Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pembelajaran Geometri dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Mawaddah, Siti; Ayu Prichasari, Fenty
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah pembelajaran yang sering dihadapi siswa adalah masalah pembelajaran matematika, karena hingga saat ini siswa masih menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dipahami dan membosankan sehingga siswa kurang tertarik untuk mempelajarinya serta dapat berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat melibatkan semua siswa aktif dalam pembelajaran, dan tidak membosankan yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun 2013/2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random samplingyaitu memilih kelas VII F dan VII G sebagai sampel penelitian karena direkomendasikan oleh pihak sekolah. Dari dua kelas yang terpilih, kemudian secara acak menentukan kelas eksperimen yaitu di kelas VII F dan kelas kontrol yaitu di kelas VII G. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran geometri dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.  Kata kunci: model kooperatif tipe NHT, hasil belajar siswa, respon siswa.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakag) di SMPn Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning) di SMP Mawaddah, Siti; Anisah, Hana
EDU-MAT Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika untuk Sekolah Menengah Pertama menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2006) ialah siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 13 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015 dan objek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan respon siswa pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata, persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa untuk aspek memahami masalah berada pada kualifikasi sangat baik, aspek membuat rencana pemecahan masalah berada pada kualifikasi baik, aspek melaksanakan rencana pemecahan masalah dan menafsirkan hasil yang diperoleh berada pada kualifikasi cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif secara keseluruhan berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan analisis menggunakan skala Likert, respon siswa secara keseluruhan menunjukkan kualifikasi setuju terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran generatif karena model pembelajaran generatif membuat siswa lebih aktif dalam belajar dan mudah mengingat materi pelajaran. Kata kunci : pemecahan masalah, model pembelajaran generatif.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika di Sekolah Menengah Pertama Mawaddah, Siti; Yulianti, Yulianti
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat memacu semangat siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam proses pembelajaran dan dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah  merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa menyelesaikan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan  kemampuan memecahkan masalah matematika dalam setiap aspek di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gambut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) sehingga diperoleh kelas VII A sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan  tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata , persentase, uji normalitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika secara signifikan di kelas VII SMP Negeri 1 Gambut tahun pelajaran 2013/2014. Kata kunci:model pembelajaran berbasis masalah, mengembangkan, kemampuan memecahkan masalah matematika.
MINAT SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN BANJARMASIN BARAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Mawaddah, Siti; Supriyanti, Rina
EDU-MAT Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggambarkan minat matematika siswa dan mengetahui bagaimana hubungan antara minat dan hasil belajar matematika. Sehingga digunakanlah metode deskriptif. Adapun populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMPN se-Kecamatan Banjar­masin Barat tahun pelajaran 2016/2017. Teknik angket dan tes digunakan untuk memperoleh data. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier seder­hana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan paling banyak dite­mukan siswa yang memiliki karakteristik minat tinggi terhadap mata pelajaran mate­matika dengan rata-rata hasil belajar berpredikat baik, serta ditemukannya hubungan antara minat dan hasil belajar.Kata Kunci: minat siswa, matematika
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas XI SMA Mawaddah, Siti; Jannah, Raihanatul
EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan pemahaman matematis. Hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di kelas XI PMIA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan dalam menggunakan operasi hitung aljabar, memilih atau mengklasifikasikan rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah matematika, dan membedakan contoh dan bukan contoh yang berhubungan dengan materi.  Hal ini diperkuat dengan hasil pekerjaan siswa pada saat mengerjakan soal-soal ulangan harian dan Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas terlihat kaku karena masih berpusat pada guru. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model pembelajaran quantum teaching dan mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran dengan model quantum teaching. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI PMIA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin yang berjumlah 43 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yaitu persentase dan statistik deskriptif yaitu rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa meningkat dengan model pembelajaran quantum teaching. Sementara itu aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran quantum teaching pada siklus I berada pada kualifikasi kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II berada pada kualifikasi cukup dan baik.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP dalam Pembelajaran Menggunakan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning) Mawaddah, Siti; Maryanti, Ratih
EDU-MAT Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Salah satu tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika. Penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam proses pembelajaran matematika merupakan salah satu alternatif pemilihan model yang dapat menambah kemampuan pemahaman konsep serta mendapat respon positif dari siswa. Model pembelajaran penemuan terbimbing berakhir dengan proses siswa menemukan konsep materi yang dipelajari dan menyimpulkan sendiri temuannya berdasarkan kemampuan pemahamannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Banjarmasin yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu: mean (rata-rata) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning) secara keseluruhan berada pada kategori baik dan respon siswa cenderung setuju terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning)
RESPON SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Mawaddah, Siti; Authary, Nailul
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2071.267 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model kooperatif student team achievement division (STAD) pada materi aritmetika sosial kelas VII mtss Baitul Arqam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsS Baitul Arqam, sedangkan sampel adalah sebanyak 25 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa terhadap pembelajaran STAD. Setelah data diperoleh, selanjutnya data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil dari analisis kemudian dikelompokkan dengan menggunakan kriteri skor rata-rata. Hasil penelitian adalah Angket respon siswa diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran yaitu setelah siswa menyelesaikan tes akhir (posttest), angket respon siswa bertujuan untuk mengetahui perasaan siswa, minat siswa dan pendapat siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran koorperatif tipe STAD. Respon yang diberikan ternyata mendapat respon yang baik dari siswa, yaitu berkategori sangat positif. Hal ini sesuai dengan hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dan bermotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran koorperatif tipe STAD.Kata Kunci:  Respon Siswa, Model Pembelajaran STAD, Aritmetika Sosial
Kegiatan Outing Class Sebagai Sarana Interaksi Sosial Di TK Ananda Yara Sukamaju Mawaddah, Siti
AL-HANIF: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting Vol 3, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/al-hanif.v3i2.17561

Abstract

Kegiatan Outing Class memiliki peran yang penting dalam pengembangan sosial anak-anak di TK Ananda Yara Sukamaju. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kegiatan tersebut sebagai sarana interaksi sosial pada anak-anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis data untuk mengumpulkan informasi tentang pengalaman dan persepsi anak-anak terhadap kegiatan Outing Class. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Outing Class memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan interaksi sosial anak-anak. Mereka dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, dan berbagi dengan teman-teman sebaya mereka. Selain itu, kegiatan ini juga memperluas cakupan pengalaman anak-anak di luar lingkungan PAUD, meningkatkan rasa ingin tahu, dan memperkaya pengetahuan mereka tentang dunia sekitar.Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Outing Class. Faktor pendukung meliputi dukungan orang tua, partisipasi aktif guru, dan pemilihan destinasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak. Sementara itu, hambatan dapat muncul dari faktor logistik, anggaran, dan koordinasi antara pihak terkait.
Konflik Agraria Pada Tanah Milik Pemerintah di Pinggiran Irigasi Sungai Paring Martapura Wahdah, Wahdah; Mawaddah, Siti; Bachtiar, Bachtiar; Rico, Muhammad; Syauri, Muhammad Sofian; Sriwati, Sriwati
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2023): Media Pembelajaran Sejarah berbasis Keterampilan Abad 21
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v12i2.63812

Abstract

The agrarian conflicts on government-owned land on the outskirts of Irigasi St., Sungai Paring, Martapura, involve many parties. At least three parties were involved in this conflict: small traders, landowners, and the Banjar Regency government. This research describes the background, resolution, and impact of conflicts between landowners and small traders. This research uses qualitative methods, which are described descriptively. The research results show that the conflict started with landowners who felt disturbed by the establishment of small traders’ stalls that covered fish ponds and sports fields. Apart from that, this land is used as a residence, producing household waste, which causes an unpleasant odor. The conflict resolution is carried out outside the court (non-litigation) by negotiating between land owners and small traders who do not find an agreement so that it continues through conciliation. The small trader asked for help from a lawyer for the defense, saying that the warning letter given by the Banjar Regency’s civil service police unit was not following the applicable laws and regulations. Given the case, there are positive and negative impacts. The positive impact is to build public awareness that government-owned land should not be misused for personal interests. Meanwhile, the negative impact of social relations between landlords, small traders, and stall owners becomes less good.
RESPON SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Mawaddah, Siti; Authary, Nailul
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model kooperatif student team achievement division (STAD) pada materi aritmetika sosial kelas VII mtss Baitul Arqam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsS Baitul Arqam, sedangkan sampel adalah sebanyak 25 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket respon siswa terhadap pembelajaran STAD. Setelah data diperoleh, selanjutnya data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil dari analisis kemudian dikelompokkan dengan menggunakan kriteri skor rata-rata. Hasil penelitian adalah Angket respon siswa diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran yaitu setelah siswa menyelesaikan tes akhir (posttest), angket respon siswa bertujuan untuk mengetahui perasaan siswa, minat siswa dan pendapat siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran koorperatif tipe STAD. Respon yang diberikan ternyata mendapat respon yang baik dari siswa, yaitu berkategori sangat positif. Hal ini sesuai dengan hasil angket yang menyatakan bahwa siswa senang dan bermotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran koorperatif tipe STAD.Kata Kunci:  Respon Siswa, Model Pembelajaran STAD, Aritmetika Sosial