Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Melalui Penerapan Teknologi Smart Sprinkler Irrigation Hybrid System Berbasis Voice Recognition Dalam Pengembangan Agrowisata Modern Guna Mendukung Asta Cita Pembangunan Desa Berkelanjutan Fitria, Liza; Fadillah, Nurul; Novianda, Novianda; Muttaqin, Khairul; Ihsan, Ahmad; Fadhilla, Cut Alna
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1713

Abstract

Desa Suka Rahmat merupakan salah satu desa di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang yang berjarak 13 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang. Desa Suka Rahmat memiliki Luas 2,29 Km2 yang terbagi menjadi 4 dusun, yaitu dusun Damai, Pawitan, Rejo dan Suka Maju dengan jumlah penduduk sebanyak 1.651 jiwa. Mayoritas masyarakat yang tinggal di desa Suka Rahmat Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan berkebun. Kelompok Tani Kita Jaya merupakan salah satu kelompok tani produktif yang secara aktif memanfaatkan hasil pertanian melalui usaha pertanian berbasis agrowisata jambu kristal. Ironisnya pertumbuhan dan hasil tanaman jambu kristla sangat memprihatinkan dan terkesan tidak terkelola sebagaimana mestinya. Permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani Kita Jaya dalam pengembangan usaha meliputi; 1) Terbatasnya terknologi produksi; 2) Terbatasnya pengetahuan terkait budidaya Jambu Kristal; 3) Terbatasnya pengetahuan terkait sistem manajemen dan pemasaran; dan 4) Terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam pengembangan bisnis. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan pengembangan teknologi modern berupa Smart Sprinkler Irrigation System yang dapat secara signifikan membantu kelompok tani meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta mengurangi risiko kekurangan air serta tidak meratanya penyiraman tanaman jambu kristal. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, perancangan dan persiapan alat, uji coba, pelatihan, pendampingan, hingga penerapan langsung di lahan persawahan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna terhadap Smart Sprinkler Irrigation System mencapai rata-rata 87,93%. Fakta ini menggambarkan bahwa teknologi ini layak diterapkan untuk meningkatkan efektivitas penyiraman tanaman jambu kristal, serta memiliki potensi memberikan dampak positif dalam usaha agrowisata tanaman jambu kristal. Dengan penerapan inovasi ini, kelompok tani dapat lebih mudah mengatasi hambatan yang dihadapi, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat petani secara berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Gema Dalam Pengawasan Mutu Infrastruktur Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Partisipatif Putranto, Alan; Suratmin, Suratmin; Purnomo, Julyan; Hanif Faisal, Muhammad; Kurnila, Nely; Kamil, Firmanilah; Ravi, Ahmad; Aida, Nur; Putrini R. Harahap, Saima; Muttaqin, Khairul; Rabiya, Rabiya; Umi Kalsum, Syf.; ‘Ain, Hurul; Mastura, Syf.
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/j6pg4929

Abstract

Gema Village, located in Simpang Dua District, Ketapang Regency, has significant potential in agriculture and plantation sectors but faces challenges in infrastructure quality control. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen the technical capacity of village officials and the community in conducting effective, transparent, and sustainable construction quality supervision. The implementation methods include quality policy socialization, case-based technical training, application of on-site quality checklist systems, direct mentoring during construction activities, and performance-based evaluation. The results indicate a notable improvement in technical knowledge (from 54.3% to 79.4%), ability to create quality checklists (from 35% to 85%), and participant satisfaction (92%). The Village Empowerment Institution (LPM) is now capable of performing independent and documented quality control. The study concludes that nonformal education-based approaches significantly enhance technical literacy and infrastructure governance in rural areas. It is recommended that similar programs be conducted periodically with cross-institutional collaboration to ensure sustainability and replication of the PKM model in other villages.
Peningkatan Produksi Udang Kualitas Tinggi Melalui Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Tambak Terintegrasi Muttaqin, Khairul; Ihsan, Ahmad; Fitria, Liza
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3185

Abstract

Budidaya udang telah menjadi sektor yang strategis dalam perekonomian akibat permintaan yang terus meningkat terhadap udang berkualitas tinggi. Dalam upaya untuk menghadapi tantangan tersebut, peningkatan efisiensi operasional dalam tambak udang menjadi kritis. kegiatan ini membahas pengembangan sistem informasi manajemen tambak sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan produksi udang berkualitas tinggi. Sistem informasi manajemen tambak mencakup integrasi teknologi informasi dalam proses budidaya udang, dari pengelolaan pakan hingga pemantauan lingkungan tambak. Melalui implementasi sistem informasi manajemen tambak, petani dapat mengoptimalkan pemberian pakan dengan mengidentifikasi pola makan udang yang lebih baik. Selain itu, pemantauan terhadap kondisi lingkungan memungkinkan pengendalian penyakit lebih efektif, mengurangi risiko kematian massal yang berdampak pada produktivitas. Dengan demikian, kegiatan ini menggarisbawahi manfaat sistem informasi manajemen tambak dalam mencapai peningkatan produksi udang berkualitas tinggiTop of Form . Metode pelaksanaan PKM ini terdiri lima tahap, yaitu; (1)Koordinasi dan sosialisasi kegiatan; (2)Pelatihan; (3)Pendampingan; (4)Monitoring dan evaluasi kegiatan; dan (5)Penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil dari kegiatan ini masyarakat mitra mengalami peningkatan produksi udang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Dengan memadukan teknologi informasi dalam budidaya udang, artikel ini mendorong para pelaku industri untuk mengadopsi pendekatan inovatif guna memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Pengaruh Pancasila Terhadap Kehidupan Beragama dan Nasionalisme di Lingkungan Kampus Politeknik Negeri Ketapang Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan Selvianti, Isye; Nopriyanti, Marisa; Muttaqin, Khairul
JUSTITIA JURNAL HUKUM Vol 10 No 1 (2026): Justitia jurnal Hukum (Article in Press)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justitia.v10i1.27837

Abstract

This study aims to examine, from both juridical and sociological perspectives, the implementation of Pancasila values in religious life within higher education institutions, as well as to analyze the role of Pancasila as a fundamental legal norm in fostering interreligious tolerance and strengthening nationalism among university students. As the state ideology, the source of all sources of law, and the philosophical foundation of the Indonesian legal system, Pancasila occupies a strategic position in shaping national character, particularly within the context of social interaction and religious life in higher education. This research employs a normative–empirical legal research method using statutory, conceptual, and sociological approaches. The research subjects consist of students from the Agro-Industrial Technology Study Program at the Ketapang State Polytechnic, with samples drawn from second-, fourth-, and sixth-semester students. The data are analyzed to assess the relationship between the normative legal framework of Pancasila and its practical implementation in campus religious life. The findings indicate that religious diversity within the higher education environment does not result in significant conflict, as Pancasila values have been substantively internalized in students’ attitudes and behavior. Pancasila functions not merely as an ideological principle but also as an effective normative legal guideline in cultivating a culture of tolerance and reinforcing students’ sense of national identity and nationalism. These findings are consistent with the constitutional mandate, particularly Article 31 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, as well as the objectives of national education as regulated under the prevailing laws and regulations.