Pendekatan analisis paleontologi dapat digunakan untuk menentukan lingkungan batimetri suatu daerah dengan melihat persebaran foraminiferanya. Lokasi penelitian berada di daerah Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari Formasi Gumai dan Formasi Baturaja , termasuk dalam Cekungan Sumatera Selatan. Observasi lapangan dilakukan untuk mencatat data geologi permukaan dan data paleontologi khususnya foraminifera yang diperoleh dari preparasi sampel batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi paleobatimetri menggunakan metode deskriptif analisis paleontologi dengan pendekatan tiga metode: Barker, Van Marle, dan Tipsword. Sebanyak 22 genus foraminifera bentonik dengan total 489 individu serta 14 jenis foraminifera planktonik dengan 393 individu telah diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Barker, lokasi penelitian LP1–LP6 berada pada lingkungan Neritik Tepi hingga Neritik Tengah. Metode Van Marle menginterpretasikan LP1 berada di Neritik Luar dan LP2–LP6 di Neritik Tengah. Sementara itu, metode Tipsword menunjukkan zona pengendapan berada dalam lingkungan neritik tengah hingga luar, dengan kedalaman antara ±38 hingga 200 meter. Hal ini menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada lingkungan batimetri laut dangkal hingga menengah, khususnya dalam zona Neritik Tengah hingga Neritik Luar, dengan rentang kedalaman sekitar ±38 hingga 200 meter, yang mencerminkan kondisi pengendapan laut terbuka pada masa lalu. Paleontological analysis approach can be used to determine the bathymetric environment of an area by looking at the distribution of foraminifers. This research was conducted in Muaradua area, South Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province, which is part of the Gumai Formation and Baturaja Formation, included in the South Sumatra Basin. Field observations were conducted to record surface geological data and paleontological data, especially foraminifera obtained from the preparation of rock samples. This study aims to determine the condition of paleobathymetry using a descriptive method of paleontological analysis with a three-method approach: Barker, Van Marle, and Tipsword. A total of 22 genus of benthonic foraminifera with a total of 489 individuals and 14 types of planktonic foraminifera with 393 individuals have been identified. The results show that according to Barker, the study sites LP1-LP6 are in the Outer Neritic to Middle Neritic environment. The Van Marle method interprets LP1 to be in the Outer Neritic and LP2-LP6 in the Middle Neritic. Meanwhile, the Tipsword method shows that the depositional zone is in the middle to outer neritic environment, with depths between ±38 to 200 meters. This indicates that the study area is in a shallow to medium marine bathymetric environment, specifically in the middle to outer neritic zone, with a depth range of around ±38 to 200 meters, which reflects past open ocean depositional conditions.