Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cendekiawan

Manajemen Mutu Akademik SDIT Cahaya Ummat Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Siti Nurhidayah; Rasiman; Sumarno
CENDEKIAWAN Vol 7 No 1 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i1.497

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Perencanaan peningkatan mutu pendidikan ini direncanakan dengan baik sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Sedangkan kelemahan dimensi ini adalah penentuan visi, misi dan tujuan perlu pembaharuan dalam jangka beberapa tahun, musyawarah tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu; 2)Pengorganisasian, dalam pengorganisasian untuk meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat sudah melibatkan berbagai pihak, dan dapat membagi tugas dengan proporsional sesuai dengan tupoksinya sehingga membangkitkan semangat kerja tim dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan serta mengkomunikasikan tentang harapan yang tinggi dan tantangan kerja yang harus dihadapi bersama sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Kelemahan pengorganisasian adalah ada beberapa tenaga pendidik yang masih belum memaksimalkan kredibilitasnya dalam melaksanakan tugas, sehingga mengakibatkan kesenjangan dari hasil yang dicapai; 3)Pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, peneliti menyimpulkan bahwasanya Sekolah telah memberi perhatian kepada anggotanya untuk meningkatkan prestasi. Dengan demikian seorang bawahan yang mendapat perhatian dari sekolah akan meningkatkan kinerja dan prestasi guna mencapai visi yang diharapkan bersama. Pada akhirnya perhatian sekolah inilah salah satu yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Kelemahan dimensi ini adanya beberapa guru yang kurang loyalitasnya dengan meninggalkan sekolah karena mendaftar sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja); 4)Pengawasan pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan, peneliti menyimpulkan bahwa pengawasan yang dilakukan berkesinambungan akan sangat berguna untuk dapat mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat. Sekolah mampu mendorong para anggotanya berpikir kreatif, dan menemukan solusi setiap terjadi masalah dalam organisasi sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDIT Cahaya Ummat.
Manajemen Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Rina Kurnia Utami; Juliejantiningsih, Yovitha; Rasiman
CENDEKIAWAN Vol 7 No 2 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i2.601

Abstract

This study aims to analyze the management of Operational Assistance for Implementation (BOP) in improving the quality of education at TK Negeri Pembina, Kajen District. The study focuses on planning, implementation, reporting, and accountability aspects of BOP management. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data validity was ensured through credibility, transferability, dependability, and confirmability techniques. The results indicate that BOP management at TK Negeri Pembina has applied management principles involving the principal, treasurer, teachers, and school committee. Planning is conducted through the preparation of the School Activity and Budget Plan (RKAS) using the ARKAS application to enhance financial efficiency. Implementation follows the approved RKAS, while recording and reporting are carried out systematically and transparently. Accountability reflects effectiveness, efficiency, and flexibility, supported by supervision from the principal, school committee, and the Education Office. However, challenges include delays in fund disbursement and limited transparency to parents. Overall, BOP utilization contributes to improving educational quality through enhanced teacher competence, provision of learning media, and strengthened school-based management.