Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada Permukiman Mesjid Trienggadeng Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya) Rouzi Amsyal; Cut Dian Fitri; Junia Farma
EKOBIS SYARIAH Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.124 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v4i1.10046

Abstract

Dana Desa memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa dengan pemanfaatan dan pengalokasian yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan alokasi dana desa (ADD) dalam pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan perekonomian desa menurut perspektif ekonomi Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah sekretaris camat, KASI PMG, aparatur desa dan masyarakat Permukiman Mesjid Trienggadeng. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa pelaksanaan program ADD dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat belum efektif karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Dalam pengelolaan ADD, Kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya perpatokan dengan nilai dasar ekonomi Islam yaitu : kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga yang ada di desa, serta keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah merupakan keputusan bersama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Pengelompokan Tingkat Kemiskinan Berdasarkan Dana Otonomi Khusus dan Pengeluaran Perkapita Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Tahun 2012-2016 Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Muhammad Reza Fahlefi
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.485 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i1.9990

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tingkat kemiskinan kelompok, persebaran tingkat kemiskinan, dan gambaran hubungan antara dana otonomi khusus dan pengeluran perkapita terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Aceh tahun 2012-2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data dana outsus Aceh, data pengeluaran perkapita Aceh dan data persentase kemiskinan Aceh tahun 2012- 2016 yang berasal Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh dan sumber lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat kemiskinan adalah metode analisis komponen utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan kelompok dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah. Daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dari tahun 2012-2016 yaitu Kabupaten Gayo Lues, sedangkan daerah dengan kategori tingkat kemiskinan yang rendah dari tahun 2012-2016 yaitu Kota Banda Aceh, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe. Persebaran tingkat kemiskinan Aceh sangat dipengaruhi oleh daerah yang berdekatan. Ada hubungan kuat antara dana otonomi khusus dan pengeluaran perkapita terhadap tingkat kemiskinan ditandai dengan banyaknya kabupaten/kota yang berada pada kuadran I.
Analisis Pengaruh Penduduk Usia Produktif Yang Tidak Bekerja, Zakat, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Aceh Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Chairunnas Chairunnas
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.852 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i2.9996

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengeahui pengaruh jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi atas harga konstan, indeks pembangunan manuisa, realisasi zakat dan proporsi penduduk miskin dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data periode 2011–2015. Teknik analisis yang digunakan berupa regresi data panel, dengan menentukan model regresi terbaik dari ketiga model regresi data panel yaitu common effect model, fixed effect model dan random effect model. Model yang cocok adalah fixed effect model dengan nilai R2 sebesar 97,88%. Uji parsial menunjukkan yang berpengaruh terhadap kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Aceh adalah variabel zakat dan indek pembangunan manusia. Uji simultan menunjukan seluruh variabel jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan zakat berengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan.
Analisis Pengaruh Penyaluran Zakat terhadap Ketimpangan Pendapatan dan Tingkat Kemiskinan di Provinsi Aceh Periode 2007-2017 Cut Dian Fitri; Hafiizh Maulana; Aina Safitri
EKOBIS SYARIAH Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.153 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v2i2.10033

Abstract

Salah satu altermatif untuk mengatasi ketimpangan dan kemiskinan adalah dengan menghimpun dana zakat dan menyalurkan zakat tersebut tepat sasaran. Dengan adanya zakat, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lemah dan mengurangi kemiskinan sehingga terciptanya pembangunan yang merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyaluran zakat terhadap ketimpangan pendapatan dan tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh periode 2007-2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik regresi linear sederhana. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Baitul Mal Provinsi Aceh dan Badan Pusat Statistik periode 2007-2017 yang mencakup data tahunan Provinsi Aceh. Hasil penelitian yang yang dilakukan menunjukkan bahwa penyaluran zakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Aceh dengan nilai signifikasi 0,0014 yang lebih kecil dari tingkat signifikasi 5%. Penyaluran zakat berpengaruh negative dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh dengan nilai signifikasi 0,0006 lebih kecil dari tingkat signifikasi 5%. Disimpulkan bahwa penyaluran zakat berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dan tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh periode 2007-2017.
Pengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Berdasarkan Kasus Kekerasan, Tingkat Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010-2015 Cut Dian Fitri; Winny Dian Safitri; Ovasani Lianda
EKOBIS SYARIAH Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.444 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v3i1.10039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan kabupaten/kota dan pendistribusian jumlah kasus kekerasan, tingkat pengangguran dan indeks pembangunan manusia tahun 2010-2015. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus kekerasan, persentase pengangguran dan indeks pembangunan manusia 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dalam kurun waktu 2010-2015. Teknik analisis yang digunakan berupa analisis non-hierarchical clustering yang didasarkan pada ukuran kemiripan dan nilai jarak terkecil. Hasil analisis dengan metode non-hierarchical clustering menghasilkan 5 cluster dengan jumlah kabuapten/kota yang diperingkatkan menjadi peringkat 1,2,3,4 dan 5. Secara umum kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada rentang tahun 2010-2015 memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat yang berada dalam peringkat mengengah. Kota Sabang dianggap sukses dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena berhasil merangkak maju dari peringkat cluster terendah hingga berada diperingkat cluster tertinggi. Kabupaten/kota yang menempati peringkat terendah selama kurun waktu 2010-2015 dan berada di zona merah adalah Kabupaten Aceh Utara.
The Influence of Capital Market Education, Investment Motivation and Technological Advances on the Interest in Sharia Stock Investment : (Case Study at Investor PT. RHB Sekuritas Indonesia Aceh Representative Office) M. Rinaldi Saputra; Cut Dian Fitri; Azimah Dianah
Proceedings of Femfest International Conference on Economics, Management, and Business Vol. 1 (2023): Proceedings of Femfest International Conference on Economics, Management, and Busines
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the increase in the number of investors from year to year, it causes the level of public interest in investing to also increase. Investment is one of the important roles for economic progress. Advancing the economy in Aceh, one of which is developing investment activities. The interest in investing in Islamic stock investors is allegedly influenced by several factors such as capital market education, investment motivation, and technological advances. This research aims to determine the influence of capital market education, investment motivation, and technological advances on the interest in Islamic stock investment. This research uses a quantitative approach. The results of the study show that: (1) Partial capital market egriation does not affect the interest in sharia stock investment (2) Partial investment motivation does not affect the interest in sharia stock investment (3) While technological advances partially affect the investment interest in Islamic stocks (4) Simultaneously All three of them both influence the interest in Sharia stock investment.
From Fiqh to Finance: Assessing Bitcoin Status in Indonesian Monetary System Nazaruddin A Wahid; Dara Amanatillah; Cut Dian Fitri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.17762

Abstract

The rapid growth of information technology, along with the increasing global digital economy and the public's need for reliable and secure payments, led to the invention of various digital currencies, including cryptocurrency. These currencies are based on the principles of supply and demand, with Bitcoin emerging as the leading crypto. This study aims to analyze the potential and challenges of using Bitcoin as a medium of exchange or commodity in Indonesia. Employing a qualitative approach, the study extensively explores library research methods, gathering data from various scholarly sources, including articles, books, and other relevant documents. The findings reveal that from an Islamic jurisprudence (fiqh) perspective, electronic money is considered a legitimate transactional instrument, similar to physical currency. Any costs incurred during the top-up process are considered as wages or fees (ujrah). If Bitcoin were to attain currency status, it would be subject to regulation under currency exchange laws (al-sarf) and categorized as usury property (al-maal al-ribawi). However, due to the absence of regulatory oversight by Indonesian financial authorities, the use of Bitcoin as a medium of exchange or a commodity does not carry legal implications. This regulatory gap results in more disadvantages than advantages in its implementation.============================================================================================================ABSTRAK – Dari Fikih ke Keuangan: Mengases Status Bitcoin dalam Sistem Moneter Indonesia. Pertumbuhan teknologi informasi yang pesat diikuti perkembangan ekonomi digital global, dan kebutuhan masyarakat akan metode pembayaran yang handal dan aman, memunculkan berbagai mata uang digital, termasuk cryptocurrency. Nilai uang ini didasarkan pada prinsip permintaan (demand) dan penawaran (supply), dimana Bitcoin menjadi mata uang cripto yang paling populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar atau sebagai komoditas di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan data-data dari artikel, buku, dan berbagai sumber ilmiah relevan lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang fikih, uang elektronik dianggap sebagai alat pembayaran yang sah, disamakan dengan uang fisik. Untuk biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses pengisian ulang dianggap sebagai ujrah. Jika Bitcoin berstatus sebagai alat tukar resmi, maka pengaturannya akan berada dalam konteks al-sarf dan dikategorikan sebagai harta ribawi (al-maal al-ribawi). Akan tetapi, OJK sebagai otoritas keuangan di Indonesia telah menerbitkan aturan yang melarang lembaga keuangan menggunakan, memasarkan, dan memfasilitasi perdagangan aset kripto. Meskipun Bitcoin dapat diperdagangkan sebagai komoditas di bawah pengawasan Bappebti Kementerian Perdagangan, ia tidak diakui sebagai instrumen pembayaran di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaannya dalam transaksi keuangan berpotensi menimbulkan lebih banyak kemudharatan dibandingkan kemaslahatan akibat ketiadaan status hukum sebagai alat tukar.  
Implementation of IDZ (Indeks Desa Zakat/zakat village index) on the economic dimension in Alue Batee settlement, Mutiara Timur District, Pidie District Azimah Dianah; Cut Dian Fitri; Zulfakar Zulfakar
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v2i2.5808

Abstract

Abstract Purpose – This study aims to reveal how feasible the Alue Batee settlement is with a total of nine (9) villages in Mutiara Timur District, Pidie Regency being used as zakat villages as measured using the Zakat Village Index. Method – This study uses a mixed method, namely a mixed method with the exploratory sequential design approach in obtaining information with identification related to the Zakat Village Indexs sequentially, this method combines a combination of qualitative and also quantitative. Results – The results of the Zakat Village Index in Alue Batei Settlements Jiem Village (0.26), Cot Kuthang (0.30), Bereueh II (0.36), Dayah Kumba Village (0.38) and Dayah Tanoh Village (0.40) obtain a Poor score or be prioritized to use zakat funds. Other villages, such as UleeTutue Village (0.44), Rambong Village (0.45), Gampong Lada Village (0.48), and Jojo Village (0.54) score quite well or can be considered for assistance using zakat funds. Limitations – This study has limitations in terms of the relatively small number of research subjects, namely 9 villages. Practical Implications – For academics, this research contributes new research results related to the zakat index which has rarely been carried out by previous researchers. As a practical implication, the results of this research can be used as a reference by the government, especially BAZNAS and Baitul Maal which are in Aceh. It is recommended that several programs include assisting village UKM groups to make local products competitive superior products, improve skills training for village youth and women, participate in building BUMDes and assistance to the community.
The Influence of Zakat Knowledge, Tax Knowledge, and Religius on Zakat As a Tax Reduction in The City of Banda Aceh Hafidhah Hafidhah; Cut Dian Fitri; Havna Havna
EKOBIS SYARIAH Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v7i2.20762

Abstract

This research is motivated by Muzakki's perception of Zakat as a tax deduction in Banda Aceh City. This goal can be achieved with various strategies, including increasing knowledge of Zakat, Taxes, and Religiosity in the people of Banda Aceh City. This study measures Muzakki's perceptions of Zakat as a tax deduction in Banda Aceh City. The population in this study was 175 civil servant respondents at the Banda Aceh City Hall office. The data is processed using Structural Equation Modeling (SEM) to determine the effect of the variables. The study results show that Knowledge of Zakat positively and significantly affects Zakat as a tax deduction. The influence of tax knowledge has no significant effect on Zakat as a tax deduction. Religiosity has a positive and significant effect.
Utilization of Social Media as A Business Tool Among Students in The Perspective of Islamic Business Ethics Dianah, Azimah; Fitri, Cut Dian; Hawari, Zakia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jimebis.v5i1.453

Abstract

The utilization of social media refers to the use of digital platforms that enable interaction and sharing of content in the form of text, images, and videos, for various purposes such as communication, marketing, education, and more, including online businesses. Therefore, it is crucial for students who are frequently engaged with social media to maximize its potential for something more productive, such as running a business in accordance with Islamic business ethics. This research aims to explore the role, challenges, and constraints of social media as a business tool among students of the Faculty of Economics and Islamic Business at UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, from the perspective of Islamic business ethics. The study employs a qualitative method with a descriptive approach, conducting in-depth interviews with students actively involved in online business. The informants interviewed for this research include 1 member of PINBIS, 2 academic experts, and 7 students. The results indicate that the utilization of social media as a business tool among students at FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, is well underway but not yet optimal. Not all students can leverage social media as a business tool in line with the perspective of Islamic business ethics, resulting in only a few students starting their online businesses.