Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Integrasi Nilai Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Khitan Anak Laki-Laki di Desa Lamu Olfin Anuke; Sutrisno Mohamad; Renol Hasan
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 3 (2026): February: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/rcbwc946

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic values and local culture in the tradition of male circumcision in Lamu Village as a living socio-religious practice within the community. The background of this study is based on the existence of the circumcision tradition, which is understood not only as a religious obligation but also as a cultural expression that has undergone a process of social adaptation and reinterpretation. The study employs a descriptive qualitative approach through field research using participatory observation, in-depth interviews, and documentation of tradition practitioners, parents, as well as religious and traditional leaders. Data analysis was conducted thematically through data reduction, data presentation, and drawing conclusions with triangulation validation of sources. The research findings indicate that the circumcision tradition functions as a medium for the internalization of Islamic values, a means of religious education for children, and a mechanism for community social integration through symbols, rituals, and collective practices. The integration of religion and culture occurs dialogically through the selection of customary elements that align with Islamic norms. The novelty of this research lies in its empirical explanation of circumcision as a space for socio-religious transformation that demonstrates the harmonization of Islamic identity and local wisdom within the context of rural society.
Pemanfaatan Canva untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Gorontalo Windiani Kadir; Sutrisno Mohamad; Renol Hasan
Arus Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v6i2.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media digital berbasis Canva dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SMA Negeri 2 Gorontalo. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru sejarah dan peserta didik SMA Negeri 2 Gorontalo. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan Canva untuk menyajikan materi secara lebih menarik, visual, dan interaktif dalam bentuk presentasi, infografis, poster, video, serta timeline sejarah. Penggunaan media ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar, keaktifan, kreativitas, dan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah yang bersifat abstrak maupun kronologis. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penggunaan Canva dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, akses internet, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, serta antusiasme peserta didik. Sebaliknya, faktor penghambat yang ditemukan adalah jaringan internet yang kurang stabil, keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh sebagian peserta didik, serta waktu ekstra yang dibutuhkan guru untuk menyiapkan media pembelajaran. Secara keseluruhan, media digital berbasis Canva memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah: Kendala dan Upaya Guru SMA Terpadu Wira Bhakti Salma; Sutrisno Mohamad; Ismaul Fitroh
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i4.2324

Abstract

Pembelajaran sejarah membutuhkan pendekatan inovatif agar peserta didik terlibat aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran sejarah di SMA Terpadu Wira Bhakti, serta mengidentifikasi kendala operasional dan upaya strategis guru dalam mengatasinya. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan dari guru dan siswa melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui prosedur interaktif Miles dan Huberman, serta divalidasi menggunakan triangulasi dan member checking. Temuan menunjukkan bahwa penerapan PBL secara sistematis terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan partisipasi siswa. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kepasifan sebagian siswa, dan kesulitan pendidik merancang masalah historis yang tepat. Untuk mengatasinya, guru melakukan optimalisasi manajemen kelas, kontekstualisasi masalah, variasi media, serta memberikan pendampingan dan motivasi langsung. Menjawab minimnya kajian empiris penerapan PBL pada konteks Kurikulum Merdeka, penelitian ini berkontribusi praktis sebagai referensi bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran sejarah yang adaptif dan menjadi landasan sekolah untuk peningkatan mutu akademik berbasis pemecahan masalah.          
Wise Use of Social Media in the Digital Era at SMP Negeri 7 Gorontalo Moh. Imron Rosidi; Ismaul Fitroh; Renol Hasan; Sutrisno Mohamad; Resmiyati Yunus
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v4i3.4591

Abstract

This community service activity aims to improve the understanding and awareness of students at SMP Negeri 7 Gorontalo regarding the wise use of social media by strengthening their digital literacy, communication ethics, digital security, personal data protection, and ability to verify information. The program was implemented using a participatory approach, beginning with needs assessment, the development of educational materials, interactive workshops, group discussions, case studies, Q&A sessions, and group reflection. Evaluation was conducted qualitatively through observation of student participation, documentation of activities, and feedback gathered throughout the educational process. The results of the activity showed an increase in participants’ awareness of the importance of digital communication ethics, their ability to recognize the risks of spreading unverified information, their understanding of personal data protection, and their commitment to using social media responsibly in their daily lives. Reflections on the activity also revealed that active participant engagement and school support play a crucial role in building a positive and sustainable digital culture. This program provides a participatory digital literacy education model that can be replicated in other educational institutions as a strategy for strengthening students’ digital character in the era of digital transformation.