Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mengoptimalkan Kerja Kompresor Udara untuk Mempertahankan Tekanan Udara dalam Botol Angin di Kapal MT. Atlantic Point Anicitus Agung Nugroho; Cholis Imam Nawawi
Journal Marine Inside Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.652 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v2i1.14

Abstract

Salah satu permesinan bantu di kapal yang penting yaitu kompresor udara. Kompresor udara yaitu permesinan bantu di atas kapal yang menghasilkan udara bertekanan. Di atas kapal udara yang dihasilkan dari kompresor udara digunakan sebagai starting air mesin utama dan generator, tidak hanya itu saja kompresor udara berguna untuk control pneumatic selama pengoperasian. Pada saat kapal melaksanakan bongkar muat (discharge) di Jetty Pertamina, Teluk Kabung, Padang, ketika proses discharge cargo tekanan udara dalam botol angin kurang dari 10 kg/cm2 sehingga mengeluarkan asap bahkan suhu yang sangat tinggi pada main cluth di cargo engine itu disebabkan karena kurangnya udara bertekanan pada sistem control pneumatic di cargo engine maupun di cargo pump. Tekanan udara dalam botol angin memang harus benar-benar konstan dengan kapasitas maksimal botol angin ± 30 kg/cm2, tidak boleh kurang dari 10 kg/cm2 pada saat discharge cargo sehingga kompresor udara bekerja terus-menerus. Menurunnya tekanan udara pada botol angindapat disebabkan karena tidak bekerjanya solenoid valve kompresor sesuai dengan fungsinya, tidak bekerjanya non return valve kompresor sesuai dengan fungsinya, kurangnya perawatan dari kondisi spring, pelat pada katup hisap tekanan rendah dan kurangnya perawatan pada oil ring piston yang menyebabkan udara kompresi bercampur dengan minyak lumas dan menyebabkan timbulnya suara yang abnormal pada kompresor sewaktu kompresor beroperasi, dan kurangnya suku cadang yang tersedia di atas kapal. Maka perbaikan kompresor udara sangat diperlukan agar dapat berdaya guna dan kerja kompresor optimal.
Peranan Perawatan Kompresor Guna Menunjang Kerja Mesin Induk di Kapal MT. Kakap Imam Safii; Anicitus Agung Nugroho; Cholis Imam Nawawi
Journal Marine Inside Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.397 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v2i2.19

Abstract

Olah gerak kapal adalah kegiatan yang sangat memerlukan perhatian dan ketelitian dalam pelaksanaannya. Upaya kelancaran kegiatan harus dapat terkontrol secara maksimal. Mesin induk sebagai penggerak utama dalam olah gerak kapal membutuhkan udara sebagai salah satu pemulaian kelancaran awal putaran gerak sehingga permesinan penghasil udara yakni kompresor harus mampu bekerja maksimal dalam kegiatan ini. Dalam penelitian ini menemukan sebuah keterlambatan penyaluran udara untuk mesin induk membuat kelancaran kinerja mesin induk terganggu sehingga olah gerak kapal menjadi terhambat kegiatannya. Dibutuhkan masinis yang bertanggung jawab dan kompeten merupakan suatu pemecahan masalah yng sangat efektif. Terkait dengan pelaksanaan PMS (Plan Maintenance System) yang berjalan tidak baik, pengiriman suku cadang pun terhambat. Kontrol dari pengiriman ini pun tidak teramati dengan cermat maka kembali lagi kepada masinis yang bertanggung jawab harus cepat, tepat dan termat dalam mengantisipasi keterlambatannya proses penerimaan dan permintaan suku cadang.
Perawatan Sistem Udara Pejalan Mesin Induk di Kapal MV. Dry Transport Cholis Imam Nawawi; Imam Safi'i; M. Zulfikri Hasani
Journal Marine Inside Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.333 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v3i1.25

Abstract

Sistem yang perlu mendapat perhatian khusus adalah sistem udara pejalan dikarenakan udara pejalan memiliki kapasitas yang terbatas dan perlu waktu untuk mengisi kembali, untuk itu memastikan sistem udara pejalan dalam keadaan baik mutlak diperlukan sebelum kapal olah gerak dan ini berlaku untuk semua jenis kapal berpenggerak mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami setiap permasalahan yang terjadi pada pengoperasian sistem udara pejalan dan cara mengantisipasinya erta memahami perawatan berkala (PMS) pada setiap komponen sistem udara pejalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan (field research) didukung dengan melakukan wawancara terhadap beberapa pihak terkait topik penelitian dan didukung dengan metode kepustakaan (library research). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka ditemukanlah hasil sebagai berikut: (1) perawatan terhadap sistem udara pejalan sangat penting guna menunjang pengoperasian mesin kapal; (2) pada kapal MV. Dry Transport, pemeriksaan sistem udara pejalan dilakukan setiap 6 bulan sekali sesuai dengan instruksi pembuat; (3) penyebab mesin induk tidak mau di start salah satunya adalah adanya masalah pada sistem udara pejalan; dan (4) terdapat gangguan kerusakan pada sistem udara pejalan diakibatkan karena kurangnya perawatan dan perbaikan pada bagian-bagian tertentu (aux).
Pengaruh Pelayanan Jasa Clearance In-Out terhadap Berthing Time Kapal diageni oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Tanjung Priok Cholis Imam Nawawi; Mokhammad Zulkarnain; Muhammad Alif Aprianto
Journal Marine Inside Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.061 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v3i1.26

Abstract

Setiap perusahaan keagenan akan berusaha untuk membuat cara yang efisien terutama bagaimana memberikan pelayanan jasa clearance in-out kapal dalam waktu yang cepat dan lancar, tanpa mengalami hambatan apapun, guna mencegah terjadinya keterlambatan kapal tiba pada pelabuhan berikutnya. Memberikan pelayanan keagenan kapal yang sebaik-baiknya merupakan bentuk persaingan para perusahaan pelayaran. Namun dalam pelaksanaannya sering terjadi keterlambatan waktu dalam pelayanan jasa clearance yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang didapatkan berasal dari data sekunder dan wawancara. Berdasarkan analisis data terdapat pengaruh pelayanan jasa clearance in-out kapal terhadap berthing time kapal yang diageni oleh PT PELNI cabang Tanjung Priok karena keterlambatan waktu pelayanan clearance in-out mengakibatkan lamanya kapal berada di pelabuhan sehingga kapal mengalami keterlambatan tiba di pelabuhan berikutnya. Adapun upaya yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah keterlambatan waktu pelayanan jasa clearance yaitu perusahaan harusnya menerapkan target waktu dalam penyelesaian pelayanan jasa clearance untuk satu kapal dengan waktu yang ideal dalam pelayanan clearance untuk satu kapal adalah satu jam, perusahaan sebaiknya menambah jumlah tenaga kerja, perusahaan sebaiknya menambah jumlah sarana penunjang kegiatan operasional.
Penerapan Sistem Manajemen K3 untuk Meningkatkan Keselamatan Kerja PT. Multi Jaya Samudera Cholis Imam Nawawi; Pramudyasari Nur Bintari; Heldi Haris Pranata
Journal Marine Inside Vol 4. No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.281 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v4i1.37

Abstract

Untuk meminimalisasi resiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan kerja, setiap perusahaan pelayaran diwajibkan harus mengikuti peraturan yang berlaku sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pejabat atau lembaga terkait yang mempunyai wewenang akan hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan Sistem Manajemen K3 diterapkan di perusahan PT. Multi Jaya Samudera guna meningkatkan keselamatan kerja, Dengan demikian diharapkan resiko akan kecelakaan dan kesehatan kerja bisa diminimalisasi oleh perusahaan agar tidak menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Dalam menganalisis dan mendeskripsikan mengenai Penerapan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) guna mengurangi resiko kecelakaan kerja di PT Multi Jaya Samudera, Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang mana landasan teori sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Tempat penelitian dilakukan di PT. Multi Jaya Samudera dimana pihak Perusahaan sudah menyatakan komitmen walaupun belum tertulis, organisasi K3 belum terbentuk, melakukan penyuluhan K3 kepada pekerja, pelaksanaan program K3 seperti penyediaan APD, pemeriksaan kesehatan, serta mengobati pekerja yang sakit dengan memberikan layanan BPJS. Meskipun pelaksanaan pemantauan dan evaluasi belum berjalan. Diperlukan komitmen tertulis untuk mengimplementasikan K3 di PT. Multi Jaya Samudera dan segera membentuk organisasi K3 dengan tanggung jawab dan fungsi yang benar-benar dapat dijalankan dengan baik untuk mengurangi penyakit dan kecelakaan kerja, diharapkan dapat menjadi penilaian keselamatan kerja dan referensi sistem manajemen kesehatan, serta dapat terus mempelajari dan menganalisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja PT. Multi Jaya Samudera.
Optimalisasi Kinerja Fresh Water Generator untuk meningkatkan Produksi Air Tawar di atas Kapal Cholis Imam Nawawi; Anicitus Agung Nugroho; Yohandio Febrilianto
Journal Marine Inside Vol 4. No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.252 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v4i1.42

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang dihadapi serta mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan dan selanjutnya dianalisis. Permasalahan yang sering terjadi dalam freshwater generator yaitu ketidaklancaran aliran air tawar dan air laut pada masing-masing pipa, suhu air tawar dan air laut yang tidak sesuai sebelum dan sesudah melewati freshwater generator, dan pergerakan atau kotoran yang menempel pada permukaan plat-plat baik itu pada evaporator maupun kondensor yang timbul akibat terjadinya penguapan pada evaporator dan pengembunan yaitu pada kondensor. Hal tersebut berakibat pada tidak optimalnya kinerja freshwater generator, menurunnya kuantitas dan kualitas produksi air tawar yang mengganggu konsumsi kebutuhan air tawar di atas kapal. Berdasarkan hal tersebut faktor penyebabnya dapat berasal dari kevakuman yang tidak tercapai, adanya gangguan bagian evaporator dan bagian kondensor. Perlu dilakukan penanganan berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja freshwater generator. Berdasarkan hasil teori mengenai kinerja freshwater generator, agar jika suatu saat terjadi masalah kinerja freshwater generator dapat diatasi sesuai dengan pemecahan masalah yang akan diteliti pada penelitian ini. Maka penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi air tawar di atas kapal.
PENGARUH PRE CLEARANCE DAN POST CLEARANCE TERHADAP DWELLING TIME DI PELABUHAN PETI KEMAS JICT TANJUNG PRIOK Kusharyanto; Cholis Imam Nawawi; Ade Mardani Putra; Astri Kustina Dewi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/ejmi.v5i1.54

Abstract

Kontribusi moda transportasi laut dalam perdagangan dunia mencapai 77%. Dominannya transportasi laut mengindikasikan bahwa kemajuan perekonomian dan perdagangan nasional adalah dengan menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul. Salah satu cara untuk menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul adalah dengan memperbaiki pelayanan yang ada di pelabuhan. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan pelabuhan yang dilakukan secara efektif, efisien, dan profesional sehingga pelayanan pelabuhan menjadi lancar, aman, dan cepat. Performa atau kinerja pelabuhan secara internasional dalam memberikan pelayanan diukur melalui indikator dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar dan diangkat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan dan pengaruh dari waktu pre clearance, dan post clearance terhadap total waktu Dwelling Time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Analisa data hasil estimasi dilakukan dengan metode analisa regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis) dengan bantuan program SPSS kemudian ditabulasi untuk memudahkan perhitungan pada tahap estimasi serta dilakukan pembahasan atas hasil estimasi. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa angka rata-rata dwelling time di Pelabuhan Tj Priok pada kisaran 4 hari sedangkan standar pemerintah adalah 3 hari. Hasil perhitungan statistik yang membandingkan model dwelling time variasi antara X1,X2, ; memperlihatkan bahwa model 1 (X1,X2,) adalah yang terbaik dengan nilai R2 = 0,997 dan Signifikansi < 0,05. Faktor yang paling dominan mempengaruhi dwelling time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok adalah variabel pre clearance.
GERAKAN BERSIH PANTAI DARI SAMPAH PLASTIK DAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR DERMAGA PRESTASI POLTEKPEL BANTEN Setya, Dona; Mulyadi, Rama Agus; Tirtana, Denta; Syahputra, Fauzi; Sitepu, Mestiria Harbani; Nuzapril, Mulkan; Putri, Aprilia Syah; Handayani, Muliawati; Marlina, Eulis; Uddin, Soleh; Ricardo, Dapid; Nursyamsu; Amirullah; Nawawi, Cholis Imam; Dewi, Astri Kustina; Anggeranika, Vidiana; Muslim, Jusva Agus; Nurfadhlina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207

Abstract

Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut. The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.
Kajian Potensi Ekspor dan Impor Melalui Jalur Pelayaran untuk Mendukung Diversifikasi Perekonomian Indonesia Bintari, Pramudyasari Nur; Nawawi, Cholis Imam; Kurniasari, Dwi Endah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian potensi ekspor dan impor melalui jalur pelayaran sebagai strategi untuk mendukung diversifikasi perekonomian Indonesia. Diversifikasi ekonomi menjadi isu krusial bagi Indonesia sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam yang melimpah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data ekonomi dan perdagangan, serta studi kasus untuk mengidentifikasi peluang dan hambatan dalam ekspor dan impor melalui jalur pelayaran. Penelitian ini juga akan memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat bagi pemerintah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, serta infrastruktur dan regulasi yang mendukung perkembangan sektor pelayaran dan perekonomian secara keseluruhan. kajian potensi ekspor dan impor melalui jalur pelayaran menjadi penting dalam mendukung diversifikasi perekonomian Indonesia, sehingga negara dapat mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan meningkatkan daya saing di pasar global. Dengan memanfaatkan potensi sektor pelayaran secara optimal, Indonesia dapat meraih manfaat dari peluang perdagangan internasional dan memperkuat perekonomiannya secara berkelanjutan.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF SHIP SCHEDULING, GUIDELINE SERVICES, WEATHER, AND LOADING EQUIPMENT READINESS ON SHIP WAITING TIME IN PORT Nawawi, Cholis Imam; Anwar, Syairi; Supriatiningsih, Tuti; Purnaningratri, Indah
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 3 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of ship scheduling factors, guide service, weather, and the readiness of loading and unloading equipment on the ship‘s waiting time at the port. This type of research is descriptive and quantitative, conducting field research through observation and interviews to obtain research data. This research was conducted on officers at the port of Merak. The sampling technique in this study was random sampling, with a sample size of 100 ship officers at the Merak port. The results showed that ship scheduling had a significant positive effect on ship waiting time, guide services had a significant positive effect on ship waiting time, the weather had a significant positive effect on ship waiting time.