Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali: Factors Related to Pregnant Women,s Compliance with Consuming FE Tablets in the Working Area of the Kampung Bali Puskesmas Elfiana, Elfiana; Yanuarti, Riska; Oktavidiati, Eva; Febriawati, Henni
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7663

Abstract

Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat  masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.
PEMANFAATAN DAUN SELEDRI DIPEKARANGAN RUMAH UNTUK PENGONTROLAN TEKANAN DARAH DAN MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Fredrika, Larra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyakit hipertensi disederhanakan dengan sebutan tekanan darah tinggi level 140 mm Hg atau lebih dan tekanan darah diastolic pada level 90 mm Hg atau lebih. Hipertensi dapat menyerang hampir semua golongan masyarakat diseluruh dunia, dimana jumlah masyarakat yang mengalami hipertensi semakin bertambah dari tahun ke tahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi diantaranya melakukan kegiatan pengukuran tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan pengobatan atau penanganan untuk menurunkan tekanan darah. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi antara lain monitoring tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, diet sehat dengan kalori yang seimbang melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Kegiatan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi dan mengontrol peningkatan tekanan darah serta membantu masyarakat dalam membudidayakan seledri di Desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Adapun tahapan kegiatanya adalah melakukan pengkajian hipertensi, mengajak masyarakat mengikuti kegiatan senam hipertensi, penyuluhan tentang hipertensi, pemanfaatan tanaman seledri untuk mengontrol tekanan darah, serta pembudidayaan tanaman seledri. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami tentang penyakit hipertensi mulai dari definisi, etiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan diagnostik, pencegahan serta pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan memanfaatkan daun seledri serta terlaksananya budi daya tanaman seledri di pekarangan rumah masyarakat desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara.Kata Kunci : Tekanan Darah, Seledri
IPTEK BAGI MASYARAKAT : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA UNTUK MENCIPTAKAN LANSIA SEHAT DAN MANDIRI (Pemanfaatan Rebusan Air Daun Syzgium Polyanthum) Ferasinta, Ferasinta; Yanti, Lussyefrida; Oktavidiati, Eva; Panzilion, Panzilion
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hipertensi disederhanakan dengan sebutan tekanan darah tinggi level 140 mm Hg atau lebih dan tekanan darah diastolik pada level 90 mm Hg atau lebih (Black & Hawk, 2014). Hipertensi dapat memberikan kontribusi bagi kejadian penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kematian prematur dan cacat.Hipertensi merupakan faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal, stroke dan kematian. Melihat kompleknya permasalahan tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat disimpulkan bahwa apabila tidak dilakukan pengobatan dan pengontrolan tekanan darah maka akan dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh (Suidah, 2011).Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi diantaranya melakukan kegiatan pengukuran tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan pengobatan atau penanganan untuk menurunkan tekanan darah salah satunya rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum).Pada kegiatan ini masyarakat diberikan pendidikan kesehatan tentang apa itu penyakit hipertensi, serta mengontrol tekanan darah masyarakat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta melakukan pelatihan pembuatan rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum). Kata Kunci : Tekanan Darah, Daun Salam
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Wati, Nopia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRheumatoid artritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Penyakit rheumatoid artritis  terjadi di daerah persendian yang paling sering terkena adalah sendi tangan, pergelangan tangan, sendi lutut, sendi siku, pergelangan kaki, sendi bahu serta sendi panggul dan biasanya bersifat bilateral/simetris. Gejala klinik penyakit sendi/ rheumatoid artritis berupa gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan atau kecelakaan dan berlangsung kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kerusakan dan proliferasi pada bagian membran sinovial, sehingga berdampak pada kerusakan tulang, sendi dan deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan  terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang akan membebani  sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid diantaranya melakukan kegiatan pengkajian terkait riwayat penyakit lansia atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan tentang penyakit Arthritis Rheumatoid, pemberian penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid seperti kompres dengan jahe merah hangat dan senam rematik pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.Kata Kunci :Arthritis Rheumatoid, Nyeri
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Sari, Dedeh Puspita; Afriyanto, Afriyanto; Oktavidiati, Eva; Yanuarti, Riska
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8sm20r89

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya di seluruh dunia. Kondisi ini, yang dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Salah satu sasaran global untuk mengatasi penyakit tidak menular adalah mengurangi angka hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030. Tingkat hipertensi bervariasi berdasarkan lokasi geografis dan status ekonomi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dampaknya yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 87 responden diikutsertakan dalam uji chi-kuadrat. Hasil: Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu, ditemukan hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,027), pengetahuan (p-value = 0,034), dan konsumsi garam (p-value = 0,013) dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,738), kebiasaan merokok (p-value = 0,923), dan obesitas (p-value = 0,692) dengan hipertensi. Kesimpulan: Faktor usia, tingkat pendidikan, dan konsumsi garam mempengaruhi prevalensi hipertensi. Disarankan agar individu yang disurvei secara rutin memeriksa tekanan darah mereka untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kata Kunci : Risiko, Penyakit, Hipertensi