Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

PREDIKSI KEBISINGAN DI JALAN ARTERI SEKUNDER (Studi Kasus : Jalan Ir. Juanda Surakarta) Handayani, Dewi; Kundarto, Rahmat; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.607 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37068

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang berada di propinsi Jawa Tengah yang terletak pada jalur yang strategis, yaitu pertemuan antara jalur dari Kota Semarang, Yogyakarta dan kota-kota di Jawa Timur. Banyaknya kendaraan seperti kendaraan pribadi, bus besar dan angkutan barang yang melintas di ruas-ruas jalan kota Surakarta. Hal ini dapat menyebabkan permasalahan di bidang transportasi, salah satunya adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan dengan beberapa faktor seperti volume kendaraan, kecepatan sepeda motor, kecepatan kendaraan ringan, kecepatan kendaraan berat dan jarak pengukuran kebisingan pada jalan arteri sekunder. Lokasi penelitian berada di Jalan Ir. Juanda Kota Surakarta merupakan jalan kelas II dengan fungsi jalan arteri sekunder. Menurut MKJI 1997 Jalan Ir. Juanda termasuk jalan dengan tipe 2 arah tak terbagi (2/2UD). Kondisi sekitar adalah kawasan perdagangan dan pemukiman serta beberapa lokasi pendidikan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pencatatan volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas dan nilai kebisingan selama 6 jam dari pukul 06.00-12.00 pada jarak 0-15 meter dari tepi jalan. Metode analisis digunakan analisis regresi linear dengan kebisingan (Y, dBA) sebagai variabel terikat dan variabel bebas antara lain volume kendaraan (X1, kendaraan/jam), kecepatan sepeda motor (X2, km/jam), kecepatan kendaraan ringan (X3, km/jam), kecepatan kendaraan berat (X4, km/jam) dan jarak pengukuran (X5, meter). Berdasarkan uji asumsi klasik, hanya variabel jarak pengukuran (X5) yang memenuhi uji tersebut, sehingga diperoleh model persamaan Y = 87,3303 - 0,9933 X5 dengan nilai r2 adalah 0,785. Model persamaan tersebut diketahui bahwa jarak pengukuran berpengaruh terhadap kebisingan.
ANALISIS ARUS BALIK AIR PADA SALURAN DRAINASE PRIMER NGESTIHARJO DAN KARANGWUNI KABUPATEN KULON PROGO DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHAPAN LANGSUNG Wibisono, Chandra; Muttaqien, Adi Yusuf; Hadiani, Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.625 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37111

Abstract

Sungai merupakan tempat aliran air besar dan memanjang yang mengalir secara terus menerus dari hulu ke hilir yang dapat dimanfaatkan makhluk hidup. Sungai dapat berfungsi dengan baik apabila dalam keadaan stabil. Apabila keadaan sungai tidak terpelihara dan tidak ada penanganan khusus, sungai dapat menimbulkan bencana banjir yang dapat merugikan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencegah terjadinya banjir dengan cara mengetahui profil muka air permukaan saluran drainase dan arus balik air. Profil muka air yang diketahui dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perbaikan dan pengaturan tata ruang saluran serta pertimbangan untuk pembangunan bangunan air akibat dari meluapnya air melebihi tanggul yang ada. Penelitian ini dilakukan pada dua saluran drainase primer di daerah Wates yaitu saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni, yang selalu terancam bahaya banjir akibat dari pertemuan di muara saluran dengan sungai Serang. Analisis profil muka air saluran akan dilakukan dengan menggunakan metode tahapan langsung dan program Hydrolic Engineering Center - River Analysis System (HEC-RAS). Debit yang digunakan dalam perhitungan adalah debit maksimum yang terjadi di saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni, dimana perhitungannya diambil dari data hujan antara tahun 2004-2013. Saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni termasuk pada penggolongan pola aliran permukaan landai / profil M (Mild) karena kemiringan dasar saluran lebih besar dari kemiringan kritis. Nilai yn maksimum pada saluran drainase Ngestiharjo terjadi pada bulan Desember yaitu 2,174 m, dengan nilai yc lebih kecil yaitu 1,436 m. Sedangkan nilai yn maksimum pada saluran drainase Karangwuni juga terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 2,107 m, dengan nilai yc lebih kecil yaitu 1,453 m. Pola aliran ini terjadi dikarenakan pada hilir saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni terendam dalam Sungai Serang yang pada bulan tertentu kedalaman airnya lebih besar. Hasil perhitungan arus balik air menunjukan bahwa arus balik air terbesar pada saluran drainase Ngestiharjo terjadi pada bulan Januari dengan panjang 1347 m. Sedangkan pada saluran drainase Karangwuni, arus balik air terbesar juga terjadi pada bulan Agustus dengan panjang 1034,32 m. Berdasarkan hasil analisis dengan program HEC-RAS, dapat dilihat bahwa profil muka air yang terjadi lebih tinggi dibandingkan tanggul di sekitar. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pintu Klep pada titik pertemuan antara saluran drainase primer Ngestiharjo dan Karangwuni dengan sungai Serang dan perbaikan tanggul di sepanjang saluran, sehingga banjir akibat arus balik air atau akibat dari bertambahnya kedalaman air normal saluran yang terjadi pada saat musim hujan dapat dihindari.
PEMETAAN ANGKA KEAMANAN LERENG DENGAN PENGARUH CURAH HUJAN DATA TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSION Dwinanda, Ramadhani Febrian; Dananjaya, Raden Harya; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.322 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36577

Abstract

Tanah longsor sudah menjadi bencana alam yang relatif sering terjadi di Indonesia. Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi dan berpotensi memicu kelongsoran. Daerah rawan longsor dapat diketahui dengan peta safety factor. Saat ini teknologi sangat berkembang sehingga peta SF dapat dikembangkan dengan mudah. Masyarakat dapat lebih waspada dengan mengakses peta SF. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta keamanan lereng Bukit Ganoman dengan pengaruh curah hujan data Tropical Rainfall Measuring Mission.Pembuatan peta SF pada penelitian ini memerlukan parameter tanah seperti nilai kohesi (c) dan sudut gesek tanah (φ) dari sampel tanah tidak terganggu. Penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder sifat mekanis tanah penelitian sebelumnya. Data curah hujan hasil observasi satelit TRMM menjadi sumber nilai curah hujan. Curah hujan ini diuji homogenitas RAPS dan dianalisis dengan metode Green-Ampt untuk mendapatkan kedalaman tanah jenuh. Data ketinggian dan kemiringan didapat dari ASTER GDEM. Analisis kestabilan lereng menggunakan program GeoStudio. Selanjutnya, nilai-nilai SF yang didapat dari program GeoStudio diolah untuk pembuatan peta kerawanan longsor. Semakin kecil nilai SF, maka semakin tinggi risiko kelongsoran.Hasil penelitian pemetaan SF menunjukkan daerah Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, memiliki beberapa titik yang rawan longsor. Lokasi pemukiman dan persawahan berada di daerah stabil (SF > 1,25), namun perkebunan memiliki beberapa titik dengan SF kategori kritis dan labil. Terdapat badan Jalan Raya Matesih - Tawangmangu yang berada di titik dengan SF labil (SF < 1,07) dimana lokasi tersebut mengalami kelongsoran sehingga penelitian ini terbukti cukup valid untuk dijadikan acuan mitigasi bencana tanah longsor di Bukit Ganoman.
NERACA SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALANG WONOGIRI Pratama, Bayu Yoga; Hadiani, Raden Roro Rintis; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.914 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36503

Abstract

Bayu Yoga Pratama, 2018 Neraca Sumber Daya Air Di Daerah Aliran Sungai Alang Wonogiri. Skripsi. Program Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Pada Setiap daerah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Begitu juga pada daerah Wonogiri yang penduduknya semakin lama terus mengalami pertumbuhan. Ada banyak hal yang akan terjadi jika pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat, yaitu penggunahan lahan untuk pemukiman, perkotaan, dan industri akan meningkat. Hal ini berpengaruh pada jumlah penggunaan air meningkat, jika penggunaan air meningkat maka otomatis kebutuhan air akan meningkat pula. Seiring perkembangan teknologi maka dapat membantu kita untuk mengetahui tentang perbandingan antara kebutuhan air dengan ketersediaan air yang ada di alam, dengan melihat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi potensi air permukaan yaitu antara lain kondisi DAS, aneka bentuk fisik sumber daya air, luas, volume tampungan, pengaruh iklim, dan aspek pengeoloaan sumber daya air (Sunaryo.et.al.,2015). Dengan mengetahui semua hal itu dan di bantu dengan perkembangan teknologi maka penelitian ini dapat di lakukan.Pengumpulan data merupakan langkah awal penelitian ini dilakukan, kemudian analisis data dan melakukan uji validitas data menggunakan metode RAPS. Perhitungan untuk hujan wilayah menggunakan Polygon Thiessen. Polygon Thiessen di peroleh dati bantuan software ArcGIS. Untuk mengetahui evapotranspirasi potensial dilakukan dengan bantuan software cropwatt. Perhitungan debit dilakukan dengan metode NRECA dan selanjutnya diperoleh nilai debit air. Selanjutnya untuk kebutuhan air yaitu kebutuhan RKI, Peternakan, Perikanan, kebutuhan air sungai, dan irigasi di peroleh data yang dapat dilihat dalam Wonigiri Dalam Angka.Hasil dari perbandingan kebutuhan air dan ketersediaan air di DAS Alang Wonigiri Jawa Tengah 2017 di dapatkan hasil defisit terbesar bernilai 16460014,494 m3/bulan dan peta hasil dari indeks  Pemakaian air berwarna merah, sedangkan hasil prediksi neraca air untuk tahun 2018 didapat hasil defisit dengan nilai terbesar 23932009,41 m3/bulan dan peta hasil indeks pemakain air berwarna merah juga.
PEMETAAN ANGKA KEAMANAN LERENG DENGAN SCRIPT PYTHON SEBAGAI MITIGASI BENCANA ALAM TANAH LONGSOR BUKIT GANOMAN Natanhia, Belinda Rosa; Dananjaya Hesti I, Raden Harya; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.212 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36612

Abstract

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa di Kabupaten Karanganyar terjadi longsor sejak tahun 2001 dan mulai 2006, longsor ini terjadi rutin setiap tahun. Khususnya di Bukit Ganoman, longsor terakhir adalah 5 Februari 2016 yang mengakibatkan longsoran tanah mengganggu lalu lintas di jalan. Daerah rawan longsor perlu diidentifikasi, salah satu solusi yang tepat adalah dengan pembuatan peta safety factor (sf). Peta SF dapat dibuat dengan mudah menggunakan skrip (rangkaian kode yang dapat dijalankan sebagai program). Penelitian dilakukan dengan menggunakan masukan data tanah, data hujan, dan data kemiringan lereng. Analisa dilakukan dengan Microsoft Excel dan skrip (bahasa Python) yang terintegrasi langsung dengan Geographic Resources Analysis Support System Geographic Information System (GRASS GIS). Hasil penelitian pemetaan SF di Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar ini menunjukkan bahwa beberapa titik di lokasi ini rawan longsor. Nilai SF lebih dari 1,25 (lereng stabil-jarang terjadi longsor) berupa sawah, pemukiman, dan perkebunan. Nilai SF antara 1,25 dan 1,07 (lereng kritis-pernah terjadi longsor) berupa perkebunan. Nilai SF kurang dari 1,07 (lereng labil-bisa atau sering terjadi longsor) berupa ladang dan melalui badan jalan. Pada daerah jalan ini yang pernah terjadi longsor pada 5 Februari 2016, sehingga penelitian ini terbukti cukup valid.
ANALISIS BANJIR DENGAN STANDARD STEP METHOD DAN PEMETAAN BANJIR DI KELURAHAN JOYOTAKAN, KOTA SURAKARTA Setia Aji, Dewanti Anggit; Hadiani, Rintis; Suryandari, Endah Sitaresmi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.222 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36502

Abstract

Banjir adalah air yang melimpah dari sungai atau saluran karena melebihi kapasitas dari tampungan. Kelurahan Joyotakan merupakan salah satu dari 26 wilayah di Surakarta yang masuk dalam daerah rawan banjir. Penyebab utamanya adalah karena terjadi backwater dari pertemuan Sungai Premulung dan Kali Wingko. Oleh karena itu diperlukan penelitian agar dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan untuk penanggulangan banjir.Banjir yang dianalisis merupakan banjir periode ulang berdasarkan Q2, Q5, Q10, Q20, Q25 dan Q50 dan Q3 harian dari hasil Hidrograf Satuan Sintesis Limantara. Analisis banjir yang digunakan adalah Standard Step Method, yang kemudian dipetakan dalam peta potensi banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil analisis banjir permodelan I dengan Pintu Air Plalan tertutup dan pompa tidak aktif pada periode ulang Q2 adalah 32,4281  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6641  m. Debit periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6592  m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6715 m. Debit periode ulang Q20 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6838 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6878 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,7003 m. Debit periode ulang Q3 Harian adalah 62,4224  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 3,0243 m. Hasil analisis banjir permodelan II dengan Pintu Air Plalan terbuka maksimum dan pompa aktif pada periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,2492 m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,7415 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,2078 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,4303 m.
Prediksi Neraca Air DAS Tirtomoyo Dengan Metode GR2M Berdasar-kan Hujan Debit 15 Harian Tahun 2018 Bayu, Ridwan Kresna; Hadiani, Raden Roro Rintis; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.7 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36528

Abstract

Pengelolan air diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di suatu DAS (Daerah Aliran Sungai). Kebutuhan air di suatu DAS terpenuhi apabila ketersediaan air tercukupi. Perlu diketahui neraca air yang terjadi agar pengelolaan air dapat dilakukan secara optimal.Penelitian ini dilakukan di DAS Tirtomoyo. Penelitian ini menganalisis debit andalan dengan metode GR2M. Metode GR2M jarang digunakan untuk menghitung debit di Indonesia, walaupun hanya menggunakan dua parameter, yaitu kapasitas simpanan kelembaban tanah dan koefisien penyerapan tanah.Hasil menunjukkan bahwa ketersediaan air di DAS Tirtomoyo tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan air di tahun 2018. Defisit air terbesar terjadi pada bulan April periode 15 harian ke dua sebesar –8,2848 m3/detik sedangkan surplus air terbesar terjadi pada bulan Februari periode 15 harian ke dua sebesar 8,1220 m3/detik.
ANALISIS BANJIR DENGAN METODE MUSKINGUM CUNGE DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KELURAHAN BANYUANYAR, SURAKARTA Raka Buana, Muhammad Zean; Hadiani, Raden Roro Rintis; Suryandari, Endah Sitaresmi
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.079 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36534

Abstract

Surakarta, kecamatan Banjarsari, tepatnya di kelurahan Banyuanyar merupakan daerah yang tidak luput dari peristiwa banjir dengan kondisi yang cukup parah dibeberapa tahun belakangan. Banjir terjadi dikarekan limpasan air dari Kali Pepe Hulu, hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan penelusuran banjir dengan metode Muskingum Cunge dan juga pemetaan banjir. Menggunakan data debit periode ulang (Qt) dilakukan penelusuran banjir, selanjutnya pemetaan banjir yang diakibatkan oleh hujan 2 harian maksimal tahunan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa debit banjir maksimum kala ulang 5 tahunan adalah 143,748 m3/detik, luasan tergenang 122.568,098 m2. Debit maksimum kala ulang 10 tahunan maksimum adalah 196,693 m3/detik, luasan tergenang 148.995,304 m2. Debit kala ulang 25 maksimum tahunan  adalah 44,475 m3/detik, luasan tergenang 10.314,6 m2. Debit kala ulang 50 maksimum tahunan adalah, 309,434 m3/detik, luasan tergenang 255.356,377 m2. Debit banjir rencana maksimum akibat hujan 2-harian maksimum tahunan terjadi pada tahun 2009 yakni sebesar 281,846  m3/detik, luasan tergenang 188.141,935 m2. 
ANALISIS DEBIT BERDASARKAN HUJAN KUMULATIF 15 HARIAN DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION PADA DAS TIRTOMOYO UNTUK TITIK SULINGI Shakti, Danang Wibawa; Hadiani, Rintis; Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37377

Abstract

Jaringan Syaraf Tiruan adalah suatu teknologi yang dikembangkan berdasarkan prinsip jaringan syaraf biologi pada manusia, dapat dilatih untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang berdasarkan pola kejadian yang ada dimassa lampau. Jaringan Syaraf Tiruan memiliki kemampuan untuk mengingat dan membuat generalisasi dari apa yang sudah terjadi sebelumnya. Aplikasi Jaringan SyarafTiruan dalam memodelkan curah hujan dalam suatu DAS memiliki angka korelasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan metode yang lain, karena Jaringan Syaraf Tiruan memiliki kemampuan untuk mengingat dan membuat generalisasi dari apa yang sudah terjadi sebelumnya. Dengan arsitektur propagasi balik (backpropagation). Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskripstif kuantitatif dengan menggunakan aplikasi komputer Matlab. Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wonogiri, provinsi Jawa Tengah, tepatnya pada DAS Tirtomoyo di titik stasiun debit Sulingi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara debit simulasi dan debit observasi dan keandalan model yang dihasilkan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan pada DAS Tirtomoyo di titik stasiun debit Sulingi. Penelitian Analisis Debit Berdasarkan Hujan Kumulatif 15 harian dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation pada DAS Tirtomoyo untuk Titik Sulingi menghasilkan korelasi yang cukup tinggi antara debit simulasi dengan debit observasi, yaitu sebesar 0,790169, dan memiliki keandalan model terhadap sistem hidrologi pada DAS Tirtomoyo sebesar 62,9%. Variabel masukan pada penelitian ini menggunakan data hujan pada tiga stasiun hujan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah Goals = 0,03, Epoch = 100000 iterasi, Jumlah hidden layer : 2 Jumlah neuronhidden layer : 2, Momentum = 0,7, periode pelatihan : 4 tahunan, training : Gradient Descent with Momentum dan performance : Mean Squared Error
BANJIR TAHUNAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO HULU 3 DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Jadmiko, Sigit; Hadiani, Rr. Rintis; Saido, Agus P.
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37550

Abstract

Kota Solo dilalui sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa (600 km) dengan luas DAS 16.100 km2. Sejak tahun 1863 sungai Bengawan Solo telah menimbulkan banjir. Bahkan saat ini banjir mulai mengancam daerah hilir. Analisis banjir daerah hulu dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar di daerah hilir. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu 3 merupakan bagian dari DAS Bengawan Solo Hulu. DAS ini terdiri dari 7 sub DAS, yaitu sub DAS Keduang, sub DAS Tirtomoyo, sub DAS Temon, sub DAS Bengawan Solo Hulu, sub DAS Alang, sub DAS Ngunggahan dan sub DAS Wuryantoro. Tiap sungai dari ketujuh sub DAS tersebut mengalir ke Waduk Wonogiri. Sehingga diperlukan analisis banjir tahunan dan sekaligus pemetaan sub DAS yang berpotensi menimbulkan banjir. Berdasarkan data historis 10 tahun didapat periode ulang 2, 5, 10, dan 20 tahunan (Q2, Q5, Q10, dan Q20). Hasil analisis membentuk database yang dikoneksikan dengan Sistem Informasi Geografis. Untuk mewakili potensi banjir 5 tahunan, 10 tahunan, dan 20 tahunan ditunjukkan dengan warna kuning, merah, dan merah tua. Warna hijau mewakili kondisi tidak berpotensi banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan 2 harian berurutan berpotensi menimbulkan banjir sampai Q2, Q5, Q10, dan Q20 hampir di tiap sub DAS. Potensi banjir terbesar terjadi pada bulan Desember.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditama, Festy Agus Hari Wahyudi Agus Wahyudi Ahmad BS, Abdul Ghoffar Andromeda, Virdya Nurlaily Ardiputro, Riyan Arin, Rifka Annisa As'ad, Sholihin Avicenna, Andi Khalifa Bayu, Ridwan Kresna Dananjaya Hesti I, Raden Harya Dananjaya Hesti I, Raden Harya Dwi Utami Dwinanda, Ramadhani Febrian Eko Prasetyo, Heri Eko Yulianto, Frandy Eratika Ginting, Jonas Ery Suryo Kusumo Fidiawan, Nuansah Firmanda, Yopi Adi Handayani, Marita Putri Hapsari, Shabrina Ishadi, Nabilla Khairunnisa Jadmiko, Sigit Jadmiko, Sigit Jayanti, Vicky Tri Jayanti Kundarto, Rahmat Kundarto, Rahmat Kurniawan, Fendika Titok Kurniawan, Pengkuh Jalu Kurniawan, Riswandha Dwi Laksono Trisnantoro Muttaqien, Adi Yusuf Natanhia, Belinda Rosa Natanhia, Belinda Rosa Pediano, Dhiky Pratama, Bagas Hendi Pratama, Bayu Yoga Purnomo Putro, Julian Wahyu Purwantoro, Bagas Dwi Putri, Elsa Sellyana Raden Harya Dananjaya, Raden Harya Rafdi, Muhammad Abi Rahadi, Rizky Setyo Rahmawati RW, Esthi Raka Buana, Muhammad Zean Raka Buana, Muhammad Zean Rakhmawati, Tsani Rosari, Bertania Kartikaning Tiyas RW, Esthi Rahmawati Saido, Agus P. Saido, Agus P. Saido, Agus Prijadi Setia Aji, Dewanti Anggit setiono setiono Setiono Setiono Shakti, Danang Wibawa Sholi, Imam Nor Sobriyah Sobriyah Solichin Solichin Suncaka, Bintang Suryandari, Endah Sitaresmi Suryandari, Endah Sitaresmi Susilowati Susilowati Suyanto Suyanto Tarigan, Berklyson Utomo, Edo Suryo Wahyu, Destiana Wardanu, Hanif Satria Wardhani, Putri Pramudya Waskito, Sigit Nur Werdiningtyas, Ratri Wibisono, Chandra Wicaksana, Chrisna Justice Wicaksanti, Warakesthi Rahayu Zahari, Renalvin