Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MBKM Izwar; Dian Kristanti
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BIONATURAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis artikel ilmiah dan efektifitas penerapan metode Project Based Learning (PJBL) dalam meningkatkan motivasi belajar dalam penyusunan artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas 01 angkatan 2020 Program Studi Agroteknologi berjumlah 18 orang. Ada dua variabel yang dikaji dalam penelitian ini yaitu peningkatan kemampuan menulis artikel dan motivasi belajar mahasiswa. Ada dua instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hasil tes kognitif siswa berupa pretest dan posttest untuk melihat peningkatan kemampuan menulis artikel, dan hasil kuesioner untuk melihat peningkatan motivasi belajar mahasiswa. Perbedaan peningkatan prestasi dalam hal ini kompetensi mahasiswa dengan penerapan metode PJBL didapatkan perbedaan siginifikan pengetahuan mahasiswa dalam proses penyusunan karya ilmiah. Hal ini dilihat dari hasil pretes sebesar 440 dan posttes sampel sebesar 1.440. Sedangkan Penerapan metode PJBL dapat meningkatkan motivasi ARCS dalam penyusunan artikel ilmiah pada sampel didapatkan sebanyak 10 responden/mahasiswa (55%) menyatakan tingkat motivasi mahasiswa dalam kriteria tinggi, sebanyak 8 mahasiswa (44,44%) berada pada tingkat motivasi sedang, dan tidak ada mahasiswa yang termasuk kategori motivasi rendah. Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata antara motivasi belajar mahasiswa setelah penerapan metode PJBL yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
PERSEPSI PENGUNJUNG EKOWISATA PULAU REUSAM TERHADAP MASYARAKAT PENGELOLA KAWASANEKOWISATA DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA SECARA BERKELANJUTAN Izwar
Jurnal Bionatural Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BIONATURAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata (ecotourism) merupakan jenis wisata yang mendukung upaya konservasi dan juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap lingkungan, sosial budaya dan partisipasi masyarakat lokal. Pengelolaan kawasan ekowisata di Pulau Reusam sangat dibutuhkan untuk mengetahui potensi dan kendala yang didapat oleh pengunjung Dalam Rangka Pengembangan Kawasan Ekowisata Secara Berkelanjutan. Penelitian tentang Persepsi Pengunjung kawasan Ekowisata Pulau reusam dilaksanakan pada bulan September 2016, tehnik penentuan sampel dengan cara Purposive sampling, sedangkan metode pengumpulan data yang dilakukan antara lain dengan studi pustaka, observasi lapangan, penyebaran koesioner, yang disajikan dalam bentuk closes ended sehingga jawaban responden lansung tertuju pada tujuan penelitian ini. Tehnik analisis data dalam penelitian ini dengan cara Analisis deskriptif. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa Persepsi pengujung terhadap fasilitas sarana dan prasarana berada pada tingkatan cukup dengan nilai rata-rata 3,28. tentu dalam hal fasilitas masih banyak yang harus di tingkatkan baik di pulau maupun di daratan. untuk aksebilitas persepsi pengunjung ada pada tingkatan baik dengan nilai rata-rata 4,00, ini dikarenakan untuk menuju pulau reusam tidak terlalu sulit walaupun harus menggunakan speed boat yang sudah stanby di dermaga pelabuhan rigaih. Dalam hal pengelolaan pengunjung berasumsi baik dikarenakan masyarakat sudah berperan aktif secara swadaya dalam mengelola kawasan ekowisata tersebut, sudah dalam katagori cukup dengan nilai rata-rata 3,75.. Sedangkan persepsi pengunjung terhadap masyarakata sekitar sudah pada taraf yang sangat terbuka untuk pengunjung, sehingga ikut mendukung berkembangnya kawasan ekowisata ini.
Pemanfaatan Produk Lokal Berbasis Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (l) rendle) Dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Ekonomi Masyarakat Desa Pantan Reduk Sayyid Syauqas Amarullah; Aldika Saputra; Devi Sartika Marni; Putri Athirah; Nur’Alian Nur’Alian; Izwar Izwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.290

Abstract

Minyak serai wangi atau minyak atsiri merupakan ekstrak tumbuhan yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia, salah satunya sebagai bahan baku produksi minyak wangi (parfum), obat-obatan, kosmetika, bahan pengawet, dan kebutuhan pokok industri lainnya. Daerah penghasil minyak atsiri adalah Sumatera Utara dan Aceh. Minyak atsiri yang dapat dihasilkan yaitu minyak cengkeh, minyak nilam, minyak serai, minyak kenanga dan lain-lain. Minyak serai memiliki sejumlah potensi, antara lain mengobati jerawat yang disebabkan oleh bakteri Propionibacteria acnes dan Staphylococcus aureus. Minyak serai ini akan diformulasikan sebagai gel jerawat dengan konsentrasi berbeda yaitu 10%, 15% dan 20%. Tanaman serai wangi diubah menjadi minyak atsiri dengan beragam kegunaan dan nilai pasar yang tinggi, sehingga meningkatkan perekonomian lokal. Penelitian ini dilakukan semenjak bulan Juli 2023 sampai dengan bulan Agustus 2023 di Desa Pantan Reduk, Kec. Linge Kab. Aceh Tengah. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pemanfaatan produk lokan yang dihasilkan dari serai wangi untuk peningkatan ekonomi masyarakat Desa Pantan Reduk. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini ialah memberikan suatu peluang untuk masyarakat dalam meningkatkan perekonomian kedepannya, dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat minyak serai wangi untuk bahan obat alamiah. Pendapatan yang diperoleh masyarakat dari minyak serai wangi mencapai 6.000.000/orang. Oleh sebab itu, minyak serai wangi hanya dijadikan sebagai penghasilan tambahan selain kopi yang merupakan penghasilan utama masyarakat Desa Pantan Reduk.
Revitalisasi dan Peningkatan Pengetahuan Peternak Berbasis Kelompok Dalam Usaha Peternakan Kambing di Masa Pandemi Izwar I; Dian Kristanti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 2 (2023): Maret-April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Juang sebagai tim mitra merupakan kelompok peternak kambing di Aceh Jaya yang termasuk masyarakat pesisir yang masih belum mandiri dan belum optimal produktivitasnya sehingga memerlukan pelatihan dan pendampingan. Tujuan Kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan tentang manajemen penggemukan kambing yang benar dan tepat guna, termasuk di dalamnya formulasi konsentrat dan pengawetan pakan, pembuatan pupuk dari limbah ternak dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan supaya hasil produksi usaha penggemukan kambing lebih produktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada tim mitra, hasil kegiatan pengabdian menunjukkkan  bahwa Tim Mitra memiliki peningkatan pengetahuan dalam usaha peternakan kambing antara lain 1) memiliki pengetahuan dan keterampilan tata cara penggemukan kambing yang benar dan efektif, terutama pengadaan dan pemberian pakan hijauan atau konsentrat berkualitas. 2) dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan kuantitas ternak serta mempersingkat masa panen. 3) meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat di masa pandemi dengan menerapkan manajemen produksi dan sistem pemasaran yang menguntungkan. 4) Meringankan beban peternak yang selama ini harus  memotong pakan ternak setiap hari, sudah dapat diberikan selingan berupa formulasi konsentrat dan awetan pakan hijau. 5) mampu membuat pupuk organic dari feses kambing. 
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI BERBASIS AGROFORESTRI KECAMATAN LINGE KABUPATEN ACEH TENGAH. Maulidil Fajri; Izwar; Iwandika Syah Putra; Jekki Irawan; Abdul Latif
Jurnal Bionatural Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Bionatural
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi sistem pertanian Agroforestri di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, dengan bidang kajian terdiri dari dimensi ekologi/Lingkungan, dimensi ekonomi, dan dimensi kelembagaan. Penerapan Penelitian ini menggunakan metode survei melalui pengamatan langsung di lapangan, penelitian ini juga menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan dimensi 3 dimensi atau aspek yang mendukung keberlanjutan usaha tani dengan pola Agroforestri, yaitu: a). Dalam dimensi ekologi ditemukan bahwa penerapan pertanian sistem Agroforestri dapat membantu ketsersediaan air, kesuburan tanah, serta mengurangi penggunaan bahan kimia dan pembakaran, selain itu Agroforestri juga berdampak positif terhadap erosi lahan dan interaksi mutualisme tanaman yang terjadi di dalam lahan, b). dalam dimensi ekonomi, penerapan sistem Agroforestri berdampak positif terhadap alokasi hasil panen, stabilitas harga produk pertanian dan mengurangi biaya perawatan, c). dalam dimensi kelembagaan, penerapan sistem Agroforestri berdampak positif terhadap kelangsungan kelompok tani Agroforestri, walaupun masih perlu penguatan dalam hal pembinaan dan pendampingan kelompok, serta menfasilitasi modal usaha pengembangan usaha tani kelompok.
Analisis Kesesuaian Pengembangan Agrowisata Durian (Durio Zibethinus Murr) di Desa Sarah Raya Kabupaten Aceh Jaya: Analysis of the Suitability of Durio Zibethinus Murr Agrotourism Development in Sarah Raya Village, Aceh Jaya District Izwar; Muhammad Jalil; Jekki Irawan; Iwandikasyah Putra; Maulidil Fajri
Jurnal Riset Perkebunan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Riset Perkebunan (JRP)
Publisher : Jurusan Budidaya Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrp.5.1.34-44.2024

Abstract

Research on the analysis of the suitability of the durian agrotourism area will have a positive impact on the long-term plans of the local government and the community who are planning the Sarah Raya village area as the durian center of Aceh Jaya. This research was carried out in Sarah Raya Village, Pasie Raya District, Aceh Jaya Regency. The method used in this research is quantitative descriptive, aimed at describing findings and measurement data in the field systematically, factually and comprehensively. This research examines the feasibility and suitability of land in Sarah Raya Village for cultivating durian plants as well as the potential and support for developing durian agrotourism areas in Sarah Raya Village. Indicators and field observation results show an annual average temperature of 26.1 °C in 2021-2022, relative humidity of 80% in 2022, Andosol soil type, altitude of 200-600 m above sea level, and rainfall of 3175.9 mm in 2021-2022, while Ph is in a neutral position of 5-7, the results of these measurements show that Sarah Raya Village is very suitable as a durian agro-tourism area, apart from that the potential and community support for the development of agro-tourism in Sarah Raya Village is very positive. This can be seen from the average response of 71% of respondents who gave a positive response to the development of agro-tourism areas.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Arul Item, Kabupaten Aceh Tengah Marden, Hafizd Arwaa; Nanda, Ari Julia; Santika; Herika, Siska Maulida; Mulyani, Sri; Idayana, Ulfa; Izwar; Irawan, Jekki
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.251

Abstract

Limbah kopi bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Upaya pengembangan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan cara mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Pengabdian pemanfaatan limbah kopi di Desa Arul Item bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani kopi dan produktivitas pertanian organik dengan menggunakan tanaman kopi sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Pengabdian ini menggunakan metode yang komprehensif, mulai dari sosialisasi, observasi lapangan, dan survei lapangan bersama masyarakat serta analisis laboratorium untuk memahami dampak tanaman kopi pada kualitas dan kesuburan tanah. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pehamanan petani tentang pembuatan pupuk organik serta menemukan bahwa tanaman kopi dari produksi lokal dapat diubah menjadi pupuk tanah yang kaya nutrisi, meningkatkan kualitas tanah dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan kualitas pangan. Identifikasi varietas kopi di Desa Arul Item juga penting untuk menilai efektivitas tanaman kopi sebagai bahan baku. Pengabdian ini Juga berhasil mengidentifikasi sederhana, Arabika yang memiliki keasaman yang kuat dan aroma kompleks, serta Robusta yang memiliki rasa yang kuat dan pahit. Kegiatan ini membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk organik, dan meningkatkan kreativitas petani dalam kegiatan pertanian, serta memahami manfaat dan konsekuensi penggunaan tanaman kopi sebagai bahan baku dapat mengarah pada praktik pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Arul Item, Kabupaten Aceh Tengah Marden, Hafizd Arwaa; Nanda, Ari Julia; Santika; Herika, Siska Maulida; Mulyani, Sri; Idayana, Ulfa; Izwar; Irawan, Jekki
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i1.251

Abstract

Limbah kopi bersifat racun terhadap lingkungan karena mengandung kafein, tanin, dan polifenol. Serta proses degradasinya pun membutuhkan oksigen dalam jumlah yang besar. Upaya pengembangan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan cara mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Pengabdian pemanfaatan limbah kopi di Desa Arul Item bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani kopi dan produktivitas pertanian organik dengan menggunakan tanaman kopi sebagai bahan baku untuk membuat pupuk organik. Pengabdian ini menggunakan metode yang komprehensif, mulai dari sosialisasi, observasi lapangan, dan survei lapangan bersama masyarakat serta analisis laboratorium untuk memahami dampak tanaman kopi pada kualitas dan kesuburan tanah. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pehamanan petani tentang pembuatan pupuk organik serta menemukan bahwa tanaman kopi dari produksi lokal dapat diubah menjadi pupuk tanah yang kaya nutrisi, meningkatkan kualitas tanah dalam berbagai aspek seperti pertumbuhan tanaman, kesehatan tanah, dan kualitas pangan. Identifikasi varietas kopi di Desa Arul Item juga penting untuk menilai efektivitas tanaman kopi sebagai bahan baku. Pengabdian ini Juga berhasil mengidentifikasi sederhana, Arabika yang memiliki keasaman yang kuat dan aroma kompleks, serta Robusta yang memiliki rasa yang kuat dan pahit. Kegiatan ini membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk organik, dan meningkatkan kreativitas petani dalam kegiatan pertanian, serta memahami manfaat dan konsekuensi penggunaan tanaman kopi sebagai bahan baku dapat mengarah pada praktik pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan.
Technical Assistance in Shallot Cultivation through the Application of IoT (Internet of Things) as an Innovative Technology in Gampong Ladang, West Aceh Irawan, Jekki; Izwar, Izwar; Masykur, Masykur; Darsan, Herri; Andriani, Dewi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.563

Abstract

Kebutuhan bawang merah terus meningkat setiap tahunnya akan tetapi produksi bawang merah terhambat akibat kondisi iklim dan serangan penyakit. Aceh berpotensi sebagai wilayah pengembangan produksi bawang merah dan selaras dengan tujuan pemerintah Aceh untuk meningkatkan komoditas hortikultura. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan produksi bawang merah dengan pengaplikasian Internet of Things (IoT) agar lingkungan dapat terkontrol baik dari kelembaban, suhu dan pengaturan penyiraman. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, praktik budidaya bawang merah, penerapan IoT dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan petani meningkat dalam budidaya bawang merah, baik secara teori dan praktik di lahan. Hasil evaluasi sebelum kegiatan sosialisasi menunjukkan 90% masyarakat belum memahami mengenai IoT dan pengaplikasiannya, kemudian setelah kegiatan kemampuan masyarakat meningkat dan memahami kinerja IoT, dimana 87% petani dapat memantau kondisi tanaman bawang merah secara lebih efisien dan 90% petani menyatakan bahwa air yang digunakan lebih hemat dan efektif dengan sistem irigasi berbasis IoT. Budidaya bawang merah berbasis IoT diharapkan mendukung pertanian modern yang berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pengembangan dan perluasan teknologi ini disarankan untuk menjangkau lebih banyak petani di daerah lain.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BIOSAKA Andriani, Dewi; Izwar; Jekki Irawan; Nhyra Kamala Putri; Marzati
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v4i1.11416

Abstract

Long bean is a vegetable from the legume family that is rich in protein, vitamins, minerals, and dietary fiber. This study aims to determine the growth and yield response of two long bean varieties to different biosaka concentrations. The study used a two-factor Randomized Block Design with interaction. The first factor consisted of two long bean varieties: V1 = Fagiola IPB Variety, and V2 = Parade Tavi, while the second factor was the biosaka concentration (B), which included three levels: B0 = 0 ml, B1 = 30 ml/l, and B2 = 60 ml/l. The results showed that the Parade Tavi variety and Fagiola IPB variety only significantly differed in the fresh weight per sample, while the biosaka concentration significantly affected the stem diameter. The Parade Tavi variety at the first harvest, 45 days after planting (DAP), had a stem diameter of 5.08 mm, fruit length of 32.12 cm, fresh weight per sample of 2.68 g, dry weight per sample of 0.48 g, and fresh weight per plot of 527.33 g. Meanwhile, the 60 ml/l biosaka concentration at the first harvest, 45 DAP, had a stem diameter of 5.62 mm, fruit length of 32.49 cm, fresh weight per sample of 2.79 g, dry weight per sample of 0.49 g, and fresh weight per plot of 532.33 g. These average values were relatively better compared to the Fagiola IPB variety and the 30 ml/l biosaka concentration. However, no interaction was found between the varieties and biosaka concentrations for all observed parameters.