Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TEKNOLOGI KONSTRUKSI PADA LAHAN RAWA DI KALIMANTAN SELATAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Muhammad Rizan Adam; Budi Kurniawan; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki lahan rawa seluas 2,5 juta hektar, mencakup 66% dari total wilayah, yang menimbulkan tantangan kompleks dalam pembangunan infrastruktur. Karakteristik tanah rawa yang memiliki daya dukung rendah, kadar air tinggi, dan kompresibilitas besar memerlukan pendekatan konstruksi yang khusus dan adaptif. Penelitian ini menganalisis perkembangan teknologi konstruksi di lahan rawa Kalimantan Selatan melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 45 publikasi terpilih dari berbagai database. Analisis kualitatif difokuskan pada inovasi dalam teknologi pondasi, stabilisasi tanah, dan penggunaan material konstruksi. Hasil menunjukkan bahwa teknologi preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) mampu mengurangi penurunan tanah hingga 60% dan mempercepat konsolidasi 4,2 kali lipat. Pondasi tiang pancang beton prategang berdiameter 40–60 cm dan kedalaman 25–40 meter dapat menahan beban hingga 280 ton per tiang. Geotekstil woven meningkatkan nilai CBR hingga 285%, sementara stabilisasi dengan semen 10–15% menghasilkan kuat tekan 400–800 kPa. Penggunaan material lokal seperti abu sekam padi dan kapur terbukti efektif dan ekonomis. Ke depan, fokus perlu diarahkan pada pemantauan jangka panjang, integrasi teknologi digital, dan pemanfaatan material berkelanjutan berbasis limbah lokal.
ANALISA KINERJA PELAYANAN TERMINAL TPE C H. SOEMARSONO P.A KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN bima permadi; Hafsha Yanti Siregar; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (November)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i2.53

Abstract

Terminal H. Soemarsono P.A yang terletak di Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu fasilitas penting dalam mendukung mobilitas angkutan umum di wilayah Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional terminal berdasarkan indikator-indikator utama seperti kapasitas daya tampung, fasilitas pelayanan, sirkulasi kendaraan, dan tingkat kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, observasi langsung, dan wawancara dengan pengguna serta pengelola terminal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja terminal masih belum optimal, ditandai dengan ketidakseimbangan antara kapasitas dan volume kendaraan, kurangnya fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, sanitasi, dan sistem informasi penumpang, serta lemahnya pengelolaan arus kendaraan masuk dan keluar terminal. Rekomendasi dari studi ini mencakup peningkatan fasilitas fisik, perbaikan sistem manajemen operasional, serta penataan ulang zona terminal untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan Terminal H. Soemarsono P.A dapat berfungsi lebih maksimal sebagai simpul transportasi yang mendukung konektivitas regional. Secara keseluruhan, pelayanan di Terminal H. Soemarsono P.A dinilai sangat memuaskan, dengan 62% responden merasa sangat puas dan 38% puas terhadap pelayanan terminal, Secara keseluruhan Terminal H. Soemarsono P.A telah berfungsi dan melayani masyarakat, meskipun masih banyak aspek yang harus dibenahi. Proses pengembangan dan peningkatan fasiitas serta pengelolaan terminal perlu dilakukan secara bertahap untuk mencapai kenyamanan, keamanan, dan pelayanan yang optimal sesuai standar terminal angkutan tipe C.
Kelayakan Agregat Batu Gunung Katunun sebagai Material Kelas B Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 Fajri Ramadhan; Norminawati Dewi; Tekad Budiantoro; Budi Kurniawan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan agregat batu Gunung Katunun yang diproses melalui stone crusher PT. Berkah Serasi Perkasa sebagai material Lapis Pondasi Bawah (LPB) Kelas B berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium terhadap sampel agregat yang diambil secara representatif dari lokasi tambang. Pengujian meliputi analisa saringan, berat jenis dan penyerapan, batas cair, batas plastis, serta abrasi Los Angeles. Hasil pengujian menunjukkan penyerapan 2,2%, batas cair 31,28%, batas plastis 7,15%, dan abrasi 29,60%. Gradasi agregat dapat disesuaikan sehingga berada dalam rentang spesifikasi Kelas B. Secara umum, material ini berpotensi digunakan sebagai LPB Kelas B untuk mendukung pembangunan jalan lokal, namun pengendalian gradasi dan verifikasi parameter plastisitas tetap diperlukan pada tahap penerapan lapangan.
PENILAIAN SARANA DAN PRASARANA LINGKUNGAN PERUMAHAN SEHAT BERDASARKAN ASPEK PERATURAN PEMERINTAH Misnawati; Norminawati Dewi; Retna Hapsari Kartadipura; Chudori Sahlan
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i1.7

Abstract

A healthy home is one of the basic human needs which is an important factor in increasing human dignity, so it is necessary to create conditions that can encourage the development of healthy housing. The results of observations in the field can be concluded whether or not the requirements of a housing, in this case the Ketapang Asri Complex, are met or not. Health requirements (not located in a former landfill, air quality, drainage facilities, playground, clean water. Based on regulation of No. 829/MENKES/SK/VII/1999 Ketapang Asri Complex only around 80% of these requirements because there is a shortage in air quality, playgrounds, and garbage disposal while the location and greening requirements have met these requirements.
PENGARUH PASIR PANTAI SEBAGAI PENGGANTI PASIR PADA UMUMNYA TERHADAP ASPHALT CONCRETE – BINDER COURSE (AC-BC) Akbar Ansyari; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v1i2.12

Abstract

Penggunaan bahan batuan yang terus menerus menyebabkan semakin sulit untuk didapatkan, sehingga peluang untuk memanfaatkan material alternatif dimana mempunyai spesifikasi yang hampir mirip terhadap agregat campuran perkerasan lentur dengan harga yang ekonomis dan mutu yang sama. Pengujian Marshall Test pada benda uji aspal dengan bahan pengganti pasir umum dipakai untuk perkerasan lentur menjadi pasir pilihan yaitu pasir pantai daerah Takisung, Tanah Laut terhadap karakteristik uji Marshall Test campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC). Material agregat kasar dan agregat halus batu pecah yang digunakan dari ex. PTP dari Kabupaten Tanah Laut. Material Pasir umumnya digunakan yaitu Pasir Barito. Material Pasir yang digunakan sebagai alternatif yaitu pasir pantai, Tanah Laut sebagai pasir pengganti. Aspal yang digunakan adalah produk shell dengan penetrasi 80/100. Hasil pengujian Marshall Test didapat Rongga dalam campuran (VIM) Pasir Barito 3,8% dan Pasir Pantai dengan nilai 4,1%. Rongga terisi aspal (VFB) Pasir Barito 74% dan Pasir Pantai 75%. Stabilitas Marshall Pasir Barito 1150 kg dan Pasir Pantai 1140 kg. Pelelehan (Flow) dari kedua material yang berbeda dengan nilai yang sama yaitu 34%, dan Rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal) Pasir Barito 3,2% dan Pasir Pantai 2,8%. Maka Pasir Pantai dapat digunakan sebagai bahan alternatif perkerasan campuran aspal yang memenuhi Spesifikasi Jalan dan SNI.
METODE PELAKSAAN PEKERJAAN PENINGKATAN STRUKTUR RUAS JALAN TARJUN-SERONGGA Jihan Alya Nabillah; Norminawati Dewi; Muhammad Hario Fatah
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v3i1.40

Abstract

Dalam proyek peningkatan struktur jalan, laporan metode pelaksanaan memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan proyek. Laporan ini menyediakan panduan terperinci bagi semua pihak yang terlibat, dengan langkah-langkah yang jelas agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan. Metode pelaksanaan yang terstruktur memungkinkan pengawasan kualitas yang efektif dan memastikan setiap tahap sesuai dengan prosedur yang disetujui, guna mencapai hasil optimal. Selain itu, laporan ini juga mendukung manajemen waktu dan biaya, memastikan alokasi sumber daya yang efisien, serta penyelesaian proyek tepat waktu dan sesuai anggaran. Laporan metode pelaksanaan membantu mengidentifikasi potensi hambatan dan menyediakan solusi yang efektif untuk mengatasinya. Aspek kepatuhan terhadap regulasi juga sangat penting, mengingat proyek infrastruktur, termasuk peningkatan jalan, diatur oleh berbagai standar dan peraturan. Laporan ini menjamin bahwa semua aspek pekerjaan mematuhi regulasi yang berlaku, mengurangi risiko pelanggaran hukum. Selain itu, laporan metode pelaksanaan menjadi bagian penting dari dokumentasi proyek yang berguna untuk audit, pengawasan, dan evaluasi kinerja. Dokumentasi ini juga membantu dalam penyelesaian klaim atau perselisihan di masa depan. Laporan ini memastikan pemahaman yang sama di antara semua pihak yang terlibat, mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan koordinasi tim proyek. Pada akhirnya, laporan ini menjadi dasar evaluasi kinerja proyek dan identifikasi area yang perlu perbaikan untuk proyek mendatang. Dengan demikian, metode pelaksanaan memainkan peran krusial dalam memastikan kelancaran, keselamatan, dan kualitas proyek peningkatan jalan. Kata Kunci: Metode Pelaksanaan, Struktur Jalan, Proyek Infrastruktur
PENGARUH PENAMBAHAN RUMUT ILUNG SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH ( STUDI KASUS TANAH LUNAK DESA SUNGAI KALI ) KABUPATEN BARITO KUALA Rasidi; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v3i1.41

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan suatu upaya yang digunakan untuk memperbaiki sifat tanah dasar sehingga mutunya dapat lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan daya dukung tanah. Salah satu upaya stabilisasi yaitu dengan cara mencampurkan beberapa bahan tambah ke dalam tanah untuk meningkatkan salah satu parameter daya dukung tanah yaitu kuat geser dan kuat tekan tanah. pengujian sifat fisis tanah sebelum dilakukan stabilisasi tanah menggunakan rumut ilung tanah sungai kali cenderung tanah di katakan biasa sampai dengan jelek untuk dijadikan sebagai bahan tanah dasar suatu konstruksi hal ini diperoleh berdasarkan uji analisa saringan dengan menggunakan klasifikasi AASHTO dan tanah tergolong sebagai kerikil berlanau, campuran krikil-pasir-lanau dan kerikil berlempung, campuran kerikil-pasir-lempung menggunakan sisstem klasifikasi USCS berdasarkan uji analisa saringan. Sifat fisis lainnya diperoleh dari uji kadar air, berat volume, LL, PL, dan GS tanah sebelum ditambahkan rumut ilung memiliki nilai masing-masing sebesar 28%; 0,977 gr/cm3; 47,5 LL; 44,64 PL dan 2,501 GS. Sedangkan setelah dilakukan penambahan rumut ilung nilai uji kadar air, berat volume, LL, PL, dan GS tanah berubah menjadi 12,887%; 17,547 gr/cm3 ; 62 LL; 42,39 PL dan 0,785 GS. Sehingga dari hasil nilai pengujian fisis tanah tersebut dapat dilihat bahwa tanah tanpa rumut ilung dan menggunakan rumut ilung mengalami perubahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan berdasarkan uji fisis tanah bahwa rumut ilung dapat mempengaruhi stabilisasi tanah lunak yang terdapat didesa sungai kali, Barito kuala.