Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EVALUASI TATA LETAK PASAR MODERN DI KOTA CIREBON (KAJIAN EVALUASI PERATURAN WALIKOTA CIREBON NO. 23 TAHUN 2010) Diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.994 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.260

Abstract

Abstrak Saat ini Kota Cirebon mengalami perkembangan perekonomian yang sangat pesat. Salah satu indikatornya adalah tumbuh pesatnya pasar di kota Cirebon, khususnya toko modern. Dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat adalah semakin ramainya Kota Cirebon karena banyak pendatang dan   penyerapan tenaga kerja makin banyak. Di sisi lain dampak negatif yang dirasakan diantaranya banyak pedagang kecil di rumahan yang tutup, pasar-pasar tradisional yang menurun omzetnya karena tidak mampu bersaing dengan ritel modern tersebut, adanya persaingan yang sangat ketat antar toko modern karena lokasinya yang sangat berdekatan serta banyaknya daerah yang dilanda banjir saat musim hujan karena berkurangnya daerah resapan air. Tahun 2010, pemerintah kota Cirebon telah membuat Perwali No. 23 yang mengatur keberadaan pasar tradisional dan toko modern. Tetapi realitasnya makin banyak banyak toko modern (minimarket) yang berdiri tanpa memiliki izin pendirian dan lokasi antar toko modern sangat berdekatan. Oleh karena itu, perlu dikaji dan dievaluasi efektifitas regulasi pemerintah daerah, dalam hal ini Perwali No. 23 Tahun 2010 dalam mengatur tata letak pasar tradisional dan toko modern sehingga keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya Kota Cirebon. Penelitian ini membahas perangkat regulasi yang berkaitan dengan toko modern, analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Cirebon, hasil temuan di lapangan, dan implementasi regulasi yang ada dalam mengatasi masalah perkembangan dan zona pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kota Cirebon serta evaluasi Pasal 8 Perwali No. 23 Tahun 2010 Kota Cirebon berdasarkan data terbaru tahun 2012-2013 menurut aspek sosial ekonomi, kajian hukum dan stakeholders.            Belum efektifnya Perwali Kota Cirebon 23/2010 Pasal 8 mendorong dilakukannya evaluasi terhadap peraturan tersebut baik berdasarkan aspek sosial ekonomi, hukum maupun stakeholder, sehingga penting untuk dilakukan revisi terhadap Pasal 8 Perwali Kota Cirebon 23/2010 dengan cara menambahkan ayat yang mengacu pada analisa sosial ekonomi masyarakat kota Cirebon. Hasil Evaluasi berupa rekomendasi tentang penambahan atau pengurangan minimarket di Kota Cirebon.            Kata Kunci: Evaluasi, Tata Letak, Pasar Modern, Kota Cirebon, Perwali Kota Cirebon
Community Based Tourism Village Planning in Kuningan Regency, West Java Nining Wahyuningsih; Diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i2.9457

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential of Padabeunghar Village to establish a Community Based Tourism Village, formulate a community-based tourism village planning model in Padabeunghar Village, and assess the Kuningan District Government's efforts in forming a village-based tourism community in Padabeunghar Village. The research method used is a qualitative approach. Data collection was carried out through in-depth interviews with informants, including DinasPemuda, Olahraga, and Pariwisata, DinasLingkunganHidup, the Padabeunghar Village Government, Kompepar, manager of Kebun Raya Kuningan, TNGC, and community representatives. The results showed that Padabeunghar Village has potential that supports village tourism planning, such as natural potential, institutional potential (local community), and the potential of local wisdom products. The Padabeunghar Tourism Village planning model involves various stakeholders, both internal and external, where each party has different roles and responsibilities and can coordinate with each other to create a sustainable tourism village. The efforts of the Kuningan regency government in community-based tourism planning are as facilitators who provide assistance, training, and empowerment to the Padabeunghar community and change their mindset so they want to develop themselves.Keywords: Community Based Tourism, facilitators, tourism planning
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendukung Pengembangan Desa Padabeunghar Menjadi Desa Penyangga Wisata Nining Wahyuningsih; Diana Djuwita
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/dimasejati.v4i1.10819

Abstract

Pemandangan alam yang begitu indah dan adanya objek wisata menjadikan Desa Padabeunghar layak ditetapkan sebagai desa penyangga wisata di Kabupaten Kuningan. Masalah yang dihadapi dalam pengembangan wisata adalah objek wisata yang ada saat ini pengelolaanya tidak dilakukan oleh masyarakat setempat. Untuk menggali dan menemukan motivasi dan harapan masyarakat desa, Tim Pengabdian menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) sebagai instrumen metode pengabdian yang digunakan. Hasil identifikasi potensi wilayah dan masyarakat desa Padabeunghar diklasifikasikan dalam potensi aset individu, aset fisik dan sumber daya alam, aset budaya dan keagamaan, aset ekonomi, dan aset modal sosial. Harapan-harapan masyarakat Desa Padabeunghar dalam memanfaatkan  potensi aset yang dimiliknya, antara lain perbaikan infrastruktur dan akses jalan, menciptakan wisata yang religius, mendata lokasi di desa yang potensial namun belum dikelola, pengelolaan BUMDES yang baru terbentuk, adanya hiburan untuk wisatawan, home industry yang sudah ada dikembangkan, sosialisasi objek wisata agar dikenal lebih luas oleh masyarakat. Pola Pendampingan yang sesuai untuk mendukung Desa Padabeunghar menjadi desa penyangga wisata yaitu pelatihan dan pendampingan BUMDES dalam bidang tata kelola BUMDES dan pelatihan sistem perencanaan yang baik.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Dan Literasi Digital Terhadap Minat Berwirausaha Pada Mahasiswa Ekonomi Syari’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon Cantika Dwi Fatonnah; Diana Djuwita; Achmad Otong Busthomi
Hawalah: Kajian Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 1 No. 2 (2022): Hawalah : Kajian Ilmu Ekonomi Syariah
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.126 KB) | DOI: 10.57096/hawalah.v1i2.7

Abstract

Minat pada dasarnya tidak bisa dipaksakan pada diri seseorang. Menumbuhkan minat untuk berwirausaha perlu sebuah rangsangan terlebih dahulu agar seseorang bertindak untuk berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu rangsangan yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha, karena dapat mengubah pola pikir dan sikap seseorang terhadap pilihan karier berwirausaha. Rangsangan lain yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha adalah literasi digital. Jika seseorang paham mengenai literasi digital, maka akan membuat seseorang cepat tanggap terhadap peluang-peluang usaha baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan dan literasi digital terhadap minat berwirausaha secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Ekonomi Syari’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif. Data diperoleh dari penyebaran angket. Hasil dari penelitian adalah variabel pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Variabel literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Variabel pendidikan kewirausahaan dan literasi digital bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha.
Determinants Audit Delay In Sharia Commercial Banks In Indonesia Inez Cerelia; Diana Djuwita; Agus Abikusna
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v14i2.11969

Abstract

AbstractThe aim of this study was to determine the effect of audit committees, audit opinions, gender and KAP reputation on audit delay in Islamic commercial banks in Indonesia in 2016-2020. The research method used is a quantitative method using secondary data in the form of annual financial reports of Islamic Commercial Banks for 2016-2020. Sampling technique used purposive sampling with a total sample of 12 Islamic Commercial Banks. Methods of data analysis using multiple regression analysis. The results of the study show that the audit committee and audit opinion have a significant effect on audit delay, while the variables of gender and KAP reputation have no significant effect on audit delay in Islamic commercial banks in 2016-2020. Simultaneously the audit committee, audit opinion, gender and KAP reputation have a significant effect on audit delay in Islamic commercial banks in 2016-2020.Keywords: Audit Delay, Audit Committee, Audit Opinion, Auditor Gender, Reputation AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komite audit, opini audit, gender auditor dan reputasi KAP terhadap audit delay pada bank umum syariah di Indonesia tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah (BUS) tahun 2016-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 Bank Umum Syariah (BUS). Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa komite audit dan opini audit memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel gender auditor dan reputasi KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada bank umum syariah tahun 2016-2020. Secara simultan komite audit, opini audit, gender auditor dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada bank umum syariah tahun 2016-2020.Kata kunci: Audit Delay, Komite Audit, Opini Audit, Gender Auditor, Reputasi
Pengaruh Penerimaan Pajak, Dana Alokasi Umum dan Pengeluran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2022 Zaizafun, Alya Fauzi; Wartoyo, Wartoyo; Djuwita, Diana
Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jeba.v2i1.280

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dalam rentang waktu penelitian mengalami fluktuasi yang menunjukkan pemerintah masih belum optimal dalam menjalankan beberapa fungsinya, salah satunya pada penerapan kebijakan fiskal daerah yakni terkait manajemen pendapatan dan pengeluaran pemerintah. Sehingga, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis secara parsial (sendiri) dan secara simultan (bersama) pengaruh variabel penerimaan pajak, dana alokasi umum dan pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2022. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data time series (deret waktu) yang mana didapat dari Badan Pusat Statistik. Adapun teknik analisa yang dipakai yaitu regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil penelitian membuktikan bahwasannya secara parsial variabel penerimaan pajak, dana alokasi umum dan pengeluaran pemerintah adanya pengaruh yang signifikan serta positif terhadap pertumbuhan ekonomi dihitung dari laju PDRB di Provinsi Jawa Barat. Secara bersama (simultan) ketiga variabel bebas tersebut berpengaruh posutif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat Tahun 2013-2022. Kemudian untuk hasil determinasi (R-Square) diperoleh 94,9% yang artinya berpengaruh kuat dan sisanya 5,1% dipengaruhi oleh aspek lain diluar penelitian ini.   Economic growth in West Java during the research period experienced fluctuations which showed that the government was still not optimal in carrying out several functions, one of which was the implementation of regional fiscal policy, namely related to the management of government income and expenditure. So, the aim of this research is to analyze partially (alone) and simultaneously (together) the influence of tax revenue variables, general allocation funds and government expenditure on the economic growth of West Java Province in 2013-2022. The research method used is a quantitative method with secondary data in the form of time series data which was obtained from the Central Statistics Agency. The analysis technique used is multiple linear regression with SPSS 26. The results of the research prove that partially the variables of tax revenue, general allocation funds and government expenditure have a significant and positive influence on economic growth calculated from the GDP rate in West Java Province. Together (simultaneously) these three independent variables have a positive and significant effect on economic growth in West Java in 2013-2022. Then the determination results (R-Square) obtained 94.9%, which means it has a strong influence and the remaining 5.1% is influenced by other aspects outside this research.
EVALUASI TATA LETAK PASAR MODERN DI KOTA CIREBON (KAJIAN EVALUASI PERATURAN WALIKOTA CIREBON NO. 23 TAHUN 2010) Diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.260

Abstract

Abstrak Saat ini Kota Cirebon mengalami perkembangan perekonomian yang sangat pesat. Salah satu indikatornya adalah tumbuh pesatnya pasar di kota Cirebon, khususnya toko modern. Dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat adalah semakin ramainya Kota Cirebon karena banyak pendatang dan   penyerapan tenaga kerja makin banyak. Di sisi lain dampak negatif yang dirasakan diantaranya banyak pedagang kecil di rumahan yang tutup, pasar-pasar tradisional yang menurun omzetnya karena tidak mampu bersaing dengan ritel modern tersebut, adanya persaingan yang sangat ketat antar toko modern karena lokasinya yang sangat berdekatan serta banyaknya daerah yang dilanda banjir saat musim hujan karena berkurangnya daerah resapan air. Tahun 2010, pemerintah kota Cirebon telah membuat Perwali No. 23 yang mengatur keberadaan pasar tradisional dan toko modern. Tetapi realitasnya makin banyak banyak toko modern (minimarket) yang berdiri tanpa memiliki izin pendirian dan lokasi antar toko modern sangat berdekatan. Oleh karena itu, perlu dikaji dan dievaluasi efektifitas regulasi pemerintah daerah, dalam hal ini Perwali No. 23 Tahun 2010 dalam mengatur tata letak pasar tradisional dan toko modern sehingga keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya Kota Cirebon. Penelitian ini membahas perangkat regulasi yang berkaitan dengan toko modern, analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Cirebon, hasil temuan di lapangan, dan implementasi regulasi yang ada dalam mengatasi masalah perkembangan dan zona pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kota Cirebon serta evaluasi Pasal 8 Perwali No. 23 Tahun 2010 Kota Cirebon berdasarkan data terbaru tahun 2012-2013 menurut aspek sosial ekonomi, kajian hukum dan stakeholders.            Belum efektifnya Perwali Kota Cirebon 23/2010 Pasal 8 mendorong dilakukannya evaluasi terhadap peraturan tersebut baik berdasarkan aspek sosial ekonomi, hukum maupun stakeholder, sehingga penting untuk dilakukan revisi terhadap Pasal 8 Perwali Kota Cirebon 23/2010 dengan cara menambahkan ayat yang mengacu pada analisa sosial ekonomi masyarakat kota Cirebon. Hasil Evaluasi berupa rekomendasi tentang penambahan atau pengurangan minimarket di Kota Cirebon.            Kata Kunci: Evaluasi, Tata Letak, Pasar Modern, Kota Cirebon, Perwali Kota Cirebon
Community Based Tourism Village Planning in Kuningan Regency, West Java Nining Wahyuningsih; Diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i2.9457

Abstract

The purpose of this study was to determine the potential of Padabeunghar Village to establish a Community Based Tourism Village, formulate a community-based tourism village planning model in Padabeunghar Village, and assess the Kuningan District Government's efforts in forming a village-based tourism community in Padabeunghar Village. The research method used is a qualitative approach. Data collection was carried out through in-depth interviews with informants, including DinasPemuda, Olahraga, and Pariwisata, DinasLingkunganHidup, the Padabeunghar Village Government, Kompepar, manager of Kebun Raya Kuningan, TNGC, and community representatives. The results showed that Padabeunghar Village has potential that supports village tourism planning, such as natural potential, institutional potential (local community), and the potential of local wisdom products. The Padabeunghar Tourism Village planning model involves various stakeholders, both internal and external, where each party has different roles and responsibilities and can coordinate with each other to create a sustainable tourism village. The efforts of the Kuningan regency government in community-based tourism planning are as facilitators who provide assistance, training, and empowerment to the Padabeunghar community and change their mindset so they want to develop themselves.Keywords: Community Based Tourism, facilitators, tourism planning
Tingkat Literasi Keuangan Syariah Di Kalangan UMKM Dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Usaha Diana Djuwita; Ayus Ahmad Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2837

Abstract

Abstrak Rendahnya kinerja UMKM di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya akses pemodalan. Hal ini dapat disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap keberadaan lembaga keuangan, yang dikenal dengan sebutan literasi keuangan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013 bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia terbagi menjadi empat kategori, yaitu well literate (21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), dan not literate (0,41%). Saat ini keuangan syariah makin berkembang pesat dengan banyaknya lembaga-lembaga keuangan syariah yang menawarkan produk dan jasa keuangan berlandaskan syariat Islam. Tetapi faktanya keuangan syariah hingga saat ini masih memiliki pangsa pasar yang rendah di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi keuangan syariah di kalangan UMKM khususnya pedagang kaki lima di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan syariah di kalangan UMKM di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, dan untuk mengetahui dampak tingkat literasi keuangan syariah terhadap perkembangan usaha UMKM di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive survey dan explanatory surve.  Jumlah responden 31 UMKM, yang 87 persen adalah pedagang kaki lima. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data hasil kuesioner diuji asumsi klasik (uji normalitas, heterokedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi). Analisis deskriptif dilakukan terhadap data hasil penelitian, kemudian dilakukan uji regresi berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti.Hasil penelitian yang diperoleh adalah hanya variabel lama usaha dan jumlah karyawan yang berpengaruh signifikan terhadap financial knowledge. Seluruh variabel demografi (lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis usaha, lama usaha, modal awal, sumber modal, pendapatan, dan jumlah karyawan) tidak mempengaruhi financial behaviour dan financial attitude para pedagang kaki lima. Hanya financial behaviour saja yang mempengaruhi perkembangan usaha para pedagang kaki lima, sementara financial knowledge dan financial attitude tidak mempengaruhi perkembangan usaha. Kata Kunci:  Literasi Keuangan Syariah, UMKM, Pedagang Kaki Lima, Perkembangan Usaha AbstractThe low performance of MSMEs in Indonesia is caused by the lack of access to capital. This can be caused by the lack of knowledge and understanding of MSMEs on the existence of financial institutions, known as financial literacy. Based on the results of a survey conducted by the Financial Services Authority (OJK) in 2013 that the level of financial lteracy of Indonesian population is divided into four categories, namely well literate (21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), and not literate (0,41%). Currently sharia finance is growing rapidly with the number of Islamic financial institutions that offer products and financial services based on Islamic Sharia. But the fact that Islamic finance to date still has a low market share in the majority moeslem country of Indonesia. The purpose of this study is to determine the level of Islamic financial literacy among SMEs, especially street vendors in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City, to determine the factors that affect the level of Sharia financial literacy among MSMEs in the area At-Taqwa Mosque Cirebon City, and to know the impact of the level of sharia financial literacy on the development of SMEs in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City.    The research methode used in this descriptive survey and explanatory survey. Number of respondents 31 SMEs, of which 87% are street vendors. Data collection using research instruments in the form of questionnaires that have been tested for validity and reliability. The results of the questionnaires tested the classical assumptions (test of normality, heterocedasticity, multicollinearity, and autocorrelation). Descriptive analysis conducted on the data of research results, then multiple regression test to determine the relationship between variables studied.The result of the research is only the old variable of business and the number of employees that have significant effect on the financial knowledge. All demographic variables (location, age, gender, education, type of business, length of business, initial capital, source of capital, income, and number of employees) do not affect the financial behaviour and financial attitude of street traders. Only financial behaviour alone affects the business development of street traders, while financial knowledge and financial attitude does not affect business development. Keywords: Sharia Financial Literacy, SMEs, Street Traders, Business Development
The Influence of Sharia Compliance and Sharia Corporate Governance on the Financial Performance of Sharia Commercial Banks Diana Djuwita; Nur Eka Setiowati; Umi Kulsum
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v11i2.4072

Abstract

Abstract                This study aims to examine the effect of Sharia Compliance and Islamic Corporate Governace on Financial Performance in Islamic Commercial Banks. The population in this study were all Sharia Commercial Banks (BUS) registered at Bank Indonesia in the period 2013 to 2017. The samples were selected using the purposive sampling method. The total sample used in this study amounted to 8 Islamic Commercial Banks with a 5-year research period. The analytical method used in this study is multiple regression that is processed using SPSS version 20. The results of this study indicate that the Sharia Compliance variable has a significant negative effect on Financial Performance in Islamic commercial banks and the Islamic Corporate Governance variable has a significant negative effect on Financial Performance at sharia commercial bank. While simultaneously, Sharia Compliance and Islamic Corporate Governance have a significant positive effect on Financial Performance at Islamic commercial banks.  Keywords: Sharia Compliance, Islamic Corporate Governance, Financial Performance and Sharia Commercial Bank  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sharia Compliance dan Islamic Corporate Governace terhadap Kinerja Keuangan pada Bank Umum Syariah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar di Bank Indonesia pada periode 2013 sampai dengan 2017. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 Bank Umum Syariah dengan periode penelitian 5 tahun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 20. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Sharia Compliance memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada bank umum syariah dan variabel Islamic Corporate Governance memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada bank umum syariah. Sedangkan secara simultan, Sharia Compliance dan Islamic Corporate Governance berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Keuangan pada bank umum syariah.  Kata Kunci: Sharia Compliance, Islamic Corporate Governance, Kinerja Keuangan, dan Bank Umum Syariah