Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Produksi Asap Cair dari Limbah Kopi di Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Bazlina Dawami Afrah; M Ihsan Riady; Tuti Indah Sari; Fitri Hadiah; Novia Sumardi; Siti Istiani Pratiwi; Ahmad Julianto; Agung Dwi Aryansyah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9101

Abstract

Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tanaman kopi selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah berupa batang dan kulit buah kopi yang memiliki potensi bahan untuk pembuatan asap cair untuk pengganti pestisida sintetik dan penggumpal lateks. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi asap cair sebagai bahan pestisida sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Desa Karang Tanding menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk ekonomis yang berasal dari limbah tanaman kopi. Kegiatan ini disambut oleh 1.146 orang yang mayoritas mata pencahariannya di sektor perkebunan. Pemanfaatan limbah kopi melibatkan masyarakat dan mahasiswa termasuk penyiapan materi dan pengolahan lanjutan dengan protokol COVID-19 yang direkomendasikan. Kegiatan selanjutnya merupakan sosialisasi penggunaan alat yang diikuti ± 20 masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengedukasi masyarakat lain dan mengaplikasikan langsung pada perkebunan desa Karang Tanding seluas ± 400 Ha. Produk asap cair yang dihasilkan dengan pemurnian asap cair dapat menghasilkan peptisida alami yang aman bagi sektor perkebunan.
Can the Right to A Good and Healthy Environment be Claimed as a Human Right? Achmad Romsan; Meria Utama; Irsan Irsan; Akhmad Idris; Tuti Indah Sari; Azhar Azhar; Herwin Herwin; Marieska Verawaty; Hamet Hashemi; Maysam Aboutalebi Najafabadi
Sriwijaya Law Review Volume 8 Issue 1, January 2024
Publisher : Faculty of Law, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/slrev.Vol8.Iss1.1537.pp197-212

Abstract

Land fires in South Sumatra are an annual problem during the long dry season. It was recorded that in 2015, 2016, 2017, and 2018, the land fires spread massively in the four districts of South Sumatra. The peatlands located within oil palm plantations in the Districts of Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, and the district of Ogan Ilir were the source of the fire. The haze not only attracts national but also international attention. Besides human contribution to land fire, climate change should also be considered. The role of El Nino makes the season uncertain. Land fires affect human health and other human activities in the affected areas. Three legal instruments guarantee and protect the people's right to the environment, i.e., The 1945 Indonesian Constitution, the 2009 Law No. 32 on the Environment, and the 1999 Law No. 39 on Human Rights. The problem raised herein is to what extent people can claim the right to a clean environment as human rights guaranteed and protected in those legal instruments. The results of the discussion show that those three legal instruments do not protect people whose human rights have been violated. This is because 2000 Law No. 26 on Human Rights has no jurisdiction over environmental matters. It is suggested that establishing a special Environmental Court is the solution to protect community environmental human rights cases.
Extraction of K2CO3 from empty palm fruit bunch ash and properties analysis Cindi Pakpahan; Susila Arita; Tuti Indah Sari; Leily Nurul Komariah; Fitri Hadiah; Nino Renaldi
Jurnal Teknik Kimia Vol 30 No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v30i1.2355

Abstract

Empty oil palm fruit bunches (EPFB) are the largest solid waste generated from palm oil mills. Accounting for 21-23 % of the total fresh fruit bunches. EFB ash contains K (Potassium) which can be recovered as K2CO3 through extraction. This research aims to recover K2CO3 from empty oil palm fruit bunches (EPFB) as a catalyst raw material because it is alkaline using the K2CO3 extraction method from the ash of empty oil palm fruit bunches (EPFB), which begins with a combustion process at a temperature of 700 oC to obtain ash. Ash extraction was carried out in 2 stages using water as a solvent. The K2CO3 yield from empty palm fruit bunch ash reached 57.28 %. The alkalinity test showed that the K2CO3 content in the solid extract reached 85.91 %. The properties of the ash and K2CO3 produced were analyzed using XRF, XRD and FTIR. The results of XRF analysis show that the potassium content in the ash contains the element K (potassium) which is quite large, namely 71.24 % and after extraction the purity of potassium oxide reaches 97.08 %. XRD analysis of the results of the synthesis of potassium carbonate from empty oil palm fruit bunches showed that the intensity of the material beam was obtained in a 2ϴ pattern which was lower than the intensity pattern of pure potassium carbonate. The results of FTIR analysis show that the spectrum of carbonate ions from the EPFB C-O bend is visible at 1359,879 and 700.75 cm-1 and these results are similaire to the pure carbonate ion vibration mode.
PEMBUATAN HIDROGEL BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL (PVA)/KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC)/MINYAK ASIRI SERAI MENGGUNAKAN METODE CHEMICAL CROSSLINKED Tuti Indah Sari; Prahady Susmanto; Muhammad Hatta Dahlan; Natasya Islami Kamega; Amalia Pratiwi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.24482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat hidrogel pembalut luka berbasis polivinil alkohol (PVA)/karboksimetil selulosa (CMC)/minyak asiri serai dengan asam sitrat sebagai agen pengikat silang (crosslink agent). Penambahan minyak asiri serai dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hidrogel. Penggunaan asam sitrat sebagai crosslink agent untuk meningkatkan sifat mekanik hidrogel yang dihasilkan. Formulasi hidrogel yang digunakan adalah PVA 10% (v/v) dan CMC 6% (v/v) dengan variasi jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel dikarakterisasi dengan fourier transform infrared (FTIR) dan scanning electron microscope (SEM) serta dianalisis dengan uji kuat tarik, daya serap air (swelling), dan aktivitas antibakteri. Pengujian kemampuan antibakteri dilakukan pada bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah asam sitrat mengakibatkan nilai tensile strength yang semakin tinggi dan elongation at break yang menurun. Peningkatan minyak asiri serai menyebabkan penurunan nilai tensile strength dan elongation at break. Persentase swelling menurun dengan peningkatan jumlah minyak asiri serai dan asam sitrat. Hidrogel pembalut luka menunjukkan potensi yang baik ditandai dengan kemampuan antibakteri yang tinggi, yaitu dengan diameter zona bening rata-rata tertinggi sebesar 11,39 mm. Hasil tertinggi terdapat pada hidrogel dengan minyak asiri sebanyak 0,4 mL dan asam sitrat 2 % yang menunjukkan semakin banyak jumlah minyak asiri serai dan asam yang ditambahkan, semakin baik sifat antibakteri pada hidrogel.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Pulau Semambu dalam Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok dan Daun Kelor sebagai Biopestisida Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Sari, Fitri Hadiah; Oktaviani, Oktaviani; Winda, Hanifa Permata; Saskia, Harifa Hadi; Shean, Rizqi Akbar; Anugrah, Muhammad Risky; Nabilla, Dinda Gusti Cahya; Farand, Muhammad Geo; Fadilah, Ibnu; Syabil, M. Ibnus
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1226

Abstract

Pemanfaatan limbah puntung rokok dan daun kelor sebagai biopestisida merupakan inovasi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif pestisida kimia. Limbah puntung rokok yang mengandung senyawa seperti nikotin dan alkaloid potensial sebagai pengendali hama alami. Daun kelor yang kaya alkaloid dan polifenol juga meningkatkan efektivitas biopestisida dalam menghambat hama dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan metode studi lapangan, pelatihan masyarakat, pembuatan, serta aplikasi langsung biopestisida pada tanaman yang terdampak hama. Pengujian menunjukkan bahwa biopestisida dari limbah puntung rokok dan daun kelor mampu membasmi hingga 100% populasi hama jangkrik dalam waktu 10 menit, tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman hias. Sosialisasi dan pelatihan melibatkan ± 30 warga, dimana 100% responden menyatakan tertarik mencoba membuat biopestisida sendiri di rumah. Oleh karena itu, program ini direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkala dan penyediaan panduan praktis bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Pulau Semambu agar masyarakat dapat melakukan pembuatan biopestisida secara mandiri. Hal ini sesuai dengan 97% masyarakat menyatakan terbuka terhadap kegiatan pengabdian sejenis selanjutnya. The utilization of cigarette butts and Moringa leaves as biopesticides is an environmentally friendly innovation to reduce the negative impact of chemical pesticides. Cigarette butts containing compounds such as nicotine and alkaloids have potential as natural pest control. Moringa leaves, which are rich in alkaloids and polyphenols, also increase the effectiveness of biopesticides in inhibiting pests and increasing plant growth. This community service activity was carried out in Desa Pulau Semambu, Ogan Ilir Regency, South Sumatra with field study methods, community training, making, and direct application of biopesticides on plants affected by pests. Tests showed that biopesticides from cigarette butt waste and moringa leaves were able to eradicate up to 100% of the cricket’s pest population within 10 minutes, without causing damage to ornamental plants. The socialization and training involved ± 30 residents, where 100% of respondents expressed interest in trying to make their own biopesticides at home. Therefore, this program is planned to be further developed through regular mentoring and provision of practical guidelines in collaboration with the Karang Taruna of Desa Pulau Semambu so that the community can make biopesticides independently. This is in accordance with 97% of the community expressing openness to further similar community service activities.
INTEGRASI PEMBUATAN ECO-ENZYME SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DI DESA MUARA PENIMBUNG KABUPATEN OGAN ILIR Hadiah, Fitri; Cundari, Lia; Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Fitri, Rizza Fadillah; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2348

Abstract

Desa Muara Penimbung terletak di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mayoritas penduduk di Desa ini merupakan petani. Masyarakat seringkali menghadapi masalah pengelolaan limbah organik dan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk pertanian. Solusi ramah lingkungan mengatasi permasalahan ini adalah memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan yang berasal dari zat organik kompleks dari proses fermentasi campuran antara limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula merah, dan air. Eco-enzyme dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dan pupuk organik. Penggunaan eco-enzyme sebagai pestisida dan pupuk organik mengurangi risiko paparan terhadap bahan kimia berbahaya bagi petani dan lingkungan. Desa Muara Penimbung memiliki potensi besar menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih rendah. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mengintegrasi pengelolaan eco-enzyme dalam pemanfaatannya mengolah sampah sayur dan buah-buahan menjadi pestisida dan pupuk organik bagi perkebunan di Desa Muara Penimbung. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Variabel penelitian yang dilakukan adalah jumlah limbah sayuran dan kulit buah, ragi, dan larutan gula merah dan aquadest, dengan rasio limbah kulit buah dan sayur 7:3. Pengujian secara langsung menunjukkan bahwa penggunaan pupuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai hingga 7 cm pada hari ke-3. Penggunaan pestisida memerlukan evaluasi lebih lanjut karena serangga mati dalam waktu lama setelah penyemprotan. Program ini membantu mengintegrasikan permasalahan sampah perkebunan seperti sayur dan kulit buah di Desa Muara Penimbung. Respons dari masyarakat positif dan tertarik untuk melanjutkan program serupa di masa depan.
The Effect of Bentonite Activation and Its Application on Reducing Metal Ions Levels in Wastewater Estiarny, Resfy Ella; Agustina, Tuty Emilia; Sari, Tuti Indah; Gayatri, Rianyza
Jurnal Teknologi Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.17.2.115-122

Abstract

Heavy metal pollution such as Cu²⁺, Fe³⁺, and Pb²⁺ metal ions resulting from industrial and laboratory activities has become a serious environmental issue due to their toxic and bio-accumulative nature. This study aims to evaluate the adsorption effectiveness of natural bentonite and bentonite activated chemically with H₂SO₄ followed by thermal treatment at 300 °C. The activation process was intended to enhance surface area, porosity, and the number of active sites on the bentonite surface. Adsorption experiments were conducted using synthetic wastewater containing Cu, Fe, and Pb metal ions with varying adsorbent masses (1–5 grams), and surface morphology characterization was performed using SEM-EDX. Results showed that acid-thermal activated bentonite had a more porous and fragmented surface structure compared to natural bentonite, contributing to higher adsorption efficiency. At an adsorbent mass of 5 g, Pb removal reached 92.5% with acid-thermal activated bentonite, whereas natural bentonite achieved only 85.5%. Additionally, the removal efficiency of Fe³⁺ and Cu²⁺ ions also significantly increased after activation. These findings indicate that chemical and thermal activation synergistically enhance the performance of bentonite as an effective adsorbent for treating hazardous wastewater containing heavy metals.
Produksi Asap Cair dari Limbah Kopi di Desa Karang Tanding Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Afrah, Bazlina Dawami; Riady, M Ihsan; Sari, Tuti Indah; Hadiah, Fitri; Sumardi, Novia; Pratiwi, Siti Istiani; Julianto, Ahmad; Aryansyah, Agung Dwi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9101

Abstract

Komoditas kopi merupakan salah satu komoditas andalan yang memberikan kontribusi besar bagi pendapatan nasional. Tanaman kopi selain menghasilkan produk utama berupa biji kopi juga menghasilkan limbah berupa batang dan kulit buah kopi yang memiliki potensi bahan untuk pembuatan asap cair untuk pengganti pestisida sintetik dan penggumpal lateks. Pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tanaman kopi menjadi asap cair sebagai bahan pestisida sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Desa Karang Tanding menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk ekonomis yang berasal dari limbah tanaman kopi. Kegiatan ini disambut oleh 1.146 orang yang mayoritas mata pencahariannya di sektor perkebunan. Pemanfaatan limbah kopi melibatkan masyarakat dan mahasiswa termasuk penyiapan materi dan pengolahan lanjutan dengan protokol COVID-19 yang direkomendasikan. Kegiatan selanjutnya merupakan sosialisasi penggunaan alat yang diikuti ± 20 masyarakat dengan harapan masyarakat dapat mengedukasi masyarakat lain dan mengaplikasikan langsung pada perkebunan desa Karang Tanding seluas ± 400 Ha. Produk asap cair yang dihasilkan dengan pemurnian asap cair dapat menghasilkan peptisida alami yang aman bagi sektor perkebunan.
Addition of black pepper extract as an antibacterial in the manufacture of polyvinyl alcohol (PVA) and carboxymethyl cellulose (CMC) based hydrogel wound dressings Yani, Septi Nanda; Hadiah, Fitri; Sari, Tuti Indah
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2143

Abstract

This study aims to determine the effect of adding black pepper (Piper nigrum L.) extract on the characteristics of a hydrogel wound dressing made from a mixture of Polyvinyl Alcohol (PVA) and Carboxymethyl Cellulose (CMC), and citric acid as a crosslinking agent. The manufacturing process was carried out by chemical crosslinking with varying concentrations of CMC (5%, 7.5%, 10% w/v) and black pepper extract (0%, 10%, 20%, 30%, 40% v/v). The analysis included FTIR, SEM, swelling degree, water solubility, tensile strength, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The results showed that the addition of black pepper extract increased antibacterial activity and water absorption (swelling) up to 200–500%, in accordance with the standards for good wound dressings. However, increasing the concentration of black pepper extract tended to decrease water solubility due to its hydrophobic nature. Overall, the PVA/CMC hydrogel with the addition of black pepper extract showed potential as a biocompatible wound dressing with good mechanical properties and antibacterial activity. The gel released 23.12µg/cm²curcumin within 150 minutes.
Sosialisasi Sabun Dari Ampas Kopi di SMK Negeri 1 Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Hadiah, Fitri; Novia, Novia; Saputri, Jasmine Fadhilah Delli; Anugrah, Muhammad Risky; Putri, Tiara Maharani Ramona; Shean, Rizqi Akbar; Shailendra, Faris Habib; Azhari, Muhamad Thohir; Yuniarti, Hafizhah; Aryani, Mentari Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.31979

Abstract

Ampas kopi merupakan residu dari proses penyeduhan kopi yang dapat menjadi limbah padat jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Penumpukan ampas kopi dapat mencemari lingkungan, terutama di daerah yang memiliki banyak kedai kopi, seperti di Kabupaten Ogan Ilir. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengelola limbah ini menjadi produk yang bernilai. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada siswa/i SMK Negeri 1 Tanjung Batu mengenai pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun, guna mengurangi limbah ampas kopi di Kabupaten Ogan Ilir dan memberikan pengetahuan tentang cara membuat produk bernilai tambah dari limbah kopi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Proses pembuatan sabun dimulai dari preparasi bahan baku, saponifikasi, pencetakan, framing, dan pengujian. Kegiatan ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tanjung Batu dengan melibatkan siswa/i dan guru dalam proses demonstrasi.Pelaksanaan pengabdian menunjukkan respon positif dari peserta. Dari 52 peserta, 47 orang menyatakan bahwa mereka telah memahami dan mengerti setiap langkah dalam pembuatan sabun dari ampas kopi. Berdasarkan kuesioner yang diisi, 90% peserta mengerti dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan.Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa/i SMK Negeri 1 Tanjung Batu tentang cara mengolah limbah ampas kopi menjadi produk yang bermanfaat, yaitu sabun. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat memanfaatkan ampas kopi yang sebelumnya dibuang menjadi produk bernilai yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
Co-Authors Achmad Romsan Adi Cifriadi Adi Cifriadi, Adi Agung Dwi Aryansyah Ahmad Julianto Aisyah Nurul Fatma Akhmad Idris Amalia Pratiwi Anita Zulhadj Damayanti Anugrah, Muhammad Risky Aryani, Mentari Dian Aryansyah, Agung Dwi Asep Handaya Saputra Asep Handaya Saputra Azhar Azhar Azhari, Muhamad Thohir Bazlina Dawami Afrah Cindi Pakpahan Cundari, Lia Dadi R. Maspanger Dadi R. Maspanger, Dadi David Bahrin Dwi Anggraini Eis Sri Hartati Ema Luvita Sari Estiarny, Resfy Ella Fadilah, Ibnu Farand, Muhammad Geo Fitri Hadiah Fitri, Rizza Fadillah Gayatri, Rianyza Hamet Hashemi Herwin Herwin Indah Statiska Irsan Irsan Johan Johan Julianto, Ahmad Leily Nurul Komariah M. Faizal M. Faizal M. Hatta Dahlan Marieska Verawaty Maysam Aboutalebi Najafabadi Meria Utama Muhammad Hatta Dahlan Muhammad Hatta Dahlan Muhammad Said Mutiara Tri Wahyuni Nabilla, Dinda Gusti Cahya Nadira Ken KHALISA Natasya Islami Kamega Nicky Octaviani Nino Renaldi Novia Novia Novia Sumardi Novia Sumardi Oktaviani Oktaviani Pratiwi, Siti Istiani Putri, Tiara Maharani Ramona Rahma Nuryanti Reza Rezita MAISYAROH Riady, M.I. Rizka Amanda Rosdiana Moeksin Moeksin Saputri, Jasmine Fadhilah Delli Sari, Ema Luvita Sari, Fitri Hadiah Saskia, Harifa Hadi Selpiana - Selpiana SELPIANA Selpi Setijo Bismo Setijo Bismo Shailendra, Faris Habib Shean, Rizqi Akbar Sila Amelia Ayu Syifa Siti Istiani Pratiwi Susila Arita Susmanto, Prahady Syabil, M. Ibnus Tine Aprianti Tri Julieta Putri Tuty Emilia Agustina Winda, Hanifa Permata Yadi Utama Yani, Septi Nanda Yuniarti, Hafizhah