Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN MOL JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) SEBAGAI BIOSTARTER TERHADAP KUALITAS FERMENTASI LIMBAH IKAN LELE (Clarias sp) DINI WIDIANINGRUM; RACHMAT SOMANJAYA; OKI IMANUDIN
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul pengaruh penambahan mol jambu biji merah (MJBM) sebagai biostarter terhadap kualitas fermentasi limbah ikan lele (LIL) telah dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas yang paling baik dari pengolahan limbah ikan lele (LIL) secara fermentasi. Percobaan fermentasi LIL dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan M0 (LIL + 2% EM4), M1 (LIL + 1,5% EM4 + 0,5% MOL jambu biji), M2 (LIL + 1% EM4 + 1% MOL jambu biji merah), M3 (LIL + 0,5% EM4 + 1,5% MOL jambu biji merah) dan M4 (LIL + 2% MOL jambu biji merah) setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati meliputi kadar protein kasar, khitin, lemak kasar,  abu dan energi metabolis. Kualitas LIL diuji menggunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fermentasi yang paling baik terdapat pada M1 (LIL + 1,5% EM4 + 0,5% MOL jambu biji merah) yang mengandung protein kasar 60,28 %, khitin 12,88 %, lemak kasar 11,42 %, abu 71,24 %, dan energy 4017, 09 kkal/kg. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan mol limbah jambu biji merah dan EM4 sebagai biostarter berpengaruh nyata meningkatkan kualitas limbah ikan lele.Kata Kunci :  Fermentasi, Limbah Ikan Lele, Jambu Biji Merah.
Performa Domba Lokal Betina Dewasa Pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan Dan Potensi Hijauan Di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka Rachmat Somanjaya
AGRIVET JOURNAL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe reseach about “Local Ewes Performance at Various Variation of Length Grazing and Potential Forage in Rentang Irigation Areaof Kabupaten Majalengka” was conducted from March 25th to July 30th 2015. This research was held to measure the optimum grazing duration on  local ewes performance, and measure the potential and carrying capacity of forage as feed for local sheep grazing in Rentang Irigation Range of Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka.  local ewes sample in this reseach are 62 and they were spread on grazing variation<4 hours are 19, 4-6 hours are 21, and>6hours are 22. The research method used was a survey to farmer sand direct observation of thelocal ewes. Data were analyzed descriptively, todetermine differences inthe average performance of sheep tested with Analisys of Varian (ANOVA one way) and followed by Duncan's multiple rangetest. Furthermore, to determinethe potential offorage, dotiling (protected squaremeters) and the proximate analysis. The results showed that grazing > 6 hoursis along grazing optimum, evidenced bythe parent's performance overallis betterthan other long grazing. Irrigation Range area has a good potential in the supply forage foranimal feed. The total area ofpotentialin the forage supplyis230,459.08m2andable to provideas much grass field 1229.12 tons Dry Matter Digestible/year. The field grass productionis able to accommodate 7,547sheep. Quality of grass fieldis also quite good with acrude protein and TD Nheramounted to11.30and66.26%Key words      : Localsheep, length grazing, Performance of Production, andPotentialForage
KARAKTERISTIK KUANTITATIF PANJANG BADAN DAN TINGGI PUNDAK DOMBA GARUT BETINA CALON INDUK DI UPTD - BPPTD MARGAWATI GARUT Rachmat Somanjaya; Ulfa Indah Laela Rahmah; Rohman Rohman
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan mulai Bulan Oktober sampai dengan Bulan Desember 2017 di UPTD BPPTD Margawati Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur karakteristik kuantitatif panjang badan dan tinggi pundak Domba Garut betina calon induk dan menganalisis perbandingan karakteristik domba Garut yang digunakan sebagai betina calon induk di UPTD BPPTD Margawati Garut dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan adalah sensus terhadap domba betina calon induk sebanyak 40 ekor domba betina calon induk yang ada di UPTD BPPTD Margawati Garut. Analisis data menggunakan prosedur analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata panjang badan di UPTD BPPTD Margawati Garut adalah 56,82+1,33 cm, nilai ini telah mendekati dengan Standar Nasional Indoneia (SNI) domba Garut yaitu 57,0 cm, sedangkan nilai rata-rata tinggi pundak adalah 66,55+1,69 cm, nilai ini telah sesuai dengan Standar Nasional Indoneia (SNI) domba Garut yaitu 66,0 cm.
APLIKASI RANSUM BERBASIS ECENG GONDOK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMAN ENTOG DAN PENDAPATAN PETERNAK DI KELURAHAN TONJONG MAJALENGKA Dini Widianingrum; Oki Imanudin; Rachmat Somanjaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.285 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i3.2425

Abstract

Muscovy duck is a meat-producing waterfowl that is mostly kept by the community, especially in rural areas. The high interest in raising muscovy duck is influenced by the fast growth, the meat is liked, and it is easy to maintain. Obstacles to raising muscovy duck include high consumption of muscovy duck rations so that production costs are also high. As a result, the income of farmers is reduced. The solution, among others, is to look for alternative feed ingredients that are cheap, easy to obtain, and do not compete with other livestock, for example water hyacinth. Water hyacinth is a plant that is easy to grow in water areas as weeds and waste from rice fields, fish ponds, and lakes. The use of water hyacinth as feed for mutton has various advantages, including high nutrient content, cheap, available, and environmentally friendly. The village of Tonjong Majalengka has the Cibudug river which flows all year round. The banks of the Cibudug river are very good for raising squid in the fish pond, which is overgrown with water hyacinth. Very good potential as a center for cattle breeding which is rich in feed sources. The purpose of community service is to apply water hyacinth-based rations as an effort to improve the performance of mutton and the income of farmers. The ingredients for the muscovy duck ration are water hyacinth and fine bran. Making rations using the square method. The method of community service is carried out by demonstration plots, counseling and continuous coaching for farmers and youth organizations in the Tonjong sub-district. Based on the results of the counseling, it was found that the goat breeders had the knowledge and practice of applying water hyacinth-based shrimp rations. In conclusion, water hyacinth is good to be used as a ration for muscovy duck.
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PANCA USAHA TERNAK DENGAN PRODUKTIVITAS PEMBIBITAN DOMBA GARUT Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Ace Carta
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v6i1.209

Abstract

Penelitian mengenai hubungan antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan Domba Garut telah dilaksanakan dari tanggal 10 sampai dengan 30 September 2012 di Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan Domba Garut di Kecamatan Kasokandel. Penelitian menggunakan metode survei. Data primer diperoleh dari 100 peternak Domba Garut di wilayah Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka. Data sekunder diperoleh dari Dinas Hutbunak dan BP3K Kasokandel. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Rank Spearman dan kemudian diinterpretasikan menurut aturan Guilford. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan panca usaha ternak di Kecamatan Kasokandel berada pada kategori sedang, yaitu dengan nilai rata-rata 40,6. Produktivitas pembibitan domba Garut di Kecamatan Kasokandel berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 5,32. Secara komulatif terdapat hubungan yang sangat kuat antara penerapan panca usaha ternak dengan produktivitas pembibitan domba Garut (rs = 0,845). Kata kunci : Panca Usaha Ternak; Produktivitas Pembibitan Domba Garut.
ANALISIS POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA SUMBER PROTEIN HEWANI Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Dika Rahmiyan
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.214

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wilayah Kabupaten Majalengka terhadap penyedia sumber protein hewani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Studi Literatur dengan model pendekatan Analisis Deskriptif melalui pemanfaatan Data Sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan rata-rata protein hewani Kabupaten Majalengka Tahun 2010, 2011 dan 2012 adalah 18,05 gram/kapita/hari. Kontribusi protein hewani asal ternak sebanyak 7,97 gram/kapita/hari, sehingga direkomendasikan untuk menambah populasi ternak di Kabupaten Majalengka, atau mendatangkan produk-produk peternakan dari daerah lain guna mencapai kebutuhan protein hewani asal ternak. Kekurangan ketersediaan protein hewani dapat ditambahkan pula dari protein hewani asal ikan.Kata kunci: potensi wilayah, hijauan pakan, protein.
UJI KUALITAS PAKAN KOMPLIT BERBASIS HIJAUAN SORGUM-INDIGOFERA UNTUK INDUK DOMBA PROLIFIK Rachmat Somanjaya; Aaf Falahudin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.163 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan nilai kecernaan pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera sebagai pengganti rumput lapangan untuk induk domba prolifik. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium melalui uji proksimat dan in vitro. Tiga komposisi pakan percobaan yaitu SI1 (60% silase hijauan Sorgum + 30% hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI2 (50% silase hijauan Sorgum + 40% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI3 (40% silase hijauan Sorgum + 50% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); dan RL (100% rumput lapangan) sebagai kontrol. Peubah yang diamati yaitu nilai kandungan nutrien dan kecernaan pakan. Data hasil uji proksimat yang diperoleh dianalisis dan diterjemahkan secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan acuan standar pakan untuk induk domba bunting dan menyusui dengan potensi kelahiran kembar dari NRC-Canada. Sedangkan, data nilai kecernaan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nutrien pakan SI secara keseluruhan dapat mengimbangi RL. Bahkan, kandungan protein kasar dan energi bruto pakan SI lebih tinggi dari RL sesuai jumlah hay indigofera yang diberikan dalam ransum. Nilai kecernaan pakan SI lebih tinggi (p<0,05) dari RL, dan semua pakan yang diujikan memiliki kandungan nutrien lebih tinggi dari standar NRC. Dapat disimpulkan bahwa pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera (SI) memiliki kualitas yang lebih tinggi dari rumput lapangan dan rekomendasi NRC untuk induk domba prolifik serta dapat dijadikan sebagai pensubstitusi rumput lapangan. Selain itu, komposisi pakan komplit SI1 (60% silase hijauan sorgum + 30% hay indigofera + 10% dedak halus) merupakan pakan komplit ideal untuk induk domba garut prolifik.
PENGARUH DOSIS MARINASI EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK DAGING ITIK RAMBON AFKIR Aaf Falahudin; Rachmat Somanjaya; Firna Surfiana Suardi
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.457 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v10i1.2614

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkandosis yang optimum dalam proses marinasi ekstrak buah nanas terhadap kualitas fisik (pH dan susut masak) dan organoleptik daging Itik Rambon afkir. Itik yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor Itik Rambon afkir. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu menambahkan ekstrak buah nanas dengan dosis (P0 = 0 ml, P1 =10 ml, P2 = 20 ml, P3 = 30 ml,P4 = 40 ml) pada 100 g daging Itik Rambon afkir yang direndam selama 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova (Analisis sidik ragam). Selanjutnya, untuk mengetahui perbedaan yang nyata antar perlakuan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak buah nanas pada daging Itik Rambon afkir memberikan pengaruh yang nyata terhadap kualitas fisik (pH dan susut masak) dan organoleptik daging Itik Rambon afkir. Penggunaan ekstrak buah nanas terbaik yaitu pada perlakuan P2 (20 ml).
Pemanfaatan Limbah Kol sebagai Bahan Pakan Sumber Serat Kasar dalam Ransum Entog Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.729 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3887

Abstract

Entog merupakan unggas air yang banyak dipelihara di pedesaan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat dan sebagai sumber pendapatan bagi peternak. Kol dibutuhkan untuk menunjang kecepatan pertumbuhannya entog yang memerlukan pakan yang cukup banyak, berlimpah, harganya murah, dan cukup kandungan nutrientnya terutama serat kasar. Kol merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh manusia untuk dibuat makanan, tetapi mudah busuk, sehingga menghasilkan limbah yang bau dan mencemari lingkungan. kondisi ini sangat berbahaya, sehingga limbah kol harus dimanfaatkan, antara lain untuk pakan entog. Tujuan kegiatan yaitu memanfaatkan limbah kol untuk pakan ternak. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, dan demplot dengan peserta peternak entog di Kecamatan Cigasong selama 30 hari. Monitoring evaluasi dilakukan dengan pembinaan yang berkesinambungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat tertarik dengan pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog. Hasil pretest menunjukkan 5% peternak yang sudah mengetahui pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog. Hasil posttest menunjukkan bahwa 100% peternak tertarik untuk menerapkan pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog.  Kesimpulannya peserta memahami dan tertarik menerapkan pemanfaatan limbah kol menjadi ransum entog dengan baik.
Meningkatkan Persepsi Remaja Terhadap Susu Melalui Edukasi Kandungan Gizi Susu di Kabupaten Majalengka Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.495 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4329

Abstract

Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai gizi lengkap. Susu perlu dikonsumsi secara teratur demi peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama remaja. Tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia sebesar 16,23 liter/kapita/tahun masih tergolong rendah di Asia Tenggara. Beberapa tahun belakangan ini, minum kopi, minuman coklat, susu, atau minuman berbahan dasar susu di cafe menjadi tren di hampir sebagian besar kalangan remaja. Permasalahan yang muncul dilapangan adalah intensi atau niat remaja datang ke café dan mengkonsumsi susu atau minuman berbahan dasar susu adalah untuk kesenangan. Remaja belum memahami pentingnya minum susu untuk tumbuh kembang tubuhnya dan alasan kesehatan Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan persepsi dan pemahaman remaja terhadap kandungan gizi yang terdapat dalam susu. Metode dalam kegiatan ini adalah metode edukasi, diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kajian menunjukan bahwa remaja mengetahui manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam susu yang baik untuk Kesehatan meski tidak mendalam. Bagi remaja, minum susu belum menjadi kebiasaan dan dikonsumsi secara teratur.