Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Religious Dialogue and Astronomy from the Perspective of Indonesian Muslim Scholars Royyani, Muh Arif; Kibtyah, Maryatul; Adeni, Adeni; Rofiuddin, Ahmad Adib; Machzumy, Machzumy; Kholis, Nor
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 7, No 1 (2023): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v7i1.12406

Abstract

Dialogue between religion and science is a necessity, because both of them can mutually reinforce the sources of Islamic law. The astronomical approach in the study of hadith makes a significant contribution to the development of astronomy. This article aims to examine the thoughts of an Indonesian Muslim scholar, namely Syamsul Anwar, who offers the concept of the interconnection of astronomy with hadith (especially astronomical hadith). This type of research is a literature by conducting a descriptive analysis of Syamsul Anwar's thoughts. The results of the study show that his contribution to the study of astronomy through an astronomical approach is able to strengthen understanding of the position of a hadith not only from a shari'ah perspective but at the same time being able to explain the meaning of a text using scientific principles (science). The study shows the importance of contextualization and interconnection between Islamic scholarship and other scientific fields. Thus, the efforts that have been made by Syamsul Anwar further strengthen the importance of dialogue between religion and science
Wudhu Sebagai Metode Psikoterapi dalam Mengatasi Kecemasan Khoirunnisak, Itak; Fattah, Daksa Muhammad; Andreansyah, Ricy Steve; Kibtyah, Maryatul
Spiritualita Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v8i2.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas wudhu sebagai metode psikoterapi Islam untuk mengatasi kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada subjek pengidap kecemasan pasca perceraian. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi mendalam dengan subjek penelitian yang mengalami kecemasan akut pasca perceraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Wudhu adalah terapi air dalam Islam yang memiliki manfaat psikologis dan fisiologis bagi tubuh dan pikiran. 2) Wudhu dapat digunakan sebagai metode psikoterapi Islam untuk mengatasi kecemasan, khususnya kecemasan situasional yang disebabkan oleh peristiwa atau situasi yang menimbulkan stres, ketakutan, atau kekhawatiran yang berlebihan. 3) Wudhu dapat membantu seseorang untuk menjernihkan pikiran, menyejukkan hati, mengurangi stres, rasa khawatir, marah, dan gugup, meraih ketenangan, keseimbangan, dan kedamaian jiwa, meningkatkan kepercayaan diri, harga diri, dan rasa optimis, serta memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungan atau warga. 4) Hasil penelitian terhadap subjek penelitian menunjukkan bahwa wudhu dapat efektif membantu subjek penelitian mengatasi kecemasannya dan mendapatkan kesejahteraan psikologis dan sosial yang lebih baik. Subjek penelitian yang pada dasarnya beragama Islam sudah terbiasa melaksanakan wudhu. Sehingga proses terapi yang ia lakukan bisa berjalan setiap hari secara rutin. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya psikoterapi Islam, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang mengalami kecemasan.
Classical guidance services think pair share method in increasing student self-confidence Anggilina Prasetyasari; Dewi, Widya Novi Angga; Haksasi, Banun Sri; Kibtyah, Maryatul; Hidayat, Rahmawati
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2025.6.1.27073

Abstract

Purpose – The purpose of this research is to find out how applying classical guidance services with the Think Pair Share method increases the confidence of students in class X TKP 1 at SMK Negeri 7 Semarang. Method – This research used a quantitative approach and Guidance Action Research (PTBK) method. The research subjects were 36 class X TKP 1 students, and the research location was held at SMK Negeri 7 Semarang. The data analysis used a Paired T-Test. Result – The results showed that the think-pair share method in classical guidance services effectively increased the self-confidence of students in class X TKP 1 at SMK Negeri 7 Semarang. This improvement can be seen from various indicators, such as confidence in self-ability, courage to express opinions, and ability to socialise. Implication – The result of this research is expected to provide a new variation for counselling teachers in conducting classical guidance learning with the think-pair share method, where this method can increase self-confidence in students. Originality/Value – This research is a research that discusses the implementation of classical guidance services using the think-pair share method to increase self-confidence in students. *** Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan klasik dengan metode Think Pair Share dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X TKP 1 di SMK Negeri 7 Semarang. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode Penelitian Tindakan Bimbingan (PTBK). Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X TKP 1, dan lokasi penelitian dilakukan di SMK Negeri 7 Semarang. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode think-pair share dalam layanan bimbingan klasik secara efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas X TKP 1 di SMK Negeri 7 Semarang. Peningkatan ini dapat dilihat dari berbagai indikator, seperti kepercayaan diri dalam kemampuan diri, keberanian untuk mengemukakan pendapat, dan kemampuan bersosialisasi. Implikasi – Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan variasi baru bagi guru bimbingan konseling dalam melaksanakan pembelajaran bimbingan klasik dengan metode think-pair share, di mana metode ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas implementasi layanan bimbingan klasik menggunakan metode think-pair share untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Analysis of the Values of Preaching and Community Sincerity in the Ritual of Ruwat Dreadlocks in Dieng Kulon Village, Batur District, Banjarnegara Regency Arrusida, Febrianis Dea; Kibtyah, Maryatul
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.924

Abstract

This study aims to analyse the da'wah value of sincerity manifested in the Ruwat Rambut Gimbal ritual in Dieng Kulon Village, Batur District, Banjarnegara Regency. Through a phenomenological qualitative approach, data were obtained from observation, in-depth interviews with traditional leaders and the community. The results showed that the da'wah value of sincerity is reflected in various aspects of the ritual, from preparation to implementation. The sincerity of the community can be seen in the sacrifice of time, energy, material, as well as in the implementation of various ritual stages such as footsteps, cultural carnival, tanning, hair cutting, and hair throwing into Telaga Balekambang. The value of sincerity is also reflected in the willingness of the community to fulfil the requests of dreadlocked children before hair cutting, as well as the involvement of religious leaders in the recitation and prayers that accompany the procession. This ruwatan tradition not only maintains the cultural heritage of the ancestors, but also becomes a means of cultural da'wah, where the community embodies Islamic values in real actions that are sincere and selfless. Thus, the Ruwat Rambut Gimbal ritual in Dieng Kulon represents a form of da'wah bil-hal that blends with community life, making the value of sincerity a spiritual, social and cultural foundation.
Antenatal counseling to ensure the quality of life of toddlers to be free from stunting towards a golden Indonesia in 2045 Wangsanata, Susana Aditiya; Kibtyah, Maryatul; Rahayu, Sucik; Lukman Khakim, Ahmad; Andres Sanjaya, Lari; Jauro, Alfa
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.2.22967

Abstract

Purpose –  The purpose of this study was to determine the impact of antenatal counseling on the quality of life of toddlers in order to realize the golden generation in 2045 in Indonesia. Method - This research method is library research, which is collecting various library data to solve stunting problems in Indonesia. Data collection techniques are collecting and identifying documents, reading and analyzing documents, synthesis and analysis, then drawing conclusions. The data analysis technique uses content analysis, which is an in-depth discussion of the contents of written information on the data that has been collected.. Result - The results of this study found that antenatal counseling can be an alternative solution to the problem of stunting in Indonesia. This is proven by several indicators, including, during antenatal counseling, pregnant women gain insight into PHBS during pregnancy. With PHBS insight, it can guarantee the quality of life during pregnancy and post-pregnancy. By maintaining PHBS during pregnancy and post-pregnancy, it can minimize toddler infections that interfere with digestion, causing nutritional failure and resulting in stunting.  Implication –  Antenatal counseling has an impact on the insight of pregnant women about the procedures for Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) during pregnancy and post-pregnancy. By knowing the insight of PHBS, it can prevent infections in toddlers so that it can guarantee a good quality of life. Originality – Antenatal counseling provides knowledge for pregnant women on how to maintain physical and mental condition during pregnancy. This research is a research that has never been published in any form. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak konseling antenatal terhadap kualitas hidup balita dalam rangka mewujudkan generasi emas pada tahun 2045 di Indonesia. Metode - Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan berbagai data kepustakaan untuk memecahkan masalah stunting di Indonesia. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi dokumen, membaca dan menganalisis dokumen, sintesis dan analisis, kemudian menarik kesimpulan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi, yaitu pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atas data yang telah dikumpulkan. Hasil - Hasil penelitian ini menemukan bahwa konseling antenatal dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan stunting di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator, diantaranya, pada saat konseling antenatal, ibu hamil mendapatkan wawasan tentang PHBS selama kehamilan. Dengan adanya wawasan PHBS, maka dapat menjamin kualitas hidup selama kehamilan dan pasca kehamilan. Dengan menjaga PHBS selama kehamilan dan pasca kehamilan, dapat meminimalisir infeksi balita yang mengganggu pencernaan sehingga menyebabkan gagal gizi dan mengakibatkan stunting.  Implikasi - Konseling antenatal berdampak pada wawasan ibu hamil tentang tata cara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama kehamilan dan pasca kehamilan. Dengan mengetahui wawasan PHBS, maka dapat mencegah terjadinya infeksi pada balita sehingga dapat menjamin kualitas hidup yang baik. Keaslian - Konseling antenatal memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental selama kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun.
Penyuluhan Agama Islam di Lapas Wanita Kibtyah, Maryatul; Astuti, Risma Hesti Yuni; Putri, Salsabila Ade
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 2, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i2.26434

Abstract

Abstract: Prisoners are a number of people who carry out guidance and guidance for a certain period of time due to crimes or mistakes they made in the past before returning to the community and their families. Mistakes and crimes that have been committed can be due to a lack of knowledge and faith in Allah SWT. An important factor forming morals in humans is Islamic religious education. So to realize this, guidance is needed related to behavior, faith, and Islam. Prisoners really need moral development. This is because inside and outside prisons have bad morals. The cause can be due to several things including a lack of attention and affection from those closest to him and his life experiences. Counseling programs in prisons are felt to be very necessary for inmates. The goal is to get back on the path of truth and prove society's stigma about prisoners that they can change for the better than before. In the extension program, of course, there are strategies used to achieve the objectives of the Islamic religious education. The strategies used include lectures, learning the Qur'an, discussion methods, to self-reflection methods. Through this Islamic religious education program, it is hoped that inmates can receive it well so that the problems they face both personal and religious problems can be resolved properly. Elements of Islamic religious education are methods, mad'u, and support from the families of the prison residents themselves. Feelings of regret, guilt and sin which in turn become the cause of behavioral changes for prisoners. Based on the strategy used in religious counseling in women's prisons, the results obtained are an increase in understanding of the Islamic religion for prisoners.Abstrak: Narapidana adalah sejumlah orang yang menjalankan bimbingan dan binaan pada kurun waktu tertentu yang diakibatkan karena kejahatan ataupun kesalahan yang dibuatnya pada tempo dulu sebelum kembali lagi kepada masyarakat dan keluarganya. Kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keimanan pada Allah SWT. Faktor penting pembentuk moral pada manusia adalah pendidikan agama Islam. Maka untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan bimbingan terkait dengan tingkah laku, keimanan, dan keislaman. Narapidana sangat membutuhkan pembinaan akhlak. Hal ini dikarenakan dalam di luar Lapas memiliki akhlak yang kurang baik. Penyebabnya dapat dikarenakan beberapa hal diantaranya kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya maupun pengalaman hidupnya. Program penyuluhan di Lapas dirasa sangat perlu bagi para narapidana. Tujuannya adalah agar dapat kembali pada jalan kebenaran dan membuktikan stigma masyarakat tentang narapidana bahwa mereka dapat berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.Dalam program penyuluhan tentu saja terdapat strategi yang digunakan untuk mencapa itujuan dari penyuluhan agama Islam tersebut. Strategi yang digunakan diantaranya melaluiceramah, pembelajaran Al-Qur’an, metode diskusi, hingga metode muhasabah diri.Melalui program penyuluhan agama Islam ini diharapkan narapidana dapat menerima dengan baik agar permasalahan yang dihadapi baik mengenai permasalahan personal maupun agama dapat teratasi dengan baik. Unsur penyuluhan agama Islam adalah metode, mad’u, dan dukungan dari keluarga penghuni Lapas itu sendiri. Rasa menyesal, bersalah dan berdosa yang selanjutnya menjadi sebab perubahan perilaku bagi narapidana.Berdasarkan strategi yang digunakan pada penyuluhan agama di Lapas Wanita makahasil yang didapat adalah adanya peningkatan pemahaman terhadap agama Islam bagi narapidana.
Religious Extension Methods for Adult Community in Somawangi Village, Banjarnegara District Kibtyah, Maryatul; Hanifah, Ayuk; Oktaviana, Ajeng Meli; Setyoningsih, Lilis
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 1, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i1.26691

Abstract

Abstrak: Dengan adanya perkembangan zaman memberikan pengaruh terhadap kemajuan pembangunan, tidak luput dari hal ini termasuk juga dalam kualitas manusia pembangunan untuk menghasilkan generasi pembangunan yang berkualitas diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kualitas penyuluhan. Dalam usaha membangun manusia pembangunan merupakan hal yang sangat penting termasuk memberikan penyuluhan bagi komunitas dewasa, karena pada proses penyuluhan ini harus disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan laju pembangunan bangsa. Penyuluhan bukan hanya diberikan melalui lembaga pemeritah yang berpaku pada kebijakan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, namun lebih dari itu komunitas dewasa juga bisa mendapatkan penyuluhan seperti terjun langsung di lapangan atau di luar lembaga pemerintah. Penyuluhan dapat diberikan pada komunitas dewasa dalam usaha menghasilkan manusia pembangunan, namun pada kenyataannya memberikan penyuluhan bagi komunitas dewasa tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya, untuk memberikan penyuluhan pada komunitas dewasa dapat dilakukan dengan berbagai metode dan strategi penyulahan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi serta metode penyuluhan yang tepat bagi komunitas dewasa. Adapun metode yang digunakan yakni metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa metode penyuluhan bagi komunitas dewasa bisa dilakukan dengan penyuluhan lebih banyak tercipta diskusi dan aksi dibandingkan hanya mendengarkan ceramah penyuluh.Abstract: With the development of the times, it has an influence on the progress of development, including the quality of human development. To produce a quality generation of development, serious attention is needed to the quality of counseling. In an effort to build human development is very important, including providing counseling for adult communities, because the extension process must be adjusted and developed in accordance with the pace of national development. Extension is not only provided through government institutions that adhere to policies set by the government, but more than that, adult communities can also get extension such as directly in the field or outside government institutions. Extension can be provided to adult communities in an effort to produce human development, but in reality providing extension for adult communities is not easy. There are many things that must be considered in its implementation, to provide extension to adult communities can be done with various methods and strategies of extension needed. This study aims to reveal the strategies and methods of counseling that are appropriate for adult communities. The method used is descriptive qualitative method with a case study approach. The results of this study found that the method of extension for adult communities can be done by extension more created discussions and actions rather than just listening to extension workers.
Opportunities and Challenges of the Religious Extension Profession in the Digital Age Kibtyah, Maryatul; Mufidah, Dzurratul Lailil; Astuti, Nur Winda
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 10 No. 2, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i2.27222

Abstract

Abstrak: Perkembangan zaman yang semakin canggih, perkembangan iptek yang semakin modern, ditandai dengan penggunaan internet di dunia sudah sangat luar biasa. Pengguna aktif media sosial sekarang di Indonesia ini lebih dari 100 juta populasi dalam mengaksesnya. Media digital dengan segala kemudahan mendorong manusia mengalihkan aktivitas hidup melalui perangkat digital. Tidak terkecuali aktivitas keagamaan. Aspek-aspek sosial keagamaan dapat dilakukan melalui media digital di antaranya penyuluhan agama. Penyuluhan agama dapat dikatakan sebagian dari dakwah, yaitu proses penyampaian ajaran Islam yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki keterampilan di bidangnya guna memberikan bimbingan dan penyuluhan baik berupa pembinaan ataupun pemberdayaan kepada masyarakat luas. Penyuluh agama menggunakan digital sebagai peluang untuk melakukan melakukan aktivitasnya terhadap masyarakat. Sekalipun menjadi tantangan tersendiri untuk profesi penyuluh agama yang mana harus benar-benar menguasi ilmunya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami peluang serta tantangan penyuluh di era digital.Abstract: The development of an increasingly sophisticated era, the development of increasingly modern science and technology, is marked by the use of the internet in the world which is extraordinary. Currently active users of social media in Indonesia have more than 100 million people accessing it. Digital media with all its convenience encourages people to divert their life activities through digital devices. Religious activities are no exception. Social and religious aspects can be carried out through digital media, including religious extension. Religious extension can be said to be part of da'wah, namely the process of conveying Islamic teachings carried out by someone who has skills in their field in order to provide guidance and extension in the form of guidance or empowerment to the wider community. Religious educators use digital as an opportunity to carry out their activities for the community. Even though it is a challenge in itself for the religious extension profession, which must really master its knowledge. In this research, researchers used a descriptive qualitative method which aims to understand the opportunities and challenges of extension workers in the digital age.