Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Zona Fleksibilitas Harga Pada Produk Beras Lokal di Lahan Pasang Surut Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito) Hartoni Hartoni; Karimal Arum Shafriani; Yusuf Azis; Ridayati Ridayati; Soraya Noormalasari; Sarbaini Sarbaini
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22352

Abstract

Produksi padi di Kabupaten Barito Kuala sebesar 219.962,68 ton atau 21,36 persen dari total produksi padi di Kalimantan Selatan. Besarnya produksi padi di Kabupaten Barito Kuala didukung dengan potensi lahan sawah yang sangat luas, berupa lahan pasang surut. Potensi besar produksi padi lokal di Kabupaten Barito Kuala ini menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh Kelompok Mayang Maurai di Kabupaten Barito Kuala untuk memberikan nilai tambah pada produk padi, menjadi beras berkemasan, yaitu Beras Cap Jembatan Barito. Selama ini, sistem penetapan harga penjualan Beras Cap Jembatan Barito hanya dengan melalui perhitungan biaya produksi yang dilihat dari harga pokok produksi dengan penambahan keuntungan. Tujuan penelitian untuk menghitung harga pokok produksi, menganalisis kisaran harga yang dapat diterima konsumen, serta menganalisis rentang harga optimum (zona fleksibilitas harga. Responden dari pihak produsen yaitu 3 orang anggota kelompok dan sampel yang diambil dari konsumen dilaksanakan dengan metode convenience sampling sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan yakni Optimal Price Minimum, Customer Price Maximum dan analisis zona fleksibilitas harga. Hasil perhitungan harga pokok produksi Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito dengan pendekatan metode full costing menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi aktual. Range of Acceptable Prices (RAP) yang diterima konsumen terhadap Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito yakni berkisar antara Rp16.857/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Zona fleksibiltas harga pada produk Beras Berkemasan Cap Jembatan Barito sangat kecil yakni terletak pada rentang Rp18.037/kg sampai dengan Rp18.837/kg. Kecilnya zona fleksibilitas, salah satu penyebabnya adalah pengambilan data penelitian dilaksanakan pada saat harga gabah kering giling yang diproduksi berada pada kondisi yang cukup tinggi, sebagai akibat belum adanya panen raya.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Ladang di Desa Tumingki Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ahut Saputra; Mira Yulianti; Karimal Arum Shafriani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i2.24614

Abstract

Produksi padi ladang di Desa Tumingki untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sebagai sumber pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi pengeluaran dan Tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani padi ladang di Desa tersebut. Sampel sebanyak 70 orang dari 227 orang populasi petani, diambil dengan metode Simple Random Sampling, berdasarkan karakteristik petani yang homogen, terutama varietas benih. Hasil penelitian menunjukkan total pengeluaran rumah tangga tahun 2024 sebesar Rp37.585.901, di mana proporsi pengeluaran pangan (47,87%) sedikit lebih rendah daripada non-pangan (52,13%). Berdasarkan indikator ketahanan pangan berdasarkan pangsa pengeluaran pangan, mayoritas rumah tangga (75,71%) tergolong tahan pangan, namun persentase rentan pangan dan kurang pangan yang mencapai 24,29% mengindikasikan perlunya intervensi untuk penguatan terhadap akses pasar dan diversifikasi pendapatan.
Pengaruh Bauran Pemasaran (7P) terhadap Loyalitas Konsumen Produk Sayuran Organik melalui Kepuasan Konsumen Rahmah, Luthfiah Amalia; Rifiana, Rifiana; Shafriani, Karimal Arum
Frontier Agribisnis Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v9i4.16268

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat menuju pola hidup sehat telah meningkatkan permintaan produk pangan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran (Marketing Mix 7P) terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen pada produk sayuran organik di Kebonan Mas Untung, Banjarbaru. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik accidental sampling kepada 81 responden. Data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh elemen bauran pemasaran, hanya Tempat (Place) dan Orang (People) yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen kemudian terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa bagi konsumen sayuran organik lokal, kemudahan akses lokasi dan kualitas pelayanan staf lebih menentukan kepuasan dibandingkan faktor harga atau promosi. Strategi pemasaran sebaiknya difokuskan pada kenyamanan tempat belanja dan keramahan pelayanan untuk membangun loyalitas pelanggan.
PENGENDALIAN HAMA PERTANIAN PADI KELOMPOK TANI HARAPAN BERSAMA MELALUI TEKNOLOGI SMART PEST CONTROLLER Ramadhan, Muhammad Nizar; Zulkarnain, Andry Fajar; Shafriani, Karimal Arum; Rohim, Muhammad Nabil; Akbar, Jamaluddin Muhammad; Aziz, Abdul; Fakhri, Gibrael Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37181

Abstract

Abstrak: Desa Padang Luas merupakan salah satu desa di Kecamatan Kurau yang didominasi sektor pertanian. Kelompok Tani Harapan Bersama merupakan kelompok tani di Desa Padang Luas dan beranggotakan 23 orang. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menerapkan teknologi Smart Pest Controller berbasis energi terbarukan sebagai solusi pengendalian hama ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, keterampilan mitra yang ditingkatkan meliputi kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengendali hama, serta pengambilan keputusan berbasis efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan LED ultraviolet, lampu blitz, kawat listrik tegangan tinggi, dan speaker ultrasonik untuk mengendalikan hama serangga, burung, dan tikus. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, instalasi alat, dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap teknologi pengendalian hama sebesar 102%. Dampak dari penerapan alat ini tercermin dalam menurunnya intensitas serangan hama dan penghematan petani dari sisi ekonomi sebesar Rp 1.568.000. Penggunaan alat ini terbukti tidak hanya menekan penggunaan pestisida, tetapi juga meningkatkan keberdayaan petani dalam menghadapi ancaman hama secara berkelanjutan.Abstract: Padang Luas Village is one of the villages in Kurau Subdistrict that is dominated by the agricultural sector. The Harapan Bersama Farmer Group is a farmer group in Padang Luas Village with 23 members. This activity aims to introduce and apply renewable energy-based Smart Pest Controller technology as an environmentally friendly pest control solution. Through this activity, the partners' skills are improved, including the ability to operate and maintain pest control equipment, as well as make decisions based on cost efficiency and environmental sustainability. This technology utilizes ultraviolet LEDs, flash lights, high-voltage electric wires, and ultrasonic speakers to control insect, bird, and rodent pests. The activity was carried out through socialization, training, tool installation, and evaluation. Pre-test and post-test results showed a 102% increase in farmers' understanding of pest control technology. The impact of implementing this tool is reflected in a decrease in pest attack intensity and economic savings for farmers amounting to IDR 1,568,000. The use of this tool has been proven to not only reduce pesticide use but also increase farmers' resilience in facing pest threats in a sustainable manner.