Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Relationship between Environmental Sanitation and Stunting Incidence Aryani, Ni Putu; Afrida, Baiq Ricca
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.485

Abstract

Stunting is still a global nutritional problem. One of the factors that influences stunting is environmental sanitation. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental sanitation and stunting. This study is a quantitative study with a case-control approach. Data collection in this study was carried out in January-March 2025 in Lembar Selatan Village, West Lombok Regency, as many as 344 people. Respondents in this study were mothers who had toddlers. The sampling technique used total sampling. The independent variable is environmental sanitation consisting of clean water sources, household waste management, water and waste disposal facilities and the dependent variable is stunting. The data collection tool in this study used a questionnaire. Stunting measurement uses height per age. Data analysis in this study includes univariate analysis using percentages and bivariate analysis using the Chi-Square test. The results of the study found that most respondents had poor clean water sources (50.6%), good household waste management (57.3%), poor water and waste disposal facilities (51.7%). The analysis found that most respondents who were not stunted were with good clean water sources (92.4%), good household waste management (65.7%), good water and waste disposal (90.7%). The results showed that there was a relationship between clean water sources (p<0.001), household waste management (p=0.002) and water and waste disposal facillities (p<0.001) with the incidence of stunting. ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah gizi global. Salah satu faktor yang berpengaruh pada stunting adalah sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case-control. Pengambilan data pada penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2025 di Desa Lembar Selatan Kabupaten Lombok Barat sebanyak 344 orang. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel independen yaitu sanitasi lingkungan yang terdiri dari sumber air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga dan sarana pembuangan air dan limbah serta variabel dependen yaitu stunting. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengukuran stunting menggunakan tinggi badan per umur. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat menggunakan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden dengan sumber air bersih yang kurang baik (50,6%), pengelolaan sampah rumah tangga yang baik (57,3%), serta saluran pembuangan air dan limbah yang kurang baik (51,7%). Analisis mendapatkan bahwa sebagian besar responden yang tidak stunting adalah dengan sumber air bersih yang baik (92,4%), pengelolaan sampah rumah tangga yang baik (65,7%) dan saluran pembuangan air dan limbah yang baik (90,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sumber air bersih (p<0,001), pengelolaan sampah rumah tangga (p=0,002) dan saluran pembuangan air dan limbah (p<0,001) dengan kejadian stunting.
The relationship between providing a balanced menu and the incidence of stunting in toddlers in Lembar Selatan village Aryani, Ni Putu; Afrida, Baiq Ricca
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(3).281-298

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic malnutrition, repeated infections, and inadequate stimulation, characterized by a height that is lower than the standard for their age (Z-score <-2 SD).Stunting affects learning achievement, cognitive development, and physical growth. Stunting also increases the risk of non-communicable diseases, including diabetes and heart disease, in adulthood.Objectives: This research aims to determine the relationship between the frequency of stunting in toddlers in South Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency and the availability of balanced nutrition. Stunting is a health issue that may adversely affect physical growth, cognitive development, and future productivity. Factors contributing to stunting include insufficient dietary intake, infections, inadequate sanitation, and socio-economic conditions.Methods: The used research technique is observational analytic using a cross-sectional strategy. The research sample included 213 moms of toddlers. Data were gathered via questionnaires about maternal attributes, feeding practices, and the nutritional health of children.Results: Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a significant association between the provision of a balanced food (p = 0.017), supplementary feeding (p = 0.009), and exclusive nursing (p = 0.000) and the nutritional status of toddlers.Conclusions: The study's findings underscore the significance of adequate nutrition for toddlers in mitigating stunting. Consequently, enhancing parental education on good eating habits and improving availability to nutritious food is essential to mitigate stunting rates in Indonesia.
Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) Dan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Jannati, Sri Hawari; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Aryani, Ni Putu
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1094

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan hormonal yang dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama pada trimester ketiga ketika ibu mendekati persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik ibu (usia, kesetaraan, pendidikan) dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik melalui studi desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 86 ibu hamil trimester ketiga yang diambil dengan teknik pengambilan sampel total. Instrumen ini menggunakan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale) untuk mengukur tingkat kecemasan.  Data dianalisis menggunakan uji chi kuadrat untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu primigravida 69%, pada usia tidak berisiko 78%, memiliki pendidikan SD-SMP 73%, mendapatkan dukungan suami 90,7% dan tidak mengalami kecemasan 68,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, paritas dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III (p-value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan, kesetaraan, dan dukungan suami terkait dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga
Efek Suplementasi Madu Trigona Laeviceps Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Jannah , Raudatul; Idyawati, Susilia; Afrida, Baiq Ricca; Jannati, Hawari; Aryani, Ni Putu; Winda Nurmayani
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1107

Abstract

Anemia pada ibu hamil, ditandai dengan kadar hemoglobin kurang dari 11 gram/dl, meningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan dan kelahiran prematur. Secara global, prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai 43,9%. Madu Trigona mengandung vitamin C, A, besi (Fe), dan vitamin B12, yang dapat membantu pembentukan sel darah merah serta meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan hemoglobin, serta mencegah anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek suplementasi madu trigona terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di wilayah kerja Puskesmas Gerung. Penelitian kuantitatif dengan desain true-eksperimen menggunakan rancangan Pretest-Posttest with control group Design. Teknik purposive sampling digunakan dengan 16 responden, dua kelompok diteliti: kelompok perlakuan diberikan madu trigona dan diukur kadar hemoglobinnya sebelum dan sesudah, sementara kelompok kontrol hanya diukur kadar Hb-nya. Ada efek konsumsi suplementasi madu  trigona pada ibu hami anemia. Analisis data menggunakan paired t Test dengan nilai signifikansi p= 0.000. Nilai p yang < 0.05 menunjukan bahwa perubahan dalam kelompok eksperimen sangat signifikan. Pemberian madu trigona efektif dalam membantu ibu hamil dengan anemia dalam menaikkan hemoglobin.
The Relationship of Age and Gravida Status with The Incident of Anemia in Pregnant Women in Tanjung Karang Community Health Center Susilia Idyawati; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Sri Hawari Jannati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3222

Abstract

The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high, namely 48.9%. This shows that anemia in Indonesia is quite high and is approaching a serious public health problem with an anemia prevalence limit of more than 40%. The aim of this study was to identify risk factors for anemia in pregnant women. This research method is cross-sectional; the research subjects are pregnant women at the Tanjung Karang Community Health Center from January to July 2023, with a sample size of 170 pregnant women. Historical data analysis uses bivariate analysis with the Chi square method. Results of data analysis show that the highest age is 20-35 years, 66 years, and the lowest age is >35 years, 5%, depending on the fetus's condition. The highest was in women with multiple pregnancies, 44 years, and the lowest was with multiple pregnancies, 13 years. The results of data processing show that the maximum maternal age is 112 pregnant women, or 66% with reproductive age, namely 20–35 years of age. In this age group, 50% of pregnant women experience anemia, and 16% do not experience anemia. The statistical test results obtained a value of p=0.298. (P > 0.05), this shows that there is no relationship between maternal age and anemia in pregnant women. There were 73 primigravidas, or 38%, and 64 of the 170 pregnant women experienced anemia, while the remaining 9 people, or 3%, did not experience anemia. The statistical test results obtained p = 0.003, which means there is a relationship between gravida status and the incidence of anemia. The results of this study showed that there was no relationship between age and the incidence of anemia, and there was a relationship between gravida status and the incidence of anemia.
EDUKASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI BAHAN MP-ASI UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI DAN MENCEGAH STUNTING PADA BALITA DI DESA BUG-BUG Ni Putu Aryani; Baiq Ricca Afrida; Susilia Idyawati; Hawari Jannati; Raudatul Jannah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39051

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak balita terhambat akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Desa bug-bug adalah salah satu desa yang ada di provinsi NTB yang masih tinggi kasus stuntingnya, dengan jumlah balita sebanyak 269 orang, dengan 18 balita mengalami stunting. Tingginya kejadian ini disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak seimbang dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya asupan gizi yang mencukupi. Setiap daerah memiliki pangan lokal yang kaya akan nutrisi, namun masih belum banyak masyarakat yang memanfaatkan dalam olahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemanfaatan pangan lokal dalam pengolahan MP-ASI merupakan salah satu upaya strategis untuk mencegah stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui penggunaan pangan lokal sebagai bahan dasar MP-ASI yang bernutrisi di Desa Bug-Bug. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan dan demonstrasi serta lomba pembuatan MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, dengan kenaikan pengetahuan sebesar 50,41