Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERAN KATEKIS DALAM TATA PERAYAAN IBADAT SABDA DI PAROKI SANTO PETRUS DAN PAULUS AMPAH Agustinus Jimi Baga; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 7 No. 1 (2021): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v7i1.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran para katekis dalam berkatekese tentang ibadat sabda di Paroki Ampah, sebagai sarana yang dapat membantu umat untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah. Melalui studi ini diharapkan agar para ketekis semakin semangat dan aktif dalam membantu umat untuk mengembangkan pengetahuan iman mereka. Hasil yang didapat melalui penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis, ditemukan bahwa Katekis yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah, memberikan katekese tentang ibadat sabda kepada umat. Melalui penelitian ini, penulis juga melihat bahwa katekis yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah menggunakan menggunakan metode.
PEMAHAMAN ORANG TUA TENTANG PEMBERIAN NAMA BAPTIS KEPADA ANAK DI PAROKI SANTO MIKAEL TAMIANG LAYANG Mareta Karunia; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 6 No. 1 (2020): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v6i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemberian nama baptis kepada anak, mengetahui peran petugas pastoral dalam memberikan pemahaman kepada Orang tua tentang pemberian nama baptis, Menguraikan implikasi bagi karya pastoral katekese tentang pemberian nama baptis kepada anak di Paroki Santo Mikael Tamiang Layang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut: penentuan tema, wawancara dengan informan, profil informan, refleksi, implikasi, sintesis, prospek. Pada penelitian ini penulis menggunakan kedua jenis sumber data yakni sumber data sekunder dan sumber data primer. Informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah orang tua Katolik dan Petugas Pastoral. Hasil penelitian menyatakan bahwa, orang tua Katolik memiliki pengetahuan tentang apa saja nama baptis yang bisa diberikan. Orang tua Katolik menerapkannya dengan memberikan nama baptis kepada anaknya tetapi, orang tua tidak memahami apa kisah dari nama baptis yang diberikan, serta apa yang dapat diteladani dari nama tersebut, sehingga peran dari nama baptis tersebut sama saja tanpa ada perbedaan dengan nama yang lain. Untuk mengatasi hal tersebut, Gereja Katolik perlu berusaha untuk mengadakan program pembinaan, perlu adanya usaha dari gereja paroki untuk membuat program pembinaan bagi orang tua Katolik yang ingin membaptis anaknya oleh petugas pastoral. Setidaknya dengan adanya program tersebut maka pengetahuan dan pemahaman orang tua Katolik semakin bertambah dan dapat diterapkan ketika hendak membaptis sang anak.
RELEVANSI NILAI-NILAI MAMAPAS LEWU BAGI PENGHAYATAN SAKRAMEN TOBAT DALAM GEREJA KATOLIK DI STASI STO. ENGELBERTUS TELUK BETUNG Miraliani Miraliani; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 6 No. 1 (2020): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v6i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sejauhmana nilai-nilai mamapas lewu dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman Kristiani khususnya Sakramen Tobat di Stasi Sto. Engelbertus Teluk Betung. Melalui karya ilmiah ini diharapkan agar semua umat Katolik dapat menyadari pentingnya Sakramen Tobat dan melaksanakan pengakuan dosa agar dapat memperbaiki relasi yang telah rusak akibat dosa serta menjalani kewajibannya sebagai umat yang beriman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Kriteria informan yang baik tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang peneliti perlukan, memiliki kemampuan untuk merefleksikan, pandai mengeluarkan pikiran (pandai berbicara), memiliki waktu untuk diwawancarai, dan berkemauan untuk berpartisipasi. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan tema, percakapan dengan informan, profil informan, refleksi, implikasi, sintesis dan prospek ke depan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa umat Katolik yang ada di Stasi Teluk Betung memiliki pemahaman yang minim tentang Sakramen Tobat. Mereka tidak rutin melaksankan pengakuan dosa dikarenakan tidak ada yang memberi arahan kepada mereka untuk meminta pelayan sakramen (pastor) melaksanakan pengakuan dosa. Mereka di pihak lain mengerti dengan baik budaya mamapas lewu, karena mereka ikut melaksanakannya. Tujuan mamapas lewu yaitu untuk menyadarkan warga kampung akan kesalahan yang telah dilakukan, demikian halnya dengan Sakramen Tobat yang merupakan usaha seorang beriman untuk mengakukan dosanya kepada pelayan sakramen agar memperoleh rahmat pengampunan dan keselamatan dari Allah. Nilai-nilai mamapas lewu yaitu gotong royong, kepatuhan, ketertiban, nilai etik dalam berperilaku, refleksi religius, refleksi aksiologis dan pendidikan. Nilai yang ada di dalam budaya mamapas lewu, dapat memberikan kontribusi bagi penghayatan iman kristiani, khususnya penghayatan Sakramen Tobat. Oleh karena itu, penghayatan nilai-nilai budaya mamapas lewu dapat membantu umat untuk semakin menyadari pentingnya Sakramen Tobat di mana mereka tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Sakramen Tobat tetapi ikut juga berpartisipasi melaksanakan tugas dan kewajiban mereka sebagi umat Katolik yang menjalankan lima perintah gereja, khususnya perintah yang keempat yaitu mengaku dosalah sekurang-kurangnya setahun sekali.
RELEVANSI NILAI RITUS ARUH BAGI PENGHAYATAN UPACARA SYUKUR DALAM GEREJA KATOLIK DI PAROKI AVE MARIA TANJUNG Rumiyati.Y; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu; Titi Christiana
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 5 No. 2 (2019): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v5i2.37

Abstract

This research was conducted to find out the understanding of the Meratus Dayak Catholics in the Parish of Ave Maria Tanjung on the Relevance of the Rite of Aruh for the Eucharistic Ceremony in the Catholic Church at Ave Maria Tanjung Parish. Through this study, it is hoped that Meratus Dayak people preserve the local culture that has been handed down and purify it based on Catholic Church teachings and deepen their faith with cultural adjustment in the thanksgiving of the Catholic Church. The method used in this research is qualitative method using phenomenology approach. Data obtained by interview, observation and documentation. The research steps include, conversation with informant, informant profile, theme determination, implication, synthesis, prospect or possibility that will happen.
PENDAMPINGAN KELUARGA KATOLIK TENTANG SAKRAMEN PERKAWINAN DI STASI SANTO PETRUS CANGKANG PAROKI SANTA THERESIA LISEUX SARIPOI Alberta Ranti; Timotius Tote Jelahu; Silvester Adinuhgra
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 7 No. 1 (2021): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v7i1.38

Abstract

Judul skripsi ini diangkat untuk mengetahui pentingnya pendampingan keluarga tentang sakramen perkawinan di Stasi St. Petrus Cangkang Paroki St. Theresia Liseux Saripoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari buku-buku jurnal, dan skripsi yang cocok dengan penelitian. Langkah-langkah penelitian meliputi penentuan judul skripsi dan hasil penelitian terdahulu yang dapat mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa Pasangan suami istri belum memahami dan menghayati hakekat perkawinan katolik dalam hidup berkeluarga terutama di stasi St. Petrus Cangkang. Hal ini terjadi karena kurangnya pembinaan dan pendampingan tentang perkawinan katolik. Hal ini juga dipengaruhi oleh tenaga pastoral yang ada di stasi St. Petrus Cangkang sehinga pembinaan terhadap keluarga katolik juga kurang diperhatikan. Diharapkan agar pasangan suami istri dapat memahami dan menghayati perkawinan mereka dengan baik. Hal ini diupayakan dengan katekese dan pendampingan tertentu. Progaram pendampngn ini menjadi sangat penting sebab pasangan suami istri memerlukan pendampingan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan iman dalam perkawinannya. Melalui katekese diharapkan agar pasangan suami istri lebih mudah memahami dan menerapkan hidup berkeluarga seturut ajaran dalam perkawinan seperti setia terhadap pasangan mereka masing- masing.
Pendidikan Iman Anak dalam Perkawinan Ekumene di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya Yusefina Yusi Nuris; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 5 No. 2 (2019): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v5i2.41

Abstract

This study aims to understand, describe and analyze children faith education in families who marry in different churches. The focus of his research is the implementation of children faith education that has been carried out by parents of different Churches so far. Identifying the efforts of parents of different Churches, both Catholics and non-Catholics, in overcoming the faith education of their children. explain the form of children faith education given by parents of different Churches. Describe the implications of this study for an ecumenically married couple. In this study the method used is a qualitative method Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using interactive patterns with stages performed 1) gathering information from field data, 2) selecting information based on categories, 3) compiling information in the form of qualitative text and presented in a narrative text, 4) drawing conclusions. The study was conducted at the Cathedral Parish of Santa Maria Palangka Raya Parish. Informants interviewed numbered 8 people consisting of 5 parents who married in different churches and 3 children from couples who married in different churches.
PENANAMAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH DASAR Wiwit Aris Pranata; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum; Timotius Tote Jelahu
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 6 No. 2 (2020): September : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v6i2.42

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas tentang penanaman karakter melalui pendidikan agama Katolik di sekolah dasar. Penulisan skripsi ini melihat pentingnya pendidikan agama Katolik untuk menanamkan karakter kepada siswa. Penulis melihat bahwa kurangnya penanaman nilai karakter di sekolah sehingga banyak siswa yang kurang sopan dan tidak menghargai guru dan siswa lainnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi pustaka yang menelaah tentang teori-teori nilai-nilai karakter dan pendidikan agama Katolik. Pendidikan Agama Katolik merupakan pendidikan yang dapat membuat siswa semakin mengenal imannya. Pendidikan Agama Katolik sangat efektif untuk penanaman nilai karakter karena inti dari pendidikan Agama Katolik adalah penanaman nilai-nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter. Penanaman nilai karakter melalui pendidikan agama Katolik sangan efektif, karena dalam pendidikan Agama Katolik memuat nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada siswa.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR WILAYAH WAYUN PALU REJO Maria Lidya Agustina; Fransiskus Janu Hamu; Timotius Tote Jelahu; Widya Ariyani
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 7 No. 1 (2021): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v7i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penting bagi seorang guru agama Katolik memiliki kompetensi profesional dalam dirinya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar dan sebagai seorang pendidik. Diharapkan seorang guru agama Katolik bertanggung jawab atas tugas mulia yang dipercayakan kepadanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data diperoleh menggunakan model interaktifdengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ada 10 informan dalam penelitian ini, kesepuluh informan dibagi menjadi empat bagian yaitu, guru agama Katolik, kepala sekolah, murid dan pastor paroki. Langkah-langkah penelitian meliputi percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, dan prospek atau kemungkinan yang terjadi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa guru agama Katolik memahami tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang guru. Namun, mereka tidak begitu menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam diri mereka sebagai seorang guru. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru yaitu dengan mengikuti berbagai macam kegiatan dan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL GEREJA DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria
Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. 7 No. 1 (2021): Mei : Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/sepakat.v7i1.47

Abstract

Skripsi ini memiliki tujuan untuk menjelaskan tanggung jawab Gereja sebagai organisasi cinta kasih dalam mengentaskan kemiskinan. Kemiskinan perlu dituntaskan sebab kemiskinan memiliki dampak negatif terhadap kualitas hidup dan perkembangan sumber daya umat. Jika kemiskinan dituntaskan maka akan sangat membantu masyarakat miskin yang terkait. Namun, kemiskinan sulit untuk diselesaikan. Karena itu, Gereja perlu membantu menyelesaikan masalah kemiskinan masyarakat, sekalian juga mewartakan kerajaan Allah. Penelitian ini menggunakan studi Pustaka. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang berkatian dengan tanggung jawab Gereja dan masalah kesejahteraan, serta mengumpulkan beberapa teori yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab persoalan-persoalan berkaitan dengan tanggung jawab Gereja dan masalah kesejahteraan. Dari semua teori yang dikumpulkan lalu penulis mengambil simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan kemiskinan tanpa memandang etnis ataupun agama. Dasar-dasar untuk membantu mengentaskan kemiskinan dapat ditemukan baik dalam Kitab Suci, Dokumen Gereja maupun Katekismus Gereja Katolik. Gereja mengentaskan masalah kemiskinan agar masyarakat memiliki hidup yang lebih baik. Jika masyarakat sejahtera, maka sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat akan turut meningkat, menyebabkan daya saing ekonomi maysarakat juga turut meningkat. Selain pengentasan kemiskinan ini menguntungkan masyarakat yang dibantu, juga menguntungkan Gereja selaku organisasi cinta kasih yang ingin menghadirkan kerajaan Allah dan mewartakan cinta kasih Allah di tengah dunia.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN TINGGI KEAGAMAAN BAGI KARYA PASTORAL KEUSKUPAN PALANGKARAYA Timotius Tote Jelahu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN AGAMA Vol. 2 No. 1 (2021): Mei : SEMNASPA
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Assisi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/semnaspa.v2i1.72

Abstract

STIPAS Tahasak Danum Pambelum (TDP) is a Religious Higher Education under the auspices of the Tahasak Danum Pambelum Foundation of the Diocese of Palangkaraya. The background for the establishment of this Higher Education is the shortage of Pastoral Catechetics for the Diocese of Palangkaraya, especially in the field of education. It is interesting to study whether the presence of Religious Colleges contributes to pastoral work in the Diocese of Palangkaraya. This research is a document study to describe the contribution of Religious Higher Education for pastoral work in the Diocese of Palangkaraya and also in carrying out the mandate of the Act to educate the nation's life. The results of the study show that Religious Colleges have made a positive contribution to pastoral work at the Local Church of the Diocese of Palangkaraya and together with the government have contributed to carrying out the task of educating the nation's life.