Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Konsep Merdeka Belajar Menurut Perspektif Az-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara Jelita, Priti Ike; Dewi, Eva; Nirmala, Atika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17542

Abstract

Artikel ini membahas tentang Konsep Merdeka Belajar Perspektif Az-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Pertanyaan penelitian ini berdasarkan pada landasan bagaimana konsep merdeka belajar berdasarkan perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep merdeka belajar perspektif Al-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep yang dirumuskan oleh Az-Zarnuji; Mencari keridhaan Allah, meraih kebahagiaan akhirat, memberantas kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, memajukan dan menegakkan ajaran Islam, serta mensyukuri nikmat Allah merupakan tujuan pendidikan yang masih relevan dengan ciri-ciri kurikulum merdeka saat ini, khususnya Pancasila. Profil Siswa. Selanjutnya falsafah trilogi Ki Hajar Dewantara yaitu "tut wuri handayani", "ing ngarsa sung tulada", dan "tatas ikhlas ing madya mangun karsa". Prinsip-prinsip ini menekankan keberagaman, menghormati nilai-nilai luhur, dan mendorong kesadaran individual dalam proses pembelajaran. Konsep Merdeka belajar perspektif Az-Zarnuji dan Ki Hajar Dewantara masih memiliki relevansi dan kontribusi pada era 4.0 yang berbasis teknologi saat ini.
PENDIDIKAN ISLAM DI ERA ORDE LAMA: KEBIJAKAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT Nirmala, Atika; Jelita , Priti Ike; Asmuri, Asmuri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39565

Abstract

Artikel ini membahas kebijakan pendidikan Islam pada masa Orde Lama di Indonesia, serta dampaknya terhadap masyarakat. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, pendidikan Islam mengalami berbagai perubahan signifikan, baik dalam hal kebijakan maupun implementasinya di lapangan. Kebijakan tersebut berfokus pada upaya untuk mengintegrasikan pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional, yang didorong oleh semangat nasionalisme dan kebutuhan untuk membentuk karakter bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai agama. Meskipun demikian, kebijakan pendidikan Islam pada masa Orde Lama juga menghadapi tantangan, seperti ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya dan perbedaan antara pendidikan agama tradisional dan pendidikan umum. Dampak dari kebijakan ini terlihat dalam perkembangan lembaga pendidikan Islam, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan agama, serta pembentukan identitas nasional yang lebih kuat. Artikel ini juga menganalisis bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi struktur sosial dan hubungan antara umat Islam dengan negara, serta bagaimana warisan kebijakan tersebut masih memengaruhi pendidikan Islam di Indonesia hingga saat ini.
SAINS ISLAM: RELASI TRIPATRIK MIKROKOSMOS, MAKROKOSMOS DAN METAKOSMOS Jelita, Priti Ike; M, Amril; Dewi, Eva; Nirmala, Atika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39569

Abstract

Artikel ini membahas relasi tripatrik antara mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos dalam konteks sains Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library research). Metode kepustakaan (Library research) merupakan jenis penelitian yang data utamanya bersumber dari buku, jurnal, atau artikel. Mikrokosmos dipahami sebagai entitas manusia yang memiliki kemampuan untuk memahami dan mengartikan fenomena alam, sedangkan makrokosmos meliputi keseluruhan alam semesta yang menjadi fokus kajian ilmiah. Metakosmos berperan sebagai dimensi ilahi yang memberikan makna dan arahan bagi kedua dimensi tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai spiritual dalam pengembangan sains Islam. Al-Quran dan hadis dapat menjadi sumber inspirasi bagi ilmuwan Muslim untuk mengeksplorasi hubungan antara ketiga dimensi tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang menyeluruh tentang mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos dapat membantu ilmuwan Muslim membangun hubungan yang harmonis antara pengetahuan dan spiritualitas, serta berkontribusi pada keseimbangan ekologis dan moral dalam masyarakat.
PHYSICAL AND CHEMICAL STABILITY STUDY OF LINIMENT AS ANALGESIC BASED ON RED GINGER ESSENTIAL OIL (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DURING STORAGE Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala; Faradila Arifin Putri; Umi Muslihatun Nikmah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i4.4189

Abstract

Red ginger essential oil (Zingiber officinale var. Rubrum) has potential as a natural analgesic applied in liniment preparations. However, the physical and chemical stability of this preparation during storage needs to be evaluated to ensure its effectiveness and safety. Changes in pH, viscosity, homogeneity, and degradation of active compounds can affect the quality of the liniment over time. Therefore, this study aims to evaluate the physical and chemical stability of red ginger essential oil-based liniment under various storage conditions. The research methods include physical stability testing with organoleptic analysis (color, odor, clarity), pH, viscosity, and homogeneity. Chemical stability was analyzed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) to identify changes in the content of bioactive compounds. The liniment was stored under three conditions: room temperature (25°C), accelerated temperature (40°C), and cold temperature (4°C). The organoleptic test results showed a light yellow color with a characteristic red ginger odor. The pH test results for the liniment fell within the required pH range. The comfort test using the Visual Analogue Scale (VAS) yielded results interpreted as very comfortable. Physical stability tests at three different temperatures showed stable results. GCMS testing at 40°C showed degradation of zingiberene compounds by 30-35%, including βsesquiphellandrene, champene and alfa pinene. Therefore, proper storage is a critical factor in maintaining purity and pharmacological efficacy.
Potensi Antidiabetes Teh Celup Ekstrak Tinospora crispa (L.) dan Stevia rebaudiana Menggunakan Teknik Co-Processing Granulasi Basah Alfiatul Khasanah; Nawafila Februyani; Atika Nirmala
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1679

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder requiring practical herbal therapies with controlled physical quality. Tinospora crispa (L.) is known to possess antidiabetic potential through its alkaloid, flavonoid, and terpenoid constituents, while Stevia rebaudiana serves as a natural low-calorie sweetener and may offer additional metabolic benefits. This study aimed to evaluate the physical characteristics and antidiabetic potential of tea bags containing a combination of Tinospora crispa (L.) extract and Stevia rebaudiana powder prepared using wet-granulation co-processing technique. Methods: Three formulations were developed with varying concentrations of Tinospora crispa (L.) extract at 5%, 10%, and 15%. Extraction was performed using an ultrasonic-assisted method with 70% ethanol as solvent. Physical quality evaluation included moisture content, weight uniformity, brewing time, infusion pH, and homogeneity. An exploratory in vivo test was conducted on 15 alloxan-induced Swiss Webster mice (n=3 per group) over 7 days. Statistical analysis employed One-Way ANOVA followed by Tukey HSD test at α=0.05 significance level. Results: The extract yield was 39.07%. All formulations demonstrated homogeneity with uniform fill weight of 2 g per bag. Significant differences among formulations were observed in moisture content (*p*=0.001; η²=0.895), brewing time (*p*=0.006; η²=0.822), and infusion pH (*p*=0.031; η²=0.687). In the in vivo study, the positive control and all formulation groups showed a tendency toward decreasing blood glucose levels, whereas the negative control group exceeded the glucometer detection limit (>500 mg/dL) from day 5 to day 7. The formulation containing 10% extract (F2) demonstrated the largest descriptive reduction from 210.67 to 88.00 mg/dL (58.23%). Conclusion: Variations in Tinospora crispa (L.) extract concentration affected several physical quality parameters; however, no single formulation was superior across all tested parameters. The in vivo findings suggest a tendency toward antidiabetic activity, yet further studies with larger sample sizes, placebo controls, active compound standardization, and safety evaluations are required to confirm efficacy and elucidate the mechanism of action.
Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Kombinasi Candesartan-Amlodipine Dengan Outcome Klinis di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Tika Roro Anti; Titi Agni Hutahaen; Sebilah Sabil Noer; Atika Nirmala
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1502

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Salah satu terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah kombinasi candesartan dan amlodipine karena efektif menurunkan tekanan darah melalui mekanisme kerja yang saling melengkapi. Penggunaan antihipertensi harus memenuhi prinsip penggunaan obat rasional berdasarkan kriteria 5T, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat waktu pemberian untuk mencapai outcome klinis yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine serta hubungannya dengan outcome klinis tekanan darah. Metode: Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis 75 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher exact test. Hasil: Rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menunjukkan ketepatan pasien, indikasi, dan obat sebesar 100,00%, ketepatan dosis 98,67%, serta ketepatan interval waktu 97,33%. Outcome klinis menunjukkan 78,67% pasien mencapai target tekanan darah, sedangkan 21,33% tidak mencapainya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai Fisher’s Exact Test sebesar 0,043 (p<0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan obat dan outcome klinis pasien. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antihipertensi kombinasi candesartan dan amlodipine dengan outcome klinis pasien hipertensi.