Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin
UIN Datokarama, Palu, Sulawesi Tengah Indonesia

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI MI ALKHAIRAAT BIROMARU Sarwana, Sarwana; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
IBTIDAI'Y DATOKARAMA: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 6 No. 1 (2025): Ibtidaiy Datokarama: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ibtidaiy.Vol6.Iss1.193

Abstract

Skripsi ini membahas secara mendalam mengenai analisis keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas V di MI Alkhairaat Biromaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai isu yang muncul, yaitu: (1) bagaimana keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika kelas V di MI Alkhairaat Biromaru? dan (2) apa saja kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas tersebut? Keterampilan guru dalam mengelola kelas sangat penting, karena mencakup kemampuan untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif, serta mengatasi gangguan yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Untuk memperoleh data yang akurat, peneliti menerapkan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga mencapai titik jenuh, melalui langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengelola kelas sudah sangat baik, terlihat dari berbagai aspek seperti suasana belajar yang hangat, penggunaan metode yang bervariasi, serta penanaman kedisiplinan. Meskipun terdapat kendala, seperti perbedaan kemampuan peserta didik dan masalah disiplin, upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut sangat signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan guru berpengaruh besar terhadap suasana belajar dan motivasi siswa, sehingga penting bagi lembaga pendidikan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru dalam pengelolaan kelas dan metode pembelajaran yang inovatif
PENDEKATAN MATEMATIS DALAM MENGIDENTIFIKASI RENDAHNYA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DALAM MANAJEMEN WAKTU nursupiamin, nursupiamin
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2019): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v4i2.866

Abstract

Technology not only has a positive impact on its users, it also shows negative impacts that cannot be underestimated. One of the negative impacts is time management. Time management plays an important role in the learning success of students. Time management plays an important role in the learning success of students. In this study, the authors take a mathematical approach in identifying poor understanding of students about time management. The type of approach used is library research with the method of collecting data using documentation to be analyzed through content analysis techniques. The results of the study show that poor understanding of students in time management can be identified through mathematical approaches such as numerical methods, with stages: (1) Determination of design or research model; (2) Searching for primary data, i.e. the texts themselves; and (3) Search for contextual knowledge. This study begins with quantitative data analysis. Data obtained through time management questionnaires and learning outcomes tests. In descriptive statistical analysis obtained a description of the average score. While inferential statistical analysis is intended for hypothesis testing and regression testing. Next is the implementation of numerical methods in identifying poor understanding of students about time management.  At the end of the results of the study conducted a qualitative analysis phase. The findings of different researchers are likely to be different because they can be influenced by the location or individual characteristics of students.
REPRESENTASI KESALAHAN KOMUNIKASI TULIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA Nursupiamin, Nursupiamin; Wicaksono, Agung
Aksioma Vol. 10 No. 1 (2021): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v10i1.831

Abstract

Dalam merepresentasi kesalahan komunikasi tulis dalam menyelesaikan soal induksi matematika, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 20 orang yang merupakan mahasiswa Tadris Matematika FTIK IAIN Palu yang memprogram Mata Kuliah Teori Bilangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian tes induksi matematika. Hasil kajian menunjukkan kesalahan komunikasi tulis pada aspek ketepatan dan kebenaran jawaban sebesar 37.95%, aspek penggunaan bahasa matematika sebesar 30.12%, aspek struktur jawaban sebesar 17.47% dan aspek strategi pemecahan yang digunakan sebesar 14.46%. Pada kajian ini, kesalahan pada aspek penggunaan bahasa matematika cenderung berdampak pada aspek ketepatan dan kebenaran jawaban yang disebabkan kurangnya penguasaan konsep induksi matematika dan lemahnya penguasaan pembuktian mengikuti prosedur.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMP: The Influence Of Self Efficacy On The Mathematical Problem Solving Ability Of Junior High School Students Nurwahda, Nurwahda; Nursupiamin, Nursupiamin; Badjeber, Rafiq
Aksioma Vol. 12 No. 2 (2023): AKSIOMA
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v12i2.4338

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy on the math problem solving abilities of junior high school students. The method used in this research is quantitative with ex post facto design. The population in this study were all students of class VIII SMP Negeri 3 Palu. The sample studied was 174 students who were obtained using simple random sampling technique. The instruments in this study used a self-efficacy questionnaire and a math problem-solving ability test. The results of the study showed that there was an effect of self-efficacy on students' mathematical problem-solving skills at SMP Negeri 3 Palu. The influence of self-efficacy on the ability to solve mathematical problems is 27.2%.
Representational Transition Patterns of Pre-service Teachers in Solving Convergent Sequence Problems Nursupiamin; Rochaminah, Sutji; Sudarsana, I Wayan
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28603

Abstract

This study investigates the representational transition patterns of pre-service teachers in solving convergent-sequence problems, with a focus on how they utilize symbolic, visual, and verbal representations. Using a qualitative phenomenological design, seven pre-service mathematics teachers were purposively selected based on their dominant representation modes (symbolic, visual, verbal). Participants solved a convergent-sequence task, and their problem-solving processes were analyzed using a modified Colaizzi method, with triangulation ensuring the validity of the findings. Three key patterns emerged: a stagnant reliance on a single representation mode (symbolic or verbal), a linear transition from visual to symbolic forms, and a complementary use of symbolic and verbal representations. No cyclic or complex transition patterns were identified, indicating limited representational fluency. The findings highlight the dominance of symbolic representations among pre-service teachers, with some exhibiting limited representational flexibility. The study suggests that fostering representational fluency, where students can effectively transition between different forms, is crucial for deeper conceptual understanding, especially in abstract topics like convergent sequences. Pedagogically, the study underscores the importance of instructional strategies that encourage the integration and transition across symbolic, visual, and verbal representations. This research contributes to the understanding of representational transition patterns in real analysis, an area often underexplored in mathematics education, and offers insights for improving teacher preparation programs.
Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Melati; Nursupiamin; Elfira, Riska
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2025.10.2.91-107

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kearifan lokal pada materi fungsi guna meningkatkan minat belajar matematika siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk divalidasi oleh enam validator (tiga ahli materi dan tiga ahli media), kemudian diuji coba secara terbatas pada 25 siswa kelas XI MAN 2 Kota Palu. Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli dan angket minat belajar siswa berbasis skala Likert. Hasil validasi ahli menunjukkan LKPD berada dalam kategori Sangat Layak, dengan skor rata-rata 93,4% untuk aspek materi dan 93,3% untuk aspek media. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa, dibuktikan dengan rata-rata skor angket sebesar 84,18% (kategori Sangat Tinggi). Integrasi unsur budaya lokal seperti rumah adat, motif daun kelor, dan anyaman bambu terbukti membuat pembelajaran matematika lebih kontekstual, relevan, dan bermakna secara kognitif maupun afektif. Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal tidak hanya layak dan efektif sebagai media pembelajaran matematika, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian identitas budaya daerah dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan produk serupa pada topik matematika lainnya.
Learning Mathematics in the Digital Era: An Analysis of High School Students’ Interaction Patterns through TikTok Putri, Putri; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Volume 11 Number 1, March 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i1.8036

Abstract

The rapid growth of social media has reshaped students’ learning behaviors and interaction patterns, including in mathematics education. TikTok, as a short-form video platform widely used by adolescents, offers unique affordances for micro-learning, algorithm-driven content exposure, and non-linear interaction. Although previous studies have demonstrated that TikTok can improve students’ mathematics achievement, motivation, and interest, limited attention has been paid to the underlying social-cognitive interaction processes through which mathematical understanding is constructed. This study aims to analyze high school students’ interaction patterns in learning mathematics through TikTok by examining how digital interactions support mathematical sense-making rather than merely learning outcomes.This study employed a descriptive qualitative approach involving four eleventh-grade students at MAN 2 Palu, Indonesia, selected through purposive sampling. Data were collected through observations of students’ TikTok activities and semi-structured interviews. The analysis was guided by Moore’s interaction model, encompassing student–content, student–creator interactions, and student–student interactions, adapted to the non-linear and algorithmic context of TikTok. The findings reveal three distinct interaction patterns: high, moderate, and low. Students with high interaction levels actively engaged across all three interaction dimensions, demonstrating reflective learning, digital self-efficacy, and autonomous regulation of mathematical learning. In contrast, students with moderate and low interaction levels primarily engaged in passive content consumption, with limited social and pedagogical interaction, positioning TikTok more as an entertainment platform than a learning space. These differences indicate that mathematical sense-making on TikTok is strongly mediated by the quality of interaction rather than the intensity of platform use alone. This study highlights that TikTok’s educational potential lies not merely in its effectiveness in improving scores, but in how interaction quality shapes students’ cognitive engagement and meaning-making processes in mathematics learning. The findings suggest that integrating structured interaction designs and fostering digital self-efficacy are crucial for maximizing the pedagogical value of social media-based mathematics learning.Pembelajaran Matematika di Era Digital: Analisis Pola Interaksi Peserta Didik SMA melalui Media TikTokABSTRAKPerkembangan media sosial telah mengubah cara siswa mengakses, memaknai, dan berinteraksi dengan pengetahuan matematika. TikTok, sebagai platform video pendek berbasis algoritma, menawarkan karakteristik pembelajaran yang berbeda dari platform digital konvensional karena menggabungkan konten ringkas, atensi cepat, serta interaksi sosial yang bersifat spontan dan tidak linier. Namun, masih terbatas penelitian yang menjelaskan bagaimana pola interaksi siswa di TikTok berkontribusi terhadap proses mathematical sense-making, bukan sekadar peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi siswa SMA dalam pembelajaran matematika melalui TikTok dengan menggunakan Model Interaksi Moore yang mencakup student–content, student–creator interaction, dan student–student interaction. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat siswa kelas XI MAN 2 Kota Palu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas TikTok dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori pola interaksi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan interaksi tinggi aktif pada ketiga dimensi Moore, memanfaatkan fitur TikTok seperti video pendek, komentar, Live, dan pesan langsung untuk membangun pemahaman konsep, merefleksikan strategi penyelesaian soal, serta mendiskusikan ide matematika secara kolaboratif. Sebaliknya, siswa dengan interaksi rendah cenderung hanya mengakses konten secara pasif dan tidak terlibat dalam proses negosiasi makna matematis. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas interaksi digital berpengaruh signifikan terhadap cara siswa membangun pemahaman matematika di lingkungan media sosial. Disimpulkan bahwa keunikan TikTok sebagai ruang belajar tidak terletak pada kontennya semata, melainkan pada pola interaksi sosial-kognitif yang terbentuk melalui integrasi algoritma, micro-learning, dan jejaring sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya menggeser fokus kajian dari efektivitas hasil belajar menuju analisis proses interaksi digital sebagai kunci pengembangan pembelajaran matematika berbasis media sosial.Kata Kunci :pola interaksi; pembelajaran matematika; siswa SMA; TikTok
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAN 2 KOTA PALU Firdausi, Atika; Nursupiamin; Mistiani, Wiwin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42462

Abstract

This study investigates the impact of reward on students’ learning motivation in Akidah Akhlak at MAN 2 Kota Palu. Low learning motivation among students has been identified as a challenge that can hinder their academic achievement and engagement in religious education. Therefore, this research aims to determine whether the implementation of reward significantly enhances students’ learning motivation. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The sample consisted of 91 students from three classes. Data were collected using a learning motivation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The normality of the data was assessed using the Shapiro–Wilk test, and differences between pretest and posttest scores were analyzed using the Paired Samples T-Test. The findings revealed an increase in the mean learning motivation score from 29.4 in the pretest to 34.2 in the posttest. The Paired Samples T-Test indicated a significant difference with t(90) = -14.40, p < 0.001, while the effect size, measured by Cohen’s d = 1.51, demonstrated a very large effect. These results confirm that reward is an effective strategy to improve students’ learning motivation in Akidah Akhlak, suggesting that the integration of reward-based interventions can positively influence students’ engagement and performance in religious education settings.
Pengembangan Buku Saku Digital Berbasis Android Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Peserta Didik Secara Mandiri Muhlis, Sartika; Nursupiamin, Nursupiamin; Elfira, Riska
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v4i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku digital berbasis Android sebagai media pembelajaran matematika yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media dikembangkan pada materi bilangan berpangkat, aljabar, dan sistem persamaan linear dua variabel. Validitas media dinilai melalui lembar validasi ahli materi dan media yang masing-masing menghasilkan skor 92,8% dan 92,7% dengan kategori “Sangat Valid”. Uji coba dilakukan pada 30 peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 3 Kota Palu, dengan hasil angket kepraktisan menunjukkan skor 84,2% (siswa) dan 88,6% (guru), sehingga dikategorikan sangat praktis. Analisis efektivitas menggunakan perhitungan N-Gain berdasarkan hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan penalaran matematis sebesar 61,45% dengan kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa buku saku digital berbasis Android yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dan berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang interaktif, adaptif, dan mendukung pembelajaran mandiri di era digital.
Matematika Ceria: Menginspirasi Generasi Digital Dengan Logika Dan Algoritma Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia; Badjeber, Rafiq; Elfira, Riska; Abd. Gani, Fathurrahmah; Amanda, Miftah
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.743

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran matematika yang menekankan proses berpikir logis, sistematis, dan algoritmik, bukan sekadar berorientasi pada hasil akhir. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika peserta didik melalui pendekatan computational thinking yang terintegrasi dengan media digital interaktif dan permainan edukatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan strategi game-based learning dan project-based learning, melibatkan 50 peserta didik sebagai subjek kegiatan. Hasil pretest–posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 50,3 menjadi 78,9, yang menggambarkan peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir logis dan algoritmik siswa. Observasi kualitatif juga menunjukkan perubahan perilaku belajar, di mana siswa menjadi lebih antusias, aktif berdiskusi, dan reflektif dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Program ini menghadirkan model integrasi antara pembelajaran logika–algoritma dan eksplorasi digital berbantuan AI untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21. Dengan demikian, strategi Matematika Ceria berkontribusi dalam mempersiapkan siswa menghadapi era digital melalui penguatan berpikir logis–algoritmik, literasi teknologi, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan komputasi dan AI.