Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS K13 REVISI 2017 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL 2018 DI SMA NEGERI 5 TAKENGON Bayangkara, Andika; Kamaruddin, Thamrin; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13231

Abstract

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar haruslah memiliki sesustu hal yang dapat meningkatakan hasil belajar siswa dan keterampilan guru dalam sustu pembelajaran sehingga perlua adanya metode dan kurikulum yang singkron sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan maka dari itu peneliti menerapkan Metode inkuiri untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan metode inkuiri merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa untuk mencari, menyelidiki, dan menyimpulkan jawaban dari suatu masalah dengan kemampuannya sendiri. Sehingga peneliti dengan Kurikulum K13 Revisi 2017 yang telah di susun oleh pemerintah sebagai pedoman.Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 28 orang. Analisis data dengan hasil sebagai berikut Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 61% siklus II dan 82% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% siklus II dan 87,5% pada siklus III. aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,48 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 kategori baik pada siklus II dan 3,37 kategori baik pada siklus III. Umumnya siswa menyatakan setuju bahwa penerapan metode Inkuiri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran Inkuiri berbasis k13 revisi 2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: Pelaksanaan, Metod Inkuiri, K13 Revisi, Hasil Belajar, XI IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE POSTER SESSION DENGAN TIPE PICTURE AND PICTURE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 1 SIGLI Damee, Al Rizki; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v4i1.13228

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Poster Session dengan Tipe Picture and Picture Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Rumusan masalah penelitiian ini adalah apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan model pembelejaran tipe Poster Session lebih baik dari pada model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelejaran tipe Poster Session lebih baik dari pada model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Poster Session lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Sigli. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X IPS SMA Negeri 1 Sigli tahun ajaran 20018/2019. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling diamabil yakni kelas X IPS-1 berjumlah 22 siswa dan kelas X IPS-2 berjumlah 21 siswa. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian ini diperoleh thitung = 6,96 dan ttabel= 1,68 pada taraf signifikan 5% dan dk= 41. Artinya thitung ttabelsehingga Ha di terima. kesimpulan penelitian ini adalah hasil belajar Geografi siswa di SMA Negeri 1 Sigli yang diajarkan dengan model Poster Session lebih baik daripada model Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli.Kata kunci: model pembelajaran, poster session, picture and picture, hasil belajar.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN QUANTUM TEACHING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI MAN 1 BANDA ACEH Hajar, Siti; Bardi, Syamsul; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i4.13224

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dan Quantum Teaching. Tujuan eksperimen ini adalah guna melihat apakah perolehan belajar siswa yang mengaplikasikan model pembelajaran Quantum Teaching akan lebih baik dibandingan Quantum Learning pada pelajaran geografi Kelas X MAN 1 Banda Aceh. Eksperimen ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis penelitian adalah eksperimen. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X IS MAN 1 Banda Aceh, sedangkan sampel dalam eksperimen ini adalah 38 siswa Kelas X IS-2 dan 37 siswa Kelas X IS-3. Instrumen yang dipakai dalam eksperimen ini merupakan perangkat tes yang dibagikan kepada siswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah thitung = 2,10 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 73, artinya thitungttabel, sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Quantum Learning pada materi Rotasi dan Revolusi Bumi mata pelajaran Geografi Kelas X MAN 1 Banda Aceh.Kata Kunci:Perbandingan, Hasil Belajar, Quantum Learning, Quantum Teaching, Geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBELAJARAN FISH BOWL DAN TEKNIK PEMBELAJARAN CARD SORT PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Naldi, Indah Faras Fita; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13201

Abstract

Peneliitian ini berjudul perbandingan hasil belajar menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl dan teknik pembelajaran Card Sort mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hassil belajar siswa menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Card Sort dalam mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Penelitian ini berttujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajarr siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa menggunakan teknik pembelajaran Card Sort dalam mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, yaitu pre-test dan post-test. Hipotesis diuji dengan menggunakan rumus statistik uji-t. Berdasarkn hasil perhhitungan maka diperolleh nilai thitung =4,92 dan ttabel = 1,69 untuk taraf signifikansi 5% (uji satu pihak) dengan derajat kebebasan (dk = 29 + 28 2 = 55) sesuai dengan kriteria uji terima Ha jika thitung ttabel. Sesuai dengan hasil yang diperoleh di atas maka thitung ttabel hipotesis Ha diterima, ini berarti bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar dengan menggunakan teknik pembelajaran Card Sort pada mata ppelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, IPS terpadu, Fish Bowl, Card Sort
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 3 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA Mardhiah, Ainal; Bardi, Samsul; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i3.13195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi di kelas X IPS 2 SMA Negeri 3 Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas X IPS 2 SMA Negeri 3 Kuala yang terdiri dari 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes (pre-test dan pos-test) untuk hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat, pada siklus I terdapat 16 siswa yang tuntas secara individual, pada siklus II terdapat 19 siswa yang tuntas secara individual dari 20 siswa. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% pada siklus I menjadi 90% pada siklus ke II; (2) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari sedang (2,56) menjadi baik (3,35); (3) Aktitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; dan (4) Respon siswa terhadap penerapan desain pembelajaran geografi kooperatif tipe script adalah 92,3% dari 20 siswa menjawab dapat memperjelas pemahaman terhadap materi yang dipelajari dengan penerapan pembelajaran geografi kooperatif tipe script.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Kooperatif Tipe Script, Hasil Belajar dan Geografi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMPN 16 BANDA ACEH Zulfahmi, .; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatkan hasil belajar IPS terpadu, (2) Aktivitas guru dan peserta didik, (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan (4) Respon peserta didik terhadap. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII-4 SMPN 16 Banda Aceh yang terdiri atas 27 peserta didik. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes dan angket. Pengumpulan data menggunakan lembar pre-test dan post-test, lembar pengamatan aktivitas, keterampilan dan angket respon peserta didik. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Ketuntasan individual siklus pertama 70%, siklus kedua meningkat menjadi 81%, dan pada siklus ketiga menjadi 93%. Ketuntasan klasikal mengalami peningkatan, siklus pertama 50%, pada siklus kedua meningkat menjadi 70% dan pada siklus ketiga menjadi 90%, (2) Aktivitas guru dan peserta didik mengalami peningkatan, pada siklus pertama 3 aktivitas yang tuntas, pada siklus kedua 6 aktivitas yang tuntas dan pada siklus ketiga 8 aktivitas yang tuntas dari 8 aktivitas keseluruhan, (3) Keterampilan guru mengalami peningkatan, siklus pertama mendapat skor 2,49 kategori sedang, siklus kedua 2,69 kategori baik dan pada siklus ketiga mencapai skor 3,29 kategori baik, (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran cenderung positif, 93 persen mengatakan model pembelajaran masih baru, 89 persen mengatakan model pembelajaran menarik, 85 persen mengatakan memahami materi, 85 persen mengatakan materi pembelajaran menarik, 93 persen mengatakan berminat mengikuti pembelajaran selanjutnya dan 89 persen mengatakan model TGT dengan media TTS dapat memperjelas pemahaman materi. Jadi, penerapan model kooperatif tipe TGT dengan media TTS dapat meningkatkan hasil belajar IPS terpadu kelas VIII-4 SMPN 16 Banda Aceh
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Husna, Nurul; Abdi, Abdul Wahab; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1727

Abstract

Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran secara bertanggung jawab. Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Adapun beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran think pair share dan group investigation yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar geografi yang menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IS yang berjumlah 91 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas X-IS 2 sebanyak 19 siswa dan kelas X-IS 4 sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,94 dan ttabel = 1,69 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 35, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar geografi pokok bahasan mitigasi dan adaptasi penanggulangan bencana alam yang menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geogarafi di SMA Negeri 12 Banda Aceh
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Irsandika, .; Bardi, Syamsul; Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i1.434

Abstract

Model pembelajaran Lesson Study merupakan suatu proses dalam pengembangan profesionalitas guru dengan jalan menyelidiki atau menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran lesson study di SMAN Sawang Aceh Selatan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMAN Sawang Aceh Selatan yang berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan pengamatan respon siswa terhadap model pembelajaran lesson study. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat pada siklus I terdapat 28 siswa tuntas dan pada siklus II terdapat 33 siswa tuntas sedangkan persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan menggunakan metode pembelajaran; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran lesson study meningkat, hal ini terlihat pada siklus I diperoleh skor 2,36 dan pada siklus II diperoleh 2,7 dengan katagori baik; dan (4) Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran antara lain 84,8 persen siswa menjawab metode yang diajarkan masih baru dan suasana kelas menyenangkan, 93,9 persen siswa menjawab dapat memahami pembelajaran dan materi yang dipelajari menarik, 87,8 persen siswa menjawab model pembelajaran menarik.75,7 persen siswa mengatakan penampilan guru menarik, 96,9 persen siswa menjawab dapat memotivasi siswa, suasana kelas menarik dan berminat mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran lesson study
The Relationship Between Social Attitudes and Responsibilities Towards Geography Learning Outcomes Yanti, Icha Hilda; Aziz, Daska; Ruliani
Journal Learning Geography Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Learning Geography (JLG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jlg.v4.i2.28605

Abstract

The formulation of the problem in this study is whether there is a relationship between social attitudes and responsibility towards the results  of studying geography in Class XI SMA Negeri 5 Banda Aceh. In particular, this study aims to determine whether there is a relationship between social attitudes and responsibility towards the results of studying geography in class XI students of SMA Negeri 5 Banda Aceh. This study uses a quantitative approach to the type of correlation research. The population in this study were geography students of Class XI at SMA Negeri 5 Banda Aceh, which consisted of 67 students. Data collection techniques are documentation and questionnaires. The data analysis technique used is multiple regression test and Spearman Rank correlation test. The relationship between social attitudes and learning outcomes is equal to 0.02. The relationship between responsibility and learning outcomes is -0.14. Based on the value of the relationship, social attitudes and responsibility with learning outcomes have a very weak relationship. Based on the results of processing and discussion, it can be concluded that there is no significant relationship between social attitudes and responsibility for geography learning outcomes for Class XI SMA Negeri 5 Banda Aceh.
The Effect of The Diorama Media-Assisted Core Type Operative Learning Model on Student Learning Outcomes Wati, Julita; Aziz, Daska; Zalmita, Novia
Journal Learning Geography Vol. 4 No. 2 (2023): Journal Learning Geography (JLG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jlg.v4.i2.28606

Abstract

This study aims to determine the effect of the CORE type cooperative learning model assisted by diorama media on learning outcomes in hydrofer material at SMA Negri 5 Banda Aceh. This type of research is Quasi Experimental Design. The population of this study were all students of class X IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Sampling was done by purposive sampling technique, taken from class X IS 3 (experimental class) of 29 students and class X IS 2 (control class) of 29 students. Data collection techniques by giving tests to students, namely pre-test and post-test. Data processing techniques using the t test. The results of data processing obtained tcount = 5.12 and ttable = 1.67. According to the test criteria, Ha is accepted if tcount > ttable at a significance level of 5% and dk = (n1 + n2 – 2). Based on the calculation results obtained tcount > ttable or 5.12 > 1.67 it can be stated that Ha is accepted, so it can be concluded that there is an influence of the CORE type cooperative learning model assisted by diorama media on learning outcomes in SMA Negeri 5 Banda Aceh