Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS TERAPI ANTIPSIKOTIK TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN REHABILITASI NAPZA DI LOKA REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL BATAM I Gusti Ngurah Agung Artawijaya; Nahrul Hasan; Diani Mega Sari; Ayu Amelia; Ghalib Syukrillah Syahputra
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/sgmf8w86

Abstract

Antipsychotic therapy is often administered to NAPZA rehabilitation patients with comorbid mental disorders such as schizophrenia, bipolar disorder, or major depression. This study aims to analyze the effect of antipsychotic therapy on the quality of life of NAPZA rehabilitation patients at the BNN Batam Rehabilitation Center. The research method used total sampling with a sample size of 26 respondents. Quality of life was measured using the WHOQOL-BREF questionnaire. The results showed that the majority of respondents were male (92.3%) aged 18–49 years, with the most common diagnosis being paranoid schizophrenia (84.6%). The dominant therapy given was second-generation antipsychotics (92.3%). There was an increase in the average quality of life score across all domains, from 58.68 to 73.72 after therapy. The paired t-test showed a significant difference between quality of life before and after therapy (p = 0.000). However, the chi-square test showed no significant relationship between type of therapy and duration of rehabilitation with improvement in quality of life (p ≥ 0.05). In conclusion, antipsychotic therapy significantly improves the quality of life of NAPZA rehabilitation patients.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN MANGKOKAN (Polyscias Scutellaria (Burm.F.) FOSBERG) TERHADAP Trichophyton Mentagrophytes SECARA IN VITRO Utami, Rury Trisa; Hainil, Sri; Amelia, Ayu; Gusmali, Desy Maniarti; Sari, Diani Mega
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 24, No 1 (2026): BIOTIKA JUNI 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v24i1.71656

Abstract

Tinea capitis merupakan infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala yang masih sering ditemukan, terutama pada anak-anak. Penggunaan antijamur sintetis secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi dan efek samping, sehingga diperlukan alternatif antijamur yang berasal dari bahan alam. Daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol daun mangkokan terhadap jamur penyebab Tinea capitis pada berbagai konsentrasi menggunakan metode difusi cakram.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design. Perlakuan terdiri atas ekstrak etanol daun mangkokan konsentrasi 30%, 60%, dan 90%, kontrol positif ketokonazol 30 µg/disk, serta kontrol negatif DMSO 10%. Aktivitas antijamur dinilai berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk setelah inkubasi. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 95%. Rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol daun mangkokan pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90% berturut-turut sebesar 2,80 ± 0,53 mm, 4,92 ± 0,81 mm, dan 7,63 ± 0,32 mm. Kontrol positif ketokonazol menghasilkan diameter zona hambat sebesar 16,18 ± 1,22 mm, sedangkan kontrol negatif DMSO tidak menunjukkan zona hambat. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Uji lanjut Tukey menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mangkokan konsentrasi 90% memberikan aktivitas antijamur tertinggi di antara kelompok ekstrak, namun masih lebih rendah dibandingkan ketokonazol. Ekstrak etanol daun mangkokan memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur penyebab Tinea capitis, yang ditunjukkan dengan meningkatnya diameter zona hambat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 90% merupakan konsentrasi yang memberikan aktivitas penghambatan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mangkokan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antijamur berbasis bahan alam, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa aktif, menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Fungicidal Concentration (MFC), serta mengevaluasi efektivitasnya melalui uji in vivo.