Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Water Rescue SAR Langit Indonesia Rescue Terhadap Relawan Lintas Kabupaten Jember Jawa Timur Galuh, Senki Desta; Al-Rosyid, Latifa Mirzatika; Kuryanto, Totok Dwi
ABDIMASTEK Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v3i2.2719

Abstract

Sebagai salah satu bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember, diberikan pelatihan langsung oleh para instruktur terlatih dari Badan SAR Langit Indonesia Rescue terkait Water Rescue di Desa Jumerto, Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan relawan bencana sebagai bagian dari anggota masyarakat dalam melakukan tindakan penyelamatan korban akibat bencana alam banjir dan tanah longsor. Para relawan wajib memiliki kesiapan untuk diterjunkan sebagai bagian dari tim yang berperan dalam evakuasi korban saat bencana alam terjadi, karena setiap saat bencana alam itu bisa saja terjadi apalagi kita berada di wilayah Kabupaten Jember yang sebagian besar merupakan daerah yang rawan bencana alam banjir dan tanah longsor. Dalam kegiatan PKMS ini, dilakukan beberapa kegiatan diantaranya : Pelatihan water rescue SAR Langit Paradiso Terhadap Relawan Lintas Kabupaten Jember, Jawa Timur. Didalam kegiatan tersebut terdapat beberapa materi yang disampaikan yaitu : materi pertolongan pertama pada orang tenggelam, manajemen posko dan water rescue. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 80 peserta dari berbagai organisasi yang berasal dari Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Perencanaan Desain Kantor LKSA Nurul Husna Muhammadiyah Patrang Ahmad, Hilfi Harisan; Yanuar, Setiyo Ferdi; Dewi, Ilanka Cahya; Amijaya, Jimi; Galuh, Senki Desta; Hamduwibawa, Rofi Budi; Bakti, Budi Satria
ABDIMASTEK Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v3i2.2732

Abstract

Panti asuhan merupakan sebuah lembaga sosial yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi anak terlantar, yatim, piatu, yatim piatu, atau fakir miskin/dhuafa dengan memberikan kebutuhan primer seperti sandang, papan, pangan hingga kebutuhan kesehatan dan pendidikan. Panti asuhan membutuhkan juga kegiatan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana yang dimaksud disini adalah ketersediaan gedung kantor untuk menunjang aktivitas sehari-hari, salah satu contoh aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan pertemuan dengan donatur. Penulis melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di LKSA Nurul Husna dengan melakukan kegiatan desain bangunan kantor. Kantor tersebut rencananya akan dibangun di area LKSA Nurul Husna Jember. Bangunan berukuran 60 m2 terdiri dari 2  lantai. metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode survei dan wawancara. Hasil berupa gambar 2 dimensi dan tiga dimensi. Diharapkan untuk pengabdian ini dapat berlanjut dengan kegiatan lanjutan,seperti kebutuhan anggaran biaya yang akan digunakan, kegiatan perijinan terkait pembangunan, dan pendampingan selama masa pembangunan, bahkan perencanaan desain untuk bangunan atau sarana pendukung lainnya yang berada di lingkungan LKSA Nurul Husna Jember. Dengan memiliki kantor yang representatif, diharapkan dapat menaikkan kepercayaan donatur dalam menyalurkan donasinya.
PENGARUH KONSENTRASI KMnO4 TERHADAP BIOLEKTRISITAS DOUBLE CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL DENGAN SUBTRAT LIMBAH KULIT KAKAO Fitriana, Fitriana; Auliq, Muhammad A'an; Galuh, Senki Desta; Sutikno, Sutikno; Adytia, Daffa Gibran; Hasan, Moh. Ibnu
Jurnal Media Elektro Vol 14 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v0i0.21397

Abstract

The increasing use of fossil fuels for electricity generation leads to scarcity and greenhouse gas emissions, necessitating a solution in the form of a transition to environmentally friendly renewable energy. One renewable energy source that is currently being developed is the Microbial Fuel Cell (MFC), which utilizes bacterial metabolism to generate electrical energy. MFC generally consists of two chambers: an anode chamber containing microorganisms and substrates, and a cathode chamber containing an electrolyte solution. The organic material used as a substrate in the anode chamber of the MFC in this study is cocoa pod husk waste, while the electrolyte solution in the cathode chamber is potassium permanganate (KMnO₄). This study will analyze the effect of KMnO₄ concentration on the bioelectricity of the cocoa pod husk MFC, including current, voltage, and power density. The KMnO₄ concentrations used are 0.02 M, 0.03 M, and 0.04 M. The bioelectricity testing results show that the KMnO₄ concentration in the cathode chamber affects the system's performance, with a 0.03 M concentration producing the highest current and power density.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunitas Melalui Pelatihan Pembuatan Alat Perangkap Lemak (Grease Trap) Sederhana untuk Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Al-Rosyid, Latifa Mirzatika; Galuh, Senki Desta; Abidin , Asroful; Shofiyah, Rohimatush; Yuswantini, Dwi Vebby Ria
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v4i1.3150

Abstract

Limbah cair adalah limbah dengan bentuk fisik cair yang selalu larut dalam air. Oleh karena itu, limbah cair ini dapat bergerak atau mengalir bersama aliran air (Al-Rosyid et al., 2024). Untuk mencegah pencemaran lingkungan, pengolahan air limbah sangat penting. Salah satu pilihan untuk pengolahan limbah cair adalah grease trap, yang dapat menurunkan kadar minyak dan lemak. Keunggulan dari grease trap adalah hasil pemisahan minyak dan lemak dapat digunakan kembali, tahan lama, biaya operasional dan perawatan rendah, tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, menghasilkan sedikit lumpur, dan dapat dikonfigurasi dengan pengolahan biologis (Astuti, 2019). Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat PRA Puger tentang efek limbah minyak dan lemak terhadap lingkungan, jenis teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah limbah minyak dan lemak, dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan membuat alat grease trap sederhana. Setelah kegiatan penyuluhan, peningkatan pengetahuan berkisar antara 50-64%. Dengan berbagi pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat tidak terhalang untuk memiliki alat grease trap sederhana. Ini akan membantu mereka menjalani kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.
Perencanaan Desain Ruang Kelas Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Pakusari Ahmad, Hilfi Harisan; Muhtar, Muhtar; Yanuar, Setiyo Ferdi; Dewi, Ilanka Cahya; Amijaya, Jimi; Galuh, Senki Desta; Hamduwibawa, Rofi Budi; Budi Satrio Bakti
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v4i1.3616

Abstract

Panti asuhan merupakan sebuah lembaga sosial yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi anak terlantar, yatim, piatu, yatim piatu, atau fakir miskin/dhuafa dengan memberikan kebutuhan primer seperti sandang, papan, pangan hingga kebutuhan kesehatan dan pendidikan. Muhammadiyah adalah sebuah organisasi besar yang memiliki amal usaha di bidang keagamaan, bidang pendidikan maupun bidang sosial kemasyarakatan. Pondok Pesantren Muhammadiyah juga menjadi lembaga pendidikan non formal, karena pendidikan agama dan pedidikan akhlak selalu ditanamkan kepada anak-anak yang tinggal di dalamnya. Salah satu Pondok Pesantren milik Muhammadiyah yang berada di kabupaten jember adalah Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Pakusari. Seiring dengan meningkatnya jumlah kader-kader yang ingin menimba ilmu maka kebutuhan akan ruang kelas juga meningkat. Dengan memiliki ruang kelas yang dapat mengakomodir kebutuhan kader-kader maka kegiatan belajar mengajar menjadi lebih kondusif serta menjadi kader-kader dakwah yang militant dan dapat menjadi calon-calon pendidik yang berilmu, berprestasi, dan berakhlak Qur'ani. kebutuhan bangunan yang berada pada area yang tidak terlalu luas dapat disiasati dengan penentuan kebutuhan berdasarkan analisa kebutuhan yang paling prioritas, sehingga dengan keterbatasan lahan yang tersedia dapat menjalankan visi dan misi dengan baik. Diharapkan pembangunan yang sudah berjalan dapat mengikuti gambar-gambar yang telah diberikan, namun semua ini bergantung kepada kebijakan dari pimpinan dari PPMMP Jember.
MENGATASI KEKERINGAN MENAHUN DENGAN TEKNOLOGI WETLAND DI KECAMATAN PATRANG JEMBER Galuh, Senki Desta; Priantari, Ika; Gunasti, Amri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2461

Abstract

Setelah dilakukan pemetaan oleh Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Jember dan MCC-LKSA Nurul Husna, disepakati bahwa ada permasalahan prioritas yang akan diselesaikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Permasalahan prioritas tersebut diantaranya Pengurus dan Santri  MCC-LKSA Nurul Husna belum memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan teknologi wetland untuk mengatasi kekeringan disekitar lokasi MCC-LKSA Nurul Husna. Solusi yang diberikan adalah memberikan pendampingan pembuatan teknologi wetland kepada Pengurus dan Santri  MCC-LKSA Nurul Husna untuk mengatasi kekeringan disekitar lokasi MCC-LKSA Nurul Husna. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan Pengurus dan Santri  MCC-LKSA Nurul Husna dalam membuat menerapkan teknologi wetland untuk mengatasi kekeringan disekitar lokasi MCC-LKSA Nurul Husna. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan pengabdian. Kelima tahapan pengabdian itu diantaranya pertama, Sosialisasi penerapan teknologi Wetland. Kedua, Pelatihan Pembuatan teknologi Wetland. Ketiga, penerapan teknologi Wetland. Keempat, pendampingan dan evaluasi penerapan teknologi Wetland. Kelima pembentukan Tim khusus pemanfaatan teknologi Wetland. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan Pengurus dan Santri  MCC-LKSA Nurul Husna Kabupaten Jember rata-rata sebesar 35. Setelah diberi pelatihan kemampuan Pengurus dan Santri  MCC-LKSA Nurul Husna Kabupaten Jember meningkat menjadi 85,71. Kegiatan pengabdian mendampingi pembuatan teknologi wetland bagi Pengurus dan Santri MCC-LKSA Nurul Husna Jember berhasil meningkatkan kemampuan peserta. Evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata 50,71%, dari kategori tidak terampil menjadi terampil dalam memanfaatkan teknologi wetland untuk mengatasi kekeringan di sekitar lokasi. Oleh karenanya, Pemanfaatan teknologi wetland harus dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam menanggulangi banjir dan kekeringan.
OPTIMASI ALAT BERAT EXCAVATOR PADA REHABILITASI SALURAN IRIGASI PRIMER UTAMA BLOK A KAPUAS: dwi kuryanto, totok; Galuh, Senki Desta
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 2 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i2.1059

Abstract

Construction equipment, particularly the expertise of heavy equipment mechanics, plays a pivotal role in the implementation of construction projects. Beyond simply reducing the required labor force, mechanical heavy equipment also ensures a more expeditious completion of tasks. When choosing heavy equipment, it is imperative to align it with the specific requirements of the construction work, considering the equipment's efficiency. The refurbishment of the food estate irrigation network situated in Dadhub subdistrict, Kuala Kapuas district, constitutes a construction undertaking that necessitates the use of heavy equipment. Consequently, effective management of time and costs associated with utilizing heavy equipment is crucial for this activity. The objective of this research is to scrutinize the optimal combination of heavy equipment concerning the execution time for excavation and landfill tasks, aiming to mitigate losses incurred due to project delays. The research methodology employed involves the calculation of production capacity and time efficiency for each heavy equipment type. The analysis results reveal a cycle time coefficient of 0.6, an hourly productivity of 28.26 m3, and a daily productivity of 226.08 m3. If heavy equipment is utilized, the results indicate the capability to accomplish the excavation of 148,200 m3 within 655.46 days. By incorporating three additional tools, bringing the total to four tools, the excavation work can be finalized in 163.88 days under prevailing conditions.  
PENERAPAN TEKNOLOGI LAHAN BASAH RETENSI UNTUK MENGATASI BENCANA KEKERINGAN DI KELURAHAN BINTORO JEMBER Galuh, Senki Desta; Mufarida, Nely Ana; Umarie, Iskandar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1776

Abstract

In 2023, 103 families in Bintoro Village experienced the most severe water crisis. Meanwhile, hundreds of other families experienced moderate drought impacts. The rest of the population in Bintoro Village, Patrang Subdistrict, experienced moderate drought. The aim of this activity is that the community of Bintoro Village, Patrang Subdistrict, Jember Regency has the expertise or skills to apply wet retention pond technology to overcome drought. The activities of this Community Service program began with observation and coordination, then socialization of retention wetland technology and simulation of the application of retention wetland technology. To measure the ability of participants, an evaluation of the success of the program is carried out. After all the activities are running, a re-assessment is carried out. The average score obtained was 82.5. This value also shows that the error rate is below 20 percent. Therefore, it can be concluded that after being given training, the participants have succeeded or have been able to work on the six indicators of making retention wet ponds. The results of the assessment of the participants can be concluded that the participants have succeeded or are able to work on the six indicators of making wet retention ponds with an error rate below 20 percent.
Fitoteknologi Akar Wangi dengan Constructed Wetlands pada Air Limbah Kopi Olah Basah Galuh, Senki Desta; Musyarofa, Musyarofa; Al-Rosyid, Latifa Mirzatika
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8355

Abstract

Berdasarkan data tahun 2020, Kabupaten Jember memiliki luas area tanaman kopi sebesar 4.658 ha dengan kapasitas produksi mencapai 2.369 ton dan nilai produkstivitasnya mencapai 11.859 kg/ hektar. Pada umumnya, pengolahan kopi yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pengolahan kopi secara basah. Metode pengolahan secara basah berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan terutama pada badan air. Apabila air limbah dari proses pengolahan kopi secara basah ini dialirkan secara langsung ke badan air/perairan terdekat, maka dapat mengurangi kandungan oksigen. Berkurangnya kadar oksigen dapat meningkatkan nilai kandungan bahan organik dan anorganik (BOD dan COD). Mengangkat dari permasalahan tersebut, maka untuk mengatasi dan mengurangi pencemar terutama pada badan air, maka salah satu solusi yang dinilai tepat adalah mengolah air limbah tersebut menggunakan Metode Wetlands (Lahan Basah). Lahan basah buatan merupakan metode pengolahan air limbah secara biologis dengan bantuan tanaman yang dapat dioperasikan dan diterapkan dengan cukup sederhana, pada dasarnya hampir seluruh tanaman yang ada mampu menyerap dan menurunkan kadar pencemar pada air limbah. Adapun tujuan utama penelitian ini ialah sebagai langkah usaha dalam meminimalisir dampak lingkungan akibat dari pembuangan air limbah yang tidak melalui proses pengolahan.
Constructed Wetlands Free Water System Dengan Sistem Monitoring IoT Pada Air Lindi Galuh, Senki Desta; Fitriana, Fitriana; Rintyarna, Bagus Setya; Pamuji, Muhammad Ridho; Albani, Erza Rizki; Al-Rosyid, Latifa Mirzatika; Bahri, Mokh Hairul
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 7, No 2 (2025): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v7i2.22636552

Abstract

Air lindi merupakan cairan terkontaminasi yang mengandung banyak material terlarut atau terendapkan. Karakteristik dari cairan tersebut tergantung dari proses yang terjadi dalam landfill di setiap TPA. Adapun kandungannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis sampah terdeposit, jumlah curah hujan di daerah TPA, dan kondisi spesifik tempat pembuangan tersebut. Salah satu TPA di Kabupaten Jember ialah TPA pakusari yang melayani penimbunan sampah bersumber dari 7 (tujuh) kecamatan di sekitar. TPA Pakusari memiliki luas Kawasan sebesar 6,8 Ha dengan catatan pada tahun 2022 menerima 160 – 180 ton perhari meningkat menjadi 194 ton pada 2023 sampah disuplai setiap harinya. Terdapat bermacam jenis tumbuhan air yang dapat ditemui sekitar TPA pakusari. Pada penelitian ini, digunakan metode wetlands sebagai media pada air lindi TPA Pakusari guna mengetahui jenis potensial yang paling baik digunakan sebagai pengurai Polutan TDS, EC, dan pH. Pengambilan sample uji dilaksanakan pada 1 (satu) titik lokasi, sampel tersebut kemudian diletakan pada sistem konstruksi lahan basah buatan (wetlands) Free water system (FWS). Selanjutnya dilakukan monitoring perubahan TDS, EC, pH, dan temperatur pada sistem konstruksi wetlands tersebut menggunakan sistem berbasis IoT. Penggunaan sistem IoT ini memungkinkan monitoring dapat dilakukan dari jarak jauh melalui smartphone meskipun pemonitor tidak berada di dekat sistem konstruksi wetlands. Monitoring dilakukan setiap 1 jam dalam kurun waktu selama 3 (tiga) hari.