Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Terhadap Durabilitas Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Putri, Alfina Dwi; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2423

Abstract

With the rise in the number of vehicles on Indonesian roads, the frequency of loads that occur on road pavements rises, and extreme weather changes can damage the pavement layer, particularly at the level of durability (durability), particularly at the top layer, namely the AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course). As a result, it is required to improve the quality of road surface, one of which is to add additives to asphalt mixtures. Coconut shell waste, which is converted into charcoal, was used as an additive in this study. Because coconut shell waste is readily available in Indonesia, but its utilization is inefficient, this study intends to assess the effect of adding coconut shell charcoal at levels of 0%, 3%, 6%, and 9% on the durability of asphalt mixtures. Furthermore, the test objects at each level of coconut shell charcoal were submerged for 30 minutes, 1 day, 7 days, and 14 days at a temperature of 60˚C. Because coconut shell charcoal is an organic material, it is susceptible to the influence of water, the effect of adding coconut shell charcoal to the AC-WC mixture in terms of the First Durability Index (IDP) and Second Durability Index (IDK) values show a greater loss of strength as the coconut shell charcoal content increases.
Kajian Korelasi Hambatan Samping Terhadap Kecepatan di Jalan 2/2 UD Meilina, Ayu Lena Lena; Putra, Sasana; Ofrial, Siti Anugrah Mulya Putri; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2472

Abstract

AbstractSide Obstacles that occur on Jalan Untung Suropati to be precise in the market area of Labuhan Ratu Station such as the use of the shoulder of the road as a parking lot, the road used by pedestrians, vehicles entering and leaving the market, loading and unloading of goods carried out on the road, as well as vehicles used by pedestrians. stop to go up and down. The railroad crossing adjacent to the market will affect traffic flow, and the entry and exit of vehicles on the train will cause side barriers. This study aims to determine how much influence the side barriers that occur and how these obstacles affect vehicle speed on Jalan Untung Suropati Labuhan Ratu. Side drag, speed and volume of direct traffic data by conducting a survey for 1 day and analyzed using the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines, while the effect of side barriers on speed was analyzed using linear regression with the help of Microsoft Excel. From this study, it was found that the highest volume on Monday afternoon at 17.15-17.20 WIB was 793, the highest speed on Monday afternoon was 16,422 km/hour, the highest side drag on Monday morning was 138.4. Based on the results of linear regression analysis, it can be seen that the side resistance is negative, this indicates that if the resistance variable increases by 1, it will affect the speed of 0.0464.  Keywords : Side barrier; speed, traffic flow.AbstrakHambatan Samping yang terjadi di ruas Jalan Untung Suropati Tepatnya di kawasan pasar Stasiun Labuhan Ratu seperti penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir, badan jalan yang digunakan oleh pejalan kaki, kendaraan yang masuk keluar pasar, bongkar muat barang yang dilakukan di badan jalan, serta kendaraan yang berhenti untuk menaik dan menurunkan. Palang kereta api yang berdekatan dengan pasar akan mempengaruhi arus lalu lintas, serta keluar masuknya kendaraan di kereta api kereta api akan menimbulkan hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hambatan samping yang terjadi serta bagaimana pengaruh hambatan tersebut terhadap kecepatan kendaraan di Jalan Untung Suropati Labuhan Ratu. Data Hambatan Samping, kecepatan dan volume lalu lintas langsung dengan melakukan survei selama 1 hari dan dianalisis dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014, sedangkan untuk pengaruh hambatan samping dan arus lintas terhadap kecepatan dianalisis menggunakan regresi linier dengan bantuan Microsoft Excel. Dari penelitian ini didapat volume tertinggi pada senin sore pukul 17.15-17.20 WIB sebesar 793, kecepatan tertinggi pada senin sore sebesar 16.422 km/jam, hambatan samping tertinggi pada senin pagi sebesar 138,4. Berdasarkan hasil analisis regresi linier dapat diketahui bahwa hambatan samping bernilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa jika variabel hambatan mengalami peningkatan 1 , maka akan mempengaruhi kecepatan sebesar 0,0464.Kata kunci : Arus lalu lintas; hambatan samping, kecepatan.
Efektifitas Fly Over Di Jalan H. Komarudin – Jalan Kapten Haq Berdasarkan Tinjauan Tundaan Pada Perlintasan Sebidang Kereta Api Jalan H. Komarudin Yunise, Karmaniar; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2483

Abstract

Perlintasan pintu kereta api pada segmen ruas jalan H. Komarudin Bandar Lampung sering menimbulkan kemacetan sehingga menyebabkan terjadinya tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku tundaan yang terjadi pada masing-masing lajur akibat penutupan pintu lintasan kereta api. Metode gap acceptance digunakan untuk mengetahui besaran tundaan yang terjadi dengan dukungan data kecepatan dan waktu tempuh. Hasil penelitian didapatkan tundaan atau waktu gap tertinggi pada hari Senin pagi sebesar 12,08 detik. Durasi penutupan palang pintu terlama terjadi hari senin pagi pukul 08:15 WIB sebesar 357,44 detik. Panjang antrian terpanjang terjadi pada hari senin sore saat kereta ke 1 sebesar 165 meter pada arah Fly Over – Bataranila.
Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt Dzulhadi, Rahmad; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2522

Abstract

Abstract Split Mastic Asphalt (SMA) is one of the surface layers with a higher percentage of AC pavement. This layer uses a gap gradation which has advantages, one of which is the percentage of coarse aggregate 70% of the total mixture, so that the main strength comes from the strength of the aggregate. In addition, it is necessary to increase the strength of the asphalt which can be done, one of which is to use coconut shell charcoal waste as a mixture in the asphalt. Coconut shell waste is found in Indonesia that has not been used optimally, so this study aims to determine the effect of adding coconut shell waste to the Split Mastic Asphalt (SMA) pavement mixture on Marshall characteristics and determine the optimum asphalt content needed so that the SMA mixture can improve performance. strength. Variations in addition of Coconut Shell Charcoal of 0%, 3%, 6% and 9% which will be mixed with asphalt. Furthermore, the test object is immersed for 30 minutes at a temperature of 60˚C. The addition of coconut shell charcoal to the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture has an effect on changes in the Stability value, the higher the coconut shell charcoal content in the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture, the Stability value will increase, this is because coconut shell charcoal affects the penetration value of the asphalt. . The results of this study obtained the highest stability value at the addition of 9% Coconut Shell Charcoal content. Keywords: Split Mastic Asphalt (SMA), Coconut Shell Charcoal, Stability Abstrak Split Mastic Asphalt (SMA) adalah salah satu lapisan permukaan dengan persentase lebih tinggi dari perkerasan AC. Lapisan ini menggunakan gradasi senjang dimana memiliki keunggulan yakni persentase agregat kasar 70% dari campuran, sehingga kekuatan bersumber dari kekuatan agregat. Selain itu, diperlukan peningkatan kekuatan pada aspal yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan limbah arang tempurung kelapa sebagai campuran pada aspal tersebut. Limbah tempurung kelapa banyak ditemukan di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan limbah tempurung kelapa pada campuran perkerasan Split Mastic Asphalt (SMA) terhadap karakteristik Marshall dan Menentukan kadar aspal optimum yang dibutuhkan agar campuran SMA dapat meningkatkan kinerja kekuatan.Variasi Arang Tempurung Kelapa sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% yang akan dicampurkan aspal. Selanjutnya benda uji direndam dengan 30 menit dengan suhu 60˚C. Penambah anarang tempurung kelapa terhadap campuran Split Mastic Asphalt (SMA) berpengaruh terhadap Stabilitas, semakin tinggi kadar arang tempurung kelapa dalam campuran Split Mastic Asphalt (SMA) maka nilai Stabilitas akan semakin meningkat, hal ini dikarenakan arang tempurung kelapa mempengaruhi nilai penetrasi terhadap aspal. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai stabilitas tertinggi pada penambahan kadar Arang Tempurung Kelapa 9%. Kata Kunci: Split Mastic Asphalt (SMA), Arang Tempurung Kelapa, Stabilitas
Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt Berbasis RAP Pratama, Bima Depati; Putra, Sasana; purba, Aleksander; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2527

Abstract

AbstractDamaged asphalt roads can be repaired with Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). This method iscarried out using asphalt waste which is crushed into chunks and later be reused. However,because this pavement has a weakness in terms of quality, an innovation was carried out byadding coconut shell charcoal (ATK) waste as a an additive in asphalt mixture. This research isbased on Marshall testing to determine the performance of a mixture of Split Mastic Asphalt(SMA) with coconut shell charcoal. From the results of the Marshall Characteristics test on theRAP-based SMA mixture with the addition of ATK asphalt content, it shows that for each additionof ATK asphalt content of 3% successively there will be an increase in the stability value with anaverage increase of 9% at 25% RAP, 7% at 50% RAP and 6% at 75% RAP. So in the IKS test itcan be concluded that ATK added material can increase the IKS value as an indicator of thedurability of the asphalt mixture.Key words: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Innovation, Coconut Shell Charcoal (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA).AbstrakJalan aspal yang mengalami kerusakan dapat dilakukan perbaikan dengan Reclaimed AsphaltPavement (RAP). Metode ini dilakukan dengan menggunakan limbah aspal yang dihancurkanmenjadi bongkahan dan nantinya dimanfaatkan kembali. Namun, dikarenakan perkerasan inimemiliki kelemahan dalam hal kualitas, maka dilakukan suatu inovasi dengan penambahan limbahArang Tempurung Kelapa (ATK) sebagai bahan tambah pada aspal. Penelitian ini didasarkan padapengujian Marshall untuk mengetahui kinerja campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan arangtempurung kelapa. Dari hasil pengujian Karateristik Marshall pada campuran SMA berbasis RAPdengan penambahan kadar aspal ATK, menunjukan bahwa pada setiap penambahan kadar aspalATK sebesar 3% secara berturut-turut akan mengalami peningkatan nilai satabilitas dengandiperoleh kenaikan nilai rata-rata sebesar 9% pada RAP 25%, 7% pada RAP 50% dan 6% padaRAP 75%. Sehingga pada pengujian IKS dapat disimpulkan bahwa bahan tambah ATK dapatmeningkatkan nilai IKS sebagai indikator durabilitas campuran aspal.Kata kunci: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), inovasi, Arang Tempurung Kelapa (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA).
Durabilitas Campuran AC-WC Berbasis RAP Menggunakan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Naufal, Ahmad Yusuf; Putra, Sasana; Karami, Muhammad; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2533

Abstract

Abstract One method of road infarstructure maintenance is dredging the old asphalt pavement to then be re-coated with a new asphalt pavement. The result of dredging old asphalt pavement is called RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP can be used as an aggregate substitution in the manufacture of new asphalt pavement layers, especially in the AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) layer by recycling. In addition to the utilization of RAP, improving the quality of road pavement also needs to be done by modifying paved mixtures by adding additives to the asphalt. The additive added in this study is ATK (Coconut Shell Charcoal). This study aims to determine the effect of the addition of ATK on the durability of RAP-based AC-WC mixtures. Furthermore, the immersion of the test object is carried out with a variation of 30 minutes, 1 day at a temperature of 60 °C. The effect of the addition of ATK to the RAP-based AC-WC mixture on its durability judging from the residual Strength Index (IKS) value shows that the residual strength value is getting smaller along with the increasing rap levels and ATK levels in the mixture, this can be caused because ATK is an organic material that is susceptible to the influence of water and RAP is a used asphalt pavement that has suffered damage due to road service. Keywords: AC-WC, RAP, Durability,Coconut shell charcoal Abstrak Salah satu metode pemeliharaan insfrastruktur jalan adalah pengerukan perkerasan aspal lama pada jalan untuk kemudian dilapis kembali dengan perkerasan aspal baru. Hasil dari pengerukan perkerasan aspal lama disebut dengan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP dapat dimanfaatkan sebagai substitusi agregat pada pembuatan lapis perkerasan aspal baru khususnya pada lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan cara daur ulang. Selain pemanfaatan RAP, peningkatkan kualitas dari perkerasan jalan juga perlu dilakukan dengan cara memodifikasi campuran beraspal dengan menambahkan bahan aditif pada aspal. Bahan aditif yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu ATK (Arang Tempurung Kelapa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ATK terhadap durabilitas campuran AC-WC berbasis RAP. Selanjutnya perendaman benda uji dilakukan dengan variasi 30 menit, 1 hari pada suhu 60˚C. Pengaruh penambahan ATK pada campuran AC-WC berbasis RAP terhadap durabilitasnya ditinjau dari nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menunjukkan nilai kekuatan sisa yang semakin kecil seiring dengan bertambahnya kadar RAP dan kadar ATK dalam campuran, hal ini dapat disebabkan karena ATK adalah bahan organik yang rentan terhadap pengaruh air dan RAP adalah perkerasan aspal bekas yang telah mengalami kerusakan akibat masa layan jalan. Kata Kunci: AC-WC, RAP, Durabilitas, ATK
Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Gelas Kemasan Untuk Meningkatkan Kekuatan Campuran Beton Sebagai Bahan Rigid Pavement Calosa, Evanthe; Putra, Sasana; Noorhidana, Vera Agustriana; Karami, Muhammad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2636

Abstract

Concrete is the main material of rigid pavement that can withstand compressive strength and weak to tensile strength. Flexural tensile strength on rigid pavement itself is a benchmark in concrete pavement. To increase the value of the flexural tensile strength can be done by adding fiber to the concrete mixture. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of plastic waste from plastic packaging made of polypropylene on the compressive strength and flexural tensile strength of concrete.In this study, the addition of used plastic waste pieces from packaged glass used fractional volumes of 0%, 0.1%, 0.3%, 0.5%, and 0.7% of the volume of concrete mixture. The samples for this study were a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for the compressive strength test and a beam measuring 15 x 15 x 60 cm for the flexural tensile strength test. The test was carried out after the concrete had been 28 days old. The result of this research is the compressive strength decreased along with the amount escalation of the fiber to the concrete mixture. The flexural tensile strength maximum occur of the addition of plastic fibers at 2% volume fraction increased by 23,75% compared to flexural tensile strength of normal concrete. As a result of adding plastic fibers to the concrete mixture, it also decreased the workability of the concrete mixture
Pengaruh Variasi Waktu Rendaman Terhadap Durabilitas Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan Tambahan Arang Tempurung Kelapa sebagai Bahan Tambah pada Aspal Triandana, Muhammad Krisna; Putra, Sasana; Putri Ofrial, Siti Anugrah Mulya; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i3.2683

Abstract

Perubahan cuaca yang tidak pasti terutama pada saat musim hujan menjadi salah satupenyebab kerusakan jalan. Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan maupun perbaikanuntuk mempertahankan kondisi jalan pada tingkat yang layak dan memperlambat lajupenurunan kondisi jalan. Kondisi jalan yang baik sangat dipengaruhi oleh lapisan-lapisanpenyusun jalan itu sendiri, salah satunya adalah lapisanSplit Mastic Asphalt(SMA).Diperlukan peningkatan kekuatan pada aspal, salah satunya adalah dengan menggunakanbahan tambah abu arang tempurung kelapa karena bahan ini mempunyai kandungansenyawa yang sama dengan aspal dan dapat menambah kekakuan dari aspal tersebut.TujuandalampenelitianiniadalahuntukmengetahuikarakteristikmarshallpadacampuranSplit Mastic Asphalt (SMA)dengan menggunakan limbah arang tempurungkelapa sebagai bahan tambah pada aspal. Penelitian ini menggunakan metoderendamandengan mengambil nilai IDP (Indeks Durabilitas Pertama) dan IDK (Indeks DurabilitasKedua). Dari hasil analisis pengolahan data dan studi literatur, sehingga diperoleh nilaiterbesar IDP dan IDK adalah 0,38% dan 21,55%.Kata kunci :pengaruh, durabilitas,split mastic asphalt, arang tempurung kelapa.
Karakteristik Uji Marshall Pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) ra, arif rahman; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i3.2704

Abstract

Di Indonesia banyak jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencananya tercapai. Kerusakan tersebut diantaranya yaitu jalan yang berlubang, jalan yang mengalami keretakan serta pengelupasan pada permukaan jalan.Salah satu campuran beton aspal yang masih jarang ditemukan pengujiannya yaitu perkerasan jalan yang menggunakan campuran Split Mastic Asphalt (SMA) yang memiliki kandungan agregat kasar dan kadar aspal yang lebih tinggi yang membuat ketahanan geseknya lebih tinggi, lebih tahan terhadap deformasi dan tidak mudah retak.Penelitian ini menggunakan metode analisa perbandingan dari nilai parameter dan karakteristik marshall dari campuran. Membandingkan nilai stabilitas, flow,VIM, VMA, VFA, Dan IKS dengan 2 variasi rendaman selama rendaman normal 30 menit dan 24 jam dari campuran Split MasticAsphalt(SMA) dan campuran AC.Hasil penelitian ini diperoleh nilai stabilitas dan VIM dari campuran SMA yang lebih kecil dibandingkan campuran AC namun didapatkan nilai flow, VMA, dan VFA yang lebih besar yang membuat campuran SMA memiliki keunggulan lebih tahan terhadap deformasi dan ketahanan gesek yang lebih tinggi karena kandungan agregat kasar yang lebih banyak dan lebih awet dan tidak mudah retak karena kandungan kadar aspal yang lebih banyak dibandingkan campuran AC.Kata kunci : Karakteristik marshall, Perbandingan, SMA (Split Mastic Asphalt), AC (Asphalt Concrete).
Tinjauan Pengaruh Gelombang Kejut di Pintu Perlintasan Kereta Api pada Kondisi Pintu Terbuka (Studi Kasus Segmen Jalan Urip Sumoharjo-Kimaja) Primo, Sulthan Aditia; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Purba, Aleksander
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i3.2706

Abstract

Penelitian ini berlokasi di persimpangan sebidang perlintasan kereta api pada Jalan Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Gelombang kejut akibat adanya perlintasan ini menyebabkan kendaraan menurunkan kecepatan atau tundaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tundaan dengan pendekatan gelombang kejut berdasarkan nilai ekr (ekivalen kendaraan ringan) yang didapat dari metode rasio headway.Perhitungan nilai gelombang kejut berdasarkan model linier Greenshields. Berdasarkan analisis rasio headway didapatkan nilai ekivalen kendaraan ringan (ekr) untuk sepeda motor (SM) sebesar 0,60. Hasil penelitian pada pengamatan pagi menunjukkan peningkatan waktu tempuh dari 25,47 detik menjadi 31,29 detik akibat adanya antrian kendaraan. Pada perhitungan diperoleh nilai gelombang kejut maksimum ꞷab = -2,34 km/jam, ꞷcb = -8,48 km/jam, dan ꞷac = 6,99 km/jam dengan panjang antrian 13,5 m dan waktu penormalan 17,03 detik. Sedangkan hasil perhitungan untuk pengamatan sore diperoleh ꞷab = -14,92 km/jam, ꞷcb = -14,46 km/jam, dan ꞷac = 24,40 km/jam dengan panjang antrian 18 m dan waktu penormalan 17,73 detik.