Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fisik Bakso Daging Sapi dengan Penambahan Tepung Kedelai sebagai Pengganti Tepung Tapioka Riyan Subarkah; Oki Imanudin; Rachmat Somanjaya
Tropical Livestock Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v2i2.7436

Abstract

The purpose of this study was to analyze the dosage of using soy flour on the physical characteristics of beef meatballs and to obtain the results of using soy flour which affected the physical characteristics of beef meatballs. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The comparison of tapioca flour with soybean flour for each treatment were P0 (100%: 0%), P1 (75% : 25%), P2 (50% : 50%), P3 (25% : 75%), and P4 ( 0% : 100%). The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and if the results of the ANOVA test show a significant difference, continue with Duncan's further test. The results showed that the addition of soy flour to beef meatballs had a significant effect (P<0,05) on cooking loss, pH, elasticity, and water-holding capacity. The addition of soy flour caused the cooking shrinkage value from P0 to P4 to decrease with an average value of 16.77 to 11.59%, the pH value of meatballs added with soy flour decreased from P0 to P4 with an average value of 6.48 to 6.15%, the elasticity value of meatballs decreased from P0 to P4 with an average value of 73.40 to 30.22% and the water holding capacity of meatballs from P0 to P4 decreased with an average value of 0.74 to 0.63%. This study can be concluded that the addition of soybean meal can produce better physical properties of beef meatballs.  
Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Berdasarkan Biaya Produksi Ani Suryani; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya
Tropical Livestock Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v2i2.9164

Abstract

Research goals to increase revenue or the welfare of farmers through increased livestock production. Efforts are made is through an increase in population, the application of technology and increasing competitiveness through penerapanmanajemen farm. The research was conducted in the District Kasokandel Majalengka district with the survey method. The unit of analysis is the peasant farmers who carry out analysis of samples of beef cattle fattening to strata ownership 1-4 tails 16 people, strata ownership 5-8 tails of 7 people. The results showed that the analysis of fattening beef cattle in Sub District Kasokandel Majalengka is a side business with an average ownership of two birds per person. Nation's beef cattle are kept the nation Peranakan Ongole (PO) to the level of implementation of maintenance management is quite good except going, cages, feed and medicines. Revenue analysis of fattening beef cattle in Sub District Kasokandel Majalengkayang highest with the scale of 5-8 tails and 1-4 tail respectively and Rp 2,381,750.00 Rp 3,880,228.00. The conclusion was analysis of the beef cattle fattening business in Kasokandel District, Majalengka Regency, which is a side business with an average ownership of 2 head per person and total ownership of 1-4 head amounting to IDR 2,381,750, total ownership of 5-8 head amounting to IDR 3,880,228.60.
Kualitas fisik dan sifat organoleptik bakso daging sapi dengan Penambahan tepung oat (avena sativa) Aaf Falahudin; Rachmat Somanjaya Tifani, SP., MP.; Dini Widianingrum; Robi Dianto
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v12i1.9620

Abstract

Beef meatballs using tapioca flour only contain a small amount of protein, fat and fiber in them. The nutrition is very low, only around 0.1% of the daily recommendation. Therefore, there is a need for healthier alternative flour, one of which is oat flour. This research is a diversification of healthy meatball products made from oat flour which contains better nutrition than tapioca flour. The method used was an experimental study with a completely randomized design pattern of three treatments (substitution of tapioca flour with oat flour at 0%; 50% and 100%) which was repeated seven times. The variables observed were chemical quality (air, protein, fat, carbohydrates), physical quality (pH and cooking loss) and organoleptic properties (color, aroma, texture and taste). Data analysis used analysis of variance (ANOVA). If there is a significant difference between treatments, Duncan's further test is carried out. The results showed that the amount of oat flour had a significant effect (P<0.05) on the pH of the meatballs. The amount of oat flour linearly (P<0.05) reduced the level of meatball cooking loss. The organoleptic properties of meatballs with 50% oat flour are more similar to meatballs using 100% oat flour, and have slightly the same level of preference. It can be concluded that oat flour can be used as a substitute for tapioca flour to improve the physical and organoleptic quality of beef balls. Meanwhile, the ideal oat flour substitution rate is as much as 50%.
Pemanfaatan Limbah Kol sebagai Bahan Pakan Sumber Serat Kasar dalam Ransum Entog Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3887

Abstract

Entog merupakan unggas air yang banyak dipelihara di pedesaan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat dan sebagai sumber pendapatan bagi peternak. Kol dibutuhkan untuk menunjang kecepatan pertumbuhannya entog yang memerlukan pakan yang cukup banyak, berlimpah, harganya murah, dan cukup kandungan nutrientnya terutama serat kasar. Kol merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh manusia untuk dibuat makanan, tetapi mudah busuk, sehingga menghasilkan limbah yang bau dan mencemari lingkungan. kondisi ini sangat berbahaya, sehingga limbah kol harus dimanfaatkan, antara lain untuk pakan entog. Tujuan kegiatan yaitu memanfaatkan limbah kol untuk pakan ternak. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, dan demplot dengan peserta peternak entog di Kecamatan Cigasong selama 30 hari. Monitoring evaluasi dilakukan dengan pembinaan yang berkesinambungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak sangat tertarik dengan pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog. Hasil pretest menunjukkan 5% peternak yang sudah mengetahui pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog. Hasil posttest menunjukkan bahwa 100% peternak tertarik untuk menerapkan pemanfaatan limbah kol untuk ransum entog.  Kesimpulannya peserta memahami dan tertarik menerapkan pemanfaatan limbah kol menjadi ransum entog dengan baik.
Meningkatkan Persepsi Remaja Terhadap Susu Melalui Edukasi Kandungan Gizi Susu di Kabupaten Majalengka Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4329

Abstract

Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai gizi lengkap. Susu perlu dikonsumsi secara teratur demi peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama remaja. Tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia sebesar 16,23 liter/kapita/tahun masih tergolong rendah di Asia Tenggara. Beberapa tahun belakangan ini, minum kopi, minuman coklat, susu, atau minuman berbahan dasar susu di cafe menjadi tren di hampir sebagian besar kalangan remaja. Permasalahan yang muncul dilapangan adalah intensi atau niat remaja datang ke café dan mengkonsumsi susu atau minuman berbahan dasar susu adalah untuk kesenangan. Remaja belum memahami pentingnya minum susu untuk tumbuh kembang tubuhnya dan alasan kesehatan Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan persepsi dan pemahaman remaja terhadap kandungan gizi yang terdapat dalam susu. Metode dalam kegiatan ini adalah metode edukasi, diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kajian menunjukan bahwa remaja mengetahui manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam susu yang baik untuk Kesehatan meski tidak mendalam. Bagi remaja, minum susu belum menjadi kebiasaan dan dikonsumsi secara teratur.
Aplikasi Probiotik Heryaki pada Pembuatan Silase di Peternakan Kambing Perah Salman Farm Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin; Lili Adam Yuliandri; Yogi Kriskenda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6132

Abstract

Peternak kambing perah menginginkan produksi susu yang tinggi dan efisiensi pakan yang baik. Pengawetan hijauan pakan dalam bentuk silase bertujuan untuk meningkatkan produksi susu dan efisiensi pakan. Pelatihan pembuatan silase di peternakan kambing perah Salman Farm bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman peternak dalam pengawetan hijauan dengan kata lain beternak kambing perah tanpa ngarit. Sebelum kegiatan ini berlangsung peternak sudah pernah membuat silase, sehingga peternak sudah memiliki pengetahuan dasar pembuatan silase. Sebelumnya, peternak membuat silase selama 21 hari, sedangkan dalam pelatihan ini hanya 7 hari, karena menggunakan probiotik Heryaki. Peternak belum pernah melakukan pembuatan silase menggunakan probiotik Heryaki. Pelatihan dilakukan di peternakan kambing perah Salman Farm yang diikuti oleh 75 peternak dan penyuluh pertanian yang berasal dari kabupaten Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Bandung. Metode pelatihan dilakukan melalui ceramah pemaparan materi mengenai pengawetan hijauan pakan dan pembuatan silase yang diselingi dengan diskusi, kemudian dilengkapi dengan praktek pembuatan silase. Kegiatan pelatihan diakhiri dengan evaluasi berupa sesi diskusi serta pembagian kuesioner. Berdasarkan hasil pre-test didapatkan bahwa 65% peserta pelatihan belum mengetahui bahwa terdapat pengawetan hijauan pakan berbentuk silase, namun 46,67% peserta pelatihan belum mengetahui cara pembuatan silase dan 73,33% peserta pelatihan tidak mempunyai pengalaman dalam pembuatan silase. berdasarkan posttest 100% peserta memahami pembuatan silase dan 100% peserta tertarik menggunakan probiotik Heryaki. Kesimpulannya setelah mengikuti pelatihan ini, 100% peserta pengetahuan dan keterampilannya dalam membuat silase.
Pelatihan Penerapan Teknologi Pengawetan Hijauan Pakan Pada Peternak Ruminansia di Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Oki Imanudin; Aaf Falahudin; Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6571

Abstract

Kesulitan untuk mendapatkan hijauan pakan disaat musim kering merupakan masalah klasik bagi para peternak ruminansia konvensional. Sosialisasi dan pelatihan teknologi pengawetan hijauan pakan diharpkan dapat menjadi solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mentransformasi pola penyediaan pakan konvensional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan teknologi pengawetan hijauan pakan. Kegiatan dilakukan pada Bulan Juli 2023 pada peternak ruminansia yang berdomisili di Desa Cikondang, Kondang Mekar dan Muktisari di Wilayah Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Pelatihan disampaikan melalui metode penyuluhan dan praktek. Hasilnya menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat peternak dalam upaya mengatasi kekurangan hijauan pakan disaat musim kering dan mampu mempraktekan cara pengawetan hijauan pakan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini memilki nilai manfaat dan tingkat keterserapan teknologi yang cukup tinggi.
Aplikasi Pembuatan Ransum Entog Berbasis Batang Pisang Di Desa Palasah Kecamatan Kertajati Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Oki Imanudin; Aaf Falahudin; Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9285

Abstract

Ransum entog sangat penting untuk meningkatkan performa entog dan meningkatkan pendapatan peternak. Tujuan pengabdian yaitu untuk memperoleh ransum entog berkualitas, murah harganya, dan mudah didapat. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan demplot. Sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, telebih dahulu dilakukan pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa 50% peserta belum mengetahui ransum entog berbasis batang pisang dan 60% peserta belum memanfaatkan limbah pertanian dan perikanan. Hasil postest menunjukkan bahwa 100% peserta memahami cara pembuatan ransum entog berbasis batang pisang. Peserta 100% tertarik menggunakan ransum entog berbasis batang pisang. Kesimpulannya bahwa 100% peserta tertarik menggunakan ransum entog berbasis batang pisang.
Pengolahan Susu Kambing Pasteurisasi dengan Penambahan Sari Buah Mangga Gedong Gincu Aaf Falahudin; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya; Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah; Oki Imanudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9712

Abstract

Anggapan susu kambing beraroma prengus dari masyarakat menjadi salah satu faktor penghambat penjualan susu kambing. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan lain pada proses pasteurisasi susu kambing, salah satunya dengan penambahan sari buah manga gedong gincu. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menghasilkan produk susu kambing pasteurisasi dengan rasa dan aroma khas mangga gedong gincu yang dapat diterima masyarakat. Selain itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berdampak terwujudnya peningkatan pendapatan peternak. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Metode yang dilakukan dengan cara metode partisipatif berupa teori 30% dan praktek aplikatif 70% yang disajikan dalam bentuk penyuluhan dan praktek langsung. Hasil PKM menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah susu kambing pasteurisasi dengan penambahan sari buah mangga gedong gincu. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki nilai manfaat terwujudnya peningkatan pendapatan peternak.
PERFORMA DAN DAYA CERNA DOMBA GARUT JANTAN TERHADAP PENAMBAHAN FERMENTASI LIMBAH HIJAUAN SORGUM KE DALAM RANSUM Somanjaya, Rachmat; Rahmah, Ulfa Indah Laela; Dani, Umar
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 2 No 02 (2016): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v2i02.34

Abstract

Penelitian tentang “Performa dan Daya cerna Domba Garut Jantan Terhadap Penambahan Fermentasi Limbah Hijauan Sorghum Ke Dalam Ransum”, telah dilaksanakan sejak Tanggal 15 September sampai dengan 30 Oktober 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pakan berbasis limbah hijauan sorgum fermentasi terhadap performa dan daya cerna Domba Garut Jantan. Penelitian ini menggunakan 16 ekor Domba Garut Jantan umur 6-8 bulan dengan bobot rata-rata 27 kg. Domba diberi empat perlakuan yaitu R1 = 100% rumput lapangan (sebagai ransum basal); R2 = 60% rumput lapangan + 40% konsentrat; R3 = 60% limbah hijauan sorgum fermentasi + 40% konsentrat; dan R4 = 50% rumput lapangan + 50% limbah hijauan sorgum fermentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dan setiap domba ditempatkan pada kandang metabolis. Data hasil penelitian diolah dengan analisis Sidik Ragam, selanjutnya untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Beda Nyata Duncan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi limbah hijauan sorgum dapat dijadikan pakan substitusi pada saat terjadi kelangkaan rumput lapangan. Sebagai pemecahan masalah kelangkaan rumput, 50% rumput lapangan dan 50% fermentasi limbah hijauan sorgum dapat menjadi perpaduan ideal. Hal tersebut terlihat dari performa dan kecernaan pakan pada Domba Garut Jantan yang lebih baik dari perlakuan lainnya.