Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pasir Pantai Wahede Kabupaten Barru Terhadap Kuat Tekan Dan Tarik Belah Beton Hasan, Nurhatimah; Mustakim, Mustakim; Fadly, Imam
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 5 No 2 (2024): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v5i2.657

Abstract

Barru Regency is a coastal area with abundant potential for Wahede beach sand, which can be used to make economical concrete. This research aims to determine the compressive and tensile strength values of concrete as well as the optimal percentage of the beach sand mixture. The research was carried out at the Structure and Materials Laboratory of the Muhammadiyah University of Parepare, with a planned compressive strength of 20 MPa.The results of research on normal concrete compressive strength at 7 days were 12.27 MPa, 14 days 13.97 MPa, and 28 days 20.29 MPa. Variation: 25%; compressive strength: 7 days 13.58 MPa, 14 days 15.85 MPa, and 28 days 21.89 MPa. Variation 50%, compressive strength 7 days 14.34 MPa, 14 days 18.68 MPa, and 28 days 22.08 MPa. 100% variation, compressive strength: 7 days 14.72 MPa, 14 days 19.34 MPa, and 28 days 25.48 MPa. The split tensile strength of concrete decreases with an increasing percentage of beach sand: normal 28-day concrete 7,852 MPa, 25% variation 6,222 MPa, 50% variation 6,963 MPa, and 100% variation 8,000 MPa
THE UTILIZING OF RECYCLED PLASTIC WASTE AS AN ALTERNATIVE FOR ZERO CEMENT PAVING BLOCKS Mustakim, Mustakim; Asrul, Asrul; Virlayani, Asnita
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v23i3.63983

Abstract

The problem of plastic waste that needs to be handled and managed optimally can cause environmental damage. This study aims to test the compressive strength and water absorption value of paving blocks made of plastic which are designed using a mixed variation of V50-50 (50% sand, 50% plastic), V25-75 (25% sand, 75% plastic) and V0-100 (0% sand, 100% plastic) of the total proportion of the paving blocks mix. The method is carried out by melting PP (Polypropylene) mineral glass plastic, mixing with sand based on variations, printing according to the size of the paving block, and using as a test sample in the form of a dice. The average compressive strength test results show that the model with code V25-75 has a relatively higher compressive strength value than V50-50 and V0-100. The average compressive strength value of the sample with code V25-75 is 11.53 MPa, followed by code V50-50 of 9.63 MPa, and the lowest is coded V0-100 of 3.70 MPa. The compressive strength value is influenced by the optimal percentage between sand and plastic; plastic serves as a binder for sand in a mixture of paving blocks. The rate of water absorption value will continue to decrease along with the addition of plastic waste in the paving block mixture; V50-50 is 1.44, V25-75 is 0.88, and V0-100 is 0.16. This research is expected to be applied by the community to make paving block products to reduce the amount of plastic waste globally.
Studi Karakteristik Beton Pasca Kebakaran Kadriani Kadriani; Jasman Jasman; Mustakim Mustakim
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-2.1634

Abstract

Beton merupakan bahan struktur yang sering digunakan dalam sebuah konstruksi. Meskipun memiliki banyak kelebihan, kebakaran pada konstruksi merupakan bencana yang pemicunya semakin beragam dan sulit diantisipasi. Kebakaran menyebabkan terjadinya perubahan temperatur pada struktur beton dan mempengaruhi kekuatan sebuah konstruksi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan dan tarik belah beton pasca kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kuat tekan dan tarik belah beton pasca kebakaran yang diuji pada saat umur beton mencapai 28 hari dengan cara pembakaran benda uji menggunakan tungku (drum) yang dibakar secara bertahap yaitu membakar 3 benda uji, dimana benda uji tersebut masing-masing akan diangkat dan diukur suhunya menggunakan termometer di waktu pembakaran 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Nilai kuat tarik bellah untulk beton normal yaitu 12% dari nilai kuat telkan beton, belton delngan lama pelmbakaran 2 jam yaitu 13% dari nilai kuat telkan belton, belton delngan lama pembakaran 4 jam yaitu 14% dari nilai kulat telkan belton dan belton dengan lama pembakaran 6 jam yaitu 9% dari nilai kuat telkan beton dengan demikian nilai kulat tarik belah belton 9% - 15 % dari nilai kulat telkannya.
Pengaruh Kinerja Beton Dengan Penambahan Serat Eceng Gondok Ditinjau Dari Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Musdalifah Musdalifah; Mustakim Mustakim; misbahuddin misbahuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton pada umur 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan rancangan mix design mutu rencana f’c 25 MPa, slump 75–100 mm, dan ukuran maksimum agregat 20 mm. Serat eceng gondok ditambahkan sebesar 1% dari berat semen dengan variasi panjang serat 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan benda uji silinder berukuran 15×30 cm sesuai SNI 03-1974-1990, sedangkan kuat lentur diuji pada benda uji balok 15×15×60 cm sesuai SNI 03-4431-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal, dengan penurunan terkecil pada panjang serat 1 cm (−2,25%) dan terbesar pada 3 cm (−9%). Sebaliknya, kuat lentur beton meningkat pada semua variasi, dengan peningkatan terbesar pada panjang serat 3 cm (+21,9%). Disimpulkan bahwa penggunaan serat eceng gondok dapat meningkatkan ketahanan lentur beton, tetapi berdampak negatif terhadap kekuatan tekan, sehingga pemilihan panjang serat harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi konstruksi.