Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN PANGAN KEPADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) NGOLANG SEBAGAI SALAH SATU DESA PENYANGGA KEK MANDALIKA YANG TERDAMPAK PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA Siska Ita Selvia; Lolita Endang Susilowati; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2023
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v3i2.454

Abstract

Dusun Ngolang, Desa Kuta, Mandalika merupakan kawasan yang digunakan untuk bermukim sementara warga relokasi Ex-Sirkuit Mandalika. Sebelum menempati hunian yang telah dipersiapkan oleh PT Pengembang Pariwisata Nasional Indonesia atau Tourism Development Corporation (ITDC), masyarakat terdampak pembangunan Sirkuit Mandalika berkegiatan di Dusun Ngolang dengan beberapa keterbatasan, salah satunya tidak adanya pekerjaan khususnya bagi para ibu-ibu rumah tangga. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidupnya dari bantuan-bantuan yang datang, baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan swasta lainnya. Tujuan diadakannya pendampingan pengolahan pangan untuk masyarakat (khususnya ibu-ibu rumah tangga) antara lain: 1) menciptakan kompetensi dibidang pengolahan pangan; 2) melakukan diversifikasi produk dari hasil-hasil pertanian yang dikembangkan di desa-desa penyangga Mandalika; 3) meningkatkan peluang pengembangan produk untuk mendukung pariwisata di Mandalika 4) Berkontribusi terhadap UMKM di manajemen Bumdes Desa Kuta, Mandalika; 5) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga dan 6) Membentuk kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT)
Root Distribution Pattern of Three Chili Varieties on Vertisol Soil, Central Lombok Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mahrup Mahrup; Lolita Endang Susilowati
Journal of Science and Science Education Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v4i2.5238

Abstract

Plant roots have an important role in plant growth. Roots function as absorbers of water and other nutrients in the soil which are distributed to other body organs. Distribution patterns, root growth and root range influence plant growth and development. Vertisols are one of the dominant soil orders in southern Lombok, but their physical characteristics are rich in monmorillonite type clay which expands when wet and shrinks when dry. This study aims to analyze the pattern of root distribution through the root growth rate of the three chili varieties and to analyze the tolerance level of the three chili varieties. The field experiment was organized according to a Randomized Completely Block Design with three replications. The varieties of chili plants planted are Kara chilies, Dewata chilies and local chilies. Root growth rate was measured on serial plant samples observed every 20-day interval until day 60, during the growth period. The results obtained showed that the distribution patterns of the three varieties experienced an increasing trend in the rate of root growth, for the kara varieties it reached a figure of 4.65 cm, for local varieties is 5.54 cm; and in the dewata variety it is 2.67 cm. The tolerance level of chili plants to congested conditions was seen from the results of their root growth rates, the three varieties showed that they were Semi Tolerant (ST) to waterlogged environmental conditions on vertisol soils.
Isolation of Cellulolytic Bacteria from Oyster Mushroom Baglog Compost Kurnia, Sandra Cahya; Lolita Endang Susilowati; Jaya, Dori Kusuma
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7770

Abstract

Oyster mushroom baglog compost is an organic waste rich in cellulose, making it a potential source for the isolation of cellulolytic bacteria. This research aims to isolate cellulolytic bacteria that function as decomposers in Baglog compost. Oyster mushroom baglog compost was used as a substrate, and bacteria were isolated using Nutrient Agar (NA) media and Carboxymethyl Cellulose (CMC) media. Qualitative testing method was done with congo red test. The results of the study successfully characterized 3 (three) potential cellulolytic bacterial isolates characterized by a cellulolytic index of more than 1 (1-1.75) and have the following characteristics: one isolate is milky white with a large round shape, one isolate is white with a large choppy shape, and one isolate is yellow with a medium round shape. These findings indicate that the three isolates have potential as cellulose decomposers and can be utilized in organic waste treatment applications or compost production.
Pendampingan Legalitas Usaha Olahan Pangan KWT Rasa Saling Sayang Desa Kuta Lombok Tengah Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Lolita Endang Susilowati; Bambang Hari Kusumo; Sukartono; Andre Rachmat Scabra; Sitti Hilyana; Sadikin Amir; Heldy Sardianto
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2291

Abstract

Activities that can improve the community's economy can be carried out through the development of MSEs micro and small entreprises. This activity encourages the home industry to become increasingly developed. Kuta Village has become a Special Economic Zone that develops tourism activities. Tourism areas require food supplies for various activities carried out around the Mandalika Circuit. The development of processed home industrial food can later provide benefits to improve the community's economy. Service activities will be carried out for 6 months from July 2023 to December 2023 in Kuta Village with the target group KWT Rasa Saling Sayang which is a KWT assisted by the University of Mataram in 2022. Activities are carried out using socialization and participation methods by involving community participation in managing the legality of MSEs micro and small entreprises businesses so that obtain distribution permits on the market. The aim of this service activity is to help groups of women farmers to obtain the legality of home industrial food processing businesses. The results of this service activity include obtaining NIB, halal certificates for processed food products and also arranging PIRT MSEs KWT Rasa Saling Sayang
Dampak Perubahan Iklim terhadap Komunitas Mikroba Tanah dan Implikasinya pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Auliya Safitri; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fwpexd49

Abstract

Perubahan iklim memberikan tekanan besar terhadap sistem pertanian Indonesia, terutama melalui dampaknya pada komunitas mikroba tanah yang berperan penting dalam siklus nutrien, kesehatan tanah, dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peningkatan suhu, kekeringan El Niño 2023–2024, variabilitas kelembapan, dan peningkatan CO₂ terhadap struktur serta fungsi mikrobioma tanah, sekaligus mengevaluasi peran mikroba indigenus sebagai strategi adaptasi. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 20 artikel unggulan yang memenuhi kriteria kualitas ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu di atas 32°C menurunkan kolonisasi mikoriza hingga 45%, kekeringan mengurangi keanekaragaman mikroba sebesar 41,7%, dan perubahan pola presipitasi memicu pergeseran komunitas menuju bakteri termotoleran. Namun, aplikasi PGPR, mikoriza arbuskular, Trichoderma, dan konsorsium Bacillus terbukti meningkatkan toleransi tanaman melalui produksi osmoprotektan, aktivasi enzim antioksidan, serta modulasi ekspresi gen stres. Teknologi bioinokulan, agroforestri, dan integrated nutrient management juga dinilai efektif meningkatkan ketahanan mikrobioma tanah, hasil tanaman, dan efisiensi input. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan mikrobioma tanah sebagai strategi kunci dalam memperkuat ketahanan pertanian Indonesia terhadap perubahan iklim.
Pengembangan Sistem Pertanian Peternakan Terpadu pada Lahan Kering di Kabupaten Lombok Tengah: Kajian Systematic Literature Review dan Rekomendasi Kebijakan Lalu Kurniawan; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/z3ybdt03

Abstract

Pertanian lahan kering di Lombok Tengah menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air, penurunan kesuburan tanah, dan rendahnya produktivitas. Sistem Pertanian Peternakan Terpadu (SPPT) dipandang sebagai strategi yang mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan ketahanan produksi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2020–2025 untuk menilai efektivitas SPPT pada agroekosistem lahan kering. Dari 82 artikel yang ditemukan, 24 jurnal memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPPT meningkatkan kesuburan tanah melalui pemanfaatan pupuk kandang dan biomassa tanaman, memperbaiki retensi air, serta menurunkan ketergantungan pada input kimia. Secara ekonomi, SPPT mampu menekan biaya pakan dan pemupukan serta meningkatkan diversifikasi pendapatan petani. SPPT juga memperkuat ketahanan sistem produksi terhadap kekeringan melalui peningkatan struktur tanah dan efisiensi nutrisi. Meski demikian, adopsinya masih terkendala keterbatasan air, modal awal, dan kapasitas teknis petani.
Integrasi Pertanian dan Kehutanan dalam Kerangka Agroekologi: Strategi Pengendalian Deforestasi Melalui Agroforestri Apriadi; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4sfeba38

Abstract

Deforestasi menjadi masalah lingkungan yang serius di Indonesia, terutama akibat perluasan pertanian dan perkebunan. Agroforestri, sebagai bagian penting dari agroekologi, dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan ekologi dan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kajian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah 36 artikel terbitan 2010–2025 untuk menilai fungsi, manfaat, dan tantangan agroforestri dalam mengendalikan deforestasi. Hasilnya, agroforestri membantu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan mengendalikan erosi. Selain itu, sistem ini mendukung diversifikasi pendapatan, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan. Namun, penerapannya masih terkendala keterampilan teknis yang terbatas, akses pasar yang lemah dibanding komoditas monokultur, insentif ekonomi yang kurang, dan ketidakpastian hak atas lahan. Agroforestri berpotensi besar menekan deforestasi jika didukung koordinasi lintas sektor, insentif ekonomi dan ekologi yang seimbang, serta penguatan kapasitas.
Efektivitas Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai terhadap Pemulihan Hutan dan Daya Dukung Lahan di Kabupaten Lombok Barat Welmy Soumena; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cbx97k30

Abstract

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan instrumen penting untuk memulihkan fungsi ekologis hutan dan meningkatkan daya dukung lahan pada wilayah yang mengalami degradasi. Kabupaten Lombok Barat termasuk daerah dengan tingkat kerusakan lahan yang tinggi akibat deforestasi, perambahan, penggembalaan liar, dan lemahnya pengawasan kawasan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas rehabilitasi DAS terhadap pemulihan hutan dan kondisi biofisik melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengintegrasikan 30 artikel primer internasional dan nasional, laporan BPDAS, serta dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas teknis rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit, kesesuaian jenis tanaman, dan pemeliharaan tiga tahun pertama, di mana keberhasilan hidup tanaman di Lombok Barat masih berada pada kisaran 35–70%, belum mencapai standar nasional. Secara ekologis, rehabilitasi meningkatkan tutupan vegetasi dan indeks NDVI, namun fluktuasi musim kering serta kedalaman tanah dangkal membatasi kestabilan pemulihan. Dari aspek sosial, partisipasi masyarakat cenderung tinggi pada tahap penanaman tetapi menurun pada fase pemeliharaan karena minimnya insentif ekonomi. Pada aspek kelembagaan, koordinasi BPDAS, pemerintah daerah, dan pemegang IPPKH masih belum optimal sehingga pemantauan dan pemeliharaan jangka panjang tidak konsisten. Secara keseluruhan, efektivitas rehabilitasi DAS di Lombok Barat dinilai moderat, dengan kebutuhan penguatan aspek teknis, sosial, dan tata kelola untuk mencapai pemulihan yang berkelanjutan.
Agroekologi sebagai Solusi Berkelanjutan: Review Sistematis terhadap Praktik dan Dampaknya pada Sistem Pertanian Rismawati Sudarsih; Lolita Endang Susilowati; Suwardji
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7p61xy39

Abstract

Sektor pertanian global saat ini menghadapi dilema kritis antara kebutuhan meningkatkan produksi pangan dan dampak lingkungan negatif dari pertanian konvensional. Review sistematis ini bertujuan mengkaji potensi agroekologi sebagai solusi berkelanjutan dengan menganalisis tiga prinsip utama: daur ulang nutrisi, diversifikasi sistem, dan produktivitas tingkat sistem. Menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) 2020, penelitian ini menelaah 20 studi ilmiah (2010–2025) yang mencakup perbandingan sistem pertanian global. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik agroekologi mampu meningkatkan layanan lingkungan tanpa mengorbankan hasil panen, dengan 78% penelitian melaporkan dampak positif terhadap ketahanan pangan. Secara spesifik, sistem daur ulang nutrisi meningkatkan layanan ekosistem hingga 17-24%, sementara diversifikasi pertanian terbukti meningkatkan hasil panen pada 63% kasus serta mengurangi serangan hama. Temuan ini sangat relevan bagi Indonesia karena memvalidasi efektivitas sistem lokal seperti integrasi tanaman-ternak dan agroforestri. Disimpulkan bahwa agroekologi memberikan bukti ilmiah yang solid sebagai alternatif nyata untuk pertanian berkelanjutan yang produktif, yang membutuhkan dukungan transformasi kebijakan dan sosial.
Agroekologi sebagai Gerakan Sosial Digital: Transformasi Media Sosial dalam Pendidikan, Mobilisasi, dan Advokasi untuk Pangan Berkelanjutan di Indonesia Muh Hayatullah; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dxnddc17

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola penyebaran informasi lingkungan, produksi pengetahuan, dan bentuk partisipasi sosial. Media sosial menjadi ruang yang banyak digunakan aktor agroekologi di Indonesia untuk berbagi praktik budidaya, membangun jejaring pangan, dan menyebarkan informasi terkait isu pangan. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis yang bertujuan mengidentifikasi bagaimana media sosial digunakan dalam aktivitas agroekologi dan bagaimana pemanfaatan tersebut berkontribusi pada munculnya pola interaksi baru dalam gerakan agroekologi di Indonesia. Kajian dilakukan menggunakan metode PRISMA dengan menyeleksi 52 artikel nasional dan internasional terbitan 2010–2024. Analisis tematik diterapkan untuk memetakan pola diseminasi pengetahuan, bentuk pengorganisasian digital, struktur jejaring komunitas, serta hambatan yang muncul dalam penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, media sosial digunakan untuk menyebarkan pengetahuan agroekologi melalui unggahan visual, dokumentasi praktik lapangan, dan diskusi antarpetani maupun pendamping. Kedua, ruang digital dimanfaatkan untuk menghubungkan petani dengan konsumen melalui pasar komunitas, kanal distribusi pangan lokal, dan kelompok berbasis wilayah. Ketiga, berbagai kampanye lingkungan dan isu pangan memanfaatkan media sosial sebagai sarana koordinasi, penyampaian informasi, serta pengumpulan dukungan. Keempat, interaksi rutin dalam jaringan digital membentuk pola representasi bersama mengenai praktik pertanian, nilai keberlanjutan, dan posisi komunitas pangan. Selain itu, ditemukan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada algoritma platform dalam jangkauan konten, serta kecenderungan komersialisasi informasi yang dapat menyederhanakan konsep agroekologi. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai cara kerja agroekologi dalam ekosistem digital dan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika tersebut.