Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Fatmawati Laboratory

Gambaran Kadar Protein Urin Pada Orang Yang Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Di Lingkar Timur Kota Bengkulu Sari, Wina Puspita; Sahidan, Sahidan
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 1 No 1 (2021): Bacteriology dll
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v1i1.146

Abstract

Latar belakang : tuak adalah minuman yang diperoleh dari hasil fermentasi. minuman beralkohol adalah minuman yang mengangandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif yang jika mengkonsumsinya dapat menurunkan kesadaran. Alkohol termasuk zat adiktif yang dapat menyebabkan rasa ketagihan adan depensi. Alkohol jika dikonsumsi secra berlebihan dapat dan terus menerus dapat menyebakan efek toksik bagi tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu dampak dari konsumsi alkohol adalah adalah meningkatnya resiko gagal ginjal. Penyakit yang merusak tubulus dan gromerulli yang menyebabkan ekskresi protein-protein kecil secara berlebihan. Tujuan : untuk mengetahui gambaran protein urin pada orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol di lingkar timur kota bengkulu. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan yang dilakukan untuk menggambarkan suatu penomena yang terjadi dikalangan masyarakat. Sampel terdiri dari 30 responden dengan metode accidental sampling. Dilakukan pemeriksaan kadar protein urin pada orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol di llingkar timur kota bengkulu menggunakan asam asetat 6% analisis data yang digunakan adalah analisis univariat.Hasil : didapatkan hasil sampel 1 positif (+) 10%, 2 positif (++) 3,33% dan 26 sampel urin negatif (-) 86,67%.Kesimpulan : maka dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh responden protein urin negatif (86,67%) dan sebagian kecil positif (+) 10% dan sebagian kecil positif (++) 3,33%.
IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTS PADA KUBIS DAN LALAPAN DI DALAM PECEL PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BENGKULU TAHUN 2021 Sahidan, Sahidan; Mustria, Mala
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 2 No 1 (2022): Kimia Klinik dll
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v2i1.231

Abstract

Latar Belakang : Sayuran merupakan sumber vitamin dan kaya serat bagi tubuh manusia, sayuran sangat penting untuk dikonsumsi bagi kesehatan tubuh. Kebiasaan mengonsumsi sayur berupa lalapan untuk mencampur bahan makanan lain perlu diwaspadai karena proses penanaman yang menggunakan pupuk kandang menyebabkan sayur lebih mudah terjangkit telur cacing. Teknik mencuci sayuran harus benar dengan cara mencuci sayuran di air kran yang mengalir, mencuci lembaran per lembar, kemudian mencelupkan sebentar ke air panas atau membilasnya menggunakan air matang. Selain itu ada faktor lain yaitu dihinggapi lalat atau kecoa sehingga terjadi perpindahan telur cacing dari dalam tubuh ke sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan telur cacing Soil Transmitted Helminth pada sayuran kubis dan kemangi pada pedagang pecel lele di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Metode: Rancangan penelitian ini adalah survei deskriptif sampel berupa kubis segar dan kemangi pada pedagang pecel lele di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 32 sampel yang terdiri dari 16 sampel kubis dan 16 sampel kemangi. Hasil: Hasil pengamatan mikroskopis hampir separuh (31,25) sampel kubis dan sebagian kecil (12,5) sampel kemangi yang positif terkontaminasi Soil Transmitted Helminth pada sediaan yang telah diperiksa di bawah mikroskop. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 32 sampel kubis dan kemangi di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian (31,25%) sampel kubis terkontaminasi Soil Transmitted Helminth dan sebagian kecil (12,5%). ) sampel kemangi yang terkontaminasi Soil Transmitted Helminth. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan lebih lanjut mengenai identifikasi Soil Transmitted Helminth pada sayuran kubis dan kemangi pada pedagang pecel lele di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.
IDENTIFIKASI JAMUR Candida albicans PADA MAMAE IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS NUSA INDAH KOTA BENGKULU TAHUN 2019 Astria, Ayu; Raden, Sunita; Sahidan, Sahidan
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 2 No 2 (2022): Uji laboratorium dll
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v2i2.348

Abstract

Latar Belakang: Jamur adalah salah satu penyebab infeksi pada penyakit, terutama di Negara tropis. Penyakit kulit jamur adalah penyakit kulit yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Iklim tropis dengan kelembaban udara tinggi di Indonesia sangat mendukung pertumbuhan jamur. Kandidiasis adalah kelompok infeksi beragam yang disebabkan oleh Candida albicans. Candida albicans adalah patogen jamur oportunistik yang menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Candida albicans pada swab puting ibu menyusui di Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 21 swab puting ibu menyusui. Semua sampel diuji pemeriksaan makroskopik menggunakan Media SDA (Saboraud Dextrose Agar) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH 10%. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis jamur yang ditemukan dari total 21 sampel, diantaranya 6 sampel (28,6%) positif Candida albicans dan 16 sampel (71,4%) negatif Candida albicans. Kesimpulan: Distribusi frekuensi jamur Candida albicans adalah 28,6% dari total sampel sehingga penting dalam menjaga kebersihan puting ibu menyusui.
GAMBARAN DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII BLUME) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Putri, Pinki Padhillah; Sahidan, Sahidan; Susiwati, Susiwati
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 1 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i1.406

Abstract

Masalah global yang sedang dihadapi pada negara berkembang maupun negara maju, salah satunya adalah efek samping antibiotik, oleh karena itu dibutuhkan beberapa tindakan untuk mengurangi masalah ini. Penyebab infeksi masih merupakan masalah kesehatan dunia, terutama negara berkembang. Infeksi disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit. Penyebaran infeksi ini dapat melalui berbagai perantara yang dikenal sebagai vektor. Tingkat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik yang sering digunakan sebesar 2-70%. Kulit kayu manis diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol, tannin, dan minyak atsiri yang mengandung sinnamaldehid. Maka alternatif yang dilakukan adalah dengan cara menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu dengan memanfaatkan ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum Burmannii Blume). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya hambat ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum Burmannii Blume) terhadap bakteri Staphycoccus aureus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, dengan lima perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan variasi kosentrasi 60%, 50%, 40% dan kontrol positif menggunakan antibiotik ciprofloaxin serta aquades sebagai kontrol negatif. Analisa data dengan melihat rata-rata sensitivitas. Hasil: Pada konsentrasi 60% sebesar 11.2 mm, 50% sebesar 9.4 mm, 40% sebesar 8,2 mm, kontrol positif sebesar 31.6 mm serta kontrol negatif sebesar 0 mm. Dapat diketahui bahwa ektrak kulit kayu manis (Cinnamomum Burmannii Blume) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus disekitar cakram. Kesimpulan: Semakin besar konsentrasi yang digunakan maka semakin besar tingkat efektivitas ekstrak kulit kayu manis sebagai antibakteri Staphylococcus aureus, dengan konsentrasi paling efektif yaitu 60%.
GAMBARAN PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT METODE HEMATOLOGI ANALYZER DAN MIKROSKOPIK LARUTAN GOWER Febriyanto, Tedy; Sahidan, Sahidan; Windy Juny Elzy, Afdel
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 2 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i2.558

Abstract

Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan jumlah eritrosit dalam 1uL darah. Cara menghitung eritrosit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode manual dan juga otomatismetode manual ini dilakukan dengan mengencerkan darah dengan larutan isotonik yaitu salah satunya larutan Gower yang kemudian dihitung menggunakan kamar hitung dibawah mikroskop. Sedangkan dengan metode otomatis eritrosit dihitung menggunakan alat Hematology AnalyzerUntuk mengetahui larutan Gower ini apakah memiliki hasil pemeriksaan yang mendekati dengan Gold Standar atau alat Hematologi Analyzer.
KADAR NATRIUM (Na) PENDERITA DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA TAHUN 2024 Zakiya, Assyfa Araiza; Irawan, Putra Adi; Sahidan, Sahidan
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 1 (2024): Bakteriologi Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i1.617

Abstract

Permasalahan : Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus tipe II ditandai dengan defisiensi insulin relatif karena disfungsi sel beta pankreas dan resistensi insulin pada organ target, disebabkan karena kelainan dalam sekresi insulin, aksi insulin, atau tidak normal pada keduanya. hiperglikemia dapat menyerap air sebanyak mungkin sehingga Menyebabkan meningkatnya kehilangan natrium melalui urin, yang disebut diuresis osmotik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar natrium (Na) berdasarkan karakteristik, usia dan jenis kelamin pada penderita DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa tahun 2024. Metode : Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif teknik accidental sampling dengan sampel darah penderita diabetes melitus sebanyak 30 sampel. Hasil : penelitian diperoleh dari kadar Na pada penderita DM Tipe II hampir seluruh 93,3% responden memiliki kadar Na normal, dan kadar Na rendah yaitu 6,7%. Kesimpulan : Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan kadar elektrolit Na terhadap penderita DM Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa serta diharapkan agar dapat memperhatikan kesehatan salah satunya memperbaiki gaya hidup dan memperhatikan asupan makanan