Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Spesies dan Potensi Ikan Air Tawar Sungai Musi Kecamatan Pendopo Barat dan Sungai Benai Kecamatan Megang Sakti Destien Atmi Arisandy; Yunita Wardianti; Mareta Widiya
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 1 (2025): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Musi dan Sungai Benai merupakan sumber perikanan air tawar yang penting bagi masyarakat lokal di Sumatera Selatan. Perbedaan kondisi ekologis di kedua sungai diduga memengaruhi komposisi spesies dan potensi ikan yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan komposisi spesies dan potensi ikan air tawar di Sungai Musi (Kecamatan Pendopo Barat) dan Sungai Benai (Kecamatan Megang Sakti). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei eksploratif dengan teknik pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap tradisional selama dua minggu di masing-masing lokasi. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan potensinya berdasarkan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi memiliki keanekaragaman spesies ikan yang lebih tinggi dibandingkan Sungai Benai. Perbedaan komposisi spesies dan nilai ekonomi ikan menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan lokal sangat memengaruhi potensi perikanan air tawar. Temuan ini penting untuk perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan berbasis wilayah. Hasil penelitian ini didapatkan 13 spesies di sungai musi yang didomonasi oleh 9 jenis ikan konsumsi, 4 jenis ikan tergolong potensi konsumsi dan hias sementara Hasil penelitian ini didapatkan di sungai benai yaitu 11 spesies yang didomonasi oleh ikan konsumsi sebanyak 8 jenis dan ikan hias konsumsi sebanyak 2 jenis.
Eksplorasi Habitat Mollusca Di Sungai Anak Air Kuti, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Nara Dienti Anjini; Winanti Putri Aprilia; Linda Nur Ulfa; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang habitat mollusca di sungai Anak Air Kuti, kecamatan Lubuk linggau Timur I sebagai bioindikator pencemaran air. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan metode, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi menunjukkan terdapat 2 spesies dari kelas Gastropoda. Famili Ampullariidae merupakan kelompok yang ditemukan, yaitu keong mas dan siput air. Indikasi pencemaran di sungai Anak Air Kuti dapat dilihat dari kondisi sungai yang cukup kotor, begitu besar tekanan ekologis yang terjadi di sungai, maka perlu bioindikator kualitas perairan di sungai Anak Air Kuti dalam upaya observasi kualitas air sungai.
Inventarisasi Kupu-Kupu (Lepidoptera) sebagai Indikator Kondisi Habitat di Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara Dea Najla Afifah Afifah; Anisa Aprila; Riri Afrilia; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna dengan tahap telur, larva, pupa, hingga imago. Kupu-kupu berperan penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk serta bioindikator kualitas lingkungan. Keberadaan dan keragaman kupu-kupu sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat seperti ketersediaan tumbuhan pakan, suhu, kelembapan, dan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis kupu-kupu serta mengkaji potensinya sebagai indikator kondisi habitat di Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian dilakukan pada 23 Mei 2026 pukul 09.00–11.00 WIB menggunakan metode jaring penangkap pada beberapa titik pengamatan. Spesimen yang diperoleh kemudian diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi untuk menentukan jenis dan familinya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 18 jenis kupu-kupu yang termasuk dalam 5 famili, yaitu Lycaenidae, Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae, dan Riodinidae. Famili Nymphalidae menjadi yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi habitat di Karang Dapo masih cukup baik dan mendukung kehidupan kupu-kupu, sehingga dapat digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan.
Identifikasi Jenis-Jenis Capung di Area Persawahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Deca Anggraini; Diah Maretta Putri; Tenny Raisa Rahmadani; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jenis capung yang ditemukan di area persawahan Marga mulya kecamatan lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan adalah kulitattif melalui pengamatan di lapangan, penangkapan spesimen menggunakan jaring serangga, dan identifikasi morfologi berdasarkan ciri-ciri tubuh, sayap, warna serta bentuk abdomen yang berada di area persawahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif,dengan cara survei dan pengamatan langsung (tangkap lepas). Hasil penelitian menunjukkan beberapa jenis capung yang berhasil di temukan pada area persawahan sebanyak 3 jenis yaitu Pantala Flavesnes, Orthetrum Sabina, dan Sympetrum sanguineum. Di simpulkan bahwa jenis capung tersebut termasuk dari famili Libellulidae dan ketiga spesies capung ini termasuk dalam subordo Anisopthera. Keberadaan capung di area persawahan mengindikasikan bahwa lingkungan setempat masih cukup baik untuk mendukung keanekaragaman serangga. Capung berperan sebagai predator alami yang membantu mengendalikan populasi serangga kecil di sekitar lahan pertanian. Dengan demikian, identifikasi jenis jenis capung di daerah marga mulya penting sebagai data awal untuk kajian keanekaragaman hayati pertanian.
Inventarisasi Spesies Yang Berpotensi Sebagai Hama Di Sawah Marga Rahayu, Lubuk Linggau Tiara Jesika; Devi Chantika; Devi Anggraeni Cleo; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi spesies yang berpotensi sebagai hama di sawah Marga Rahayu, Lubuk Linggau Selatan ll, dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis organisme yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendata keberadaan siput kebun (Achatina fulica), belalang (Orthoptera), kaki seribu (Diplopoda), dan keong (Mollusca), di area persawahan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, perangkap, identifikasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat kelompok yang berpotensi sebagai hama yaitu bekicot, belalang, kaki seribu, dan keong. Bekicot dan keong dapat merusak bibit padi dengan cara memakan daun muda dan batang muda padi, sementara belalang mengkonsumsi daun secara menyeluruh. Kaki seribu ditemukan merusak akar dan batang dasartanaman padi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat organisme sebagai hama, sehingga di perlukan pendekatan pengendalian hama terpadu yang selektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah.
Identifikasi Lumbricus Terrestris Terhadap Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Sawit Dan Perkebunan Sayur Di Desa Margatani Selvi Andini; Desi Tri Lestari; Rines Ariska; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumbircus Teresstris atau cacing tanah merupakan hewan invertebrata yang tidak mempunyai tulang belakang. Cacing tanah merupakan bioindikator penting terhadap kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepadatan cacing serta menganalisis hubungan kesuburan tanah pada perkebunan sawit dan perkebunan sayur di Desa Margatani. Metode penelitian yang kami gunakan adalah Eksploratif dengan teknik wawancara,observasi di lapangan ,dan dokumentasi melalui pengamatan dikedua tempat. Karakteristik yang kami amati dalam penelitian ini meliputi jumlah cacing tanah yang ditemukan kedua lokasi tersebut, tingkat keasaman tanah (pH),suhu tanah dan kandungan bahan organik yang terdapat di lokasi tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh peran cacing tanah terhadap perkebunan sawit tergolong kurang karena masyarakat sekitar sering menggunakan pupuk kimia,sehingga kandungan bahan organik ditanah menjadi lebih rendah, sedangkan di perkebunan sayur masyarakat masih menggunakan pupuk organik, sehingga kondisi tanah lebih subur dan lebih mendukung aktivitas cacing tanah. Bedasarkan hasil penelitian tim kami menujukkan bahwa keberadaan cacing tanah lebih banyak di perkebunan sayur daripada perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini menunjukan bahwa perkebunan sayur memiliki lingkungan tanah yang lebih subur dan penggunaan pupuk organik yang lebih tinggi,sehingga keberadaan cacing masih tergolong baik sebagai indikator kesuburan tanah.
Inventarisasi Jenis Belalang (Ordo Orthoptera) pada Ekosistem Persawahan di Kelurahan Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Dinda Dwi Putri Dinanti; Della Tri Utami; Meida Anggelina Aulia Fitri; Veni Nurhidaya; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belalang merupakan kelompok serangga dari ordo Orthoptera yang banyak dijumpai pada berbagai tipe habitat, salah satunya pada area persawahan. Keberadaan belalang di area persawahan dipengaruhi oleh ketersediaan vegetasi, kondisi lingkungan, dan aktivitas manusia di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies belalang yang ditemukan di kawasan persawahan Marga Rahayu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei lapangan. Pengamatan dilakukan pada dua area persawahan, yaitu Area A seluas 1 hektar atau 10.000 m² (100 m × 100 m) dan Area B seluas 1.5 Hektar atau 15.000m². Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring serangga (sweep net) dan pengamatan langsung pada vegetasi yang terdapat di lokasi penelitian, serta pengambilan foto belalang dengan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak empat spesies belalang yang tergolong ke dalam dua famili, yaitu famili Acrididae yang terdiri atas Oxya chinensis, Acrida cinerea, dan Valanga nigricornis. Famili Pyrgomorphidae hanya ditemukan satu spesies, yaitu Atractomorpha crenulata. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Oxya chinensis . Keberadaan berbagai spesies belalang di kawasan persawahan Marga Rahayu menunjukkan bahwa habitat persawahan masih mendukung kehidupan belalang sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem.
Analisis Persepsi Siswa SMP Negeri 6 Lubuklinggau Terhadap Keanekaragamaan Hewan Vertebrata Amelia vega Amel; Destien Atmi Arisandy; Mareta Widiya
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the perceptions of students at SMP Negeri 6 Lubuklinggau regarding the diversity of vertebrate animals, focusing on three aspects: knowledge, attitude, and behavior. The research employed a descriptive quantitative method with the population consisting of all seventh and eighth-grade students in the 2024/2025 academic year. Data were collected using a closed-ended questionnaire designed around the three main aspects, and were analyzed by calculating the mean score and percentage through simple frequency distribution. The results show that the overall average score of students’ perceptions is 3.34 with a percentage of 83.55%, categorized as very good. In terms of knowledge, students demonstrated a strong understanding of the basic classification of vertebrates (highest score 3.55), though many still struggled to distinguish characteristics among different groups (3.19). For attitudes, students responded positively to learning, particularly appreciating the enjoyable teaching methods used by teachers (3.52), although some still found vertebrate concepts difficult to grasp (3.19). Regarding behavior, students showed empathy by having experiences of helping injured animals (3.41), but relatively few had opportunities to observe vertebrates directly outside of school (3.27). Overall, the findings indicate that students’ perceptions of vertebrate diversity are highly positive. However, improvements are still needed through the use of visual media, field observations, and guidance in utilizing credible digital learning resources.