Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penyelesaian Sengketa Pengembalian Dana Haji Perspektif Fatwa DSN-MUI Nomor: 29/DSN-MUI/VI/2002: Studi Putusan Nomor2346/Pdt.G/2021/PA.Mdn Sri Rizki; Cahaya Permata
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i1.5774

Abstract

Hajj bailout funds gave birth to various polemics, one of which is the return of Hajj funds in the event of Hajj cancellation as in case decision number: 2346/Pdt.G/2021/PA.Mdn. This research aims to find out the judge's legal basis in resolving the refund of Hajj funds and how the decision is reviewed from the DSN-MUI fatwa No: 29/DSN-MUI/VI/2002. This type of research is normative juridical with a statute approach and judicial case studies approach. The results showed that the legal basis of the judge in resolving this case was based on the Civil Code and the main consideration of the judge was the contract, according to the researcher the judge should not only consider the contract but other regulations related to the collection of ujrah in financing Hajj bailout funds such as the DSN-MUI fatwa No: 29/DSN-MUI/VI/2002. Dispute resolution carried out by the plaintiff through the religious court is in accordance with DSN-MUI fatwa No: 29/DSN-MUI/VI/2002 because in dispute resolution through a sharia arbitration body it must be agreed by the parties in writing, but in this decision the parties did not include it in the contract.
ANALISIS YURIDIS PENERAPAN PERATURAN KEMENTERIAN PERDAGANGAN NOMOR 31 TAHUN 2023 TENTANG KETENTUAN PERIZINAN USAHA PMSE Aida Nur Hasanah; Uswatun Hasanah; Cahaya Permata
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 2 (2024): May 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i2.1839

Abstract

Penyelenggaraan izin e-commerce telah diatur oleh Kementerian Perdagangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Peraturan ini secara khusus membahas ketentuan perizinan usaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha yang terlibat dalam perdagangan melalui sistem elektronik. Online Single Submission (OSS) adalah mekanisme perizinan yang berfungsi sebagai platform bagi pemerintah untuk mengelola program perizinan untuk setiap PMSE (Badan Manufaktur dan Penjualan Produk) yang beroperasi di Indonesia. Pelaksanaan perizinan mengikuti pedoman yang tertuang dalam Permandag No. 31 Tahun 2023 yang menguraikan ketentuan perizinan berusaha dalam sistem perdagangan elektronik, ini termasuk persyaratan tambahan untuk social commerce, dan melarang social commerce bertindak sebagai produsen.
The law of making Transaksi false transactions to increase the sales of the perspective of the Mufti of the Federal Territory Fatwa number 590 (Carousell Malaysia Case Study Malaysia) Abdul Rabbani Bin Abdul Razak; Cahaya Permata
Journal Equity of Law and Governance Vol. 5 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/elg.5.2.10461.96-104

Abstract

Carousell as one of the online buying and selling sites that attracts customers to make more transactions through the site. Carousell is one of the mobile classified’s applications or classified ad-based applications. Established in 2012, Carousell is one of the online shopping places headquartered in Singapore and has grown in 13 countries including Indonesia, including Singapore, Malaysia, Indonesia, Taiwan, Hong Kong and the United States. Although Carousell is applications that get welcome good in Malaysia, application This No escape from lack. The problems he faced is the seller who does transaction false with buy the goods alone, then give evaluation and comment Alone For get trust buyer. Study This done for know the legal status action This based on runway Sharia along with the conditions that limit it in accordance with the fatwa of the Mufti of the Federal Territory. Study This use approach case based on method writing data analysis for to describe related issues with action buy products sold alone, then upload review and comment as part from strategy marketing business in Islamic perspective. Material law in study This obtained with to browse primary sources and secondary from Federal Territory Fatwa No. 590 and related matters with issue study This Results study This show that action the seller who does fraud the is haram. Although action This aiming for get good rating use increase sales, business increase sale the must be in harmony with what is allowed by Sharia.
PERTANGGUNGJAWABAN PERUSAHAAN ATAS PENCEMARAN LINGKUNGAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH: (Studi Kasus Perusahaan di Kecamatan Sunggal) Muhammad Muammal Nabil; Cahaya Permata
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 1 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i1.1537

Abstract

Aktivitas perusahaan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Tujuan penelitian pada artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pencemaran lingkungan karena aktivitas perusahaan di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang serta untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban perusahaan atas pencemaran lingkungan perspektif Maqashid Syariah di Kecamatan Medan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang berkaitan dengan fenomena dan fakta hukum yang berkembang di tengah masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan living case study dan statute approach. Data dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Kemudian data diolah dengan menggunakan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran air dan udara yang terjadi di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang telah mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat, dampak negatif terhadap sosial dan moral, serta dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat. Berdasarkan perspektif Maqashid Syari’ah, perusahaan yang telah melakukan pencemaran dan kerusakan lingkungan wajib memberikan pertanggungjawaban secara hukum. Namun, sejauh ini belum terdapat perusahaan yang memberikan bentuk pertanggungjawaban baik dalam konteks hukum positif maupun dalam hukum Islam terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan yang telah terjadi.
LEGAL PROTECTION FOR TOURIST SECURITY AND SAFETY AT THE INTERNATIONAL SURFING COMPETITION EVENT FROM THE MAQASHID SYARIAH PERSPECTIVE (CASE STUDY OF AFULU VILLAGE, AFULU DISTRICT, NORTH NIAS REGENCY) Astrid Maulidatun Rahmah; Cahaya Permata
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25354

Abstract

The tourism industry is a prospective commodity that is considered to have an important role in national development, but tourist attractions can also pose a risk of danger to tourists, therefore to support safety and security at tourist destinations, Law Number 10 of 2009 concerning tourism and Law Number 8 of 1999 concerning consumer protection have been enacted in order to guarantee and provide security and safety for tourists. This study aims to determine the form of security facilities available at the international surfing event held in Afulu District, North Nias, and what form of protection concept is based on the Maqashid Syariah perspective. The type of research is empirical legal research with a living case studies approach, statute approach and conceptual approach. The results of this study indicate that the facilities at the international surfing event held in North Nias have not met the safety and security aspects such as the lack of a monitoring tower, a place to store goods, a route to tourist attractions, the provision of clinics or First Aid for Accidents (P3K) permanently. So, based on the perspective of Maqashid Syariah, especially from the concept of hifz al-nafs (protecting the soul) and hifz al-mal (protecting property), the organizers of the International Surfing Event should coordinate with the beach tourism managers and must provide security and safety facilities in accordance with applicable laws and regulations.
Peran Mahasiswa KKN UINSU dalam Edukasi Menabung Sejak Dini dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pembuatan Sabun Jelantah di Desa Tanjung Putus Langkat Ranti Juni Utami; Riza Deliyani Harahap; Bayu Bagaskara; Cahaya Permata
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2978

Abstract

Rendahnya literasi keuangan anak usia dini serta kurangnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi dua isu krusial dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial sejak usia dini serta mendorong kreativitas ibu rumah tangga dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis. Program dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Dusun Bangunan, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Dua kegiatan utama yang dijalankan adalah edukasi menabung bagi anak-anak TK melalui media interaktif dan permainan edukatif, serta pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah bagi ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, diskusi kelompok, praktik langsung, dan refleksi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung, yang ditandai dengan perubahan perilaku awal seperti membawa uang koin untuk ditabung. Sementara itu, pelatihan sabun jelantah berhasil meningkatkan keterampilan peserta dan memunculkan minat untuk menjadikannya sebagai peluang usaha rumah tangga. Program ini tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan lokal, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas masyarakat melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar keuangan, kreatif, dan berdaya guna lingkungan.
Optimizing the Legal Status of the National Sharia Arbitration Board as a Non-Litigation Institution for Sharia Economics in Indonesia Cahaya Permata; Mhd. Yadi Harahap; Ramadhan Syahmedi Siregar; Iwan Iwan
Jurnal Penelitian Medan Agama Vol 16, No 2 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v16i2.28104

Abstract

The development of the Islamic economy and finance in Indonesia has led to an increasing need for dispute resolution mechanisms that are effective, efficient, and compatible with Sharia principles. Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) functions as a non-litigation dispute resolution institution in the field of Islamic economics. This study aims to examine the legal standing of Basyarnas within the national legal system and to analyze strategies for optimizing its role as an out-of-court forum for resolving Islamic economic disputes. Based on a normative juridical review employing statutory and conceptual approaches, and secondary data collected through document analysis, This study finds that the legal existence and strategic role of Basyarnas continue to face various challenges, including the weak recognition of its decisions by judicial institutions, the low level of business actors? literacy regarding Sharia arbitration mechanisms, and limitations in human resources and institutional infrastructure. Therefore, it is necessary to strengthen the regulatory framework governing the legal standing of Basyarnas as a dispute resolution institution, enhance inter-institutional harmonization, improve the competence of Sharia arbitrators, and promote the digitalization of arbitration services as strategic measures to reinforce Basyarnas?s role as an integral part of the Islamic economic dispute resolution system in Indonesia.
PERTANGGUNGJAWABAN KORPORASI TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 277 K/TUN/LH/2024 PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH) Sri Uli Riski Berutu; Cahaya Permata
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.899

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif pertanggungjawaban korporasi terhadap kerusakan lingkungan hidup di Indonesia. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas korporasi menjadi tantangan krusial, mengancam keberlanjutan ekologis, sosial, dan ekonomi. Realitanya, korporasi seringkali mengabaikan prinsip keberlanjutan dan batasan hukum. Sebuah kasus di Dairi Sumatera Utara, di mana sebuah proyek penambangan memicu kekhawatiran serius akan dampak limbah tambang, ancaman sumber air bersih, dan risiko di daerah rawan gempa, menjadi cerminan masalah ini dan objek utama penelitian. Tujuan kajian ini adalah menganalisis evolusi kerangka hukum pertanggungjawaban korporasi di Indonesia serta menelaah Putusan Mahkamah Agung Nomor 277 K/TUN/LH/2024 dari perspektif Maslahah Mursalah.Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan yang diterapkan meliputi judicial case studies untuk menganalisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 277 K/TUN/LH/2024 secara detail, pendekatan perundang-undangan (statute approach) untuk mengkaji hukum positif relevan, serta pendekatan konseptual untuk mendalami pertanggungjawaban korporasi berdasarkan Maslahah Mursalah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan analisis dokumen hukum.Pengelolaan dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan korporasi sebagaimana termaktub di dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 277 K/TUN/LH/2024 melakukan pelanggaran hukum substansif dan prosedural, yaitu  lemahnya dokumen AMDAL dan kurangnya partisipasi publik, yang menciptakan kerusakan lingkungan hidup. Pengaturan pertanggungjawaban korporasi di Indonesia mencakup sanksi administratif, perdata (dengan prinsip tanggung jawab mutlak), dan pidana berdasarkan UUPPLH, yang diperbarui oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan diperkuat oleh PERMA Nomor 13 Tahun 2016. Putusan Mahkamah Agung Nomor 277 K/TUN/LH/2024 ditinjau dari Maslahah Mursalah menunjukkan bahwa keputusan Mahkamah Agung tersebut selaras dengan tujuan syariah untuk mendatangkan kemaslahatan umum (jalb al-manafi') dan menolak kemudaratan (dar' al-mafasid), dengan mengutamakan perlindungan ekosistem vital dan kesejahteraan masyarakat di atas kepentingan ekonomi yang berisiko. Dengan demikian, kerangka pertanggungjawaban korporasi di Indonesia menunjukkan kematangan karena mengintegrasikan hukum positif, penegakan yudisial, dan nilai etika-spiritual demi keadilan dan keberlanjutan lingkungan.Namun dibutuhkan ketegasan para aparat penegak hukum untuk melaksanakannya dengan maksimal.
KESADARAN HUKUM PELAKU USAHA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN MEDAN TEMBUNG TERHADAP JAMINAN PRODUK HALAL Wahyudi Ramadhan; Cahaya Permata
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1114

Abstract

Sertifikasi halal sekarang menjadi kewajiban hukum bagi seluruh pelaku usaha, termasuk pengelola rumah makan. Jaminan produk halal berperan penting dalam perlindungan konsumen Muslim yang membutuhkan kepastian atas kehalalan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum pelaku usaha rumah makan di Kecamatan Medan Tembung terhadap kewajiban sertifikasi halal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka untuk melaksanakan sertifikasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan perilaku hukum para pelaku usaha rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha rumah makan belum memiliki sertifikat halal. Dari sepuluh pelaku usaha yang dapat diwawancarai, hanya satu yang telah bersertifikat halal dengan alasan meningkatkan kepercayaan konsumen. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya kepatuhan terhadap sertifikat halal adalah keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan tentang sertifikat halal, serta keyakinan bahwa produk yang dihasilkan sudah halal. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran hukum pelaku usaha rumah makan di Kecamatan Medan Tembung masih rendah dan belum sejalan dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
IMPLEMENTASI FORCE MAJEURE SEBAGAI DASAR PENYELESAIAN PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF MAQASID AL SYARIAH Abdu Alfarizi; Cahaya Permata
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Force Majeure sebagai dasar penyelesaian pembiayaan perbankan syariah dalam perspektif Maqasid Al-Syariah dengan penekanan pada perlindungan nasabah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya memposisikan Force Majeure sebatas sebagai dasar teknis restrukturisasi pembiayaan, penelitian ini berupaya mengisi celah penelitian dengan mengonstruksikan Force Majeure sebagai dasar normatif penyelesaian pembiayaan yang berlandaskan tujuan-tujuan syariah. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan pendekatan konseptual melalui metode studi kepustakaan. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer berupa KUHP Perdata, peraturan perundang-undangan tentang perbankan syariah, regulasi Otoritas Jasa Keuangan, serta Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, dan bahan hukum sekunder berupa literatur fikih muamalah serta kajian Maqasid Al-Syariah. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Force Majeure dapat dijadikan dasar penyelesaian pembiayaan perbankan syariah perspektif Maqasid Al-Syariah melalui mekanisme restrukturisasi seperti penjadwalan ulang, penyesuaian kewajiban, dan perpanjangan jangka waktu. Dalam perspektif Maqasid Al-Syariah, kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), perlindungan jiwa (hifz al-nafs), perlindungan agama (hifz al-din) dan pencegahan kemudaratan. Penelitian ini juga menemukan bahwa Force Majeure tidak semata-mata dipahami sebagai klausul kontraktual, melainkan sebagai instrumen moral dan normatif untuk menjaga keseimbangan relasi antara bank dan nasabah. Temuan ini menegaskan kontribusi konseptual penelitian dalam memperluas pemahaman Force Majeure dari pendekatan prosedural menuju pendekatan maqasid-oriented yang berorientasi pada kemaslahatan dan keadilan substantif. Dengan demikian, Force Majeure dapat dikonstruksikan sebagai dasar penyelesaian pembiayaan yang berorientasi pada kemaslahatan dan perlindungan terhadap nasabah terdampak.