Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Sari, Dedeh Puspita; Afriyanto, Afriyanto; Oktavidiati, Eva; Yanuarti, Riska
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/8sm20r89

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya di seluruh dunia. Kondisi ini, yang dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung, stroke, ginjal, dan penyakit lainnya. Salah satu sasaran global untuk mengatasi penyakit tidak menular adalah mengurangi angka hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030. Tingkat hipertensi bervariasi berdasarkan lokasi geografis dan status ekonomi. Kondisi ini menjadi perhatian penting karena dampaknya yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 87 responden diikutsertakan dalam uji chi-kuadrat. Hasil: Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu, ditemukan hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,027), pengetahuan (p-value = 0,034), dan konsumsi garam (p-value = 0,013) dengan kejadian hipertensi. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,738), kebiasaan merokok (p-value = 0,923), dan obesitas (p-value = 0,692) dengan hipertensi. Kesimpulan: Faktor usia, tingkat pendidikan, dan konsumsi garam mempengaruhi prevalensi hipertensi. Disarankan agar individu yang disurvei secara rutin memeriksa tekanan darah mereka untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Kata Kunci : Risiko, Penyakit, Hipertensi
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian TB Paru: Systematic Literature Review Andrean Gueslau; Emi Kosvianti; Eva Oktavidiati; Hasan Husin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2026): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v21i1.10136

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) remains a public health problem in Indonesia. Environmental factors, particularly the physical condition of the house, are suspected to play a role in the transmission of pulmonary TB. This study aims to analyze the relationship between housing physical conditionsincluding ventilation, humidity, lighting, occupancy density, type of flooring, and type of walls and the incidence of pulmonary TB using a systematic literature review approach. Methods: This study employed a systematic literature review by searching for articles in Google Scholar. A total of 20 articles that met the inclusion and exclusion criteria were reviewed. The selection process was conducted systematically based on PRISMA guidelines, followed by data extraction and descriptive analysis to identify patterns of association among variables. Results: The findings indicate that ventilation, humidity, lighting, and occupancy density are the factors most consistently associated with the incidence of ulmonary TB. Most articles reported significant associations (p < 0.05) between inadequate ventilation, high humidity, poor lighting, and high occupancy density and an increased risk of pulmonary TB. Houses that do not meet health standards contribute to a higher likelihood of transmission within households.Meanwhile, the type of flooring and type of walls generally did not show a significant association with pulmonary TB incidence. However, these factors may still act as supporting risk factors when combined with poor housing conditions and low socioeconomic status. Overall, housing physical conditions play an important role in the transmission of pulmonary TB within residential settings. Keywords: Pulmonary tuberculosis, physical housing conditions, systematic literature review.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkolusis Paru Utari Ulandari; Agus Ramon; Eva Oktavidiati; Nopia Wati
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fmhq3612

Abstract

This study aims to identify factors associated with medication adherence among pulmonary TB patients in the Telaga Dewa Public Health Center (Puskesmas) service area in Bengkulu City. This is a quantitative study with a cross-sectional design, conducted in May–June 2025. The sample size was 45 respondents, selected using random sampling from a total of 80 patients. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed a significant association between knowledge (p=1,000), attitude (p=0.01), and family support (p=0.04) with medication adherence among pulmonary TB patients. The conclusion of this study is that the level of knowledge, positive attitude, and strong family support play an important role in improving patient compliance with treatment. Keywords: Attitude, Knowledge, Support, Tuberculosis
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet FE di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali: Factors Related to Pregnant Women,s Compliance with Consuming FE Tablets in the Working Area of the Kampung Bali Puskesmas Elfiana Elfiana; Riska Yanuarti; Eva Oktavidiati; Henni Febriawati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.7663

Abstract

Kepatuhan ibu hamil terhadap tablet Fe berarti mengetahui dan mematuhi penggunaan tablet Fe setiap hari. Data yang di peroleh tahun 2022 terdapat di puskkesmas kampung bali kota bengkulu masih rendahnya data ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, dari 204 jumlah ibu haml, 194 ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe, dan 149 ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe Tujuan penelitian ini adalah untuk mngetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi keju putih pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kampung Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil tersebut ditemukan P-value sebesar 0,125 yang berarti tidak ada hubungan statistik antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.046 yang artinya secara statistik ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil menunjukkan nilai P-Value 0.021 yang artinya secara statistik ada hubungan sikap dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 0.105 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil. Hasil diperoleh nilai P-Value 1,000 yang artinya secara statistik tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu: pengetahuan dan sikap terdapat hubunga, dukungan keluaraga dan peran tugas kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan. Disarankan bagi Puskesmas untuk lebih meningkatkan penyuluhan, mengingat  masih banyak ibu hamil yang menganggap anemia merupakan hal tidak membahayakan, namun anemia, merupakan penyakit yang berbahya bagi ibu hamil bahkan bisa menyebabkan kematian.
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT Andri Kusuma Wijaya; Eva Oktavidiati; Nopia Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRheumatoid artritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Penyakit rheumatoid artritis  terjadi di daerah persendian yang paling sering terkena adalah sendi tangan, pergelangan tangan, sendi lutut, sendi siku, pergelangan kaki, sendi bahu serta sendi panggul dan biasanya bersifat bilateral/simetris. Gejala klinik penyakit sendi/ rheumatoid artritis berupa gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan atau kecelakaan dan berlangsung kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kerusakan dan proliferasi pada bagian membran sinovial, sehingga berdampak pada kerusakan tulang, sendi dan deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan  terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang akan membebani  sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid diantaranya melakukan kegiatan pengkajian terkait riwayat penyakit lansia atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan tentang penyakit Arthritis Rheumatoid, pemberian penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid seperti kompres dengan jahe merah hangat dan senam rematik pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.Kata Kunci :Arthritis Rheumatoid, Nyeri
Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan dalam Rangka Penerbitan Izin Edar Pirt (Produk Industri Rumah Tangga) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Wulan Angraini; Via Dariska Ulandari; Eva Oktavidiati; Hasan Husin; Riska Yanuarti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.22082

Abstract

ABSTRACT Distribution licenses for Household Industry Products (PIRT) are issued by the North Bengkulu Regency Health Office, which carries out food safety monitoring. In order to guarantee that food items made by home enterprises are safe for people to eat, food safety oversight is essential. Research techniques used in this project include documentation studies, in-depth interviews, and observations, all part of a descriptive qualitative approach. Policies, resources, procedures, and supervisory outcomes are examined using the CIPP (Context, Input, Process, and Product) assessment paradigm. Inquiry into the North Bengkulu Regency Health Office's Food Safety Supervision Program as It Relates to the Distribution Permitting of Pirt (Household Industry Products). This study use a qualitative descriptive methodology to conduct an evaluation. The purpose of this study is to use the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model to define, analyze, and evaluate the North Bengkulu District Health Office's food safety monitoring program for PIRT distribution licenses. Even though it was founded on relevant rules, the study is still facing a number of challenges, including a lack of operating funds, human resources, and food safety training materials for business players. Unfortunately, not all business actors have been able to participate in the Food Safety Extension Training (PKP) program because of restrictions on quotas and distribution medium. To provide thorough and sustainable supervision, it is necessary to enhance education, digitize information, and foster cross-sector synergy, even if more business actors are acquiring PIRT licenses. The goal of this research is to encourage more businesses to take responsibility for managing PIRT permits so that consumers may buy items made by these companies with peace of mind. Referring to national rules like the BPOM Regulation and the Minister of Health Regulation, the policy environment for food safety monitoring has a solid legal and regulatory foundation. At this time, there is insufficient infrastructure, human resources, financial backing, and officer technical knowledge to reach all PIRT business actors to their full potential. Following established protocols, the monitoring process has progressed through notification, document validation, field inspections, technical assistance, and final permit issuance recommendations. Businesses are now more conscious of the need of food safety requirements, and the number of PIRT permits has grown, according to monitoring. Keywords : Supervision, Food Safety, Distribution Permit, PIRT, Health Service, CIPP Evaluation.ABSTRAK Izin edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, yang melaksanakan pemantauan keamanan pangan. Untuk menjamin keamanan pangan yang dihasilkan oleh usaha rumah tangga, pengawasan keamanan pangan sangat penting. Teknik penelitian yang digunakan dalam proyek ini meliputi studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi, yang semuanya merupakan bagian dari pendekatan kualitatif deskriptif. Kebijakan, sumber daya, prosedur, dan hasil pengawasan dikaji menggunakan paradigma penilaian CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk). Penyelidikan Program Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Terkait Perizinan Edar PIRt (Produk Industri Rumah Tangga). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk melakukan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk) untuk mendefinisikan, menganalisis, dan mengevaluasi program pemantauan keamanan pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara untuk izin edar PIRT. Meskipun didasarkan pada aturan yang relevan, studi ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kurangnya dana operasional, sumber daya manusia, dan materi pelatihan keamanan pangan bagi pelaku usaha. Sayangnya, belum semua pelaku usaha dapat mengikuti program Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) karena keterbatasan kuota dan media distribusi. Untuk memberikan pengawasan yang menyeluruh dan berkelanjutan, diperlukan peningkatan edukasi, digitalisasi informasi, dan sinergi lintas sektor, meskipun semakin banyak pelaku usaha yang telah memperoleh izin PIRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha agar bertanggung jawab dalam mengelola izin PIRT sehingga konsumen dapat membeli produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan tenang. Merujuk pada peraturan nasional seperti Peraturan BPOM dan Peraturan Menteri Kesehatan, lingkungan kebijakan untuk pemantauan keamanan pangan memiliki landasan hukum dan peraturan yang kuat. Saat ini, infrastruktur, sumber daya manusia, dukungan finansial, dan pengetahuan teknis petugas belum memadai untuk menjangkau seluruh pelaku usaha PIRT secara maksimal. Sesuai protokol yang telah ditetapkan, proses pemantauan telah berjalan melalui notifikasi, validasi dokumen, inspeksi lapangan, pendampingan teknis, dan rekomendasi penerbitan izin akhir. Pelaku usaha kini semakin sadar akan pentingnya persyaratan keamanan pangan, dan jumlah izin PIRT telah meningkat, menurut hasil pemantauan. Kata Kunci: Pengawasan, Keamanan Pangan, Izin Edar, PIRT, Dinas Kesehatan, Evaluasi CIPP.