antara getaran (ρvalue = 0,739) dengan keluhan subjektif fotokeratitis. Hasil analisis multivariat menunjukan ada pengaruh lama paparan (ρvalue = 0,012, OR=6,490), jarak pengelasan (ρvalue = 0,007, OR=8,776) dan penggunaan APD (ρvalue = 0,027, OR=0,173) terhadap keluhan subjektif fotokeratitis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara lama paparan, jarak pengelasan, dan penggunaan APD dengan keluhan subjektif fotokeratitis pada pekerja pengelasan di Kota Kendari. Serta  tidak ada hubungan antara getaran dengan keluhan subjektif fotokeratitis pada pekerja pengelasan di Kota Kendari. Ada pengaruh antara lama paparan, jarak pengelasan dan penggunaan APD dengan keluhan subyektif fotokeratitis pada pekerja pengelasan di Kota Kendari
STUDI KOMPARATIF PENGALIHAN STRES KERJA PADA NELAYAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TOROBULU KEC. LAEYA DAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KEC. ABELI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Syukriadin, Muhammad; Asfian, Pitrah; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.754 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i2.666

Abstract

Pengalihan stress  merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang adadiantara tuntutan-tuntutan dengan sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi stressful.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat stres kerja, relaksasi, dukungan sosial, berolahraga,merokok, minuman beralkohol, dan penyalagunaan napza pada nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)Torobulu Kec. Laeya dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kec. Abeli Kota Kendari Provinsi SulawesiTenggara tahun 2016.  Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakanpendekatan studi komparatif, yang bertujuan unutk mendapatkan Perbandingan jenis pengalihan stress kerjapada nelayan ikan di TPI Torobulu Kec.Laeya dan PPS Kec.Abeli Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasilpenelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara relaksasi nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0,083 (p >0.05), tidak ada perbedaan antara dukungan sosial nelayan PPS dan TPI dengan p = 0,792 (p > 0.05), tidak adaperbedaan antara berolahraga antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.369 (p > 0.05) , ada perbedaanantara kebiasaan merokok antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.000 (p > 0.05) , tidak ada perbedaanminuman beralkohol antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.451  (p > 0.05), dan ada perbedaan antarapenyalagunaan napza antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil uji p = 0.004 (p > 0.05). Sebaiknya nelayan di TPIdan PPS melakukan pengalihan stres yang secara positif dan menjauhi pengalihan stres yang negatif karenadengan melakukan pengalihan stres yang positif membuat tubuh menjadi sehat, sedangkan denganmenggunakan pengalihan stres negatif dapat membuat tubuh tidak sehat dan dapat mengurangi pendapatanpara nelayan, untuk kepala TPI dan kepala PPS sebaiknya melakukan suatu kegiatan terhadap semua nelayanuntuk selalu melakukan hal-hal positif.Kata Kunci : Pengalihan Stres kerja, Tingkat Stres, Relaksasi, Dukungan Sosial, Berolahraga, Merokok,Minuman Beralkohol, Penyalagunaan Napza
RELATED KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF THE USE OF ANTIBIOTICS IN PATIENTS WITH DIARRHEA IN KENDARI INDONESIA Langgesa, Alfrida Alik; Tosepu, Ramadhan; Lestari, Hariati; Effendy, Devi Savitri; Ali Imran, La Ode; Asfian, Pitrah; Bahar, Hartati; Sakka, Ambo
Public Health of Indonesia Vol. 1 No. 1 (2015): July - September
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.018 KB) | DOI: 10.36685/phi.v1i1.4

Abstract

Backgrounds: The use of antibiotics to be a problem in the handling of patients with diarrhea in the city of Kendari. The negative impact of the use of antibiotics is the emergence and development of bacteria resistant to antibiotics, the emergence of diseases caused by bacterial superinfection, the occurrence of side effects of drugsObjective:  To determine the relationship between knowledge and attitude of people with diarrhea in the city kendariMethods: This research was analytic observational cross-sectional method with the entire patient population is diarrhea who came to visit in as many as 234 people Poasia Health Center and the study sample is equal to 148 people. The sampling technique is done by random sampling techniqueResults: The results of the analysis indicate knowledge α (0.05)> ρ (0,000) or the chi-square value> value table that is 29.658> 3.841, then HO is rejected and H1 is accepted. While the attitude showed α (0.05)> ρ (0,000) or the chi-square value> value table that is 52.269> 3.841, then HO is rejected and H1 acceptedConclusions: There is a relationship between knowledge and attitudes to the use of antibiotics in patients with diarrhea in Kendari. A person who has enough knowledge about the use of antibiotics in patients with diarrhea then it will not use antibiotics unless the prescribing physician.