Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The relationship between providing a balanced menu and the incidence of stunting in toddlers in Lembar Selatan village Aryani, Ni Putu; Afrida, Baiq Ricca
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(3).281-298

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic malnutrition, repeated infections, and inadequate stimulation, characterized by a height that is lower than the standard for their age (Z-score <-2 SD).Stunting affects learning achievement, cognitive development, and physical growth. Stunting also increases the risk of non-communicable diseases, including diabetes and heart disease, in adulthood.Objectives: This research aims to determine the relationship between the frequency of stunting in toddlers in South Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency and the availability of balanced nutrition. Stunting is a health issue that may adversely affect physical growth, cognitive development, and future productivity. Factors contributing to stunting include insufficient dietary intake, infections, inadequate sanitation, and socio-economic conditions.Methods: The used research technique is observational analytic using a cross-sectional strategy. The research sample included 213 moms of toddlers. Data were gathered via questionnaires about maternal attributes, feeding practices, and the nutritional health of children.Results: Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a significant association between the provision of a balanced food (p = 0.017), supplementary feeding (p = 0.009), and exclusive nursing (p = 0.000) and the nutritional status of toddlers.Conclusions: The study's findings underscore the significance of adequate nutrition for toddlers in mitigating stunting. Consequently, enhancing parental education on good eating habits and improving availability to nutritious food is essential to mitigate stunting rates in Indonesia.
Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) Dan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Jannati, Sri Hawari; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Aryani, Ni Putu
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1094

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan hormonal yang dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama pada trimester ketiga ketika ibu mendekati persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik ibu (usia, kesetaraan, pendidikan) dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik melalui studi desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 86 ibu hamil trimester ketiga yang diambil dengan teknik pengambilan sampel total. Instrumen ini menggunakan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale) untuk mengukur tingkat kecemasan.  Data dianalisis menggunakan uji chi kuadrat untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu primigravida 69%, pada usia tidak berisiko 78%, memiliki pendidikan SD-SMP 73%, mendapatkan dukungan suami 90,7% dan tidak mengalami kecemasan 68,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, paritas dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III (p-value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan, kesetaraan, dan dukungan suami terkait dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga
Efek Suplementasi Madu Trigona Laeviceps Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Jannah , Raudatul; Idyawati, Susilia; Afrida, Baiq Ricca; Jannati, Hawari; Aryani, Ni Putu; Winda Nurmayani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1107

Abstract

Anemia pada ibu hamil, ditandai dengan kadar hemoglobin kurang dari 11 gram/dl, meningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan kelahiran prematur. Secara global, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 43,9%. Madu Trigona mengandung vitamin C, A, besi (Fe), dan vitamin B12, yang dapat membantu pembentukan sel darah merah serta meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan hemoglobin, serta mencegah anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek suplementasi madu trigona terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Gerung. Penelitian kuantitatif dengan desain true-eksperimen menggunakan rancangan Pretest-Posttest with control group Design. Teknik purposive sampling digunakan dengan 16 responden, dua kelompok diteliti: kelompok perlakuan diberikan madu trigona dan diukur kadar hemoglobinnya sebelum dan sesudah, sementara kelompok kontrol hanya diukur kadar Hb-nya. Ada efek konsumsi suplementasi madu  trigona pada ibu hami anemia. Analisis data menggunakan paired t Test dengan nilai signifikansi p= 0.000. Nilai p yang < 0.05 menunjukan bahwa perubahan dalam kelompok eksperimen sangat signifikan. Pemberian madu trigona efektif dalam membantu ibu hamil dengan anemia dalam menaikkan hemoglobin.
The Relationship of Age and Gravida Status with The Incident of Anemia in Pregnant Women in Tanjung Karang Community Health Center Susilia Idyawati; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Sri Hawari Jannati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3222

Abstract

The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high, namely 48.9%. This shows that anemia in Indonesia is quite high and is approaching a serious public health problem with an anemia prevalence limit of more than 40%. The aim of this study was to identify risk factors for anemia in pregnant women. This research method is cross-sectional; the research subjects are pregnant women at the Tanjung Karang Community Health Center from January to July 2023, with a sample size of 170 pregnant women. Historical data analysis uses bivariate analysis with the Chi square method. Results of data analysis show that the highest age is 20-35 years, 66 years, and the lowest age is >35 years, 5%, depending on the fetus's condition. The highest was in women with multiple pregnancies, 44 years, and the lowest was with multiple pregnancies, 13 years. The results of data processing show that the maximum maternal age is 112 pregnant women, or 66% with reproductive age, namely 20–35 years of age. In this age group, 50% of pregnant women experience anemia, and 16% do not experience anemia. The statistical test results obtained a value of p=0.298. (P > 0.05), this shows that there is no relationship between maternal age and anemia in pregnant women. There were 73 primigravidas, or 38%, and 64 of the 170 pregnant women experienced anemia, while the remaining 9 people, or 3%, did not experience anemia. The statistical test results obtained p = 0.003, which means there is a relationship between gravida status and the incidence of anemia. The results of this study showed that there was no relationship between age and the incidence of anemia, and there was a relationship between gravida status and the incidence of anemia.
EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN MP-ASI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI DAN MENCEGAH STUNTING PADA BALITA DI DESA BUG-BUG Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Hawari Jannati; Raudatul Jannah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39051

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak balita terhambat akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Desa bug-bug adalah salah satu desa yang ada di provinsi NTB yang masih tinggi kasus stuntingnya, dengan jumlah balita sebanyak 269 orang, dengan 18 balita mengalami stunting. Tingginya kejadian ini disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak seimbang dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya asupan gizi yang mencukupi. Setiap daerah memiliki pangan lokal yang kaya akan nutrisi, namun masih belum banyak masyarakat yang memanfaatkan dalam olahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemanfaatan pangan lokal dalam pengolahan MP-ASI merupakan salah satu upaya strategis untuk mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui penggunaan pangan lokal sebagai bahan dasar MP-ASI yang bernutrisi di Desa Bug-Bug. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan dan demonstrasi serta lomba pembuatan MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, dengan kenaikan pengetahuan sebesar 50,41
OPTIMALISASI ASUPAN GIZI BALITA STUNTING MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN MENU SEIMBANG BERBASIS PANGAN LOKAL Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Sri Hawari Jannati
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Institut Kesehatan Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.571

Abstract

Stunting in toddlers is a condition of growth failure due to chronic malnutrition over a long period of time, that can be made to prevent stunting include providing health education and training. The purpose of this community service was to provide information and training on preparing balanced menus based on local foods to mothers with toddlers. This activity was carried out in Lembar Selatan Village, Lembar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province in September 2025. The target of this activity is 30 mothers with toddlers. The methods used are health education, discussion and training. The results of the measurement showed that there was an increase in understanding of mothers with toddlers about preparing balanced menus based on local foods by 40% (the average initial measurement value was 40 and the average final measurement value was 80). Attitudes also showed an increase of 38% and skills increased by 100%. This demonstrates that health education and training are effective in improving mothers with toddlers' understanding, attitudes, and skills regarding preparing balanced menus based on local foods