Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH PERBEDAAN SUHU TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELULUSAN HIDUP BENIH IKAN KOI (Cyprinus carpio) Susi Puspita Sari; Jasmine Masyitha Amelia; Gede Iwan Setiabudi
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.328

Abstract

Ikan hias yang terkenal dikalangan masyarakat umum salah satunya ialah ikan hias jenis Koi. Namun dalam proses budidaya ataupun pembesaran salah satu hal yang sering menjadi perhatian pada saat perkembangan ikan Koi adalah suhu yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan daya tahan tubuh serta timbulnya berbagai penyakit. Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh suhu terhadap laju perkembangan dan daya tahan hidup ikan Koi. Metode rencana eksplorasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, dimana setiap perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Dengan perlakuan yang digunakan adalah P¹ (28?C), P² (30?C) dan P³ (32?C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju perkembangan yang paling menonjol terdapat pada perlakuan P¹ dengan pertumbuhan panjang 2,9 cm dan pertambahan berat 8 g, kemudian disusul oleh P² dengan pertumbuhan panjang 1,8 cm dan pertambahan berat 5,6 g. dan perkembangan paling sedikit terdapat pada perlakuan P³ dengan pertumbuhan panjang 1,3 cm dan pertambahan berat 3,1 g. Nilai daya tahan hidup ikan Koi selama pemeliharaan di setiap perlakuan rata-rata 100%. Parameter pendukung kualitas air yang didapat adalah pH pada kisaran 6,9-8,5 dan DO berkisaran 5,27-7,76 ml/L. Perbedaan suhu secara signifikan mempengaruhi laju perkembangan dan tidak signifikan terhadap daya tahan hidup ikan Koi.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragrans Hout) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN Vibrio parahaemolyticus PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS PADA IKAN KERAPU (Epinephelus spp.) IN VITRO Rizky Aldi Zulfaizi Khairiyah; Gede Iwan Setiabudi; Indah Mastuti; Ketut Mahardika
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.335

Abstract

Salah satu ikan yang paling unggul untuk dibudidayakan di Indonesia ialah kerapu. Akan tetapi komoditas ini sering dihadapkan oleh kematian masal yang di akibatkan oleh penyakit vibriosis seperti bakteri V. parahaemolyticus. Telah banyak pemakaian antibakterial yang berasal dari bahan alami yang terus dilakukan pengembangan. Biji pala (Myristica fragrans Hout) ialah tanaman yang masih tradisional dengan kandungan zat antibakterialnya yang banyak. Dilaksanakannya pengujian ini yakni guna mengetahui efektivitas dari ekstrak biji pala (Myristica fragrans Hout) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan V. parahaemolyticus secara in vitro. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rangcangan acak lengkap non faktorial.  Biji pala dilakukan proses ekstraksi dengan pemakaian etanol 96% dan pemanasan rendah dengan metode maserasi. Uji efektivitas ekstrak biji pala pada konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% terhadap V. parahaemolyticus dengan metode yang digunakan yakni cakram disk. Erythromycin sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya ekstrak biji pala konsentrasi 40% memiliki zona hambat terhadap V. parahaemolyticus paling tinggi yaitu, 10,8±0,57 mm (P<0,05) dibandingkan dengan ekstrak biji pala pada konsentrasi 5-20% (7,3±0,84, 9,0±0,50, 9,8±0,76 mm). Zona hambat ekstrak biji pala tersebut masih lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan zona hambat dari erythromycin yaitu 19,5±0,5 mm. Namun demikian, ekstrak biji pala memiliki potensi menghambat pertumbuhan V. parahaemolyticus.