Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Tema Arsitektur pada Pusat Pengembangan Kebudayaan Islam di Banda Aceh Munisa, Nanda; Djamaluddin, Masdar; Taqiuddin, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No.1, Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26760

Abstract

Provinsi Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam. Di dalam upaya untuk mendukung misi Pemerintah Aceh untuk dapat terus memperkuat pelaksanaan syariat Islam dan budaya keacehan di dalam kehidupan masyarakat Aceh, dibutuhkan adanya wadah untuk memfasilitasi kegiatan kebudayaan Islam dimulai dari pengenalan, pembelajaran dan pengembangan budaya Islam. Pusat pengembangan kebudayaan Islam dinilai sebagai salah satu fasilitas yang dapat berperan sebagai tempat pemusatan kegiatan kebudayaan Islam dan wadah untuk mengkaji kebudayaan Islam yang dilakukan oleh seniman, budayawan muslim, maupun masyarakat luas yang juga dinilai dapat menjadi penguat citra Provinsi Aceh sebagai daerah Serambi Mekkah. Metode perancangan yang dilakukan di dalam perancangan ini adalah dengan melakukan analisis tapak, analisis pengguna, analisis kegiatan serta analisis besaran ruang. Arsitektur tropis dipilih sebagai tema pada perancangan ini dikarenakan Kota Banda Aceh merupakan daerah beriklim tropis dan arsitektur tropis juga dapat meminimalisir dampak negatif yang diberikan oleh bangunan terhadap lingkungan maupun manusia yang berada di sekitarnya dimana hal tersebut sesuai dengan ajaran Islam untuk tidak merusak alam dan lingkungan. Penerapan tema pada hasil rancangan diterapkan pada konsep massa bangunan yang dihadapkan ke arah depan, orientasi bangunan utara-selatan, penggunaan shading pada bangunan, pemilihan material yang dapat menghambat panas penggunaan unsur air pada tapak.
Pelatihan Ketukangan Untuk Membangkitkan Potensi Tukang Desa Dalam Rangka Pelestarian Arsitektur Vernakuler Umah Pitu Ruang di Gayo Aceh Tengah Wulandari, Elysa; Sabila, Farisa; Djamaluddin, Masdar; Arafat, Pratitou; Nasution, Burhan; Nursaniah, Cut
Lentera Karya Edukasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/lekaedu.v3i1.60090

Abstract

Tujuan kegiatan untuk melatih tukang desa memahami aspek ketukangan membangun rumah vernakuler Gayo (Umah Pitu Ruang/UPR) yang sudah mulai langka. Diharapkan hasil pelatihan ini memberi kegairahan dalam masyarakat membangun kembali rumah vernakulernya dan membangkitkan kembali identitas budaya berarsitektur masyarakat Gayo, karena masih didukung oleh potensi alamnya. Tahapan Kegiatan pelatihan, yaitu: 1) Tahap persiapan (penelitian arsitektur UPR/1 bulan, membuat modul/2 Minggu, mengundang tukang desa 20 orang/1 minggu), 2) pelaksanaan (1 minggu). Metoda pelaksanaan dalam 3 pola: 1) kuliah tatap muka (2 hari); 2) studi kasus pengamatan UPR (1 hari); 3) praktek ketukangan dibimbing tukang ahli (3 hari).  Manfaat dirasa oleh peserta,  telah memberi pengalaman nyata bertukang dan penjelasan filosofi berarsitektur yang sangat dibutuhkan sebagai bagian dari penghayatan kembali arsitektur vernakuler
PENGARUH DESAIN FASAD GEDUNG PERPUSTAKAAN PROVINSI ACEH TERHADAP MINAT PENGUNJUNG Ramazan, Muhammad; Djamaluddin, Masdar; Meutia, Zya Dyena
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 02 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i02.489

Abstract

Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah kurangnya minat membaca Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Provinsi Aceh masih kalah dengan beberapa provinsi yang ada di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah Aceh untuk menumbuhkan semangat minat baca salah satunya adalah menyiapkan gedung baru dengan berbagai fasilitas dan konsep pustaka abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penggunaan elemen dan komponen pada fasad, dan pengaruh desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh terhadap minat pengunjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dan kuesioner dilakukan kepada 60 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan elemen dan komponen fasad berdasarkan teori Manurung (2009) dan Mada (2022), setelah dilakukan penelitian elemen dan komponen tersebut ada digunakan pada fasad Perpustakaan Provinsi Aceh. Terkait pengaruh desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh dalam menarik minat pengunjung, berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner terhadap 60 responden, 47 responden menjawab “desain fasad Perpustakaan Provinsi Aceh mampu meningkatkan minat pengunjung” dan 13 responden menjawab “ragu-ragu”. Elemen atau komponen yang paling menarik sehingga pengunjung berminat untuk datang ke Perpustakaan Provinsi Aceh adalah “bidang kotak berwarna dan garis-garis vertikal atau sun shading”.
EKSTERIOR ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Herli Yasmadi; Nasrullah Ridwan; Masdar Djamaluddin
Jurnal RAUT Vol 9, No 2 (2020): EDISI JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/raut.v9i2.20699

Abstract

Perencanaan Asrama Mahasiswa Muhammadiyah tentunya untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa Muhammadiyah khususnya yang berasal dari luar daerah akan rumah tinggal, dengan adanya pengadaan asrama ini maka akan sangat membantu mengurangi biaya hidup mahasiswa dan mempermudah mereka untuk menjalankan pendidikan yang lebih baik tanpa memusingkan hal lainnya serta mengurangi dampak negative dari banyaknya masalah hunian- hunian kost yang banyak menimbulkan dampak negative baik pada lingkungan, maupun dalam hal kriminalitas dalam kehidupan bermasyarakat. Pada Perencanaan Asrama ini, penulis menerapkan tema arsitektur modern, dengan tolak ukur mengacu pada teori Arsitektur Jengki dan salah satu teori Arsitektur Modern Le Corbusier. Teori-teori tersebut di terapkan pada eksterior bangunan dengan tujuan untuk nilai estetika pada bangunan yang tidak terlepas dari tahapan analisis terhadap bangunan. Elemen-elemen teori yang diterapkan pada eksterior asrama ini antara lain yaitu atap teras datar yang disangga oleh tiang besi berbentuk V dan berbaris rapi. Terjadi pengulangan bentuk garis vertikal dan horizontal pada penerapan material cladding dinding yang diambil dari teori Le Corbusier. Bentuk dan pengulangan bukaan verticalhorizontal yang juga diambil dari teori Le Corbusier dan diterapkan pada bangunan.
KARAKTERISTIK STRUKTUR RUANG PERMUKIMAN TRADISIONAL DATARAN TINGGI GAYO STUDI KASUS: KAMPUNG LINGE, KECAMATAN LINGE, KABUPATEN ACEH TENGAH Wulandari, Elysa; Hidayah, M. Fariq; Arafat, Pratitou; Djamaluddin, Masdar; Muliadi, Muliadi
Arsitekno Vol. 11 No. 2 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i2.18175

Abstract

Tumbuh kembang suatu permukiman tampak pada struktur ruangnya, yang merupakan  produk budaya yang panjang, yang berkembang sesuai konteks tempat dan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Kampung Linge sebagai permukiman tradisional tua merupakan peninggalan jejak kerajaan tua sejak abad 13 di pedalaman dataran tinggi Gayo, di kawasan berbukit pergunungan Bukit Barisan Provinsi Aceh, yang dilintasi aliran sungai. Tujuan penelitian untuk melihat faktor-faktor pengaruh dalam proses pembentukan struktur ruang permukiman kampung Linge hingga saat ini. Penelitian ini penting terkait dengan penetapan kampung Linge sebagai kampung adat dalam RTRW Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan penelitian merupakan penelitian etnografi bidang arsitektur, melihat fenomena jejak sejarah arsitektur lingkungan binaan, dengan metoda penelitian kualitatif interpretatif. Data berupa: a) sejarah social budaya dan ekonomi masyarakat, di dapat melalui wawancara dan studi pustaka; b) peta kawasan permukiman, yang di dapat melalui pemetaan ulang dengan Arcgiz dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan 2 hal: 1) Karakter perbukitan mempengaruhi struktur ruang dan olahan tempat permukiman, yang terbagi dalam 2 zona berdasarkan fungsi social budaya.yaitu: Zona Reje di bukit terpisah dan Zona rumah masyarakat biasa di bagian bawah, yang terbagi dalam 4 klan (Pasak); 2) Sebaran fasilitas sakral terkait dengan nilai nilai spiritual tempat dan ancaman banjir dari aliran sungai, Yaitu: makam di atas bukit, masjid di dalam permukiman dan dekat pinggiran aliran air dan persawahan.  Kesimpulan penelitian bahwa karakteristik struktur ruang permukiman tampak pada sistem penzonaan kegiatan berdasarkan nilai sosial budaya yang harmonis dengan kondisi geografis. Sistem tersebut masih terjaga hingga saat.
Pelatihan Pembuatan Atap Tradisional dari Daun Serule di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah Sari, Laina Hilma; Agustina, Sylvia; Djamaluddin, Masdar; Wulandari, Elysa
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i3.41155

Abstract

In tourism development, the majority of building materials used are modern materials. Even many local people are not familiar with the typical building materials of Central Aceh. Roofs made of serule leaves are traditional materials in Central Aceh (Ferah Yosantia et al., n.d.). The serule plant has flowers and leaves that are similar to Etlingera elatior, the Zingiberaceae family. Serule leaves grow abundantly around the edge of Lake Laut Tawar, Bintang District which continues eastward for 20 km to Serule Village. So this community service developed the manufacture of serule leaf roofs through mentoring and training for the people of Genuruen Village. This service activity was carried out in Genuren Village, Aceh Tengah applying several stages, namely: preparation stage, socialization, and implementation of activities and evaluation. Each stage is carefully planned so that the activity runs according to expectations. There are several parties involved in this activity. The results of this training will be used as a roof covering material for Umah Pitu Ruang, as a continuation of the unfinished UPR Redevelopment project. The goal is to maintain and revive the tradition of traditional craftsmanship. In addition, the final product of this serule soup will also be used in the renovation of gazebos as public facilities in Genuren Village. From the training activities on making traditional roofs using serule leaves, the community gained knowledge and skills to make serule soup. Thus, the community in Genuren Village can preserve the serule plant which is now rare, utilize local resources effectively, and improve their economic welfare.
Spatial Organization of Traditional Settlement in Toweren Village, Lut Tawar Subdistrict, Aceh Tengah Rahmah, Meutia; Agustina, Sylvia; Djamaluddin, Masdar; Wulandari, Elysa
Rumoh Journal of Architecture Vol. 13 No. 2 (2023): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v13i2.309

Abstract

Aceh Tengah Regency, as one of the regions with significant natural and cultural tourism potential in Aceh Province, has experienced various changes in its community settlement patterns. However, these changes have not occurred uniformly across all villages. For example, Toweren Village in Lut Tawar District continues to preserve its traditional houses and local wisdom amid the tide of modernization. The phenomenon of maintaining traditional values amidst contemporary developments is an interesting subject for study, particularly in the context of socio-cultural changes and settlement spatial patterns. This study aims to analyze the spatial pattern of settlements in Toweren Village, which is shaped by the interaction between local culture and the dynamics of changing times. The research method used is descriptive evaluation, employing both primary and secondary surveys for data collection. The analysis is conducted by presenting maps, written sources, and field observations, which are then described. The results show that the macro spatial concept in Toweren Village is formed through the physical arrangement of the settlement environment, reflecting the division of space based on land use. Residential areas are located in the village center, while agricultural and plantation lands lie outside the residential zone. At the micro scale, housing occupancy follows the hulu-teben spatial layout concept, which serves as the basis for regulating the position and function of spaces within the settlement. Areas with higher topography are considered more sacred than those with lower topography. The settlement pattern of Toweren Uken follows a top-down concept, with a hierarchical spatial structure from the center outward, in accordance with cultural values. Initially concentrated around Umah Pitu Ruang, the settlement pattern has now spread throughout the village. Changes are also evident in the increasingly narrow yards of houses due to population growth, illustrating the dynamic between preserving traditional spatial patterns and socio-demographic development.