p-Index From 2021 - 2026
9.936
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjaun Ketepatan Kode Diagnosis Pasien Diabetes Mellitus Rawat Inap dengan Lama Rawat Wini Wini; Deasy Rosmala Dewi; Daniel Happy Putra; Nanda Aula Rumana
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i2.1826

Abstract

The accuracy of the diagnosis code is the conformity between the diagnosis code determined by the coder and the patient's medical record, in accordance with ICD-10 rules. Length of stay is a term used in a hospital that describes the length of time a patient is treated as measured in days and is one aspect of care and service at the hospital. The aim of the study was to find out the description of the accuracy of the diagnosis code for inpatient diabetes mellitus patients with length of stay at the Islamic Hospital of Jakarta Pondok Kopi. The research method uses a quantitative descriptive. The results of the research on Standard Operating Procedures (SPO) which regulate the determination of codes in inpatient care already exist, but there is no specific coding for diabetes mellitus. For the length of stay of diabetes mellitus patients 3-5 days, the percentage of correctness of diabetes mellitus diagnosis codes for inpatients at the Jakarta Islamic Hospital Pondok Kopi in 2022 resulted in 40 medical records (48.20%) diagnosis codes and 40 medical records (48.20%) inaccurate diabetes mellitus diagnosis codes 43 medical records (51.80%). Suggestions in this study the head of medical records submits an update of the SPO regarding coding and specifically so that the results of the work go according to the applicable and effective policies, an increase in the number of medical records officers in the coding section and communication between the coding officer and the doctor giving the diagnosis needs to be improved in order to produce a code right.
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) DENGAN METODE HOT-FIT DI PUSKESMAS KECAMATAN CAKUNG Abdul Rokim; Daniel Happy Putra; Nanda Aula Rumana; Laela Indawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5259

Abstract

Penyelenggaran Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 31 Tahun 2019 bahwa setiap puskesmas wajib menyelenggarakan Sistem Informasi Puskesmas (SIP). Puskesmas Kecamatan Cakung sudah mengimplementasikan epuskesmas pada tahun 2016 namun masih banyak kendala yang dihadapi ketersedian Standar Operasional Prosedure (SOP) tentang tata cara penggunaan SIMPUS yang tidak merata, ketersediaan SDM yang kurang, program pelatihan SIMPUS berkala yang tidak dijalankan, sering terjadi error pada aplikasi epuskesmas tidak bisa bridging ke BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dari setiap variabel model HOT-fit yaitu hubungan antara human-technology, human-organization, organization-technology. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson, dan uji korelasi rank-spearman dengan jumlah responden 25 petugas yang menggunakan sistem epuskesmas. Hasil identifikasi hubungan antara manusia (human) dengan teknologi (technology) memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan variabel memiliki hubungan yang kuat, dan memiliki arah hubungan yang searah (p-value : 0,002, r/rho : 0,593). Identifikasi hubungan antara organisasi (organization) dengan teknologi (technology) memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan variabel memiliki hubungan yang kuat dan memiliki arah hubungan yang searah (Sig. : 0,000, CC : 0,700). Identifikasi hubungan antara manusia (human) dengan organisasi (organization) memiliki hubungan yang tidak signifikan, tingkat hubungan kedua variabel memiliki hubungan cukup kuat dan arah hubungan searah (p-value : 0,083, r/rho : 0,354).
PERBEDAAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS, CASEMIX, DAN TPP BERDASARKAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DI RUMAH SAKIT BHAKTI MULIA TAHUN 2022 Betji Nadiana Bissilisin; Nanda Aula Rumana; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5501

Abstract

Latar belakang pendidikan dan kinerja merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan unit rekam medis, casemix, dan TPP di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja petugas rekam medis, casemix, dan TPP berdasarkan latar belakang pendidikan di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan uji statistik yaitu Uji t independent, jumlah responden sebanyak 46 petugas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari pendidikan terakhir dan dilihat dari 5 indikator kinerja (kuantitas, kualitas, supervisi, konservasi, kehadiran). Hasil penelitian menunjukan bahwa petugas dengan latar belakang pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan 19,6% rata-rata kinerjanya sebesar 3,719, dan petugas dengan latar belakang pendidikan non rekam medis dan informasi kesehatan 80,4% rata-rata kinerjanya 3,416. Berdasarkan hasil uji statistik, uji t independen, didapatkan nilai p<0,05 maka hipotesis nol (H0) di tolak. Artinya ada perbedaan yang bermakna antara kinerja petugas rekam medis, casemix, dan TPP berdasarkan latar belakang pendidikan di Rumah Sakit Bhakti Mulia Tahun 2022.
Gambaran Ketersediaan Rekam Medis Rawat Jalan Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Paryati Paryati; Deasy Rosmala Dewi; Daniel Happy Putra; Nanda Aula Rumana
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i2.1860

Abstract

The availability of medical records is greatly influenced by fast and precise distribution. If the delivery of medical records to the intended polyclinic is not on time, it will affect the waiting time for patient services. The general objective of this study was to determine the length of time it took to provide outpatient medical records at RSIJ Pondok Kopi. This type of research uses descriptive, quantitative in nature, namely a survey conducted on a set of objects which usually aims to see a picture of what is happening in a certain population. From the results of research conducted in the medical record storage room, all procedures have been carried out properly. It's just that there is still a procedure that does not exist in this case, namely standardization of the time for providing medical records for outpatient services. Based on the conclusions that can be drawn from the results of the study, namely: in the implementation of taking and compiling medical records the officers carry out according to the SPO, it's just that there is no standardization of the length of time for providing medical records for outpatient services from the patient registering until the medical record is available / found. Some suggestions that can be useful for service providers are: it is hoped that there will be a standard time regarding the provision of medical records for outpatient services, so that officers can speed up the process of providing medical records.
Tinjauan Kinerja Pegawai dalam Menggunakan E-Puskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Aliyani Aliyani; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya; Lily Widjaja
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i5.760

Abstract

Latar Belakang : Dalam meningkatkan manajemen penyelenggaraan Puskesmas perlu dukungan sistem informasi Puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah metode yang digunakan untuk mengukur sumber daya manusia terhadap kinerja petugas adalah HRSC (Human Resources Scorecard). Tujuan : Tujuan penelitian ini mengetahui kinerja pegawai dalam menggunakan ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Metode : Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitain ini lakukan di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara denga jumlah 30 responden yang mengisi kuesioner penelitian. Hasil : Hasil penelitian menunjukan terdapat pada indikator kualitas 29 petugas (96.7%) menyatakan baik, pada indikator kuantitas 27 petugas (90.0%) menyatakan baik, pada indikator kehadiran 30 petugasa (100,0%) menyatakan baik, pada indikator supervisi 13 petugas (43.3%) menyatakan baik, pada indikator konservasi 25 petugas (83.3%) menyatakan baik. Hasil dari lima indikator didapatkan kinerja petugas yang menggunakan ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan 18 petugas (60.0%) menyatakan baik menggunakan ePuskesma dan 12 petugas (40.0%) menyatakan tidak baik menggunakan ePuskesmas. Kesimpulan: Penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik petugas berdasarkan umur di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang menggunakan ePuskesmas yaitu rata-rata usia 32 tahun, median 30.50 tahun, standar deviasi 6.425 tahun, umur termudah 23 tahun umur tertua 48 tahun dan 95%Confidence Interval adalah 29.63 – 34.43 tahun, berdasarkan jenis kelamin, jenis kelamin pada petugas perempuan sebanyak 56.7% (17 petugas) sedangkan pada petugas laki-laki sebanyak 43.3% (13 petugas) dilihat pendidikan terakhir terbanyak yaitu pada pendidikan D3 sebanyak 56.7% (17 petugas) sedangkan pendidikan terbanyak kedua yaitu S1 sebanyak 23.3% (7 petugas) dan pendidikan terendah yaitu SMA sebanyak 20.0% (6 petugas), dan dilihat dari lama bekerja di Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang menggunakan ePuskesmas yaitu rata-rata 6.80 tahun, median 6 tahun, standar deviasi 3.517 tahun, lama bekerja termudah yaitu 1 tahun, lama bekerja tertua yaitu 15 tahun dan 95% Confidence Interval adalah 5.49 – 8.11 tahun.
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis pada Kasus Persalinan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Patria Ikkt Tahun 2022 Angela Marsiana Siki; Deasy Rosmala Dewi; Daniel Happy Putra; Puteri Fannya
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i2.1201

Abstract

Diagnostic coding must comply with ICD-10 rules. According to WHO, the coding of delivery cases consists of the code for the mother's condition (O00-O75), the method of delivery (O80-084), and the Outcome of delivery Z37.-., while the code is Z37.-. used as an additional code to determine the outcome of labor. So that the coder officer must have knowledge in setting the diagnosis code. Coding accuracy is very necessary because it is used as a reporting material. To determine the Standard Operating Procedure (SOP), the percentage of accuracy of the diagnosis code for inpatient labor cases based on 3M (complications, delivery method, and outcome of delivery) and the cause of the inaccuracy of the diagnosis code for labor cases. Descriptive research type with a quantitative approach. The population is medical records of inpatients in labor cases with a sample of 100 medical records. The sampling technique is by systematic random sampling. Collecting data by means of observation, interviews, and documentation. Research results: SOPs already exist, but not yet complete. The percentage of accuracy of the correct diagnosis code for labor cases is 22.33% while the incorrect diagnosis code is 77.67%. The cause of the inaccuracy of the ICD-10 code for delivery cases is that the diagnosis does not include the method of delivery and the outcome of delivery, and has never been done. evaluation or audit coding. The accuracy of the diagnosis of labor cases is still incomplete. Improve the SOP entry and complete the delivery method and outcome of delivery in medical records and registers.
Overview of Computer Networks for Data Transmission at Pondok Kopi Islamic Hospital, Jakarta, Indonesia Muhammad Caisar Ramadhan; Adi Widodo; Daniel Happy Putra; Noviandi
Natural Sciences Engineering and Technology Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Natural Sciences Engineering and Technology Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/nasetjournal.v3i2.41

Abstract

Network quality monitoring can provide services in the provision of computer network performance in the provision of data transmission according to the level of aspects related to the performance of network infrastructure systems and the number of clients operating for each computer. During the day, at certain hours, many subscribers use the network when the connection is blocked, and the graphics on the screen reach their highest levels. By monitoring computer network installation graphics, Axence netTools software needs to know bandwidth management to overcome network congestion by analyzing the QoS (quality of service) of computer network data transmission. The purpose of this study is to provide quality of service presentation material on LAN infrastructure performance using the TIPHON standard to measure LAN performance and analyze the factors that influence the results of quality of service measurements and obtain packet loss, delay, jitter based on class classification and average bandwidth value, according to TIPHON. The research method used is observation, interviews, literature study, monitoring, and qualitative descriptive research methods. The results showed that the percentage value of quality of service based on the TIPHON standardization was 66.66%. This result was classified as "unsatisfactory" because the average packet loss was 40%. The average percentage of delay is 115ms, and the average percentage of jitter is 7.5ms. The factors that affect the QoS index results are the distance of computer network transmission facilities and the need to monitor computer networks when adding and maximizing bandwidth according to TIPHON standards.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Tahun 2023 Hana Faiha; Puteri Fannya; Daniel Happy Putra
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1009

Abstract

Latar Belakang: Motivasi kerja merupakan suatu daya pendorong atau penggerak yang dimiliki atau terdapat dalam diri setiap individu dalam melakukan suatu kegiatan agar individu mau bekerja serta beraktifitas untuk menggunakan segenap kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Koja. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji ch-square menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil dari karakteristik responden pada penelitian ini yaitu responden yang paling banyak berumur 26-35 tahun, masa kerja yang paling banyak < 9 tahun, lebih banyak yang berjenis kelamin perempuan, Pendidikan terakhir yang paling banyak non PMIK, dan devisi bagian yang paling banyak yaitu pendaftaran. Motivasi instrinsik yang tinggi berjumlah 37 responden atau 56,9% dan yang rendah 28 responden atau 43,1%, motivasi ekstrinsik yang tinggi berjumlah 31 responden atau 47,7% dan yang rendah 34 responden atau 52,3%. Pada kinerja baik didapatkan sebanyak 32 responden atau 49,2% dan yang kurang sebanyak 33 responden atau 50,8%. Kesimpulan: Dari hasil uji chi-square hubungan motivasi instrinsik dengan kinerja didapatkan hasil p=0,017 yang berarti terdapat hubungan antara motivasi instrinsik dengan kinerja. Pada hasil uji chi-square hubungan motivasi ekstrinsik dengan kinerja didapatkan hasil p=0,004 yang berarti terdapat hubungan antara motivasi ekstrinsik dengan kinerja petugas rekam medis di rumah sakit umum daerah koja.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Berdasarkan Elemen Penilaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Koja Tahun 2023 Cindy Adelia; Muniroh Muniroh; Daniel Happy Putra
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1013

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kelengkapan pengisian Rekam Medis berdasarkan elemen penilaian standar akreditasi rumah sakit di RSUD Koja. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah observasi, analisis kuantitatif, dan pedoman wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian Sudah terdapat Standar Prosedur Operasional (SPO) yang mengatur tentang pengisian Rekam medis di RSUD Koja tetapi belum semua prosedur terlaksana, terdapat prosedur yang belum terlaksana yang dimana belum adanya buku catatan yang mencatat Rekam medis yang belum diisi dan pengisian Rekam medis yang masih dilaksanakan di ruang rawat inap. Kelengkapan Rekam Medis berdasarkan elemen penilaian standar akreditasi rumah sakit 83% dari 107 Rekam medis dan tidak lengkap 17%. Dampak dari ketidaklengkapan dari Rekam medis yaitu membuat Menghambat proses untuk klaim, Jumlah tagihan ke BPJS menjadi tidak sesuai, Proses waktu penagihan ke BPJS menjadi terhambat/pending, Petugas coding harus merekap ulang berkas kodngan yang tidak sesuai, Pendapatan rumah sakit juga menjadi berkurang di waktu bukan penagihan. Kesimpulan: Perlunya di sosialisasikan Kembali mengenai standar prosedur operasional pengisian Rekam medis kepada seluruh pelayan Kesehatan (dokter dan perawat) mengenai prosedur SPO yang belum terlaksana
TINJAUAN PROSES KLAIM BPJS KESEHATAN DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SUKAPURA JAKARTA UTARA TAHUN 2021 Mei Nur Khasanah; Puteri Fannya; Laela Indawati; Daniel Happy Putra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i3.6327

Abstract

The National Health Insurance System (JKN) is a government program aimed at providing social welfare and protection for all Indonesian people. JKN is organized by the Social Security Organizing Agency (BPJS). The claim procedure is carried out by the coding officer and the hospital claims officer and then the completeness of the documents will be verified by the BPJS at the hospital. The research method carried out is a qualitative descriptive method, which aims to describe the state of the research object by conducting direct interviews on how the BPJS Health claim process of the Sukapura Islamic. Hospital Inpatient Unit to the BPJS Health. The results of observations through direct searches on claim files found that all claim files from October 2021 to December 2021 were 2,102 total claim files and 294 claim files were delayed. Part of the cause of the delay is that the coding of diagnoses and medical actions is not in accordance with the doctor's writing. Standard Operating Procedures (SPO) related to the BPJS Health claim process in inpatient care, specifically the Hospital already has SPO and has carried out activities according to SPO and that officer training is very influential on the delay factor in inpatient BPJS Health claim files.
Co-Authors Abdul Rokim Abdurrasyid Adham, Yunan Adi Widodo Adi Widodo Adinda Mentari Nursya’bani Adinda Pratiwi Agustin, Rosalia Aliyani Aliyani Alvina Amalia Anas Fajry Rhomadon Angela Marsiana Siki Anggi Alpiyani Athirah Iwani Rahman Avianta, Nur Azizah Syaputri Bagas Saputra Bangga Agung Satrya Betji Nadiana Bissilisin Brigita Natalia Br Surbakti Cindi Trisa Olivia Cindy Adelia Dede Lisda Nurjanah Dede Lisda Nurjanah Dewi, Deasy Rosmala Dila Yuliandini Dina Munadiatu Dina Sonia Diva Angelita Dyah Melisa Setianingrum Elsa Nindia Safitri Faiha, Hana Fannya, Puteri Fannya, Putery Farid Alvito Fatkhurohman, Mohammad Fajri Febriyani, Madinah Ferina Ferina Fingky Rizki Wulandari Galuh Patricia Arda Tama Gita Sugiarti Hana Faiha Hardi Arissaputra Iman Harapan Jaya Zalukhu Indawati, Laela Indrawati, Laela Iqbal, Muhammad Fuad Ivonia Kenahin Bahi Kesit Ivanali Manullang, Febe Cristiani Mei Nur Khasanah Muhamad Endra Suriatno Muhammad Caisar Ramadhan Muniroh, Muniroh Muthiah Munawarah Mutia Motik Nanda Aula Rumana Nazira Nur Amalia Nerissa Adha Andrania Nicki Nugrahaningtyas Nindia Septa Tiana Novia Nurhikmah Sari Noviandi Noviandi Nuraini Diah Noviati Nurasiyah Nurmayantih Paryati Paryati Puteri Fanya Putri Fannya Putri Nurindahsari Rahelia Putri Rahmawati, Rena Maulina Regina Yulianti T. S Rizky Alfiansyah Roi Piter Serhalawan Rosa Patricia Rosita, Annida Ulfiar Salsabila Putri Cahyani Salsabillah Zahrah Hayati Sansy Dua Lestari Setiawan Irwansyah Sevilla, Flavia Shania Salsabillah Shania Salsabillah Silfa Haniasti Siti Rahmawati Handayani Sri Mulya Syarif, Hilwa Syifa Erintan Tantri Wilananda Tarisa Maharani Tryandi Rohmadoni Universitas Esa Unggul Usman, Nadia Salim Bin Widjaja, Lily Windiana Mega Sukmawati Wini Wini Wiranata, Tyansa Eka Sampoerna Wiwik Viatningsih Yasinta Rosalia Menna Yoga Septian Bayu Ariyanto Yulia, Noor