Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Improving Social Studies learning activity and outcomes through multimedia-based learning Winarsi, Winarsi; Azizah, Primanisa Inayati; Rosardi, Raras Gistha; Setya Dhewantoro, Happri Novriza
JIPSINDO Vol. 12 No. 2 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v12i2.89925

Abstract

This research was motivated by the low learning activity and low learning outcomes of social studies of class VII/B students in the second semester at SMP Negeri 2 Dusun Selatan. Indicators of low learning activity include a lack of enthusiasm for learning and a tendency to be apathetic in participating in learning. This can be seen from students' responses to teacher questions, their activeness in expressing opinions or ideas, and low student participation in learning. Meanwhile, indicators of low learning outcomes are seen from classical completeness, which is still below 75% with the KKM value of Social Studies for Class VII in the second semester of the 2024/2025 Academic Year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan being 70. To overcome this problem, a Classroom Action Research was conducted that focused on increasing activity and improving learning outcomes through the use of multimedia-based learning media. This Classroom Action Research (CAR) used the Kemmis and McTaggart model, which was implemented in 2 (two) cycles on 31 students. Data was collected through learning activity observations, learning outcome tests, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in learning activity, learning outcomes, and classical mastery. Learning activity increased by 17.4%, from 68.9% pre-cycle to 75.4% in Cycle 1 and 86.3% in Cycle 2. Student learning outcomes increased by 13.9%, from 72.6% in the pre-cycle to 80.3% in Cycle 1 and 87.7% in Cycle 2. Classical mastery percentage increased by 29%, from 65% in the pre-cycle to 83% in Cycle 1 and 94% in Cycle 2. It was concluded that the use of multimedia-based learning media can improve the social studies learning activity and learning outcomes of grade VII/B students in the 2024/2025 academic year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan.
Membangun Lingkungan Sekolah yang Inklusif melalui Pendidikan Multikultural Raezuka, Aghata Engry Puspa; Dhewantoro, Happri Novriza Setya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i5.8191

Abstract

Dewasa ini, praktik pendidikan inklusif belum optimal ditandai masih ditemukan berbagai tantangan, seperti diskriminasi, rendahnya pemahaman guru terhadap keberagaman, serta terbatasnya sarana dan prasarana. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan multikultural dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Kajian ini melibatkan peserta didik, guru, sekolah, dan kurikulum dalam membangun lingkungan sekolah inklusif melalui pendidikan multikultural. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang menelaah berbagai buku, artikel jurnal, yang memuat teori dan hasil penelitian relevan. Tahap kajian dilakukan secara sistematis dimulai identifikasi, penelusuran, pengumpulan sumber, seleksi literatur yang relevan, analisis isi kemudian sintesis hasil penelitian dari 26 literatur utama artikel terindeks SINTA dan buku yang bernomor ISBN. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang inklusif melalui implementasi pendidikan multikultural dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pembangunan budaya sekolah yang terbuka serta bebas diskriminasi. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual pada pemetaan strategi implementasi pendidikan multikultural yang bersifat fleksibel dan adaptif terhadap keterbatasan sumber daya sekolah di Indonesia yang tidak tidak hanya mengandalkan reformasi struktural, tetapi juga menekankan pembiasaan sikap toleran, kerja sama lintas perbedaan, serta pembelajaran berbasis konteks lokal yang relevan dengan kehidupan peserta didik