Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Community-Based Management: Marine Tourism Development for Ecological and Economic Sustainability Dharma Kuba; Muhammad Zulikhroom D. Kuba; Usman, Khairul Sani; Wasilah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 5 No. 3 (2024): VOL. 5, NO. 3 (2024): JE3S, SEPTEMBER 2024
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v5i3.4372

Abstract

This study analyzes community-based management approaches in the Kapoposang Marine Nature Tourism Park (TWAL) as a model for sustainable tourism development. The research examines how local community involvement in managing marine tourism areas enhances economic, social, and ecological sustainability. Using a mixed-method approach, the study combines qualitative and quantitative data, including interviews with stakeholders, direct observations, and surveys of local residents and tourists. Findings reveal that participatory approaches significantly enhance the effectiveness of marine ecosystem management, particularly in coral reef conservation, while also contributing to increased local income. However, challenges remain, particularly in infrastructure development, which limits tourism growth and local benefits. The study suggests strategies for maximizing Kapoposang's tourism potential through inclusive community engagement, addressing infrastructure gaps, and promoting sustainable practices. These insights offer valuable guidance for policymakers aiming to foster sustainable marine tourism and community empowerment in protected marine areas, providing a replicable model for similar regions seeking balanced development.
Strategi Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Pertanian Di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Indriani, Iin; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; Anshar, Muhammad
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.138-160

Abstract

Kebijakan pengembangan infrastruktur kawasan perdesaan di Kecamatan Lappariaja belum mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hal tersebut terlihat dari beberapa sarana seperti gudang pangan yang belum tersedia, jaringan jalan yang rusak, pemanfaatan jaringan telekomunikasi belum merata, serta ketersediaan jalan tani yang masih sulit di akses oleh para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kondisi infrastruktur dan fasilitas wilayah perdesaan di Kecamatan Lappariaja, dan merumuskan strategi pengembangan infrastruktur perdesaan dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis skoring, sedangkan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis tingkat kondisi infrastruktur di Kecamatan Lappariaja dalam kategori terpenuhi yaitu jaringan listrik, jembatan, irigasi, air bersih dan telekomunikasi. Sedangkan infrastruktur kategori sedang yaitu infrastruktur jalan dan jalan tani. Infrastruktur yang tidak terpenuhi yaitu gudang pangan. Strategi pengembangan, yaitu (a) memanfaatkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai arus distribusi perekonomian dibidang pertanian maupun perdagangan dan jasa. (b) rutin melakukan pemasokan kebutuhan air pada tanaman agar meningkatkan jumlah produktivitas pertanian secara cepat. (c) memanfaatkan ketersediaan listrik untuk menjalankan aktivitas disektor pertanian seperti penggunaan mesin pompa air irigasi ke lahan pertanian. (d) membangun infrastruktur gudang pangan untuk menyimpan dan memproses hasil-hasil tani. (e) perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar desa serta perbaikan jalan tani agar dapat memperlancar proses  pengangkutan hasil produksi maupun mobilisasi alat-alat dan mesin pertanian.
Pemetaan Partisipatif dalam Mengukur Tourism Area Life Cycle pada Komunitas Pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar Handayani, Risma; Asmulyani, Andi; K, Risnawati; Awaluddin, Iyan; Surur, Fadhil; Ulil Albab, Nurul Istiqamah; Nurfatimah, Nurfatimah; Usman, Khairul Sani
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.11997

Abstract

Background: Urgensi dan permasalahan yang menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adalah pemetaan partisipatif dalam mengukur Tourism Area Life Cycle Pada Komunitas Pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Program penelitian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penetaan partisipatif untuk mengukur Tourism Area Life Cycle. Metode: Model atau pendekatan yang dapat dipakai adalah Asset Based Community Development (ABCD). Hasil: Berdasarkan hasil tahapan discovery, diperoleh informasi bahwa di Danau Balang Tonjong telah dikembangkan melalui program dari Pemerintah Kota Makassar untuk lokasi wisata perairan. Namun sejak 10 tahun terakhir objek wisata tersebut mengalami kemunduran. Hingga saat ini hanya tersisa bangunan semi permanen Baruga Wisata dibagian selatan danau yang kondisinya sudah tidak terawat. Tourism Area Life Cycle (TALC) yang dikembangkan oleh Butler (2006) yang diolah kemudian dianalisis memberikan hasil bahwa berdasarkan analisis tersebut maka kawasan Danau Balang Tonjong berada pada tahapan penurunan (decline) menurut kriteria dari Tourism Area Life Cycle (TALC. Kesimpulan: Danau Balang Tonjong membutuhkan arahan prioritas pada beberapa permasalahan yang segera diselesaikan yaitu tidak tertatanya kawasan dan fasilitas pariwisata yang belum sepenuhnya berfungsi optimal.
STRATEGI KETERSEDIAAN LAHAN TERHADAP PENGEMBANGAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KEERA Alvia, Melani; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; A.P., Andi Idham
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan lahan dalam pengembangan pertanian pangan berkelanjutan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo. Dengan latar belakang penurunan luas lahan pertanian dan pertumbuhan populasi yang meningkat, penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan ketahanan pangan. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang tersedia di Kecamatan Keera sebesar 11.643,35 ha, sedangkan kebutuhan lahan mencapai 13.758 ha, mengindikasikan defisit lahan di delapan desa. Namun, dua desa, yaitu Desa Ciromanie dan Desa Keera, mengalami surplus lahan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Kecamatan Keera berada di Kuadran I, mencerminkan kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. Rekomendasi strategi mencakup pemanfaatan lahan tidak terpakai, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan tata guna lahan dan pengembangan pertanian di Kecamatan Keera, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Marine Tourism Development in Mattiro Matae Village Liukang Tupabbiring District Pangkajene and Islands Regency: Defining Minawisata Concept St. Nur Annisa; Nurul Istiqamah Ulil Albab; Khairul Sani Usman
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v1i1.441

Abstract

Minawisata is an economic development that integrates the marine, fisheries, and tourism sectors. Mattiro Matae Village, as a marine conservation area, has great potential to become a center for conservation-based marine tourism. This study aims to assess land suitability and formulate a strategy for developing minawisata in the village. Using quantitative descriptive methods, data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using land suitability analysis and SWOT. The results of the study showed that Mattiro Matae Village has a tourism suitability index of 100% for the fisheries sector, indicating enormous potential. However, the development of minawisata in this village still faces challenges, such as suboptimal local government management and low public understanding of the importance of conservation. Based on the SWOT analysis, the strategies for developing minawisata in Mattiro Matae Village include leveraging natural beauty and biodiversity, improving accessibility and public facilities, implementing environmental monitoring systems, and providing training and education to enhance community involvement and awareness of conservation
RANTAI NILAI PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN BERBASIS KAWASAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN: Value Chain On Leading Commodity Development Based On Regions In South Sulawesi Province Anshar, Muhammad; Syam, Nur; Handayani, Risma; Risnawati, Risnawati; Usman, Khairul Sani; Hamid, Muslimin; Azuz, Fidaan Husain; Razak, Nur Rahmah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.481

Abstract

Pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, antara lain lemahnya koordinasi antar pelaku usaha dalam rantai nilai, keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan, serta belum optimalnya dukungan infrastruktur wilayah. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya kinerja rantai nilai komoditas unggulan dari hulu hingga hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada komoditas hasil perkebunan dan bahan pangan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis rantai nilai, di mana setiap aktivitas diberi bobot untuk memperoleh total nilai rantai, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk matriks kombinasi aktivitas primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan berada pada kategori baik, dengan nilai aktivitas primer sebesar 4,4 dan aktivitas sekunder sebesar 4. Penilaian tertinggi dengan nilai 5 (sangat baik) terdapat pada aktivitas barang masuk serta pemasaran dan penjualan, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan aliran produk dari produsen hingga konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur wilayah pendukung produksi, peningkatan akses permodalan dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat produsen plasma, serta pengendalian distribusi lahan dan jaminan kualitas produk dalam kerangka pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan.
Arahan Mitigasi Rawan Tanah Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone Khairul Sani Usman; Eli Alfiani Saputri
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20i1.3029

Abstract

Kejadian tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Bontocani dalam lima tahun terakhir telah menjadi permasalahan serius yang berdampak pada kerusakan infrastruktur dan terganggunya akses transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan tanah longsor dan menganalisis dampaknya sebagai dasar penyusunan arahan mitigasi bencana. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial dengan teknik overlay terhadap lima parameter pemicu longsor, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan, dan penutupan lahan, yang diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan adanya tiga tingkat kerawanan tanah longsor: kelas kerawanan tinggi seluas 190,61 km² (41,80%), kelas kerawanan sedang seluas 256,47 km² (56,24%), dan kelas kerawanan rendah seluas 9,10 km² (1,99%). Strategi mitigasi disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Pada kawasan dengan kerawanan rendah, fokus diarahkan pada penguatan kelembagaan dan pemantauan kawasan lindung. Untuk kerawanan sedang, dilakukan kombinasi pendekatan vegetasi, infrastruktur, dan rekayasa teknis. Sementara itu, wilayah dengan kerawanan tinggi memerlukan penanganan komprehensif yang mencakup kelembagaan, infrastruktur, vegetasi, dan rekayasa teknis sesuai kondisi lokasi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan mitigasi bencana tanah longsor di wilayah rawan.
ARAHAN PENGENDALIAN BENCANA BANJIR BERBASIS SPASIAL DI KECAMATAN CENRANA, KABUPATEN BONE Luthfi, Muhammad; K., Risnawati; Usman, Khairul Sani
Jurnal Spasial Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v12i3.11367

Abstract

Floods are natural events that occur in areas with high river discharge. This research focuses on seasonal flooding events in Cenrana Sub-district triggered by high rainfall and flooding in the upper reaches of the Walannae River in Wajo Regency. Factors such as slope, elevation, soil type and land use are thought to influence flooding. In addition to physical aspects, vulnerability factors including physical, social and economic vulnerability also play a role in the impact of post-flood disasters. The research methodology used Weighted Overlay analysis based on vulnerability parameters through scoring method to assess the level of flood risk and qualitative descriptive analysis method for control measures in Cenrana Sub-district. The results showed a low flood risk area of 41.55 km2, a medium risk area of 76.65 km2, and a high risk area of 25.25 km2. Disaster control strategies must consider the risk classification of the affected area, where high-risk areas require building regulation policies along rivers and seas, integrated disaster insurance, and medium-risk areas that require irrigation and drainage systems, as well as disaster education for residents. This research provides valuable insights for local governments in formulating flood disaster management policies and serves as a reference for studying risk mapping in the future.
Pemetaan Risiko dan Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Nature Based Solutions di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa A. Salwa Diva Rani; Khairul Sani Usman; Nurfatimah; Risnawati K
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33554

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrologis dominan di Sulawesi Selatan, dengan Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, sebagai wilayah terdampak parah akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir dan merumuskan strategi mitigasi berbasis Nature Based Solutions (NbS). Penelitian menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa aspek fisik dasar wilayah. Analisis spasial Overlay diterapkan pada enam parameter (ketinggian lahan, kelerengan, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak sungai) untuk memetakan kerawanan. Hasil pemetaan menunjukkan tiga tingkat kerawanan: Rendah (6,09%), Sedang (85,67%), dan Tinggi (8,24%), yang terkonsentrasi di dataran rendah sepanjang Sungai Jeneberang. Strategi mitigasi NbS yang dirumuskan mencakup pengembangan infrastruktur resapan air (biopori, sumur resapan), konservasi agroforestri, dan restorasi vegetasi riparian serta lahan basah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi NbS efektif untuk menekan risiko banjir sekaligus memperkuat ketahanan ekologis dan sosial masyarakat Pallangga.
Studi Pengaruh Perubahan Kawasan Pesisir Pantai Merpati Terhadap Pariwisata Keberlanjutan di Kabupaten Bulukumba Ika Fausia; Nurul Istiqomah Ulil Albab; Khairul Sani Usman
LOSARI : Jurnal Arsitektur Kota dan Pemukiman Vol. 9, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulukumba Regency in South Sulawesi, known as "Butta Panrita Lopi," has utilized its coastal wealth, especially Merpati Beach, to develop tourism as one of the regional economic development strategies. The transformation of the Merpati Beach area from a slum area to a tourist destination and culinary center is part of the local government's strategic plan to improve MSMEs. This study aims to analyze the effect of changes in the Merpati Beach coastal area on sustainable tourism in Bulukumba Regency. This type of research is quantitative, namely the type of data in the form of numbers that can be processed using simple calculation methods. The sample in this study amounted to 88 samples, where sampling used a purposive sampling technique. This study uses primary data and secondary data obtained from observation, literature studies, documentation, interviews and questionnaires. The results of this study indicate that changes in the Merpati Beach coastal area have a significant impact on sustainable tourism in the form of economic, social and environmental aspects, such as business opportunities, job opportunities, changes in livelihoods, community income and environmental cleanliness. So the measurement method to see how strong the influence of variables on the influence of changes in coastal areas uses the Likert Scale approach. Furthermore, the results of the Chi-Square analysis/test will be matched with a scoring system on a Likert scale to determine the correlation of variables with their level of influence on community participation