Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Review Sistem Kendali Blowdown Boiler 21 Ton Di PT Indofood Suskes Makmur Tbk Divisi Noodle Semarang Aryatama, Geralda Putra; Prihatmoko, Dias; Faidlon, Ahmad
Majamecha Vol. 6 No. 1 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i1.3258

Abstract

Artikel ini membahas tentang sistem kendali Blowdown pada Boiler Pipa Api 21 Ton di PT. Indofood Sukses Makmur TBK Divisi Noodle Semarang, sebagai upaya dalam memperpanjang umur drum Boiler. Blowdown merupakan proses pembuangan air Boiler yang terkontaminasi kerak atau endapan yang dapat mengganggu kinerja dan keamanan Boiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan analisis literatur terkait serta observasi lapangan untuk memahami praktik terbaik dalam pengelolaan Blowdown. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi sistem otomatis pada Blowdown Boiler dapat memberikan manfaat signifikan dalam menjaga kebersihan drum Boiler dengan membuang kerak secara teratur, dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya sistem kendali Blowdown, dalam menjaga performa dan umur panjang drum Boiler, serta menyoroti manfaat dari pendekatan otomatisasi dalam pengelolaan Blowdown.
Training on Tunnel Technology to Increase Salt Production in Jepara Regency Prihatmoko, Dias; Mustofa, Arif; Sarwido, Sarwido; Wijaya, Akhmad Pandhu
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.6019

Abstract

Rainwater is one of the factors that can affect salt production in Jepara Regency. Salt tunnel technology can retain rainwater so that salt farmers can produce salt even during the rainy season. However, salt farmers have not yet fully utilized this technology. So that assistance is needed to them about the application of salt tunnel technology. This program is conducted to increase the knowledge and skills of salt farmers about salt tunnel technology. The community service partner is UKM Rumah Garam in Surodadi Village, Kedung District, Jepara Regency. The activity was carried out in August 2024. The flow of implementing activities includes preparation, provision of tools and materials, implementation of training, partner assistance and evaluation. The training was attended by partner members with training material on Sustainable Salt Production Technology. The next stage is the field practice of making salt tunnel construction in the salt field owned by one of the participants. The construction is made of bamboo and the soil is coated with geoisolator while the cover uses UV plastic. The community service activity was able to increase the knowledge and skills of the participants about salt tunnel technology which is expected to increase the amount of salt production.
PKM Kelompok Petambak Udang Dalam Upaya Memantau dan Menjaga Kualitas Tambak di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Wahono, Buang Budi; Prihatmoko, Dias; Mudiarti, Luky
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v2i1.1716

Abstract

Gumuk Mas and Udang Lestari is a group of shrimp farmers in the Kec. Mlonggo Kab. Jepara. in checking water quality still uses traditional methods, namely by seeing the shrimp floating on the surface of the pond. if there is, the shrimp lacks oxygen, is prone to disease and will interfere with its breeding. when approaching the harvest time the shrimp farmers turn on the waterwheel continuously every day so that the shrimp does not lack DO (Dissolved Oxygen), even if the waterwheel continues then it will result in excess DO and wasteful electricity. Therefore we need a solution for checking water quality and waterwheel control. this activity proposes two main activities, namely training and farm management skills well related to monitoring and control of Dissolved Oxygen. this activity so that shrimp farmers can monitor the quality of shrimp pond water at any time. if water quality is lacking or exceeds the limit, prevention activities can be carried out as soon as possible and can increase crop yields and the welfare of shrimp farmers
Inovasi Peningkatan Hasil Tangkapan Ikan Produk Unggulan Daerah oleh Nelayan Purse Seine Menggunakan Teknologi GPS Arifin, Zaenal; Budi Wahono, Buang; Prihatmoko, Dias; Riyoko, Sisno
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i1.4779

Abstract

Livelihoods as fishermen are the backbone for people who live near the coast, it is not much different from the people in Jobokuto village, Jepara Regency who also work as fishermen, so far the catches of fishermen after getting catches of fish are directly sold to middlemen or local fish auction sites, so that fishermen cannot increase fish catches to be processed into commodities that have high economic value so that their economy can increase. Based on this description, service activities are carried out to fishermen by providing training ranging from the potential of fisheries, the superiority of GPS and Sounder technology, increased catches on processed fish and stabilization of processed fish equipment ranging from fish shredder, shredded cooker, shredded slicer, bender, spinner as well as tools fish smoke. Some of these activities are expected to result in the end that fishermen SMEs can develop their businesses, increase catches and sales, and improve the welfare of fishermen in Jepara Regency. The activity is also expected to be a pilot project for other fishermen in the district in implementing fishing technology using a fish finder with the use of appropriate technology that is environmentally friendly.
Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Rumput Laut di KUB Latoh Jaya, Bulu Jepara Mudiarti, Luky; Prihatmoko, Dias; Budi Wahono, Buang; Wakit, Ahmat; Latifa, Milfa; Abdur Rohman, Farid
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i2.1149

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut melalui diversifikasi produk olahan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk olahan sederhana seperti agar-agar atau bahan mentah untuk ekspor. Melalui program pengabdian ini, masyarakat dilatih berbagai teknik pengolahan rumput laut menjadi produk bernilai ekonomis lebih tinggi, seperti makanan ringan dan kosmetik berbahan dasar alami. dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut..Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan teknis pengolahan rumput laut, pendampingan dalam proses produksi, serta penyuluhan terkait pemasaran produk. Peserta pengabdian, yang merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah pesisir dengan nalma Kelompok Usaha Bersama (KUB) Latoh Jaya di Desa Bulu Kecamatan/Kabupaten Jepara, diberi pemahaman mengenai pentingnya inovasi produk untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun nasional. Selain itu, program ini juga memberikan edukasi terkait manajemen usaha dan akses ke jaringan pemasaran yang lebih luas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah rumput laut menjadi produk diversifikasi yang bernilai ekonomis lebih tinggi. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap peluang usaha dari produk olahan rumput laut. Diharapkan, program ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor kelautan
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN MONITOR PRODUKSI GARAM MENGGUNAKAN INTERNET OF THINGS Prihatmoko, Dias; Mustofa, Arif; Faidlon, Ahmad; Arifin, Zaenal
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5895

Abstract

DESIGNING A SALT PRODUCTION CONTROL AND MONITOR SYSTEM USING INTERNET OF THINGSSalt is a part of the national strategic commodity whose position is no less important compared to other basic needs. Currently, the national salt demand balance is 4.5 million tonnes. Salt farmers, so far, still use conventional and traditional methods, the salting process using a measuring instrument in the form of a salt baume hydrometer with a range of 0 – 35 manually. This results in farmers having to measure at all times at the salt pond location. Therefore, it is necessary to have a tool that can control and monitor salt content values. By using this tool, the process of monitoring salt content values can run quickly, effectively and efficiently. This research uses a WiFi-based ESP8266 microcontroller, salt content sensors and temperature and humidity sensors. Salt content sensors are placed in old water and salt tables, while temperature and humidity sensors are placed in salt storage locations. The sensor reads data on salt levels, temperature and humidity which is then sent to the microcontroller so that the information can then be monitored at any time by salt farmers. The results of this research, the control and monitoring system for salt production using the internet of things has been successfully tested and obtained good results, it can monitor and control salt production, the main ones are salt content, temperature and humidity, the average error percentage is 2, 8% when measuring the salt content of old water, and 3 percent when measuring the salt content on a salt table. Meanwhile, in the control system, the fan is turned on according to the setting, namely above 30 degrees Celsius, the fan will turn on, then the conditions in the salt storage room can run at optimal temperature so as to minimize the decrease in salt levels during storage.Garam merupakan salah satu bagian dari komoditas strategis nasional yang posisinya tidak kalah penting jika dibanding dengan kebutuhan pokok lainnya, saat ini neraca kebutuhan garam nasional sebesar 4,5 juta Ton. Para petani garam, selama ini masih menggunakan cara konvensional dan tradisional, proses penggaraman menggunakan alat ukur berupa hydrometer baume garam dengan range 0 – 35 secara manual. Hal ini mengakibatkan para petani harus mengukur setiap saat ke lokasi tambak garam. Oleh karena itu perlu adanya alat yang dapat mengontrol dan memonitor nilai kadar garam, Dengan pengggunaan alat tersebut maka proses pemantauan nilai kadar garam dapat berjalan secara cepat, efektif, dan efisien. Penelitian ini menggunakan mikrokontroller ESP8266 berbasis wifi, sensor kadar garam serta sensor suhu dan kelembaban. Sensor kadar garam ditempatkan di air tua dan meja penggaraman, sedangkan sensor suhu dan kelembaban di tempatkan di lokasi penyimpanan garam. Sensor membaca data kadar garam, suhu dan kelembaban kemudian dikirim ke mikrokontroller untuk selanjutnya informasi dapat dipantau setiap saat oleh petani garam. Hasil penelitian ini, sistem control dan monitoring produksi garam dengan menggunakan internet of things ini telah berhasil di uji coba dan mendapatkan hasil yang baik, dapat memonitor dan control produksi garam utamanya adalah kadar garam, suhu dan kelembaban, rata-rata prosentase error sebesar 2,8 % saat mengukur kadar garam air tua, dan sebesar 3 persen saat mengukur kadar garam di meja penggaraman. Sedangkan sistem control nya, kipas menyala sesuai dengan pengaturan yaitu diatas 30 derajat celcius maka kipas akan menyala, selanjutnya kondisi ruang penyimpanan garam dapat berjalan pada suhu optimal sehingga dapat meminimalisir penurunan kadar garam selama penyimpanan.
SISTEM MONITORING PEMAKAIAN DAYA LISTRIK PADA KWH METER MENGGUNAKAN SMS GATEWAY Wirasasmita, Rasyid Hardi; Prihatmoko, Dias; Supriyadi, Mochammad
Jurnal Disprotek Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v13i1.3111

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini, penggunaan tenaga listrik dari tahun ke tahun semakin lama semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyak produk khususnya elektronik yang gencar dikeluarkan oleh produsen asing sehingga kebutuhan akan listrik sudah menjadi kebutuhan sangat vital bagi masing-masing individu atau kelompok. Dikarenakan pelanggan tidak mengetahui berapa beban alat listrik yang digunakan sehingga tidak dapat mengontrol dan monitoring daya yang digunakan tiap harinya pada KWH meter. Dari permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan untuk membuat suatu alat monitoring daya, tegangan dan arus listrik yang digunakan tiap harinya dengan menggunakan Arduino Uno yang nantinya hasil monitoringnya di tampilkan pada LCD 16x2 dan secara berkala mendapatkan pesan SMS Gateway. Board Arduino berfungsi sebagai sistem kontrol pengambilan data, sebelum data tersebut di olah pada server. Terdapat sensor yang berfungsi untuk pengambilan data Ampere dan Voltage yaitu sensor ACS712-30 A dan sensor Tegangan AC ZMPT101B. Untuk SMS Gateway menggunakan Modul GSM SIM800L. Alat ini dapat memonitor pemaikaian daya listrik dan biaya pemakaian daya listrik, hasil output dari kedua data tersebut kemudian di kirim melalui sms gateway setiap 1 hari sekali.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA KOPI BOY MELALUI INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING DI JEPARA Saputro, Heru; Prihatmoko, Dias; Mudiarti, Luky; Aulia, Elza Nur; Choirunisa, Vika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66008

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) was implemented to empower the youth-managed business group “Kopi Boy” in Demaan Village, Jepara Regency. The partner faced key challenges, including limited product innovation, inefficient manual production processes, and conventional marketing practices without digital support. The objective of this program is to enhance production capacity, strengthen product innovation, and improve the partners’ digital marketing skills to compete in the modern beverage market. The implementation methods include socialization, training on product innovation and financial management, the application of production technology (electric grinder and coffee press), digital marketing assistance through social media, and evaluation of program outcomes. The activities were conducted from February to May 2025 at the Kopi Boy coffee shop, involving 10 business group members, 3 lecturers, and 2 students from Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The results show a significant improvement in various business aspects. Production capacity increased from 300 to 800 cups per day, the number of coffee variants expanded from one to ten, and monthly turnover rose by 100%. In terms of marketing, the partner successfully developed a new brand identity and optimized social media platforms, as reflected in the growing number of followers on TikTok, Instagram, and Facebook. In conclusion, this PKM program successfully enhanced the business independence, product creativity, and managerial capabilities of KUB Kopi Boy. In addition to providing direct economic benefits, the program also strengthened the role of youth in the digital-based creative economy and has the potential to be replicated for other youth business groups in Jepara Regency.Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Kopi Boy” yang dikelola oleh pemuda di Desa Demaan, Kabupaten Jepara. Mitra menghadapi permasalahan utama berupa keterbatasan inovasi produk, proses produksi manual yang tidak efisien, dan pemasaran yang masih konvensional tanpa dukungan teknologi digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, kemampuan inovasi produk, dan keterampilan digital marketing mitra agar mampu bersaing di pasar minuman kekinian. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan inovasi produk dan manajemen keuangan, penerapan teknologi produksi (grinder listrik dan coffee press), pendampingan pemasaran digital melalui media sosial, serta evaluasi hasil kegiatan. Kegiatan berlangsung selama Februari–Mei 2025 di kedai Kopi Boy dengan melibatkan 10 anggota mitra, 3 dosen, dan 2 mahasiswa dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai aspek usaha. Kapasitas produksi meningkat dari 300 menjadi 800 cup per hari, jumlah varian kopi bertambah dari satu menjadi sepuluh, serta omzet bulanan naik sebesar 100%. Dari sisi pemasaran, mitra berhasil membangun identitas merek (branding) baru dan mengoptimalkan media sosial, yang terbukti dari peningkatan jumlah pengikut di TikTok, Instagram, dan Facebook. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemandirian usaha, kreativitas produk, dan kemampuan manajerial KUB Kopi Boy. Selain memberikan dampak ekonomi langsung bagi mitra, program ini juga memperkuat peran pemuda dalam ekonomi kreatif berbasis digital dan berpotensi untuk direplikasi pada kelompok usaha muda lainnya di Kabupaten Jepara.