Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Fermentasi Serbuk Gergaji dan Limbah Baglog Jamur Sebagai Campuran Media Tanam Pada Pertumbuhan dan Hasil Kubis (Brassica oleraceae var. Capitata L.) Amin Machfirdaus K.W; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi serbuk gergaji dan limbah baglog jamur sebagai campuran media tanam pada pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Gading Rejo Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan pada ketinggian tempat ± 4 m dpl pada bulan April- Agustus 2015 dengan jenis tanah aluavial/ liat berpasir dan rata-rata curah hujan 1.337 mm tahun-1.Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan media yang diujikan terdiri dari; M1: tanah, M2: tanah (1) + pasir (1) + limbah baglog Fer. 10 hari (2) , M3: tanah (1) + pasir (1) + limbah baglog Fer. 14 hari (2), M4: tanah (1) + pasir (1) + serbuk gergaji Fer. 10 hari (2), M5: tanah (1) + pasir (1) + serbuk gergaji Fer. 14 hari (2) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media limbah baglog dengan lama fermentasi 14 hari menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis yang lebih tinggi dan tidak berbeda dengan media tanah saja. Media limbah baglog jamur dengan lama fermentasi 14 hari memiliki bobot krop lebih tinggi yaitu sebesar 0,56 kg tanaman-1, media tanah memiliki bobot krop 0,54 kg tanaman-1. Media limbah baglog jamur dengan lama fermentasi 10 hari memiliki bobot krop sebesar 0,44 kg tanaman-1, media serbuk gergaji dengan lama fermentasi 14 hari memiliki bobot krop 0,40 kg tanaman-1 dan media serbuk gergaji dengan fermentasi 10 hari memiliki bobot krop yang lebih rendah yaitu sebesar 0,39 kg tanaman-1.
Pemanfaatan Kompos Kotoran Ayam Untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soya Benth) Sutrisno Adi Utomo; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kompos kotoran ayam untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebotohan Kec. Kraton Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 50 m dpl dengan jenis tanah vertisol. Suhu rata-rata 29°C - 37°C dengan curah hujan rata-rata 50 mm bulan-1 pada bulan April - Juli 2017.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis pupuk kompos ayam yang terdiri atas empat taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang enam kali yaitu P0 = kontrol (tanpa kompos), P1 = kompos kotoran ayam 5 ton ha-1, P2 = kompos kotoran ayam 7,5 ton ha-1 dan P3= kompos kotoran ayam 10 ton ha-1.Hasil penelitian menunjukkan hasil kedelai hitam tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian kompos kotoran ayam 10 ton ha-1 dengan hasil 1,71 ton ha-1, diikuti pemupukan kompos kotoran ayam 7,5 ton ha-1 dengan hasil 1,61 ton ha -1, pemupukan kompos kotoran ayam 5 ton dengan hasil 1,56 ton ha-1 dan hasil terendah pada tanaman kontrol tanpa kompos kotoran ayam yaitu sebesar 1,44 ton ha-1.
Pengaruh Pemupukan Organik dan Nitrogen Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus, Kunth.) Ulin Nuha Amsya; Bambang Sutikno; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenikir merupakan salah satu jenis sayuran indigenous yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai komersial yang cukut tinggi, akan tetapi masih terbatas pada lokasi tertentu serta belum dikenal dan dikonsumsi masyarakat umum secara luas. Agar dapat tumbuh lebih optimal, tanaman membutuhkan nutrisi yang dapat diberikan melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan organik dan nitrogen pada pertumbuhan dan hasil tanaman kenikir. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo pada ketinggian ± 4 mdpl dengan rata-rata curah hujan 2207 mm per tahun dan tanah berstruktur aluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 hingga Februari 2013.Penelitian perlakuan pemupukan terdiri dari enam perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang empat kali dan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test. Perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P4) memberikan hasil total panen lebih tinggi yaitu sebesar 290,69 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 1,5 ton.ha-1 petroganik (P2) memberikan hasil sebesar 261,71 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha-1  petroganik + 200 kg.ha-1 urea (P5) memberikan hasil sebesar 250,64 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 2,5 ton.ha-1 petroganik (P3) memberikan hasil sebesar 243,78 g.tanaman-1, perlakuan pemupukan 200 kg.ha-1 urea (P1) memberikan hasil sebesar 225,43 g.tanaman-1 dan perlakuan tanpa pemupukan (P0) memberikan hasil terendah sebesar 171,56 g.tanaman-1.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Varietas Mancir Terhadap Pemberian Trichokompos Kohe Sapi dan NPK Sri Hariningsih Pratiwi; Retno Tri Purnamasari; Fajar Hidayanto; Irwan Darwis Bakhtiar
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.250

Abstract

Produktivitas stroberi setiap tahun cenderung fluktuatif dikarenakan kesuburan tanah di Indonesia sebagian besar sudah mengalami penurunan. Penggunaan pupuk Trichokompos kotoran hewan sapi menjadi alternatif untuk mendukung penggunaan pupuk anorganik selama ini oleh petani stroberi. Tujuan penelitian ini guna mengkaji tanggapan pertumbuhan serta capaian stroberi terhadap diberikannya pupuk Trichokompos serta pupuk mutiara (16:16:16). Penelitian memakai Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor terdiri dari empat perlakuan yang terdiri dari pupuk NPK (kontrol), pupuk Trichokompos 30 ton ha-1 + NPK 50%, pupuk Trichokompos 40 ton ha-1+ NPK 50% dan pupuk Trichokompos 50 ton ha-1+ NPK 50% yang masing-masing diulang enam kali. Data yang dihasilkan dianalisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut BNJ 5%. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, luas daun, bobot buah, indeks luas daun, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk Trichokompos sebanyak 50 ton ha-1 serta pupuk NPK 50% secara nyata menghasilkan bobot buah terberat pada 35 HST yaitu 29,57 g tanaman-1. Pupuk Trichokompos dan kombinasinya dengan pupuk mutiara juga berpengaruh nyata pada laju asimilasi bersih, indeks luas daun, serta laju pertumbuhan relatif sampai pada usia tanaman 21-28 HST, namun tidak terdapat pengaruh yang nyata pada umur 35 HST, diduga sudah mengalami penurunan penerimaan sinar radiasi matahari dan laju fotosintesis. Aplikasi pupuk terpadu antara pupuk organik dan anorganik menjadi alternatif untuk memperbaiki sifat tanah dan mampu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan baik.
Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari Dan Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Produktivitas Sawi Putih (Brassica pekinensia L.) Pratiwi, Sri Hariningsih; Purnamasari, Retno Tri; Hidayanto, Fajar
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3624

Abstract

Intensitas radiasi matahari dan pupuk nitrogen menjadi faktor penting untuk pertumbuhan tanaman sawi putih dan juga dapat mempengaruhi lahan. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui pengaruh lingkungan yaitu intensitas radiasi matahari dan input berupa pupuk urea terhadap lingkungan sekitar tanaman dan produktivitas sawi putih. Hasil yang diperolhe penanaman sawi putih dengan perlakuan perbedaan intensitas cahaya matahari dan pemberian pupuk nitrogen menghasilkan kesimpulan bahwa perlakuan intensitas radiasi matahari 65% menghasilkan pertumbuhan, dengan hasil pertumbuhan sawi putih tertinggi dan menghasilkan bobot segar ha-1 sebesar 46,79 ton. Perlakuan pupuk nitrogen 300 kg ha-1  menghasilkan bobot segar ha-1 45,78 ton. Pelakuan tidak berpengaruh nyata terhadap suhu tanah, namun berpengaruh nyata pada kelembapan tanah saat umur tanaman 35 HST  dan pada rasio transmisi cahaya pada umur tanaman 21-35 HST.
PENGARUH PEMBERIAN NITROGEN DAN JUMLAH ANAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) LOKAL PASURUAN sulistyawati; Pratiwi, Sri Hariningsih; Firdaus, Rizqy Zukhrufatul
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 2 (2023): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2.4636

Abstract

Sorghum is cereal crop that can form tillers as new individuals, suitable for cultivation in Indonesia and can be a staple food substitute for rice. One of the efforts in increasing production is through the regulation of the number of tillers and nitrogen nutrients which play a major role in the process of vegetative growth and regulation. This study aimed to determine the interaction between nitrogen dose and number of tillers, the effect of nitrogen dose and the effect of the number of tillers on the growth and yield of Pasuruan local sorghum plants. The research was conducted in Pohjentrek Village, Purworejo District, Pasuruan City in December 2022 - April 2023. The soil used had a pH of 7.0 with N content of 0.11%, P2O5 11.06 ppm and K2O 0.13 ppm. The study was arranged in a Factorial Randomized Block Design (two factors), the first factor was nitrogen dosage (U) with levels U1 = 50% nitrogen, U2 = 75% nitrogen, U3 = 100% nitrogen and the second factor was the number of tillers (P) with levels P1 = 1 tiller, P2 = 2 tillers and P3 = 3 tillers. Each treatment combination was repeated three times so there were 27 treatment units. The data obtained from the study were analyzed using analysis of variance (F test), if there was a significant effect then continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that the highest production was found in the combination of 100% nitrogen with 1 tiller, which amounted to 5.44 tons ha-1, followed by a combination of 75% nitrogen with 1 tiller at 4.49 tons ha-1 and the lowest results in the combination of 100% nitrogen with 2 tillers at 4.49 tons ha-1.
Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari Dan Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensia L. Var. Belona F1): The Influence of Solar Radiation Intensity and Nitrogen Fertilizer Application on the Growth of Cauliflower Plants (Brassica pekinensia L. Var. Belona F1) Masyitho, Putri Dewi; Pratiwi, Sri Hariningsih; Purnamasari, Retno Tri
Journal of Applied Plant Technology Vol 1 No 1 (2022): Journal of Applied Plant Technology
Publisher : Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.386 KB) | DOI: 10.30742/japt.v1i1.29

Abstract

This study aims to determine of knowing the effect of the intensity of sun radiation and the right nitrogen fertilizer on the growth of the highest chinese cabbage. The research has been carried out in Wirogunan Village, Kec. Purworejo Pasuruan City was conducted from September to December 2021. This study used a Divided Plot Design (RPT) which was repeated three times. The intensity of sun radiation is placed as the main plot (P) which consists of three levels: : 55% sun radiation intensity, : 65% sun radiation intensity, : 75% sun radiation intensity. Nitrogen fertilizer doses were placed as subplots (J) which consisted of three levels: : Nitrogen fertilizer dose 200 kg ha-1, : Nitrogen fertilizer dose 300 kg ha-1, : Nitrogen fertilizer dose of 400 kg ha-1. From the two treatments, 9 treatment combinations were obtained and each treatment was repeated three times to obtain 27 treatment combination units. The results showed that the treatment of 65% sun radiation intensity and nitrogen fertilizer 300 kg ha-1 resulted in the highest plant growth and yield. Chinese cabbage treatment with 65% sun radiation intensity and nitrogen fertilizer 300 kg ha-1 resulted in fresh weight ha-1 of 53,61 tons.
Pengaruh Pemberian Pupuk Trichokompos Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Sawi Pahit (Brassica juncea L.) : The Effect of Trichocompost Fertilizer on Goat Manure on the Growth of Bitter Mustard Greens (Brassica juncea L.) Miftah, Zulfa Rosyidah; Sulistyawati, Sulistyawati; Pratiwi, Sri Hariningsih
Journal of Applied Plant Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Applied Plant Technology (JAPT)
Publisher : Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.53 KB) | DOI: 10.30742/japt.v2i1.80

Abstract

Bitter mustard, known as salty mustard or green mustard, is one of the most popular vegetable commodities and has high economic value. Trichocompost is an alternative to increase the growth of mustard greens. This study aims to determine the appropriate dose of goat kohe trichocompost fertilizer to produce high growth and production of mustard greens. Completely randomized design with four treatments, namely M0 : control, M1 : 100 gr.plant-1, M2 : 120 gr.plant-1 and M3 : 140 gr.plant-1 repeated four times. The results of the study concluded that the application of goat trichocompost kohe fertilizer had a significant effect on plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight, and dry weight of bitter mustard plants. The best dosage of goat kohe trichocompost fertilizer that can increase the growth and productivity of bitter mustard plants is a dose of 140 gr.plant-1.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Sapi Fermentasi dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hipogaea L.) Sholehuddin, Imam; Purnamasari, Retno Tri; Pratiwi, Sri Hariningsih
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i1.72

Abstract

Kacang tanah merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industri pakan dan makanan di Indonesia. Namun perlu upaya peningkatan produksi kacang tanah salah satunya dengan cara pemupukan, baik pupuk organik seperti pupuk kandang sapi fermentasi maupun pupuk anorganik seperti urea. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi pupuk kandang sapi fermentasi dan pupuk urea yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Dusun Kampung Baru, Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Pasuruan dengan ketinggian 4 mdpl. Tanah yang digunakan memiliki kandungan N 0,129%, P2O5 57 ppm, K 225 ppm dan c-organik 1,3%. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi : P1 : 15 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 50%, P2 : 15 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 75%, P3 : 20 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 50%, P4 : 20 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 75%, P5 : 25 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 50%, P6 : 25 ton pupuk kandang sapi fermentasi + Urea 75%. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 25 ton pupuk kandang sapi fermentasi + urea 75% merupakan dosis yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah dengan bobot polong tanaman-1 20,95 g, bobot polong petak-1 0,29 kg, dan bobot polong hektar-1 1,87 ton.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt.) Terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen Dan Pemangkasan Daun Bagian Bawah Aliansyah, Amir Fahmi; Pratiwi, Sri Hariningsih; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian pupuk N dan jumlah pemangkasan daun bagian bawah yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian 12,5 m dpl, pada bulan Februari April 2021. Tanah yang digunakan memiliki pH 5,8 dengan kandungan C-Organik 1,4 %, N 0,01 %, P2O5 78,5 ppm, dan K2O 391 ppm. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) empat perlakuan dan enam ulangan, dengan perlakuan sebagai berikut : P1 : Urea 200 kg ha?? + 3 helai daun P2 : Urea 200 kg ha?? + 4 helai daun P3 : Urea 300 kg ha?? + 3 helai daun P4 : Urea 300 kg ha?? + 4 helai daun. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk N (urea) dan pemangkasan daun bagian bawah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian pupuk N 300 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 3 helai memberikan bobot tongkol tertinggi 16,39 ton ha -1 diikuti dengan perlakuan pemberian pupuk N 300 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 4 helai menghasilkan bobot tongkol 15,46 ton ha-1 dan pada perlakuan pemberian pupuk N 200 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 4 helai menghasilkan bobot tongkol 14,51 ton ha-1 dan hasil terendah pada perlakuan pemberian pupuk N 200 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 3 helai menghasilkan bobot tongkol 13,33 ton ha-1.