Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi konflik di tempat kerja pada Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, dengan fokus pada pemahaman ASN terhadap konflik, faktor-faktor penyebabnya, serta strategi penyelesaian yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan kerja Inspektorat Daerah Gowa merupakan fenomena yang wajar dan umumnya bersumber dari kurangnya komunikasi yang efektif, perbedaan persepsi antarpegawai, ketidakseimbangan beban kerja, perbedaan karakter individu, persaingan dalam pekerjaan, ketidakjelasan peran, serta keterbatasan sumber daya. ASN menghadapi konflik tersebut melalui komunikasi terbuka, musyawarah, koordinasi, serta pendekatan kekeluargaan, dan meminta mediasi pimpinan apabila konflik tidak dapat diselesaikan secara mandiri. Dukungan organisasi dan peran kepemimpinan yang netral, terbuka, dan berorientasi pada keadilan terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan mendukung penyelesaian konflik secara konstruktif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi instansi pengawasan pemerintah daerah dalam merancang mekanisme komunikasi internal dan penguatan peran mediasi pimpinan guna mencegah eskalasi konflik serta menjaga efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan.