Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Membangun Lingkungan Sekolah yang Inklusif melalui Pendidikan Multikultural Raezuka, Aghata Engry Puspa; Dhewantoro, Happri Novriza Setya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i5.8191

Abstract

Dewasa ini, praktik pendidikan inklusif belum optimal ditandai masih ditemukan berbagai tantangan, seperti diskriminasi, rendahnya pemahaman guru terhadap keberagaman, serta terbatasnya sarana dan prasarana. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan multikultural dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Kajian ini melibatkan peserta didik, guru, sekolah, dan kurikulum dalam membangun lingkungan sekolah inklusif melalui pendidikan multikultural. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang menelaah berbagai buku, artikel jurnal, yang memuat teori dan hasil penelitian relevan. Tahap kajian dilakukan secara sistematis dimulai identifikasi, penelusuran, pengumpulan sumber, seleksi literatur yang relevan, analisis isi kemudian sintesis hasil penelitian dari 26 literatur utama artikel terindeks SINTA dan buku yang bernomor ISBN. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang inklusif melalui implementasi pendidikan multikultural dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pembangunan budaya sekolah yang terbuka serta bebas diskriminasi. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual pada pemetaan strategi implementasi pendidikan multikultural yang bersifat fleksibel dan adaptif terhadap keterbatasan sumber daya sekolah di Indonesia yang tidak tidak hanya mengandalkan reformasi struktural, tetapi juga menekankan pembiasaan sikap toleran, kerja sama lintas perbedaan, serta pembelajaran berbasis konteks lokal yang relevan dengan kehidupan peserta didik
Konservasi Sumber Daya Alam terhadap Konsep Daur Ulang dalam SDGs 12 dan Relevansinya pada Kurikulum Pembelajaran IPS Arfinaela Salsabila; Happri Novriza Setya Dhewantoro; Satriyo Wibowo
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v4i3.1521

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi daur ulang terhadap Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) sebagai implementasi SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta relevansinya dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis secara kritis literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daur ulang merupakan strategi konservasi yang krusial dengan mengubah limbah menjadi bahan baku sekunder, daur ulang secara signifikan mengurangi tekanan eksploitasi terhadap SDA primer seperti minyak dan mineral serta mendukung model Ekonomi Sirkular. Selain itu, model pengelolaan limbah seperti bank sampah menciptakan dampak sosial dan ekonomi positif, termasuk penciptaan lapangan kerja (SDGs 8) dan peningkatan pendapatan rumah tangga (SDGs 1). Kesimpulannya, topik ini memiliki relevansi yang sangat tinggi untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum IPS, sebab IPS merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan literasi keberlanjutan dan etika lingkungan. Integrasi ini perlu diwujudkan dengan mengaitkan konsep daur ulang dalam Geografi (pengelolaan SDA), Ekonomi (Ekonomi Sirkular), dan Sosiologi (perubahan perilaku), khususnya melalui pembelajaran berbasis proyek yang praktis dari konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna membentuk kebiasaan hidup yang bertanggung jawab. 
Pengembangan E-Module Berbasis Socio-Scientific Issue pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Literasi Sains Siswa Kelas XI Puspita Mayang Arum Dewantari; Kartika Ratna Pertiwi; Happri Novriza Setya Dhewantoro
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 2 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/mjsnr582

Abstract

This study aimed to develop and evaluate a socio-scientific issues-based e-module to improve eleventh-grade students’ learning interest and scientific literacy on the excretory system topic. The method used was Research and Development employing the ADDIE model, followed by a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group design. Data were collected through validation sheets, learning interest questionnaires, and scientific literacy tests. The results showed that the developed e-module had excellent feasibility and practicality based on expert and teacher assessments. In addition, the implementation of the socio-scientific issues-based e-module improved students’ learning interest and scientific literacy better than conventional learning. In conclusion, the socio-scientific issues-based e-module is effective as an innovative learning resource to support meaningful and contextual biology learning.  Keywords: E-Module, Learning Interest, Scientific Literacy, Socio-Scientific Issues  
Menjembatani Keberagaman: Peran Demokrasi dalam Mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia Deva Kristiyanto; Happri Novriza Setya Dhewantoro
Journal Governance and Politics (JGP) Vol 5 No 2 (2025): Journal Governance and Politics (JGP)
Publisher : IISIP YAPIS Biak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas peran demokrasi sebagai jembatan dalam merawat dan menguatkan multikulturalisme di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki keberagaman etnis, budaya, agama, dan bahasa, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga kohesi sosial di tengah potensi konflik horizontal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diperoleh melalui kajian literatur dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa demokrasi, dengan prinsip-prinsip seperti kesetaraan, kebebasan berpendapat, partisipasi aktif, dan penghargaan atas perbedaan, dapat menjadi mekanisme efektif dalam menjembatani keberagaman. Demokrasi tidak hanya berperan sebagai sistem politik, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya hidup bersama secara harmonis. Penanaman nilai-nilai multikultural melalui pendidikan menjadi strategi penting dalam memperkuat peran demokrasi. Dengan penerapan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan, keberagaman di Indonesia dapat menjadi kekuatan nasional, bukan sumber perpecahan. Kata kunci: Demokrasi, Multikulturalisme, Keberagaman, Pendidikan Multikultural Abstract This article discusses the role of democracy as a bridge in maintaining and strengthening multiculturalism in Indonesia. As a country with ethnic, cultural, religious, and linguistic diversity, Indonesia faces great challenges in maintaining social cohesion amid the potential for horizontal conflict. This research uses a qualitative approach with a literature study method, where data is obtained through literature review from various books, scientific journals, and previous research. The analysis shows that democracy, with principles such as equality, freedom of speech, active participation, and respect for differences, can be an effective mechanism in bridging diversity. Democracy not only acts as a political system, but also as a social space capable of fostering collective awareness of the importance of living together in harmony. The cultivation of multicultural values through education is an important strategy in strengthening the role of democracy. With the implementation of inclusive and equitable democracy, diversity in Indonesia can become a national strength, not a source of division. Keywords: Democracy, Multiculturalism, Diversity, Multicultural Education
Analisis Peran Pendidikan Politik dalam Membentuk Sikap Peserta Didik yang Demokratis Jovita Wahyu Agata; Happri Novriza Setya Dhewantoro
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan politik dalam membentuk sikap peserta didik yang demokratis. Pendidikan politik tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan mengenai sistem politik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, kesadaran politik, dan nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Metode yang digunakan alam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan terintegrasi dalam kurikulum, didukung oleh metode pembelajaran partisipatif, serta melibatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi politik peserta didik dan mencegah apatosme maupun radikalisme. Selain itu, pendidikan politik berperan dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan dan membentuk kepekaan sosial di kalangan peserta didik. Dengan strategi implementasi yang tepat, pendidikan politik menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang kritis, partisipatif, dan berkepribadian demokratis. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pendidikan politik secara sistematis dan kontekstual di lingkungan sekolah, sehingga peserta didik nantinya akan lebih mampu berkontibusi dalam memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia.
Penguatan Literasi Digital sebagai Upaya Mengurangi Risiko Kejahatan Siber di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul Ahmad Muzakkil Anam; Danang Ade Agustinova; Hanif Nur Rokhim; Happri Novriza Setya Dhewantoro
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i2.2025.90-100

Abstract

The increasing development of internet access and the penetration of digital devices has had a significant impact on rural communities, enabling them to connect within the digital ecosystem. However, the low level of digital literacy among them has also increased their potential to become victims of cybercrime. This cybercrime not only causes material losses but also threatens individual security and privacy, as well as disrupts the social and economic stability in rural areas. Therefore, the protection and enhancement of digital literacy become essential preventive measures to reduce these risks. This community service program aims to improve digital literacy through socialization, education on various forms of cybercrime, training on measures to anticipate cybercrime, and practical use of anti-cybercrime applications on smartphones. With this program, it is hoped that Pacarejo Village can become a model in building local cyber resilience, which in turn can reduce the risk of cybercrime and enhance the digital security and well-being of the village community
The Influence of Social Studies Learning Using the Questions Students Have and Drill and Practice Learning Methods on Student Learning Outcomes Happri Novriza Setya Dhewantoro; Annisa Nurul Firdausi; Andika Dirsa
Heritage Vol. 5 No. 2 (2024): Heritage: Journal of Social Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v5i2.157

Abstract

This research seeks to find out if there is a meaningful difference in learning results between students who utilize the Question Student Have method and those who utilize the Drill and Practice method at SMP Negeri 1 Jatisrono. This research is an experimental study employing a randomized pretest-posttest comparison group design. The study's population included grade VIII students from SMP Negeri 1 Jatisrono, with samples taken from two classes, specifically class VIII B and VIII C, chosen through purposive sampling methods. Data gathering was conducted via observation, documentation, pretest, and posttest. Data analysis consisted of prerequisite tests for normality and homogeneity, followed by hypothesis testing using an independent samples t-test. The findings revealed a notable difference in learning outcomes between students using the Question Student Have method and those using the Drill and Practice method. This is shown by the average pretest score of experimental class 1 being 72.51 and experimental class 2 being 68.83. In contrast, posttest data analysis showed the average score of experimental class 1 to be 79.75 and experimental class 2 to be 75.85. Hypothesis testing using the t-test at a significance level of 0.05 yielded a calculated t value > t table (2.93 > 1.99), leading to the acceptance of Ha and rejection of H0. Therefore, it can be concluded that the learning results of students using the Question Student Have method are superior to those of students using the Drill and Practice method.