Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Information System,Graphics, Hospitality and Technology

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi E-learning untuk Siswa SMA di Indonesia dengan Menggunakan Extended Technology Acceptance Model Audrey Ayu Dianaris; Edwin Pramana; Herman Budianto
Journal of Information System,Graphics, Hospitality and Technology Vol. 4 No. 01 (2022): Journal of Information System, Graphics, Hospitality and Technology
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37823/insight.v4i01.179

Abstract

Penggunaan berbagai macam aplikasi berbasis internet sudah meluas di Indonesia. Didukung dengan berbagai macam perangkat yang mampu mengaksesnya di kalangan remaja, terutama siswa sekolah pada bangku pendidikan di SMA. Gaya hidup serba mobile dan aktivitas penunjang akademis siswa di luar pendidikan formal, cukup menyita waktu. Sehingga waktu belajar secara tradisional pun semakin sedikit. Perkembangan teknologi yang pesat juga berdampak pada dunia pendidikan. Memanfaatkan teknologi, keterbatasan akses informasi dan materi belajar, terutama keterbatasan ruang dan waktu dapat dijembatani dengan menggunakan E-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu, faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi siswa SMA di Indonesia untuk mau mengadopsi E-learning. Sebuah model teoritis dibuat berdasarkan sejumlah penelitian sebelumnya dan memanfaatkan model dasar Technology Acceptance Model (TAM) dan konstruksi E-learning yang spesifik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis online. Data akhir yang terkumpul berjumlah 517 data dari siswa SMA di Indonesia. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk menganalisis dan pengolahan model teoritis menggunakan software AMOS. Faktor-faktor dalam model teoritis adalah Self-Efficacy, Social Influence, Computer Anxiety, Prior Experience, Facilitating Conditions, dan Perceived Enjoyment. Bentuk dasar TAM yang digunakan meliputi Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Behavioral Intention. Dalam proses Factor Analysis, Facilitating Conditions dihapus dari model teoritis, karena tidak mampu menunjukkan posisi konvergen dan diskriminan. Faktor Perceived Usefulness dan Perceived Enjoyment adalah dua faktor yang paling mempengaruhi Behavioral Intention di dalam proses adopsi E-learning. Hasil penelitian menunjukkan Perceived Enjoyment memiliki pengaruh secara langsung dan positif pada Perceived Usefulness yang tertinggi dibandingkan faktor lainnya. Self-Efficacy memiliki pengaruh secara langsung dan positif pada Perceived Ease of Use yang tertinggi dibandingkan faktor lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditekankan, bahwa untuk mencapai tujuan agar seseorang mau mengadopsi E-learning, instansi terkait harus menunjang kebutuhan penerapan E-learning dengan berfokus pada sisi manfaat dan kepuasan yang menyenangkan pengguna dalam pengalamannya menggunakan E-learning
Faktor Pengaruh Peralihan ke Online Learning pada Pegawai Negeri Sipil Berbasis Teori Push Pull Mooring Retno Susanti; Pramana, Edwin; Junaedi, Hartarto
Journal of Information System,Graphics, Hospitality and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Information System, Graphics, Hospitality and Technology
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37823/insight.v7i1.433

Abstract

Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan untuk terus mengembangkan kompetensi minimal 20 jam per tahun, yang umumnya dilakukan melalui pembelajaran tradisional Pandemi COVID-19 tahun 2020 mengubah paradigma ini dan menjadikan Online Learning sebagai solusi utama akibat pembatasan sosial dan lockdown untuk mengendalikan penyebaran virus.  Bahkan, dalam perkembangannya, banyak instansi pemerintah mengadopsi konsep Corporate University untuk mendukung Online Learning, meskipun banyak menghadapi tantangan, seperti wilayah yang luas dan tersebar pada 38 provinsi dan 514 Kabupaten/Kota dan literasi digital yang rendah. Namun, seiring dengan meredanya pandemi, Online Learning menjadi suatu pilihan, bukan lagi keharusan dan pembelajaran dengan Traditional Learning kembali dibuka. Penelitian ini berusaha mengungkap faktor-faktor Pendorong (push) yang memengaruhi PNS untuk meninggalkan Traditional Learning, faktor-faktor yang menjadi Penarik (Pull) yang memengaruhi PNS untuk beralih pada Online Learning, dan faktor Penambat (Mooring) yang memengaruhi PNS untuk tetap menggunakan Traditional Learning atau beralih pada Online Learning. Berdasarkan data dari 463 responden PNS yang pernah menggunakan Traditional Learning maupun Online Learning yang diolah dengan metode analisa Structural Equation Model (SEM) dengan bantuan aplikasi SPSS dan AMOS, dapat diketahui bahwa seluruh variabel dalam Pull Factor secara keseluruhan memengaruhi keinginan berpindah, dan tidak seluruh variabel dalam Push Factor dan Mooring Factor yang memengaruhi keinginan berpindah.
Continuance Intention Pengguna Online Food Delivery di Indonesia dengan Menggunakan Extended Expectation Confirmation Model Kurniawan, David; Chandra, Francisca Haryanti; Pramana, Edwin
Journal of Information System,Graphics, Hospitality and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Information System, Graphics, Hospitality and Technology
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (d/h Sekolah Tinggi Teknik Surabaya)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37823/insight.v7i1.434

Abstract

Pertumbuhan pesat layanan online food delivery di Indonesia mengubah perilaku konsumen dalam pembelian makanan menggunakan aplikasi digital. Namun penelitian mengenai perilaku pengguna aplikasi layanan online food delivery ini masih terbatas. Dalam penelitian sebelumnya, variabel brand image dan income sebagai moderator terbukti memengaruhi continuance intention di sektor lain, namun belum banyak dieksplorasi dalam konteks online food delivery. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi continuance intention pengguna online food delivery di Indonesia serta mengisi kesenjangan tersebut dengan mengeksplorasi pengaruh brand image serta peran income sebagai moderator terhadap continuance intention pengguna aplikasi online food delivery di Indonesia. Penelitian ini mengadopsi Expectation-Confirmation Model (ECM) yang diperluas dengan variabel tambahan seperti brand image, price saving orientation, dan perceived convenience. Income (pendapatan) digunakan sebagai variabel moderator untuk melihat pengaruh berdasarkan tingkat pendapatan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan mengembangkan model dan hipotesis, merancang kuesioner, serta melakukan pengumpulan dan analisis data. Sebanyak 409 responden dengan pengalaman sebelumnya menggunakan layanan online food delivery dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan diproses dengan software AMOS. Hasilnya menunjukkan bahwa confirmation, perceived usefulness, satisfaction, dan perceived convenience berpengaruh positif terhadap continuance intention. Sebaliknya, brand image dan price saving orientation tidak berpengaruh signifikan. Income memoderasi hubungan antara perceived usefulness dan continuance intention, dengan pengaruh yang lebih kuat pada pengguna berpendapatan rendah. Temuan ini memberikan wawasan bagi penyedia layanan untuk meningkatkan retensi, khususnya pada pengguna dengan pendapatan rendah