Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI PEMBIASAAN MEMBACA DAN MENULIS MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYYAH Kamila; Erwin Hafid; Andi Halimah
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 10 No. 1 (2025): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v10i1.6082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembiasaan membaca dan menulis melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada peserta didik kelas rendah (kelas II) dan kelas tinggi (kelas IV) di MIS DDI Lipu, Kabupaten Majene. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi strategi pembiasaan literasi untuk meningkatkan minat baca dan tulis siswa. Penelitian ini relevan untuk memberikan solusi terhadap rendahnya kemampuan literasi dasar pada tingkat pendidikan dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informasi diperoleh dari tenaga pendidik, peserta didik, dan lingkungan sekolah sebagai sumber utama. Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan temuan yang valid. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan membaca dan menulis yang dirancang secara terstruktur, seperti membaca bersama di kelas dan kegiatan menulis kreatif, mampu meningkatkan minat baca dan tulis siswa. Kendala utama berupa kurangnya fasilitas, seperti ruang perpustakaan yang memadai dan jumlah buku bacaan, menjadi hambatan yang harus diatasi. Peran guru sebagai fasilitator dan motivator terbukti signifikan dalam mendukung keberhasilan strategi literasi ini. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya optimalisasi program GLS di madrasah untuk mendukung pencapaian kompetensi literasi siswa. Temuan ini juga menawarkan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang program literasi yang relevan dan berkelanjutan. Dengan implementasi yang konsisten, diharapkan literasi membaca dan menulis menjadi budaya yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Kata Kunci: Membaca, Menulis, Gerakan Literasi Sekolah, Strategi
Al-Żahabi's Thought in Hadith (Study of Talkhīṣ Mustadrak al-Ḥākim Book) Umar, Siddiq Aminullah; Arifuddin Ahmad; Erwin Hafid
NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam Vol. 10 No. 1 (2024): NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/nukhbah.v10i1.1307

Abstract

This research explores the thoughts of al-Żahabi in the field of hadith, specifically within his book Talkhīṣ al-Mustadrak. The objective is to understand al-Żahabi's perspectives on hadith in this particular work. This literature review employs a combined approach of hadith and historical sciences. The data analysis methods include descriptive and comparative analysis. The findings reveal that al-Żahabi provided accurate scholarly commentary on the hadiths in Al-Mustadrak. For instance, he criticized a hadith authenticated by al-Hakim from the companion Sa’d bin Abi Waqqāṣ in al-Mustadrak due to its weak chain originating from Ṭalḥah bin Zaid al-Qurasyi, deemed weak by many hadith scholars. Despite this, there are instances of errors in al-Zahabi's assessments, such as in the evaluation of a hadith in the al-Mustadrak" on commercial transactions, authenticated by al-Hakim according to Bukhāri and Muslim's criteria, while al-Żahabi judged it according to Muslim's conditions. Further examination revealed discrepancies in the chain narrated by al-Ḥākim and a different chain in Saḥīḥ Muslim. Al-Żahabi refrained from commenting on most hadiths in al-Mustadrak, only referencing al-Ḥākim's authentication without necessarily approving it. His silence on certain hadiths is due to uncertainty about their status or prior assessment of the narrators. Therefore, scholars examining al-Mustadrak are advised to refer to al-Żahabi's comments in Talkhīṣ al-Mustadrak. Penelitian ini membahas tentang pemikiran al-Żahabi di bidang hadis. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pemikiran al-Żahabi di bidang hadis dalam kitabnya Talkhīṣ al-Mustadrak. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan menggunakan pendekatan ilmu hadis dan historis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan kompratif. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Żahabi telah memberikan komentar ilmiah yang tepat terhadap hadis-hadis di dalam kitab al-Mustadrak. Seperti saat ia mendaifkan hadis yang disahihkan oleh al-Ḥākim dari sahabat Sa’d bin Abi Waqqāṣ dalam kitab al-Mustadrak karena semua jalur sanadnya berpangkal pada Ṭalḥah bin Zaid al-Qurasyi yang dinilai daif oleh banyak ulama hadis. Walaupun terdapat pula beberapa kekeliruan dari al-Żahabi dalam penilaiannya. Seperti pada hadis dalam kitab al-Mustadrak pada bab al-Buyu’ yang disahihkan oleh al-Ḥākim berdasarkan kriteria al-Bukhāri dan Muslim, sedangkan al-Żahabi menilainya sesuai dengan syarat Muslim. Namun, setelah diteliti jalur hadis yang diriwayatkan oleh al-Ḥākim berasal dari Muḥammad bin Ṡaur, bukan merupakan rawi Muslim. Adapun jalur hadis hadis di dalam Ṣaḥīḥ Muslim berasal dari Ibnu wahb. Sebagian besar hadis kitab al-Mustadrak tidak dikomentari oleh al-Żahabi. Ia hanya mengutip pentashihan al-Ḥākim terhadap hadis. Diamnya al-Żahabi terhadap pentashihan al-Ḥākim tidak menunjukkan persetujuannya terhadap penilaian tersebut. Ia tidak mengomentari sebagian hadis karena ia belum mengetahui secara pasti status hadis tersebut, dan pada sebagian hadis, ia tidak memberikan komentar karena ia telah menilai rawi hadis tersebut sebelumnya. Sehingga ia tidak lagi mengulangi penilaiannya. Berdasarkan hasil di atas maka para pengkaji hadis yang ingin meneliti kitab al-Mustadrak, untuk mengacu terlebih dahulu pada komentar-komentar al-Żahabi dalam Talkhīṣ al-Mustadrak.
Implementasi Hadis Relasi Guru dan Murid di STIBA Makassar: The Implementation of Hadith on Teacher-Student Relations at STIBA Makassar Abdullah, Abdullah; Arifuddin Ahmad; Erwin Hafid
JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Vol. 2 No. 2 (2024): JAWAMI'UL KALIM: Jurnal Kajian Hadis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/jawamiulkalim.v2i2.1774

Abstract

This study examines the implementation of hadith concerning teacher-student relations within the context of Islamic education at STIBA Makassar. The focus of the research is on how the values embedded in the hadiths of Prophet Muhammad (PBUH) are applied in the interactions between lecturers and students on campus. The research employs a descriptive qualitative method with a hadith science and case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that teacher-student relations at STIBA Makassar are grounded in the principles of adab (proper etiquette), compassion, and respect, as taught in the hadiths. Character-building programs and the emotional closeness between lecturers and students are key examples of this hadith implementation. This research contributes to a deeper understanding of the significance of harmonious relationships in Islamic education and offers practical guidance for educational institutions on incorporating hadith values in academic interactions.
IMPLEMENTASI KONSEP MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN QUR’AN HADIS DI MAS MADANI ALAUDDIN, GOWA, SULAWESI SELATAN Syarifah Huriyah; Erwin Hafid; Muhammad Rusdi
Jurnal Tarbiyah Almuslim Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Tarbiyah Almuslim
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71025/4we57h05

Abstract

The main problem of this research is how the concept of multiple intelligences is used in Qur'an hadith learning at MAS Madani Alauddin, Gowa, South Sulawesi. The main problem is then included in several sub-problems or research questions: How is the planning, implementation and assessment of Qur'an hadith learning at MAS Madani Alauddin, Gowa, South Sulawesi. This type of research is classified as qualitative with the research approaches used being phenomenology. The data sources for this research were the Qur'an hadith subject teacher and two class X students. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. Meanwhile, data processing and analysis techniques are carried out through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that the implementation of the concept of multiple intelligences in learning the Qur'an hadith at MAS Madani Alauddin, Gowa, South Sulawesi, which includes planning, implementation and evaluation, has only just begun to be implemented as a support for differentiated learning in the independent curriculum and is still being implemented. requires a lot of evaluation to perfect the learning process. However, learning with the concept of multiple intelligences is more optimal if applied to learning outside mandatory class hours.